a.4. Larutan Asam Dalam Kehidupan Sehari-hari
Photo by RitaE on Pixabay
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan berbagai contoh
larutan asam dan basa. Berikut beberapa contoh dari larutan asam:
a.4.1. Air Jeruk Lemon Atau Air Jeruk Nipis
Manakah yang termasuk asam dan basa, air jeruk lemon atau air jeruk
nipis? Iya, keduanya termasuk larutan asam. Air perasan jeruk lemon atau jeruk
nipis mengandung asam sitrat yang memberikan rasa asam pada larutan.
a.4.2. Soft Drink Atau Minuman
Bersoda
Soft drink minuman
bersoda, yang mungkin salah satunya adalah minuman favorit, mengandung asam
fosfatik atau asam karbonat yang memberikan rasa asam pada larutan.
a.4.3. Larutan Asam Lambung
Ternyata ada sebagian sifat asam dan basa dalam sistem pencernaan kitat.
Asam lambung di dalam sistem pencernaan kita membantu proses pencernaan
makanan.
a.4.4. Saus Tomat
Pernah menggunakan saus tomat? Apakah saus tomat memiliki sifat-sifat
asam atau basa? Nah, saus tomat itu mengandung asam asetat yang memberikan rasa
asam pada larutan.
a.4.5. Asam Batu Atau Asam Sulfat
Pernah mendengar tentang asam batu? Asam batu atau asam sulfat, lantaran
sifat-sifat asam yang dimilikinya, biasanya digunakan dalam industri untuk
keperluan kimia, seperti dalam produksi pupuk dan baterai.
a.5. Contoh Asam
Berikut ini
adalah beberapa contoh asam :
§
Asam klorida (HCl)
§
Asam nitrat (HNO3)
§
Asam sulfat (H2SO4)
§
Asam fosfat (H3PO4)
§
Asam borat (H3BO3)
b. Larutan Basa
Larutan basa adalah larutan yang mengandung ion hidroksida
(OH-) dalam jumlah yang lebih besar daripada ion hidrogen (H+),
sehingga memiliki pH lebih dari 7. Pengertian basa
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah senyawa yang
cenderung menyumbangkan sepasang elektron untuk dipakai bersama-sama dan
menerima proton.
Basa (alkali)
berasal dari Arab, yang artinya abu. Basa banyak dijumpai dalam pembuatan
sabun, seperti yang kita ketahui di zaman dahulu banyak ibu rumah tangga yang
menggunakan abu untuk mencuci piring.
b.1.1.Teori Arrhenius
Arrhenius
menyatakan bahwa basa adalah basa adalah zat yang apabila dilarutkan dalam air
akan menghasilkan ion OH– dalam larutan. Dari pengertian
tersebut, ciri khas basa adalah apabila dalam pelarut air, zat akan mengion
menjadi ion hidroksida yang muatannya negatif dan ion bermuatan positif disebut
sisa basa.
b.1.2. Teori Bronsted Lowry
Basa merupakan penerima proton (akseptor
proton). Hal itu berarti teori asam-basa Bronsted-Lowry diajukan berdasarkan
reaksi pemindahan proton. Bronsted Lowry selain mencetuskan teori asam konjugasi,
juga mencetuskan teori basa konjugasi. Basa konjugasi adalah yang
tersisa setelah asam memberikan proton dalam sebuah reaksi kimia. Kedua hal
tersebut disebut pasangan asam basa konjugasi.
b.1.3. Teori Basa
Lewis
Seperti telah dijelaskan sebelumnya,
asam- basa Lewis menjelaskan terkait struktur dan ikatannya. sedangkan Basa
adalah zat yang memberikan pasangan elektron.
b.2. Ciri-Ciri Larutan Basa
b.2.1. Rasa Pahit Dan
Licin
Sebagian ciri-ciri larutan basa dapat kita cecap dan sentuh. Larutan
basa memiliki rasa pahit dan dapat memberikan sensasi licin saat disentuh.
