2. Pencemaran Air

              Proses pembentukan minyak bumi sering terjadi di daerah sekitar pantai. Sedangkan pendistribusiannya dilakukan dengan ditampung dengan kapal khusus untuk menampung minyak bumi. Akan tetapi ada beberapa kejadian yang menyebabkan kapal yang menampung minyak bumi tersebut mengalami kebocoran bahkan sampai terjadi ledakan yang tidak terduga, hal ini tentunya akan menyebabkan minyak yang ditampung di kapal tersebut menjadi tumpah ke laut dan akan mengganggu ekosistem air laut.Selain mengganggu ekosistem air laut juga mencemari perairan disekitarnya yang dapat menyebabkan keanekaragaman hayati laut menjadi banyak yang mati. Maka dari itu perlu diperhatikan lagi akan keselamatan ketika membawanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

              Selain diliputi oleh udara yang banyak mengandung oksigen (sehingga makhluk hidup dapat bernafas), alasan lainnya mengapa planet Bumi bisa dihuni oleh makhluk hidup adalah kandungan airnya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya air merupakan komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup. Tidak kalah pentingnya dengan udara, apabila makhluk hidup kekurangan air maka makhluk hidup tersebut tidak akan bertahan hidup lama. 

              Sebagai salah satu sumber daya alam, yakni sumber daya alam yang dapat diperbaharui, maka air ini mempunyai banyak sekali fungsi atau kegunaan. Air memiliki fungsi yang sangat banyak, karena air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, maka air mempunyai banyak fungsi. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari air:

§  Membantu tumbuhan melakukan fotosintesis

§  Menyuburkan tanah

§  Memenuhi kebutuhan cairan pada tubuh makhluk hidup

§  Sebagai sarana membersihkan badan, pakaian, dan peralatan lainnya

§  Menjaga kesehatan tubuh dengan cara memberikan supplay mineral yang cukup

§  Menjaga kecantikan kulit pada manusia

§  Melarutkan berbagai macam penyakit

§  Sebagai rumah bagi semua macam binatang dan tumbuhan air

§  Sebagai penyeimbang suhu dibumi

Air yang mempunyai banyak fungsi ini tentu saja adalah air bersih. Banyak sumber air bersih alami yang dapat kita temukan di permukaan Bumi. Sumber air bersih yang dapat kita temukan di Bumi diantaranya adalah macam-macam laut, sungai, macam-macam danau, rawa, mata air dan lain sebagainya. Sumber air yang demikian adalah yang terbentuk secara alami. Selain sumber alami, kita juga dapat menemukan sumber air yang sengaja dibuat oleh manusia. Beberapa sumber air yang dibuat oleh manusia di antaranya berupa sumur, waduk, bendungan, dan lain sebagainya.

Banyak sumber  air bersih yang akan kita dapatkan, namun diantara sumber air bersih tersebut, tidak jarang kita menemukan berbagai sumber air yang tercemar. Air yang tercemar adalah air yang tidak mempunyai fungsi seperti air yang semestinya. Selain itu air ini jelas menurun kualitasnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pencemaran pada air, diantaranya:

§  Jumlah penduduk yang berada di suatu tempat

§  Jumlah sumber daya alam yang digunakan oleh masing-masing individu

§  Jumlah polutan yang dapat dikeluarkan oleh tiap-tiap sumber daya alam

§  Teknologi yang sedang digunakan

2.1. Tahapan Pencemaran Air

Menurut WHO, pencemaran air dibagi menjadi 4 tahap. Tahap-tahap pencemaran air oleh WHO antara lain adalah sebagai berikut:

1.      Pencemaran tingkat pertama. Pencemaran ini adalah pencemaran yang ringan, tidak menimbulkan kerugian bagi manusia baik jika dilihat dari kadar zat pencemarnya maupun dilihat dari waktu kontaknya dengan lingkungan.

2.      Pencemaran tingkat kedua. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang sudah menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan juga pada alat vegetatif lainnya, serta menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem lainnya.

