b.
Kristalisasi
v Pengertian Kristalisasi
Kristalisasi merupakan teknik
pemisahan kimia antara padat-cair, di mana terjadi perpindahan massa (massa
transfer) dari suatu zat terlarut
(solute) dari cairan larutan ke fase kristal padat. Pemisahan secara
kristalisasi dilakukan untuk memisahkan zat padat dari larutannya dengan jalan
menguapkan pelarutnya. Zat padat tersebut dalam keadaan lewat jenuh akan bentuk
kristal. Kristal-kristal dapat terbentuk bila uap dari partikel yang sedang
mengalami sublimasi menjadi dingin. Selama proses kristalisasi, hanya partikel
murni yang akan mengkristal.
v
Proses
Kristalisasi
Proses kristalisasi terdiri atas dua tahapan utama,
pertama ialah nukleasi dan yang kedua ialah pertumbuhan kristal. Nukleasi
adalah langkah awal dimana molekul padatan yang terdispersi di dalam larutan
akan berkumpul dan membentuk ikatan, berkumpulnya padatan ini membentuk bibit
kristal berukuran nanometer (sangat kecil), tetapi bibit kristal ini belum
stabil, diperlukan besar ukuran tertentu sehingga bibit-bibit kristal ini berada
dalam keadan stabil.
Dengan mengontrol kondisi tertentu (temperatur, tingkat
kejenuhan, (supersaturated), tekanan, dan lain-lain) dalam sistem, maka
pembentukan bibit kristal dengan ukuran yang cukup besar dapat terjadi.
Peristiwa nukleasi ini merupakan proses perombakan struktur atomnya, jadi bukan
hanya pada tingkatan sifat makroskopisnya, melainkan terjadi penata ulangan
atom-atom dalam senyawa tersebut membentuk struktur kristal.
Pertumbuhan kristal merupakan proses lanjutan dari
nukleasi, dimana nukleasi atau bibit kristal yang telah mencapai besar ukuran
tertentu akan mengikat atom-atom lain membentuk struktur kristal akan semakin
besar. Terjadinya pertumbuhan kristal ini hanya dapat terjadi karena sistem
terlalu jenuh (oleh senyawa pembentukan kristal), sehingga ukuran kristal akan
bertambah besar secara terus menerus sampai sistem (larutan) tidak lagi alam
keadaan sangat jenuh.
Kristatalisasi ada empat macam yaitu:
1. Kristalisasi Penguapan
Kristalisasi penguapan dilakukan jika zat yang akan dipisahkan tahan
terhadap panas dan titik bekunya lebih tinggi daripada titik didih pelarut.
1.
Kristalisasi Pendinginan
Kristalisasi pendinginan dilakukan dengan cara
mendinginkan larutan. Pada saat suhu larutan turun, komponen zat yang yang
memiliki titik beku lebih tinggi akan membeku terlebih dahulu, sementara zat
lain masih larut sehingga keduanya dapat dipisahkan dengan cara penyaringan.
Zat lain akan turun bersama pelarut sebagai filtrat, sedangkan zat padat tetap
tinggal di atas saringan sebagai residu.
2.
Pemanasan Dan Pendinginan
Metode ini merupakan gabungan dari dua meode diatas.
Larutan panas yang jenuh dialirkan kedalam sebuah ruangan yang divakumkan.
Sebagian pelarut menguap, panas penguapan diambil dari larutan itu sendiri,
sehingga larutan menjadi dingin dan lewat jenuh. Metode ini disebut kristalisasi vakum.
3.
Penambahan Bahan (Zat) Lain
Untuk pemisahan bahan organik dari larutan seringkali
ditambahkan suatu garam. Garam ini larut lebih baik daripada bahan padat yang
diinginkan sehingga terjadi desakan dan membuat bahan padat menjadi
terkristalisasi.
Pembentukan kristal dapat juga terjadi bila suatu larutan
telah melampaui titik jenuhnya. Titik jenuh larutan adalah suatu titik ketika penambahan partikel terlarut sudah
tidak dapat menyebabkan partikel tersebut melarut, sehingga terbentuk larutan
jenuh. Larutan jenuh adalah
larutan yang mengandung jumlah maksimum partikel terlarut pada suatu larutan
pada suhu tertentu.
Contohnya adalah NaCl ketika mencapai titik jenuh maka
akan terbentuk kristal. Berkurangnya air karena penguapan, menyebabkan larutan
melewati titik jenuh dan mempercepat terbentuknya kristal.
Comments
Post a Comment