Contohnya, basa kaustik seperti natrium hidroksida memiliki rasa pahit yang
kuat.
b.2.2. pH Lebih Dari 7
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, pH larutan basa berada di atas
7 pada skala pH. Nilai yang lebih tinggi daripada 7 menunjukkan tingkat
kebasaan larutan, sekaligus menjadi ciri-ciri larutan basa yang mutlak.
b.2.3. Kemampuan
Menghasilkan Ion Hidroksida (OH-)
Larutan asam dan basa menghasilkan ion yang berbeda. Larutan basa
enghasilkan ion hidroksida (OH-) ketika dilarutkan dalam air.
b.2.4. Reaksi Dengan
Lemak
Ciri-ciri larutan basa yang terakhir dapat diketahui dari reaksinya
dengan lemak. Larutan basa dapat merusak lemak dan menghasilkan senyawa seperti
sabun.
b.3. Klasifikasi Basa
Berikut ini adalah klasifikasi basa secara umum
§ Basa Anorganik
Basa
anorganik terbentuk melalui reaksi antar logam alkali atau logam alkali tanah
dengan air. Contoh larutan basa anorganik antara lain natrium hidroksida
(NaOH), kalium hidroksida (KOH), dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2).
§ Basa Organik
Basa organik
adalah senyawa organik yang memiliki sifat basa. Contoh larutan
basa organik yaitu amina, seperti trimetilamina (N(CH3)3)
dan etilamina (C2H5NH2). Klasifikasi larutan
basa dapat didasarkan pada kekuatan atau tingkat ionisasi senyawa dalam larutan.
Klasifikasi
asam berdasarkan tingkat ionisasinya terbagi atas:
§ Basa Lemah
Basa lemah adalah basa yang hanya sebagian kecil
molekulnya menghasilkan ion hidroksida (OH-) dalam larutan. Dengan
demikian, basa lemah memiliki konsentrasi ion hidroksida (OH-) yang
relatif rendah dalam larutan. Contoh basa lemah yaitu amina organik, seperti
metilamina (CH3NH2). Bagaimana dengan amonia (NH3)?
Apakah amonia asam atau basa? Amonia merupakan basa lemah.
§ Basa Kuat
Klasifikasi larutan basa yang terakhir adalah
basa kuat, yakni basa yang sepenuhnya atau hampir sepenuhnya menghasilkan ion
hidroksida (OH-) dalam larutan. Dengan demikian, basa kuat memiliki
konsentrasi ion hidroksida (OH-) yang tinggi dalam larutan. Contoh
basa kuat antara lain natrium hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH).
b.4. Larutan
Basa Dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa contoh dari larutan basa
b.4.1. Larutan Natrium Hidroksida (NaOH)
Natrium hidroksida (NaOH) ditemukan dalam produk pembersih
seperti pemutih dan pembuka saluran pembuangan. Larutan ini adalah contoh
larutan basa yang cukup sering kita jumpai sehari-hari.
b.4.2. Pasta Gigi
Pasta gigi yang kita gunakan setiap hari itu memiliki ciri-ciri larutan
basa, sebab dalam pasta gigi mengandung senyawa basa seperti natrium bikarbonat
yang membantu membersihkan gigi.
b.4.3. Larutan Sabun
Kita semua pasti pernah menggunakan sabun cair, dalam sabun cair itu
contoh larutan basa yang kita pakai sehari-hari? Sabun cair mengandung basa
seperti kalium hidroksida atau natrium hidroksida yang membantu membersihkan
dan menghilangkan minyak atau lemak dari permukaan kulit kita.
b.4.4. Cairan Pembersih Oven
Berikutnya, contoh larutan basa yang juga sebenarnya menjadi bagian dari
kehidupan kita sehari-hari adalah cairan pembersih oven. Di dalam cairan
pembersih oven terdapat basa kuat seperti hidroksida atau karbonat yang
membantu menghilangkan residu yang sulit dihapus.
b.4.5. Larutan Amonia
Amonia termasuk basa lemah. Amonia digunakan dalam produk pembersih dan
pemutih untuk membersihkan permukaan yang bernoda.
b.4.6. Larutan Baking Soda
Sudah pernah menggunakan baking soda (natrium
bikarbonat) ? Larutan baking soda adalah contoh larutan basa
yang dapat dengan mudah ditemukan di dapur. Baking soda
digunakan untuk memasak dan sebagai bahan pengembang dalam pembuatan kue.
b.5. Contoh
Basa
Berikut ini
adalah beberapa contoh basa :
§
Natrium hidroksida (NaOH)
§
Litium hidroksida (LiOH)
§
Amonia (NH3)
§
Natrium bikarbonat (NaHCO3)
§
Seng hidroksida (Zn(OH)2)
Contoh Soal 1.2
1. Tuliskan contoh dan nama-nama daripada basa kuat beserta
dengan ionisasinya.