3.      Pencemaran tingkat ketiga. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang sudah sampai menimbulkan reaksi yang fatal pada tubuh dan juga menyebabkan sakit yang bersifat kronis.

4.      Pencemaran tingkat keempat. Pencemaran ini adalah jenis pencemaran yang paling parah. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang telah menimbulkan dan juga menyebabkan kematian makhluk hidup di suatu lingkungan yang diakibatkan karena kadar zat pencemarnya terlalu tinggi.

2.2. Indikator Pencemaran

Untuk mengetahui air yang tercemar atau tidak terkadang kita masih sangat sulit untuk membedakannya. Secara sederhana, untuk mengetahui air yang tercemar kita dapat melihat dari warna, bau, dan rasa dari air tersebut. Air yang murni dan bersih adalah air yang tidak berwarna, berbau, dan berasa. Maka dari itulah untuk mengetahui apakah suatu air tercemar atau tidak, maka bisa dilihat melalui indikator pencemaran air. Beberapa indikator pencemaran air atau ciri-ciri dari air yang tercemar adalah sebagai berikut:

§  Terjadi perubahan pada suhu air. Air yang mempunyai suhu panas apabila dibuang ke area lingkungan secara langsung maka akan dapat merusak lingkungan tersebut.

§  Memiliki pH yang tidak normal. pH normal yang dimiliki air yakni antara 6,5 – 7,5. Apabila air mempunyai pH diatas atau dibawah pH tersebut maka bisa dikatakan bahwa air tersebut telah terkontaminasi oleh polutan.

§  Terjadi perubahan pada warna, bau, dan juga rasa. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa air yang murni dan sehat atau bersih adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Sehingga apabila kita menemukan air yang berwarna, berbau, dan berasa ini ada kemungkinan air tersebut telah tercemar.

§  Adanya endapan, koloidal, dan bahan terlarut. Bahan-bahan yang demikian apabila terdapat dan bercampur dengan air maka dapat menghalangi masuknya sinar matahari. Ketika sinar matahari sulit masuk maka mikroorganisme yang ada di air tersebut tidak bisa melakukan fotosintesis. Akibatnya air kekurangan kandungan oksigen.

§  Timbulnya banyak mikroorganisme. Salah satu tanda air yang tercemar adalah timbulnya banyak mikroorganisme. Mikroorganisme sendirimempunyai peran utama dalam proses degradasi bahan-bahan buangan limbah. Ketika bahan buangan ini meningkat, maka secara otomotis mikroorganisme akan ikut berkembang biak. Perkembangbiakan mikroorganisme ini kemungkinan besar tidak tertutup, sehingga memungkinkan mikroba patogen yang merugikan juga akan ikut berkembang.

§  Meningkatnya radioaktivitas pada air. Salah satu tanda air yang tercemar lainnya adalah meningkatnya radioaktivitas dari air tersebut. Radioaktivitas sendiri merupakan proses timbulnya zat-zat radioaktif. Zat-zat radioaktif ini dapat kita temui di berbagai kegiatan. Apabila produksi zat radioaktif di dalam air meningkat, maka hal ini akan menyebabkan kerusakan biologis pada air tersebut apabila tidak segera dilakukan proses penanganan yang tepat.

2.3. Dampak Pencemaran Air

              Pencemaran air akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan dan juga kelangsungan hidup dari makhluk hidup itu sendiri. Berikut ini akan dijelaskan mengenai dampak dari pencemaran air.

2.3.1. Menurunkan Jumlah Oksigen

            Air yang tercemar mengandung berbagai macam larutan yang akan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air tersebut. Hal ini akan berakibat tumbuh-tumbuhan air kesulitan melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis pada tumbuhan akan menyebabkan tumbuhan tersebut memproduksi oksigen. Apabila tumbuhan terhalang melakukan fotosintesis, hal ini akan menyebabkan air mendapatkan oksigen yang hanya sedikit.

