MATERI DAN PERUBAHANNYA

 

 

A.  Materi

Kursi, meja, tempat pensil, merupakan benda yang kita gunakan sehari-hari. Dalam kimia, benda-benda tersebut dapat dimasukkan ke dalam konsep materi. Menurut buku Kulikuler Kimia SMP dan SMA oleh Afnidar, materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan. Istilah materi meliputi segala sesuatu yang dapat dilihat dan disentuh serta yang tidak dapat dilihat dan disentuh.

Materi disebut juga dengan zat. Materi dapat berwujud:

1.      Padat seperti: besi, timah, emas

2.      Cair seperti: air, bensin, minyak

3.      Gas seperti: udara

Wujud materi dapat mengalami perubahan saat menerima atau melepaskan energi (kalor).

Gambar 1.1Ilustrasi Segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa disebut materi Foto: Unsplash

         Segala benda di alam semesta, termasuk tubuh kita, merupakan materi. Istilah itu diambil dari bahasa Latin, mater, yang berarti “ibu”. Materi disusun oleh partikel yang lebih kecil, yakni partikel materi yang sifatnya sama dengan materi utamanya. Adapun partikel materi tersebut meliputi, atom, ion, dan molekul.

Atom adalah partikel terkecil penyusun materi yang tidak bisa dipecah lagi menjadi partikel yang lebih kecil. Salah satu contoh atom adalah atom hidrogen (H). Sementara itu, ion merupakan kumpulan atom yang bermuatan listrik.

Ion yang bermuatan positif dinamakan kation dan ion bermuatan negatif bernama anion. Kation terbentuk apabila atom melepaskan elektron, sedangkan anion muncul saat atom menerima elektron. Beberapa contoh kation adalah ion Natrium (Na+), ion kalium (K+). Lalu, contoh anion, yaitu ion klorida (Cl-), ion nitrat (NO3).

Selanjutnya, molekul merupakan partikel yang terdiri dari dua atau lebih atom, baik atom yang sama atau berbeda. Beberapa contohnya adalah oksigen (O2) dan air (H2O). Hal ini sebagaimana tercatat dalam buku Pedoman Cerdas Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap tulisan Tim Civitas Academica (2016).

            Perlu diperhatikan massa tidak sama dengan berat. Massa adalah ukuran bertahannya suatu benda terhadap perubahan kecepatan. Kita lebih mudah mendorong sepeda motor (yang masanya kecil) daripada truk bermuatan penuh. Lemparan batu yang besar terasa lebih sakit kepada tubuh kita daripada lemparan batu yang kecil. Berat adalah gaya yang menyatakan besarnya tarikan gravitasi benda yang bermassa. Berat suatu benda sangat bergantung pada gravitasi. Seorang astronot yang memiliki berat 60 kg di bumi akan memiliki berat 10 kg di bulan (dapat melompat-lompat seperti katak), sedangkan di ruang angkasa ia tidak mempunyai berat (dapat melayang seperti balon tanpa jatuh ke lantai pesawat). Sebaliknya, massa suatu benda tidak bergantung pada gravitasi. Sang astronot tersebut memiliki massa yang tetap dan tidak pernah berubah baik di bumi, di bulan, maupun di ruang angkasa.

 

rbesar

Gambar 1.2 Ilustrasi Segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa disebut materi. Foto: Unsplash

 

 

B.  Sifat-Sifat Materi

Suatu materi dapat dibedakannya dari materi-materi yang lain berdasarkan berbagai ciri khas yang disebut sifat-sifat. Sebagai contoh, kita dapat membedakan air dengan bensin berdasarkan bau kedua cairan itu dengan memasukan korek api yang menyala kedalam masing-masing cairan itu. Bensin akan menghidupkan api, sedangkan air justru mematikan api. Demikian pula jika sepotong logam yang mengkilap dan tertarik oleh magnet, lalu benda itu berkarat setelah direndam dalam air beberapa hari, maka kita dapat berkesimpulan bahwa logam itu adalah besi.

Sifat-sifat suatu materi dapat dikelompokkan menjadi sifat ekstensif dan sifat intensif. Sifat ekstensif  adalah sifat yang bergantung pada bentuk, ukuran, dan jumlah zat. Massa dan volume merupakan dua sifat ekstensif yang banyak dikemukakan dalam ilmu-ilmu pengetahuan alam. Adapun sifat intensif adalah sifat yang tidak ditentukan oleh bentuk, ukuran, dan jumlah zat. Cincin dan gelang yang sama-sama terbuat dari emas akan memperlihatkan sifat intensif yang sama: warnanya kuning mengkilap, tidak berkarat, dan memiliki berat jenis yang tertentu.

Sifat intensif suatu materi dapat dikelompokkan lebih lanjut menjadi sifat fisis/fisika dan sifat kimia. Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang sifat fisis/fisika dan sifat kimia materi suatu zat serta perubahan materi.

