C.  SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NONELEKTROLIT

Kamu telah mengetahui berbagai sifat koligatif larutan. Sifat Koligatif larutan ternyata bukan hanya tergantung pada jumlah zat terlarut, tetapi pada kemampuan zat terionisasi dalam larutan. Hal ini dikarenakan zat elektrolit mampu terionisasi dalam larutan sehingga jumlah partikelnya berbeda dengan jumlah partikel sebelum dilarutkan. Apakah kamu masih mengingat defenisi larutan elektrolit?Apakah pengaruh zat elektrolit terhadap sifat koligatif larutan?

Kamu mampu menjawab pertanyaan dengan menyimak bahan kajian berikut.

 

1.        Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit

a.        Larutan elektrolit

Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Senyawa elektrolit adalah senyawa yang dapat mengalami ionisasi jika dilarutkan dalam air. Umumnya, senyawa elektrolit berupa garam yang terdiri atas ion positif dan ion negatif saat pembentukannya. Contoh dapat dilihat pada pembentukan garam NaCl. Reaksinya sebagai berikut.

 

Na+ (aq) +   Cl-(aq)      NaCl (aq)

 

Contoh lain senyawa elektrolit, antara lain KCl, NaBr, CaCl2, dan Na­2SO4.

 

 

b.        Larutan nonelektrolit

Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa nonelektrolit adalah senyawa yang tidak dapat terionisasi jika dilarutkan dalam air. Umumnya, senyawa nonelektrolit berupa senyawa organic yang berikatan kovalen, misalnya gula, urea, glukosa, dan minyak. Senyawa tersebut tidak dapat terionisasi di dalam larutannya. Jadi, senyawa tersebut utuh dalam bentuk molekulnya dan tidak bermuatan. Contohnya dapat diamati pada urea. Reaksinya sebagai berikut.

 

CO(NH2)2(s)  +  H2O (l)        CO(NH2)2 (aq)

Comments

Popular posts from this blog