2.3.2.Mematikan Binatang-Binatang Yang Ada Di Air

            Masih dalam kaitan dampak pencemaran air yang menurunkan jumlah oksigen, dampak ini akan diikuti oleh matinya binatang-binatang air. Hal ini karena binatang air bernafas menggunakan oksigen. Ketika jumlah oksigen yang tersedia di dalam air menurun, otomotis binatang akan kesulitan untuk bernafas. Hal ini akan berakibat matinya binatang-binatang air karena tidak memperoleh oksigen untuk bernafas.

2.3.3. Meningkatnya Kecepatan Reaksi Kimia

            Air yang tercemar adalah air yang telah mengandung aneka bahan polutan. Banyak jenis polutan yang merupakan bahan-bahan kimia. Ketika air banyak mengandung bahan kimia, hal ini akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia yang terjadi di dalam air.

2.3.4. Mengganggu Kehidupan Binatang Dan Tumbuhan

Air yang tercemar jelas akan mengganggu kehidupan semua makhluk hidup, baik yang berada di darat maupun di air, baik berupa manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan. Air yang tercemar akan diminum oleh makhluk hidup yang tinggal di daratan. Hal ini akan menyebabkan berbagai polutan masuk ke dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit. Dan untuk binatang serta tumbuhan air, jelas akan terganggu karena air merupakan habitat dari tumbuhan dan binatang air tersebut.

2.3.5. Mengganggu Kesuburan Tanah

            Air yang tercemar akan mengganggu kesuburan tanah. Hal ini karena air akan meresap ke tanah yang ada di sebelah kanan atau kiri. Hal ini berakibat tanah tersebut ikut mengandung berbagai zat polutan. Jika tanah telah tercemar zat polutan, otomatis tanah tersebut tidaklah subur.

2.3.6. Mengganggu Produktivitas Tumbuhan

            Masih serangkaian dengan dampak pencemaran air yang mengganggu kesuburan tanah, hal ini akan otomatis mengganggu produktivitas tumbuhan hidup di atas tanah. Ketika tanah yang mereka tempati tidak subur lagi, dan justru terkontaminasi zat polutan, maka tumbuhan tidak akan produktif lagi. Justru hal ini akan memberikan dampak berupa matinya tumbuh-tumbuhan yang berada disekitar yang tercemar tersebut.

3. Pencemaran Udara

            Dalam setiap harinya kita pasti menemukan banyak orang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua ataupun roda empat. Asap yang dikeluarkan dari kendaraan tersebut yang nanti akan membuat udara menjadi tercemar dan menjadi udara yang tidak sehat. Agar pencemaran udara tidak begitu parah, maka sebaiknya perlu adanya penanaman pohon didaerah yang sering dilalui, akan tetapi juga memperhatikan tinggi dan besarnya pohon agar tidak tumbang ketika terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.

3.1.  Faktor-Faktor Pencemaran Udara Dan Dampaknya

Polusi udara merupakan kondisi yang sangat akrab dengan keberadaan asap dan juga limbah. Limbah-limbah tersebut nantinya akan menguap dan pada akhirnya mengotori udara. Sebenarnya, sebagian besar alasan terjadinya polusi udara adalah karena adanya aktivitas dari manusia itu sendiri.

Semakin moderen zaman, kita akan semakin menemukan banyak aktivitas manusia yang akan menimbulkan polusi udara. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya polusi udara yaitu:

3.1.1. Lalu Lintas

            Di zaman yang semakin moderen, kebutuhan akan kendaraan bermotor seakan menjadi kebutuhan primer. Hampir setiap keluarga pasti mempunyai kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Kendaraan memang selalu menjadi pendukung utama aktivitas mobilitas masyarakat. Dengan kendaraan bermotor masyarakat akanlebih leluasa dalam melakukan aktivitas, termasuk aktivitas perekonomian. Semakin banyak seseorang bermobilitas, maka akan semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan hasil yang banyak. Dari pemikiran sederhana inilah masyarakat Indonesia menjadikan sepeda motor sebagai kebutuhan primer. Kendaraan bermotor dalam operasinya pastilah memerlukan bahan bakar, yakni dari jenis minyak bumi.