Menurut Ir. Omang Komarudin (2015) dalam buku Big Book Kimia SMA Kelas 1, 2, dan 3, suatu materi dapat dikenali dengan sifat-sifat sebagai berikut:

1. Sifat Fisis

Sifat fisis dapat diartikan sebagai sifat yang tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru, namun berkaitan dengan kondisi fisis zat. Contoh: Titik leleh, titik didih, warna, bau, kerapatan, dan masa jenis. Sifat fisika meliputi:

1.    Sifat Intensif

Sifat intensif materi adalah sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah zat. Sifat intensif materi meliputi kerapatan, warna, bau dan rasa. Contoh dari sifat intensif adalah berapapun jumlah warna dari gula pasir ia akan tetap berwarna putih.

 

2.    Sifat Ekstensif

Sifat ekstensif adalah sifat materi yang bergantung pada jumlah zat, semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat. Sifat ekstensif meliputi berat, panjang, volume, molaritas, normalitas, dan entalpi atau kandungan energi. Contoh dari sifat ekstensif adalah gula pasir yang beratnya 1000 gram jumlahnya lebih banyak dibandingkan gula pasir yang beratnya 500 gram.

 

a.Kerapatan (Massa Jenis)

            Kerapatan merupakan sifat zat yang menyatakan tiap satuan volum. Dalam beberapa buku, kerapatan zat disebut juga dengan istilah masa jenis dan dilambangkan ρ.

            Kerapatan atau massa jenis suatu benda dinyatakan dalam satuan gram/mL, gram/cm3 atau dalam SI dinyatakan dalam kg/m3, sebagai contoh, air memiliki massa jenis sebesar 1.000 kg/m3. Artinya, massa 1 m3 air adalah 1.000 kg. Tabel berikut ini menunjukan nilai massa jenis beberapa zat.

 

Tabel 1.1 Massa Jenis Beberapa Zat

Zat

Massa Jenis (gram/cm3)

Zat

Massa Jenis (gram/cm3)

Air

Es

Air Laut

Gula

Garam

Aluminium

1,00

0,92

1,03

1,60

2,18

2,70

Tembaga

    Emas

    Intan

    Besi

    Gabus

Belerang

8,90

19,30

3,50

7,90

0,22

2,00

 

b. Wujud (Fasa)

            Zat atau materi dapat berada dalam bentuk padat, cair, maupun gas.Wujud atau fasa zat merupakan salah satu sifat fisika yang dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.

            Wujud zat berkaitan erat dengan titik lebur, titik didih, dan titik beku, zat bernilai tetap untuk zat-zat tertentu dan nilai-nilai tersebut berbeda-beda untuk setiap zat. Sebagai contoh, air mempunyai titk beku 0 C dan garam dapur mempunyai titik beku 800 C

c. Warna

            Warna merupakan salah satu sifat fisika zat yang menimbulkan sensasi penglihatan. Dengan kata lain, warna merupakan sifat benda-benda yang bergantung pada cahaya yang dipantulkannya. Setiap zat mempunyai warna tertentu yang dapat membedakan zat tersebut dengan zat-zat lain. Sebagai contoh, susu berwarna putih, karbon atau arang berwarna hitam, dan daunan berwarna hijau dan lain-lain.

 

d. Kelarutan

            Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Kelarutan ini merupakan ukuran kemampuan suatu zat untuk melarut dalam sejumlah zat lain pada suhu dan tekanan standar. Tidak semua zat dapat larut dalam pelarut tertentu, bahkan ada zat yang tidak dapat larut dalam pelarut apa pun. Contohnya, gula dapat larut dalam air, sedangkan pasir tidak dapat larut dalam air.

 

e. Daya Hantar Listrik Dan Panas

                Benda-benda di alam ini ada yang dapat menghantarkan listrik dan panas dengan baik dan ada juga benda yang kurang menghantarkan atau bahkan tidak bisa sama sekali menghantarkan listrik dan panas. Benda yang dapat menghantarkan listrik dan panas dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator.

            Kemampuan menghantarkan listrik dan panas disebut dengan konduktivitas (daya hantar) yang merupakan sifat fisika suatu benda. Benda-benda seperti kayu, kertas, karet, dan plastik merupakan contoh-contoh isolator. Sementara itu, benda-benda seperti besi,baja, aluminium, emas, perak, dan tembaga merupakan contoh-contoh konduktor.

 

f. Kekerasan

            Setiap benda memiliki tingkat kekerasan yang berbeda-beda. Tingkat kekerasan benda dapat digunakan untuk mengenali suatu benda. Sebagai contoh, intan merupakan salah satu benda yang mempunyai kekerasan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan benda-benda lainnya. Kekerasan suatu benda tersebut merupakan sifat fisika.