2. Tuliskan contoh dan nama-nama daripada basa lemah beserta
dengan ionisasinya.
Pembahasan
1. Contoh yang termasuk golongan basa kuat adalah:
Rumus Basa Nama
basa
§ KOH Kalium
hidroksida
§ NaOH Natrium
hidroksida
§ Ba(OH)2 Barium
hidroksida
§ Ca(OH)2 Kalsium
hidroksida
§ Mg(OH)2 Magnesium
hidroksida
§ LiOH Litium
hidroksida
§ RbOH Rubidium
hidroksida
Reaksi ionisasinya
adalah:
§ LiOH(aq)
→ Li
+(aq) + OH-(aq)
§ RbOH(aq)
→ Rb+(aq) + OH-(aq)
§ KOH (aq) → K+(aq) + OH-(aq)
§ NaOH (aq)
→ Na+(aq) + OH-(aq)
§ Ba(OH)2(aq)
→
Ba2+(aq)
+ 2OH-(aq)
§ Ca(OH)2 (aq) → Ca2+(aq) + 2OH-(aq)
§ Mg(OH)2 (aq) → Mg2+(aq) + 2OH-(aq)
2. Contoh yang termasuk golongan basa lemah adalah:
Rumus Basa Nama
Basa
§ Sr(OH)2 Strontium
hidroksida
§ Al(OH)3 Aluminium
hidroksida
§ CuOH Tembaga
(I) hidroksida
§ Cu(OH)2 Tembaga
(II) hidroksida
§ Fe(OH)2 Besi
(II) hidroksida
§
Fe(OH)3 Besi
(III) hidroksida
Reaksi
ionisasinya adalah:
§
Sr(OH)2 (aq) ↔ Sr2+(aq) + 2OH-(aq)
§
Al(OH)3 (aq) ↔ Al3+(aq) + 3OH-(aq)
§
CuOH (aq) ↔ Cu+(aq) + OH-(aq)
§
Cu(OH)2 (aq) ↔
Cu2+(aq)
+ 2OH-(aq)
§
Fe(OH)2 (aq) ↔ Fe2+(aq) + 2OH-(aq)
§
Fe(OH)3
(aq) ↔ Fe3+(aq) + 3OH-(aq)
a. Larutan Garam
Garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion
positif (kation) dan ion negatif (anion), yang membentuk senyawa netral (tanpa muatan).
Garam ini merupakan reaksi asam dan basa, atau dengan kata lain garam merupakan senyawa yang
dihasilkan dari reaksi netralisasi antara larutan asam dan larutan basa yang
akan menghasilkan garam dan air. Secara umum reaksi netralisasi adalah sebagai
berikut:
Asam + Basa → Garam + Air
Contoh reaksi netralisasi/reaksi pembentukan garam:
HCl + NaOH → NaCl
+ H2O
H2SO4 + 2NH4OH → (NH4)2SO4
+ 2H2O
2HCN + Ba(OH)2
→ Ba(CN)2 + 2H2O
Garam dapat
terbentuk dari empat reaksi kimia berikut:
a. Garam dari asam kuat dan basa kuat,
garam ini bersifat netral (pH = 7). Contoh:
NaCl, KCl, K2SO4,
Ca(NO3)2
b. Garam dari asam kuat dan basa lemah,
garam ini bersifat asam (pH <7). Contoh:
Zn(ClO4)2,
NH4Cl, AlCl3, Fe(NO3)2
c.
Garam dari basa kuat dan asam lemah, garam ini bersifat
basa (pH >7). Contoh:
Na2SO3,
KCN, Na2CO3, (CH3COO)2Ca
d. Garam dari asam lemah dan basa lemah,
sifat asam/basa bergantung pada nilai Ka dan Kb dari senyawa tersebut. Contoh:
Zn(NO2)2,
CH3COONH4, Fe(PO4)2
c.1. Pengertian
Larutan Garam
Larutan
Garam adalah larutan yang didapat dari
hasil reaksi asam dan basa. Garam merupakan suatu senyawa yang terbentuk jika
hidrogen dari suatu asam diganti oleh suatu logam. Garam dinamakan
menurut logam dan asam yang membentuknya. Jika larut, garam membentuk ion di
dalam larutan, satu kation dari logam dan satu anion dari asam.
c.2. Ciri Larutan Garam
Adapun ciri-ciri dari larutan garam adalah terjadinya
perubahan warna pada kertas lakmus. Perubahan warna ini menunjukkan nilai pH
tertentu suatu larutan garam.