            Dalam teorinya, minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan mengandung senyawa hidrokarbon yang kemudian dibakar menghasilkan senyawa karbondioksida dan air. Namun kenyataan memperlihatkan bahwa mesin tidak dapat sempurna dalam membakar hidrokarbon. Akibatnya kenalpot kendaraan mengeluarkan zat-zat yang berbahaya. Zat-zat yang berbahaya ini bahkan sering kita lihat sebagai kepulan asap yang berwarna hitam dan kecoklatan. Asap-asap inilah yang akan mengotori udara kita, sehingga menjadikan pencemaran udara.

3.1.2. Pembangkit Listrik

            “Dengan listrik, hidup menjadi lebih baik”sering kita mendengar slogan tersebut. Memang benar sekali, listrik membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Bagaimana tidak? Dengan listrik kita bisa mempunyai penerangan yang sangat memadai pada malam hari. Dengan listrik pula, kita bisa mengoperasikan berbagai macam mesin yang akan meringankan pekerjaan kita.

            Listrik benar-benar menjadi sebuah anugerah yang tiada tara. Adanya listrik ini karena disebabkan adanya pembangkit listrik. Sebagian pembangkit listrik konvensional masih menggunakan bahan batu bara, gas dan minyak. Dari proses pembangkit listrik menghasilkan listrik ini terkadang pembakarannya tidaklah sempurna, sehingga akan menghasilkan gas yang berbahaya. Gas-gas berbahaya ini misalnya adalah sulfur dioksida, nitrogen oksida, karbon dioksida dan partikulat. Gas-gas ini pada akhirnya akan menyebabkan adanya pencemaran udara yang mengotori udara dan menimbulkan banyak sekali efek-efek negatif.

3.1.3 Letusan Gunung Berapi

            Penyebab terjadinya polusi udara yang ketiga adalah letusan gunung berapi. Peristiwa letusan gunung berapi ini juga disebut sebagai erupsi. Erupsi yang dilakukan oleh gunung berapi diakibatkan oleh faktor-faktor alam. Faktor-faktor alam tersebut dapat terjadi karena sebab yang alamiah juga. Oleh karena itulah letusan gunung berapi dikategorikan sebagai bencana alam. Dengan demikian faktor yang menyebabkan polusi udara tidak hanya dari manusia saja.

            Keberadaan gunung berapi bukanlah sesuatu yang sulit untuk ditemui di Indonesia. Indonesia mempunyai jalur gunung berapi sehingga gunung berapi di Indonesia ada banyak sekali. Gunung berapi di Indonesia banyak sekali yang masih aktif. Masing-masing gunung api tersebut mempunyi siklus untuk melakukan erupsi. Maka di Indonesia seringkali terjadi erupsi gunung berapi. Gunung berapi ketika erupsi mengeluarkan berbagai zat yang berbahaya. Gas-gas yang dikeluarkan gunung berapi ini akan membumbung ke angkasa dan bercampur dengan udara yang kita hirup oleh karena itulah erupsi gunung berapi menjadi penyebab polusi atau pencemaran udara.


3.2. Penyebab Gunung Meletus Dan Akibatnya

Gunung berapi secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem saluran fluida yang terdiri atas batuan cair bersuhu tinggi yang memiliki struktur memanjang dari kedalamlapisan atmosferkurang lebih 10 km hingga permukaan bumi. Gunung berapi juga memiliki kumpulan endapan material yang keluar saat terjadinya letusan. Material tersebut meliputi abu dan batuan dengan berbagai ukuran.