 

g. Kemagnetan

            Setiap benda mempunyai karakteristik tertentu terhadap tarikan gaya magnet. Ada di antara benda yang bisa ditarik kuat, ada yang kurang ditarik, dan ada pula benda yang tidak bisa ditarik oleh magnet. Sifat benda terhadap pengaruh gaya magnet tersebut dinamakan dengan kemagnetan. Kemagnetan merupakan sifat fisika benda. Sebagai contoh, besi dan baja bisa ditarik kuat oleh magnet, sedangkan plastik dan karet tidak bisa ditarik oleh magnet.

 

h. Bau

            Bau suatu zat juga termasuk dalam sifat fisika. Melalui bau, kita dapat mengenali zat-zat tertentu, misalnya durian mempunyai bau harum, sedangkan amonia mempunyai bau pesing dan tidak segar.

 

i. Rasa

            Seperti halnya sifat fisika yang lainnya, setiap benda pun memiliki rasa tersendiri. Sebagai contoh, gula mempunyai rasa yang manis, cabai mempunyai rasa yang sangat pedas, garam mempunyai rasa yang asin, dan lain-lain.

            Pengetahuan tentang sifat fisika suatu benda akan sangat berguna bagi kita. Di antaranya adalah kita dapat melakukan pemilihan bahan untuk keperluan tertentu. Sebagai contoh untuk membuat kabel listrik, tentu harus digunakan bahan-bahan konduktor, misalnya tembaga. Sementara itu, untuk keamanan dalam menggunakan kabel tersebut, maka digunakan bahan isolator untuk membungkusnya, misalnya dengan menggunakan karet atau plastik.

 

 

2. Sifat Kimia

Sifat kimia merupakan sifat yang berkaitan dengan pembentukan zat baru. Contoh: Kereaktifan, mudah tidaknya terbakar, dan mudah tidaknya berkarat. Untuk membedakan antara sifat fisika dan sifat kimia, dapat diambil contoh dari besi. Besi memiliki titik leleh sebesar 1000 ℃. Titik leleh tersebut disebut sebagai sifat fisika, sedangkan kemampuan besi untuk berubah mrenjadi karat besi disebut dengan sifat kimia.

 


Gambar 1.3 Ilustrasi Segala Sesuatu Yang Menempati Ruang Dan Memiliki Massa disebut Materi. Foto: Unsplash

 

Berikut ini adalah contoh sifat-sifat kimia suatu zat.

a. Sifat Mudah Terbakar

            Sifat mudah terbakar merupakan sifat kimia suatu zat yang berhubungan dengan kemampuan menghasilkan api (terbakar). Tidak semua zat memiliki sifat mudah terbakar.  Air merupakan zat yang tidak bisa terbakar. Sementara itu, bensin, minyak tanah, alkohol, kayu kering, dan kertas merupakan contoh benda yang mudah terbakar.

 

b. Sifat Mudah Berkarat

Logam, seperti besi dan seng mempunyai sifat dapat berkarat. Sementara itu, plastik dan kaca tidak dapat berkarat. Berkaratnya suatu logam terjadi karena adanya interaksi kimia antara logam tersebut dengan udara (oksigen).

c. Sifat Mudah Membusuk

            Benda-benda dari jenis makanan, biasanya dapat membusuk dan berubah menjadi asam. Hal ini disebabkan karena adanya reaksi kimia dalam zat tersebut.

 

d. Korosif

            Sifat korosif adalah sifat suatu benda yang dapat merusak benda lain, termasuk logam. Sifat korosif merupakan sifat kimia benda. Contoh zat yang bersifat korosif adalah asam sulfat.

 

e. Sifat Mudah Meledak

            Benda-benda di alam ini ada juga yang mempunyai sifat mudah meledak karena adanya interaksi dengan udara (oksigen) atau zat-zat yang lain. Sebagai contoh, uranium, magnesium, dan natrium.

 

f. Sifat Racun

            Racun yang dimiliki suatu benda merupakan kimia. Hal ini berkaitan dengan bahan kimia yang terkandung dalam suatu benda. Sebagai contoh, rodentisida, insektisida, pestisida, fungisida, dan herbisida merupakan zat-zat yang bersifat racun.

 

g. Sifat Asam Dan Basa

            Sifat asam dan basa suatu zat merupakan sifat kimia. Beberapa jenis zat yang ada bersifat asam, dan beberapa jenis zat lain bersifat basa


Rujukan:

Cahyana, U, dkk.2007.KIMIA Untuk Kelas X SMA dan MA. Jakarta : Penerbit Piranti Darma Kalokatama.

- Mengenal Materi Beserta Sifat Dan Jenis-Jenisnya. Tersedia di: https://kumparan.com>Teno&sains. Tanggal akses 9 Okteber 2023. Pukul 11 : 56 WIB.

- Materi : Pengertian, Sifat,  Hingga Perubahan. Tersedia di: https://www.detik.com>detikEdu, Detik Pedia. Tanggal akses 9 Okteber 2023. Pukul 11 : 56 WIB.



Comments

Popular posts from this blog