Selain itu, larutan garam juga memiliki ciri apabila
larutan asam dengan larutan basa direaksikan, maka ion H+ (dari
asam) akan bereaksi dengan ion OH- (dari basa) membentuk air. Reaksi
ini disebut reaksi
penetralan (netralisasi), jika jumlah
zat asam sama dengan jumlah zat basa.
Larutan garam bersifat asam bila terbentuk dari asam kuat
dan basa lemah, kemudian bersifat basa bila terbentuk dari asam lemah dan basa
kuat.
Gambar 1.8 Photo by Jason Tuinstra on Unsplash
c.3. Sifat Larutan
Garam
Secara umum, larutan garam memiliki 3 sifat, yaitu:
a. Larutan garam yang bersifat netral, yaitu garam yang
terbentuk dari asam kuat dan basa kuat, atau terbentuk dari asam lemah dan basa
lemah. Contohnya NaCl, CH3COONH4.
b. Larutan garam yang bersifat asam yaitu garam yang
terbentuk dari asam kuat dan basa lemah. Contoh: NH4Cl, Al2(SO4)3
c. Larutan garam yang bersifat basa yaitu garam yang terbentuk basa kuat dan asam lemah. Contoh: CH3COONa, Na2CO3.
Tabel 1.1 Contoh larutan garam dalam kehidupan sehari-hari
dalah:
Contoh Soal 1.3
Selesaikan
reaksi asam + basa → garam + air
a. HCl + NaOH →
b. HNO3 + Mg(OH)2 →
c. H2CrO4 + KOH →
d. H2SO4 + Ba(OH)2 →
e. H3PO4 + Ca(OH)2 →
Pembahasan
Diselesaikan
terlebih dahulu persamaan reaksi
a. HCl + NaOH → NaCl + H2O
b. 2HNO3 + Mg(OH)2 → Mg(NO3)2
+ 2H2O
c. H2CrO4 + 2KOH → K2CrO4
+ 2H2O
d. H2SO4 + Ba(OH)2 → Ba2
SO4 + 2H2O
e. 2H3PO4 + 3Ca(OH)2 → Ca3
(PO4)2 + 6H2O
c.4. Pengertian Hidrolisis
Gambar 1.9 Photo by Timo Volz on Unsplash
Hidrolisis berasal dari kata hydro yang berarti air
dan lysis yang berarti peruraian. Dengan demikian, definisi hidrolisis garam adalah reaksi peruraian yang terjadi antara
kation dan anion garam dengan air dalam suatu larutan.
Hidrolisis garam dapat diartikan sebagai reaksi reversible penguraian
garam oleh air. Maka dari itu, hidrolisis garam adalah reaksi antara salah satu
ion-ion garam (kation atau anion) dengan air dan membentuk larutan bersifat
asam atau basa. Beberapa sifat atau karakteristik dari hidrolisis garam adalah
sebagai berikut:
1. Proses hidrolisis menghasilkan asam
dan basa pembentuk garam.
2. Kation dan anion dari asam-basa kuat
tidak dapat terhidrolisis karena terionisasi sempurna.
3. Garam tidak terhidrolisis jika tidak
ada kation maupun anion yang bereaksi.
4. Garam terhidrolisis sebagian jika
salah satu kation atau anion bereaksi.
5. Garam terhidrolis sempurna jika kation
dan anion bereaksi.
c.5. Reaksi Hidrolisis Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat
Gambar 1.10 Photo by Marta Dzedyshko on Pexels
Dilansir dari The Fact Factor, garam yang terbentuk
dari asam kuat dan basa kuat tidak akan mengalami proses hidrolisis karena
baik kation maupun anionnya tidak bereaksi dengan air. Contoh hidrolisis garam
natrium klorida (NaCl) yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat yaitu asam
klorida (HCl) dan natrium hidroksida (NaOH).
