c. Distilasi
v Pengertian Distilasi
Distilasi
adalah cara pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan
perbedaan titik didih atau berdasarkan kemampuan zat untuk menguap.
Distilasi atau penyulingan merupakan suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan.
Gambar 13 Kilang Industri Distilasi
Dimana
zat cair dipanaskan hingga titik didihnya, serta mengalirkan uap ke dalam alat
pendingin (kondensor) dan mengumpulkan hasil pengembunan sebagai zat cair. Pada
kondensor digunakan air yang mengalir sebagai pendingin. Air pada kondensor
dialirkan dari bawah ke atas, hal ini bertujuan supaya air tersebut dapat
mengisi seluruh bagian pada kondensor sehingga akan dihasilkan proses
pendinginan yang sempurna. Saat suhu dipanaskan, cairan yang titik didihnya
lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Uap ini akan dialirkan dan kemudian
didinginkan sehingga kembali menjadi cairan yang ditampung pada wadah terpisah.
Zat yang titik didihnya lebih tinggi masih tertinggal pada wadah semula. Prinsip dari
destilasi adalah penguapan dan pengembunan kembali uapnya dari tekanan
dan suhu tertentu.
v Sejarah Penemuan
Distilasi
Distilasi
pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang
akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan
spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian
alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah
yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada
sekitar abad ke-4.
Bentuk
moderen distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia Islam pada masa
kekhalifahan Abbasiah, terutama oleh Al-Razi
pada pemisahan alkohol menjadi senyawa yang relatif murni melalui alat alembik,
bahkan desain ini menjadi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan
distilasi skala mikro, The Hickman Stillhead dapat terwujud. Tulisan oleh Jabir Ibnu
Hayyan (721-815) yang lebih dikenal dengan Ibnu Jabir menyebutkan
tentang uap anggur yang dapat terbakar. Ia juga telah menemukan banyak
peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini.
Kemudian teknik penyulingan diuraikan dengan jelas oleh Al-Kindi
(801-873).
Salah
satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan minyak mentah
menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi,
pembangkit listrik, pemanas, dan lainnya. Udara didistilasi menjadi
komponen-komponen seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk
pengisi balon. Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan
alkohol dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk
menghasilkan minuman suling.
v Tujuan Destilasi.
Tujuan dari
destilasi adalah pemurnian zat cair pada titik didihnya dan memisahkan
cairan dari zat padat. Uap yang dikeluarkan dari campuran disebut sebagai uap
bebas. Kondensat yang jatuh sebagai destilat dan bagian cair
yang tidak menguap sebagai residu. Apabila yang diinginkan adalah bagian
campurannya yang tidak teruapkan dan bukan destilatnya maka proses tersebut
dinamakan pengentalan dengan evaporasi. Destilasi adalah
sebuah aplikasi yang mengikuti prinsip-prinsip ”Jika suatu zat dalam larutan
tidak sama-sama menguap, maka uap larutan akan mempunyai komponen yang berbeda
dengan larutan aslinya”. Jika salah satu zat menguap dan yang lain tidak,
pemisahan dapat terjadi sempurna. Tetapi jika kedua zat menguap tetapi tidak
sama, maka pemisahnya hanya akan terjadi sebagian, akan tetapi destilat atau
produk akan menjadi kaya pada suatu komponen dari pada larutan aslinya.
v Hal Yang Perlu Diperhatikan
Dalam Proses Percobaan Atau Penyulingan Distilasi.
Pada
percobaan distilasi rangkaian alat juga perlu diperhatikan, pastikan antara
sambungan bagian yang satu dengan sambungan bagian yang lainnya tidak terjadi
kebocoran. Karena apabila terjadi kebocoran distilat yang terbentuk menjadi
lebih sedikit karena ada sebagian uap yang keluar dari rangkaian ditilasi. Labu
distilasi tidak hanya di isi dengan sampel (air dan etanol) tetapi ditambahkan
juga batu didih yang akan mencegah terjadinya proses bumping pada saat
pemanasan. Pada saat labu distilasi dipanaskan maka akan terbentuk
gelembung-gelembung udara yang besar, dengan adanya batu didih maka
gelembung-gelembung udara tadi diserap oleh pori-pori batu didih dan
dikeluarkan kembali dalam bentuk gelembung udara yang lebih kecil sehingga
dapat mencegah terjadinya ledakan pada labu distilasi.
Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Comments
Post a Comment