KONSEP LARUTAN                                    

 

 

A.  Klasifikasi Larutan



Gambar 1.1. Maulia Indriana Ghani Guru Kimia yang memberikan pendapat tentang klasifikasi larutan

                                                             


Gambar 1.2. Gambar seorang praktikan dengan alat-alat laboratorium

Kita semua pasti pernah bikin minuman kayak teh manis  kan? Selain itu juga kita pernah membuat es sirup, es teh, es susu atau apa aja yang bisa bikin seger. Tanpa  sadar, kita  sudah membuat suatu larutan  dalam ilmu kimia. Nah kita semua tahu kalau gula yang bercampur dengan baik di dalam air (homogen) itu disebut dengan larutan.

 

A.   Pengertian Larutan

Larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat. Dalam buku Intisari Kimia - Tips & Trik Kilat Menaklukkan Kimia SMA (Kelas X, XI, XII) karya Agus Kamaludin, pengertian larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Campuran yang dimaksud adalah di mana zat yang satu (larutannya) berada dalam fase cairan (pelarut) dan zat yang lain (larut) tersebar merata di dalam pelarut. Zat yang larut disebut solut, dan pelarutnya disebut solvent.

Larutan adalah salah satu bentuk fase dari materi, dan biasanya mengacu pada campuran cairan yang stabil. Larutan dapat terbentuk dari berbagai kombinasi zat, seperti gas dalam gas, gas dalam cairan, cairan dalam cairan, padatan dalam cairan, padatan dalam padatan, dan sebagainya. Kelarutan, konsentrasi, dan sifat-sifat lainnya dari larutan dipengaruhi oleh sifat-sifat kimia dari zat-zat yang terlibat dalam campuran tersebut.

Umumnya, pelarut jumlahnya akan lebih banyak daripada zat terlarutnya. Hal itu supaya zat terlarut bisa tercampur secara homogen. Maksud dari homogen berarti yang larut sempurna. Contohnya garam yang dilarutkan dengan air maka disebut zat terlarut. Hasilnya si garam akan melebur dan homogen dengan air. Selain itu, air gula dapat disebut larutan karena ketika gula larut dalam air dan melebur, maka larutannya sama sehingga bersifat homogen.



Gambar 1.3. Garam (NaCl) dilarutkan dengan air (H2 O) (Cuplikan video Zenius)

Air merupakan pelarut universal, banyak zat yang bisa larut di dalamnya. Sedangkan NaCl merupakan zat terlarutnya. Ketika molekul NaCl dilarutkan dengan molekul air, maka air akan membantu proses pelarutannya, sehingga akan membentuk ion Na+ dan Cl- yang terpisah. Ion terbagi atas dua bahagian yaitu ion positif (+) dan ion negatif (-). Jadi, kutub negatif NaCl (Cl-) akan bertemu dengan kutub positif H2O (H+). Sedangkan, kutub positif NaCl (Na+) akan bertemu dengan kutub negatif  H2O (O2-). Ilustrasinya bisa di  lihat pada gambar di atas.

Ternyata, larutan itu nggak selamanya berbentuk zat cair. Ada larutan berbentuk gas atau padatan. Contohnya udara yang merupakan campuran gas homogen (zat pelarut dan terlarutnya sama-sama gas). Contoh lainnya pada kuningan dan perunggu, nah ini antara zat terlarut dan pelarutnya sama-sama berbentuk padatan. Jadi, jelasnya kalau larutan itu tidak selamanya berbentuk cair.

 

B.  Jenis-Jenis Larutan

Jenis larutan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, seperti tingkat kelarutannya, konsentrasi, wujud pelarut dan zat terlarutnya, serta daya hantar listriknya.  

Jenis larutan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, seperti tingkat kelarutannya, konsentrasi, wujud pelarut dan zat terlarutnya, serta daya hantar listriknya.

Setiap jenis larutan memiliki karakteristik yang berbeda, dan pemahaman tentang jenis-jenis ini penting untuk banyak aplikasi di berbagai bidang.

 

1.    Berdasarkan Tingkat Kelarutannya

a.    Larutan Tak Jenuh

Larutan Tak Jenuh adalah larutan yang dapat melarutkan zat terlarut tanpa pemanasan dan memiliki kandungan zat terlarut lebih sedikit dari yang diperlukan untuk mencapai larutan jenuh. Larutan tak jenuh merupakan larutan yang dapat melarutkan sempurna jika ditambahkan zat terlarut tanpa melalui pemanasan. Bisa pula dikatakan, larutan tak jenuh memiliki kandungan zat terlarut lebih sedikit dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh di suhu tertentu. Misalnya yaitu larutan garam tak jenuh, yang airnya masih bisa dipakai melarutkan sewaktu ditambahkan garam kembali.