Dari reaksi hidrolisis di atas, terlihat ion yang terbentuk saat garam
NaCl dilarutkan dalam air adalah OH- dan H+. keduanya
akan saling menetralkan dan tidak bereaksi dengan air. Dengan kata lain, garam
NaCl hanya terionisasi dan tidak terhidrolisis, sehingga larutan yang
dihasilkannya bersifat netral (pH=7).
c.6.Reaksi Hidrolisis Garam Dari Asam Kuat Dan Basa Lemah
Gambar 1.11 Photo by Lena Kudryavtseva on Unsplash
Garam dari asam kuat dan basa lemah akan mengalami hidrolisis sebagian.
Contoh hidrolisis amonium klorida (NH4Cl) yang terbentuk dari asam
kuat dan basa lemah yaitu asam klorida (HCl) dan amonia (NH3).
Amonia akan mengalami ionisasi terurai menjadi ion NH4+
dan Cl-.
Perlu diingat bahwa ion Cl- dari asam kuat HCl tidak akan
terhidrolisis oleh air, maka hanya ion NH4+ yang akan
bereaksi dengan air dan meningkatkan konsentrasi ion hidronium. Proses
hidrolisis garamnya sebagai berikut:
Hidrolisis garam amonium klorida akan mengasilkan larutan asam dengan pH
di bawah 7. Dari persamaan tersebut, kita dapat menghitung derajat
hidrolisisnya untuk menghitung pH larutannya. Rumus hidrolisis yang digunakan
sebagai berikut:
Keterangan:
c.7.Reaksi Hidrolisis Garam dari
Asam Lemah dan Basa Kuat
Gambar 1.12 Photo by Uby Yanes on Unsplash
Garam dari asam lemah dan basa kuat jika dihidrolisis akan menghasilkan
larutan basa. Contoh hidrolisis garam natrium flurida (NaF) yang terbentuk dari
asam lemah flurida (HF) dan basa kuat natrium hidroksida (NaOH).
Kation Na+ dari basa kuat natrium hidrokida tidak akan
terhidrolisis. Dilansir dari Lumen Learning, anion F-
adalah basa konjugasi HF yang akan menerima proton dari air (terhidrolisis).
Proses hidrolisis garamnya sebagai berikut:
Saat anion (F-) terhidrolisis dengan air, maka terbentuk ion
OH- yang membuat larutan bersifat asam dengan pH lebih besar dari 7.
Derajat hidrolisisnya dapat dicari dengan rumus hidrolisis sebagai berikut:
Keterangan:
c.8. Reaksi Hidrolisis Garam Dari Asam Lemah Dan Basa Lemah
Gambar 1.13 Photo by ekaterina shishina on Unsplash
Garam dari asam lemah dan basa lemah dapat terhidrolisis secara
sempurna. Namun untuk menentukan sifat larutannya, harus diperhitungkan
konsentrasi asam dan basanya.
Dilansir dari Chemistry LibreTexts, jika Ka lebih besar
dari Kb maka larutan hidrolisis bersifat asam. Jika Kb lebih besar dari Ka,
maka larutan hidrolisis bersifat basa. Jika nilai Ka sama dengan Kb, maka
larutan bersifat netral.
Contoh hidrolisis garam amonium asetat (CH3COONH4)
yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah yaitu asam asetat (CH3COOH)
dan ammonium hidroksida (NH4OH). Kedua ion tersebut bisa
terhidrolisis oleh air, sehingga derajat ionisasi dan pH-nya dapat dihitung
melalui persamaan atau rumus hidrolisis:
Keterangan:
1. Campuran Heterogen
Campuran heterogen adalah campuran antara dua jenis atau lebih yang
partikel-partikel penyusunnya masih bisa dibedakan antara yang satu dengan yang
lainnya. Contohnya campuran antara serbuk besi dengan pasir, campuran antar air
dengan minyak, dan lain-lain. Campuran heterogen dibagi menjadi dua yaitu
suspensi dan koloid.
a.
Suspensi
Suspensi merupakan campuran heterogen di mana
partikel-partikelnya akan terlihat dengan mata telanjang, atau zat-zat
penyusunnya masih bisa dibedakan antara satu sama lain, tanpa perlu memakai
mikroskop. Contoh suspensi yaitu campuran air dengan pasir.
