v
Macam-Macam Filter
Penyaring berfungsi menahan dan menyangga partikel
padatan. Syarat penyaring yang baik :
§
Secara mekanis kuat
§
Tahan korosi ( terhadap cairan yang ditangani )
§
Memberikan tahanan yang kecil terhadap aliran (
porosity besar )
Macam- macam filter
antara lain:
a. Filter
Gravitasi (Gravity Filter)
§ Merupakan
tipe yang paling tua dan sederhana.
§ Filter
ini tersusun atas tangki-tangki yang bagian bawahnya berlubang-lubang dan diisi
dengan pasir-pasir berpori dimana fluida mengalir secara laminer.
§ Filter
ini digunakan untuk proses fluida dengan kuantitas yang besar dan mengandung
sedikit padatan. Contohnya : pada pemurnian air.
§ Tangki
biasanya terbuat dari kayu, bata atau logam tetapi untuk pengolahan air biasa
digunakan beton. Saluran dibagian bawah yang berlubang mengarah pada filtrat,
saluran itu dilengkapi dengan pintu atau keran agar memungkinkan backwashing
dari dasar pasir untuk menghilangkan padatan-padatan yang terakumulasi. Bagian
bawah yang berlubang tertutup oleh batuan atau kerikil setinggi 1 ft atau lebih
untuk menahan pasir. Pasir yang biasa digunakan dalam pengolahan air sebagai
media filter adalah pasir-pasir kuarsa dalam bentuk yang seragam. Kokas yang
dihancurkan biasanya digunakan untuk menyaring asam sulfur. Batu kapur biasanya
digunakan untuk membersihkan cairan organik baik dalam filtrasi maupun
adsorbsi.
Hal yang harus diperhatikan dalam filter gravitasi,
bongkahan-bongkahan kasar (batu atau kerikil) diletakkan bagian atas balok
berpori (cake) untuk menahan materi-materi kecil yang ada di atasnya (pasir,
dll). Materi yang berbeda ukurannya harus diletakkan dengan membentuk
lapisan-lapisan sehingga dapat bercampur dan ukuran untuk setiap materi
harusnya sama untuk menyediakan pori-pori dan kemampuan yang maksimal.
b. Filter
Pelat Dan Bingkai
Filter tekanan biasanya tersusun dari pelat-pelat dan
bingkai-bingkai. Pada filter ini pelat-pelat dan bingkai-bingkai disusun secara
bergantian dengan filter kain dengan arah berkebalikan pada tiap pelat.
Pemasangannya dilakukan secara bersamaan sebagai kesatuan gaya mekanik (oleh
sekrup / secara hidrolik).
Ada beberapa macam tipe bertekanan yang menggunakan
pelat dan bingkai. Yang paling sederhana mempunyai salah satu saluran tunggal
mengenali suspensi pada pencucian dan pembukaan tunggal pada setiap pelat untuk
mangalirkan cairan (pada pengiriman terbuka). Tipe yang lain mempunyai saluran
terpisah untuk membedakan suspensi dan air pencucian tetapi ada juga yang
menggunakan saluran terpisah untuk memisahkan suspensi dan air pencucian (pada
pengiriman tertutup). Saluran ini biasanya terdapat di pojok atau di tengah
atau tepat di tengah.
Umpan suspensi masuk melalui saluran yang terbentuk
dari lubang-lubang pada pojok kanan atas antara pelat dan bingkai. Dari saluran
ini, suspensi masuk ke bingkai menuju ruang di antara pelat-pelat. Tekanan pada
suspensi diumpankan pada proses penekanan untuk menghasilkan filtrat. Filtrat
tersebut menuju ruang-ruang diantara kain dan pelat melalui kain-kain dari
kedua sisi pelat ke keluaran yang berupa klep atau menuju saluran kedua yang
dibentuk oleh lubang-lubang pada pojok lain dari pelat dan bingkai dengan
keluaran yang didukung oleh pelat-pelat tidak oleh bingkai. Baik keluaran
melalui saluran atau melalui keran atau klep dan pelat dilubangi atau dibuat
dengan filtrat, memasuki keluaran melalui sisi pelat.
Padatan dalam suspensi berakumulasi dalam kain pada
sisi sebaliknya dari pelat-pelat. Setelah beberapa waktu sebagian kecil ruang
diantara pelat tersedia untuk suspensi, dan umpan dimatikan. Jika cake dicuci,
fluida pencuci di dalamnya disalurkan ke dalam suspensi atau masukan campuran di
balik suspensi, masuk ke cake kurang lebih dari tengah bingkai, dan lewat
menuju pelat pada kedua sisi. Setelah cake dicuci, aliran ini terhenti, gaya
yang menahan pelat dilepaskan, pelat dan bingkai terbuka seketika, dan cake
dihilangkan atau dibuang ke dalam lubang di bawah penekan. Setelah pembuangan
selesai, penekan ditutup lagi dengan memberikan gaya mekanik untuk mengunci
pelat dan bingkai bersamaan, dan sebuah siklus baru filtrasi dimulai.
Pencucian dapat dikeluarkan terpisah dari filtrat
dengan menyediakan kedua keluaran bawah melalui keran dan sebuah saluran
terpisah pada pojok lainnya dari pelat.
Pencucian sederhana adalah ketika pencucian
mengalir melalui cake dengan jalan yang sama seperti filtrat. Ekspresi “trhough
washing” atau “every other pelate washing” membutuhkan penggunaan dua tipe
pelat yang berbeda. Pelat yang bukan pencuci (satu tombol) dan pelat pencuci
(tiga tombol) diisikan dalam penekan diantara bingkai (dua tombol). Umpan
memasuki bingkai seperti sebelumnya. Pencucian memasuki setiap pelat dan
melewati dua cake pada bingkai di kedua sisi pelat, meninggalkan keran pada
pelat bukan pencuci (satu tombol). Metode ini memerlukan klep yang tertutup
pada pelat-pelat (tiga tombol) ke dalam masukan pencuci.
Semua tipe pelat ini dapat didesain untuk
mengoperasikan pada pengiriman tertutup dengan menyediakan saluran ketiga yang
dibentuk oleh lubang di sebelah pojok kanan bawah pelat dan bingkai. Empat
saluran memungkinkan untuk mengoperasikan dengan menggunakan pengiriman
tertutup dengan keluaran terpisah untuk filtrat dan pencucian. Umpan suspensi
masuk ke setiap bingkai melalui saluran kanan atas (tidak ada pembukaan dari
saluran ini ke pelat manapun). Filtrat meninggalkan setiap pelat menuju saluran
kiri bawah bingkai penuh dengan cake. Pencucian masuk melalui saluran kiri atas
ke setiap pelat menuju cake ganda di antara bingkai pada sisi lain pelat ini
dan keluar melalui saluran kanan bawah pada pelat pengganti (satu tombol).
Selama pencucian keran pada filtrat pada keluaran dan masukan pencucian
tertutup.
Penekan pelat dan bingkai sangat luas digunakan
khususnya ketika cake sangat berharga dan ukurannya sangat kecil. Filter yang
kontinyu menggantikan penekan pelat dan bingkai untuk banyak operasi berskala
besar.
Gambar 11
Filter Plat
Comments
Post a Comment