 

b.   Larutan Jenuh

Larutan Jenuh adalah larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut kecuali dipanaskan, memiliki batas maksimal untuk melarutkan pada suhu tertentu. Dalam larutan ini, pelarut memiliki batas maksimal untuk melarutkan di suhu tertentu. Contohnya adalah larutan garam jenuh, yakni air masih bisa melarutkan asal dilakukan pemanasan.

 

c.    Larutan Lewat Jenuh

Larutan Lewat Jenuh adalah larutan yang sudah tidak mampu lagi melarutkan zat terlarut, bahkan dengan pemanasan, melebihi batas larutan jenuh pada suhu tertentu. Pada kasus ini, jumlah zat terlarut melebihi dari yang dimiliki larutan jenuh di suhu tertentu. Contoh pada larutan garam lewat jenuh, air tidak bisa lagi melarutkan meski dipanaskan saat ditambahkan zat pelarut garam.

 

2.    Berdasarkan Konsentrasinya

a.    Larutan Encer

Larutan Encer yakni larutan yang memiliki pelarut lebih banyak ketimbang zat terlarutnya. Misalnya face tonic, air mawar, astringent, dan sebagainya.

 

b.   Larutan Pekat

Larutan Pekat yaitu larutan dengan zat terlarut relatif lebih banyak namun tidak sampai melebihi pelarutnya. Misalnya kopi hitam kental.

 

3. Berdasarkan Wujud Pelarut Dan Zat Terlarut

Pada kategori ini, maka larutan dibedakan menjadi padat, cair, dan gas. Larutan bisa dipadukan dari jenis yang sama atau berbeda. Misalnya zat terlarut gas dengan pelarut gas, akan menghasilkan larutan gas. Zat terlarut gas yang dipadu pada pelarut padat akan menghasilkan larutan padat.

 

4.    Berdasarkan Daya Hantar Listriknya

a.    Larutan Elektrolit

Larutan Elektrolit ialah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena zat terlarut dapat terurai menjadi ion positif dan ion negatif. Contoh larutannya yaitu senyawa kovalen polar dan ionik (garam, basa, dan asam). Larutan ini dibagi menjadi

§  Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang zat terlarutnya mengalami ionisasi sempurna. Contohnya asam kuat misalnya HCl, basa kuat misalnya NaOH, dan garam misalnya KCl.

                                                            




Gambar 1.4 Ilustrasi zat terlarutnya mengalami ionisasi sempurna ( semuanya terpisah)sempurna ( semuanya terpisah) (Arsip Zenius)

§  Elektrolit lemah adalah larutan yang zat terlarutnya mengalami ionisasi sebagian, dengan kata lain ada yang ion positif dan negatifnya masih menyatu. Contohnya asam cuka (CH3COOH) dan amonium hidroksida (NH4OH).

                                                             


Gambar 1.5 Ilustrasi zat terlarutnya mengalami ionisasi sebagian (tidak semuanya terpisah) (Arsip Zenius)

 

b.   Larutan Non Elektrolit

Larutan Non Elektrolit ialah larutan yang tidak bisa menghantarkan arus listrik karena zat terlarut tidak bisa terionisasi atau menghasilkan ion. Misalnya larutan alkohol atau larutan gula. Contohnya senyawa kovalen non polar (gula, urea, dan minyak).

 

Contoh Soal 1.1

Jika diketahui data pengamatan pengujian daya hantar listrik dengan alat uji sebagai berikut:

Tentukan manakah larutan yang termasuk larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit, Jelaskan!

 

 

 

Pembahasan:

Hasil daya hantar listrik beberapa larutan dalam uji daya hantar listrik:
- Larutan elektrolit kuat: lampu menyala terang, gelembung banyak.
- Larutan elektrolit lemah: lampu menyala redup/tidak menyala, gelembung sedikit.
- Larutan non elektrolit: lampu tidak menyala, gelembung tidak ada.

Dari ciri-ciri di atas, maka

Larutan A : larutan non elektrolit

Larutan B : larutan elektrolit kuat

Larutann C : larutan elektrolit lemah

Larutan D : larutan elektrolit lemah


Comments

Popular posts from this blog