Adapun ciri-ciri suspensi yaitu
§ Bisa dipisahkan dengan filtrasi (penyaringan)
§ Ukuran partikel yang bercampur akan lebih besar daripada
molekul
§ Pencampuran partikel tidak merata
§ Campuran akan mengendap saat didiamkan
§ Keruh dan tidak bisa tembus cahaya
b.
Koloid
Koloid yakni campuran antara dua macam zat atau
lebih yang bersifat antara larutan dan suspensi. Dilihat sepintas koloid tampak
homogen, tetapi jika dilihat dengan mikroskop ultra bersifat heterogen. Contoh koloid yaitu santan, campuran tepung dalam air, dan
tinta.
Koloid
memiliki ciri-ciri sebagai berikut
§ Bisa
dipisahkan dengan penyaringan ultra
§ Keruh
tapi bisa menghamburkan cahaya
§ Campuran
tidak akan mengendap saat didiamkan
§ Ukuran
partikel yang bercampur lebih besar daripada partikel larutan, namun labih
kecil dari partikel suspensi.
Metode Pemisahan Campuran
Ada beberapa metode yang digunakan untuk memisahkan
campuran berdasarkan sifat fisiknya, yaitu:
§
Penyaringan (Filtrasi)
Penyaringan (filtrasi) adalah metode yang digunakan untuk memisahkan cairan dan
padatan yang tidak larut dalam cairan dengan melewatkannya pada saringan
berpori. Umumnya campuran disaring menggunakan kertas saring yang ditaruh dalam
corong gelas.
§
Pengkristalan (Kristalisasi)
Kristalisasi adalah cara pemisahan campuran antara zat padat terlarut dalam
larutan dengan cara menguapkan pelarutnya. Contoh pemisahan campuran dengan
cara kristalisasi yaitu membuat garam dapur dari air laut, membuat gula tebu
dari tebu, dan membuat kembang gula (permen) dari gula tebu.
§
Penyubliman (Sublimasi)
Penyubliman (sublimasi) adalah cara pemisahan campuran antara zat padat dengan zat
padat yang mudah menyublim. Pemisahan campuran dengan cara sublimasi dapat
digunakan untuk memisahkan atau memurnikan zat-zat yang dapat menyublim seperti
kapur barus, iodin, kafein dan naftalena.
§
Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan koefisien difusi
atau kecepatan perambatan dari komponen-komponen zat dalam suatu medium
tertentu. Pada kromatografi, komponen-komponen zat yang dipisahkan antara dua
buah fase yaitu fase diam dan fase gerak.
§ Penyulingan (Distilasi)
Distilasi adalah proses pemisahan campuran antara zat cair dengan zat cair
berdasarkan perbedaan titik didihnya. Proses distilasi dilakukan dengan cara
memanaskan labu distilasi yang berisi campuran secara perlahan-lahan sampai
suhunya di atas suhu didih zat cair yang dipisahkan. Zat cair yang titik
didihnya lebih rendah akan terpisah lebih
Contoh Soal 1.4
Perhatikan beberapa benda berikut.
1.
Kayu
2.
Besi
3.
Alkohol
4.
Gas nitrogen
5.
Gas oksigen
Tentukan benda yang memiliki energi
gerak partikel terbesar!
Pembahasan:
Energi gerak
partikel dipengaruhi oleh jarak antarpartikel di dalam suatu benda. Semakin
besar jarak antarpartikelnya, semakin besar energi geraknya. Dari kelima benda
yang disebutkan pada soal, benda yang jarak antarpartikelnya besar adalah gas nitrogen dan gas oksigen. Hal itu karena gas memiliki susunan
partikel sangat renggang, sehingga partikelnya bebas untuk bergerak.
Jadi, benda-benda yang memiliki energi
gerak partikel terbesar adalah gas nitrogen dan gas oksigen.
Contoh Soal 1.5
Perhatikan tabel berikut.
|
Larutan |
Lakmus Merah |
Lakmus Biru |
|
P |
Merah |
Biru |
|
Q |
Merah |
Merah |
|
R |
Merah |
Biru |
|
S |
Biru |
Biru |
Berdasarkan tabel di atas, dapat di
tarik kesimpulan!
Pembahasan:
Perhatikan kembali tabel pada soal.
§ Larutan P
Saat ditetesi larutan P, lakmus merah tetap merah dan lakmus biru tetap
biru. Artinya, larutan P bersifat netral
atau pH = 7.
§
Larutan Q
Saat ditetesi larutan Q, kertas lakmus merah tetap merah dan lakmus biru
berubah menjadi merah. Artinya, larutan Q bersifat asam atau pH < 7.
§
Larutan R
Saat ditetesi larutan R, lakmus merah tetap merah dan lakmus biru tetap
biru. Artinya, larutan R bersifat netral atau pH = 7.
§
Larutan S
Saat ditetesi larutan S, lakmus merah berubah menjadi biru dan lakmus
biru tetap biru. Artinya, larutan S bersifat basa atau pH > 7.
Jadi, kesimpulannya adalah larutan P
dan R bersifat netral, larutan Q bersifat asam, dan larutan S bersifat basa.
Apabila komponen tunggal dan campuran masih bisa dibedakan, maka campuran
itu termasuk campuran heterogen. Contoh campuran heterogen: suspensi dan koloid.
Materi juga bisa diklasifikasikan berdasarkan wujudnya, berikut
penjelasannya:
1.
Zat Padat
Zat padat identik dengan bentuk dan volume yang tetap (ruang yang
ditempati zat padat, zat cair, dan zat gas) tertentu selama tidak ada
pengaruh dari luar. Itu karena susunan partikel zat padat sangat rapat dan
teratur.
Materi
dalam wujud padat misalnya: baja, batu dan kapur. Ada dua cara partikel padat
bisa tersusun:
§ Dalam baris-baris teratur yang rapi
§ Dalam susunan yang tidak tertentu.
Zat
padat yang partikelnya tersusun dalam baris yang teratur rapi disebut kristal. Contoh umum kristal adalah sebagian besar
logam, intan, es, dan kristal garam. Zat padat yang partikelnya tidak tersusun
secara teratur disebut amorf. Zat padat amorf biasanya bertekstur mengilat atau elastis.
Contoh umumnya zat padat amorf adalah lilin, kaca, karet, dan plastik wujud
materi.
2.
Zat Cair
Zat cair memiliki susunan partikel yang
cenderung renggang, sehingga bentuknya bisa menyesuaikan dengan ruang yang
ditempati, namun volumenya tetap. Zat cair
mempunyai volume tertentu dan zat cair akan berbentuk seperti wadah yang
ditempatinya karena zat cair digambarkan sebagai zalir (fluida). Zalir adalah
zat dengan molekul-molekul yang bergerak bebas saling melewati, sehingga zalir
menyesuaikan bentuk wadahnya. Materi dalam wujud cair misalnya: air, minyak
goreng, alkohol, bensin, solar, larutan gula, dan air laut wujud materi.
3. Gas
Gas memiliki susunan partikel yang bergerak bebas dengan jarak berjauhan.
Bentuk atau volume gas tidak tetap dan akan mengisi seluruh ruang yang
ditempati.
Gas
adalah wujud materi yang mudah berubah bentuk dan volumenya. Seperti zat cair,
gas digambarkan sebagai zalir. Partikel-partikel di dalam gas dengan cepat
menyebar mengisi semua ruang yang tersedia. Karena terdapat jarak yang jauh
antara partikel-partikel gas, gas bisa dengan mudah dimampatkan untuk
mengurangi volumenya. Materi yang tergolong dalam wujud gas, misalnya: udara,
gas bumi, gas elpiji, uap air, gas kapur, kapur barus.
Latihan 1.1
1. Jelaskan beberapa perbedaan antara
perubahan kimia dan perubahan fisis.
2. Kelompokkan perubahan-perubahan materi di
bawah ini ke dalam perubahan kimia dan perubahan fisis.
a. warna baju memudar
b. bola lampu menyala
c. minyak menjadi tengik
d. beras menjadi tepung
e. air menjadi es
f. susu menjadi masam
g. gula dilarutkan dalam air
h. seng dilarutkan dalam asam sulfat
i.
pembuatan tapei menjadi singkong
j.
pembuatan gula dari tebu.
3.
Selesaikan
persamaan reaksi asam + basa → garam + air
a.
HBr + Al(OH)3
b.
H2Cr2O7
+ KOH
c.
H3PO4 +
NaOH
d.
H2SO4 +
Al(OH)3
e.
HNO3 + Ca(OH)2
EVALUASI
A. Pilihan Ganda
1.
Manakah
peristiwa berikut yang merupakan perubahan kimia?
A. belerang melebur D. lilin meleleh
B. salju mencair E. Bensin menguap
C.
apel membusuk
2.
Perubahan
materi di bawah ini yang bukan
perubahan kimia adalah......
A. besi berkarat D. makanan dicerna
B. kayu terbakar E. iodium menyublim
C. petasan meledak
3.
Di bawah ini
tercantum sifat logam natrium. Manakah yang merupakan sifat kimia?
A. mudah bereaksi dengan oksigen D. mempunyai titik leleh 98 ℃
B. mudah dipotong dengan pisau E. dapat menghantarkan listrik
C.
berwujud putih
mengkilap
4.
Hal berikut
yang tidak mengalami perubahan pada
suatu reaksi kimia adalah.....
A. wujud zat D. massa
B. volume E. tekanan
C.
suhu
5.
Jika 5 gram
karbon (arang) dibakar dengan oksigen dalam wadah yang tertutup rapat, massa
zat yang terbentuk.......
A.
sama dengan 5
gram
B.
lebih besar 5
gram
C.
lebih kecil
dari 5 gram
D. dapat lebih besar atau lebih kecil dari 5 gram
E.
tidak dapat
ditentukan
6.
Kalsium
hidroksida mempunyai rumus..............
A.
KOH D. Ca(OH)2
B.
K(OH)2
E. CaOH2
C.
CaOH
7.
Rumus asam
klorat adalah ...................
A. HCl D. HClO3
B. HClO E. HClO4
C.
HClO2
8.
Larutan yang
dapat membirukan kertas lakmus adalah...............
A. H2SO4 D. C2H5OH
B. CH3COOH E. HCl
C.
NH4OH
B. Jawablah
Pertanyaan-Pertanyaan Berikut Dengan Benar.
1.
Berdasarkan
defenisi ilmu kimia, sebutkan empat hal mengenai materi yang dipelajari dalam
ilmu kimia.
2.
Jelaskan
beberapa perbedaan antara perubahan fisika dan perubahan kimia.
3.
Kelompokan
perubahan-perubahan materi di bawah ini ke dalam perubahan kimia dan perubahan
fisi
a. warna baju memudar h. Pembuatan tapai dari singkong
b. bola lampu menyala i. Pembuatan gula dari tebu
c.
minyak menjadi
tengik
d.
beras menjadi
tepung
e.
susu menjadi
masam
f.
gula
dilarutkan dalam air
Daftar Rujukan
-
Susilowati, E. 2007. SAINS KIMIA Prinsip Dan Terapannya Untuk
Kelas XI SMA dan MA. Solo : Penerbit PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
-
Anshory,
I. 2000. KIMIA SMUKelas II.
Jakarta. Penerbit : Erlangga
-
Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud
Tunggal Dan Campuran. Tersedia di: https://www.quiper.com>fisika.
Tanggal akses : 1 November 2024. Pukul :11 : 40 WIB
-
Mengenal 3 Klasifikasi Materi. Tersedia
di: https:///www.kelaspintar.id>educatec.
Tanggal akses : 1 November 2024. Pukul :11 : 43.
-
Mengenal Larutan Asam Dan Larutan Basa
Di Pelajaran Kimia. Tersedia di: https://akupinter.id>blogs.
Tanggal akses : 4 November 2024. Pukul :11 : 15 WIB.
-
Asam Dan Basa : Pengertian, Fungsi,
Ciri-ciri. Tersedia di: https://www.quipper.com>kimia.
Tanggal akses : 4 November 2024. Pukul :11 : 15 WIB.
-
Larutan Garam : Pengertian, Ciri, Dan
Sifat Lengkap Dengan Contoh. Tersedia di: https://m.rctiplus.com.
Tanggal akses : 10 November 2024. Pukul: 22 : 19 WIB.
-
Mengenal Hidrolisis Garam, Pengertian,
Reaksi, Dan Cara Menghitung. Tersedia di: https://akupinter.idinfopinter>blogs.mengenalhidrolisi. Tanggal akses : 10 November 2024. Pukul : 22
: 22 WIB.
-
Larutan Garam : Pengertian, Ciri, Dan
Sifat, Lengkap Dengan Contohnya. Tersedia di: https://lintasbabel.inews.id>Lifestyl.
Tanggal akses: 10 November 2024. Pukul :22 : 26 WIB.
Comments
Post a Comment