3.3. Kondisi Gunung Berapi

Selama masa hidupnya, gunung berapi memiliki kondisi atau keadaan yang terus berubah dari waktu kewaktu, terkadang masuk kondisi tidur yang mana suatu gunung berapi namun tidak menunjukkan aktivitas sama sekali selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun di satu kondisi gunung akan kembali aktif dan meletus dengan dahsyat seperti yang terjadi pada gunung Sinabung, Sumatera Utarayang terakhir kali meletus pada tahun 1600an dan pada tahun 2010 kembali aktif serta akhirnya meletus pada tahun 2013 hingga sekarang aktivitas letuasannya masih berlangsung. Sementara itu untuk letusan gunung berapi merupakan suatu aktivitas vulkanik yang sering disebut dengan istilah erupsi.

Ketika meletus, sebuah gunung berapi dapat melontarkan berbagai material hingga puluhan kilometer jauhnya, tidak hanya itu, awan panas dan gas beracun juga kerap kali menjadi ancaman serius bagi penduduk yang bertempat tinggal tak jauh dari letusan. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan berbagai kerusakan dengan total kerugian yang besar karena menghancurkan areal pemukiman dan pertanian penduduk, belum lagi dampak lainnya seperti pencemaran udara oleh gas beracun serta memicu penyebab banjir lahar dingin yang dapat merusak infrastruktur umum.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab gunung berapi meletus:


3.3.1. Peningkatan Kegempaan Vulkanik

            Ditandai dengan terjadi aktivitas yang tidak biasa pada gunung berapi, misalnya frekuensi gempa bumimeningkat yang mana dalam sehari bisa terjadi puluhan kali gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf. Selain itu terjadi peningkatan aktivitas Seismik dan kejadian vulkanis lainnya hal ini disebabkan oleh pergerakan magma, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi.

            Jika tanda diatas muncul dan terus berlangsung dalam beberapa waktu yang telah ditentukan maka status gunung berapi dapat ditingkatkan ke level waspada. Pada level ini harus dilakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar, melakukan penilaian bahaya dan potensi untuk naik ke level selanjutnya dan kembali mengecek sarana serta pelaksanaan shift pemantauan yang harus terus dilakukan.

 3.3.2. Suhu Kawah Meningkat Secara Signifikan

            Sebagai tanda bahwa magma naik dan mencapai lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung akan mempengaruhi suhu kawah secara keseluruhan. Pada gunung dengan status normal, volume magma tidak terlalu banyak terkumpul di daerah kawah sehingga menyebabkan suhu di sekitar normal.

            Naiknya magma tersebut bisa disebabkan oleh pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung seperti gerakan lempeng sehingga meningkatkan tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya membuat magma terdorong ke atas hingga berada tepat di bawah kawah. Pada kondisi seperti ini, banyak hewan-hewan di sekitar gunung berimigrasi dan terlihat gelisah. Selain itu meningkatnya suhu kawah juga membuat air tanah di sekitar gunung menjadi kering. 

 3.3.3. Terjadinya Deformasi Badan Gunung

            Ini disebabkan oleh peningkatan gelombang magnet dan listrik sehingga menyebabkan perubahan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma yang volumenya mengecil atau bisa juga saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma menjadi tersumbat akibat deformasi batuan penyusun gunung.

 3.3.4. Lempeng-Lempeng Bumi Yang Saling Berdekatan

            Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik dan meningkatkan aktivitas geologi gunung. Seperti yang dijelaskan sebelumnya lempeng merupakan bagian dari kerak bumi yang terus bergerak setiap saat, dan daerah pegunungan merupakan zona dimana kedua lempeng saling bertemu, desakan lempeng bisa juga menjadi penyebab perubahan struktur dalam gunung berapi.

 3.3.5. Akibat Tekanan Yang Sangat Tinggi

            Jika sepanjang perjalanan magma menyusuri saluran kawah terdapat sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal letusan gunung berapi. Semakin besar tekanan dan volume magma-nya maka semakin kuat ledakan yang akan terjadi.

 4. Mengganggu Kesehatan

            Asap yang diperlukan dari kendaraan atau pabrik industri akan menyebabkan gangguan kesehatan karena mengandung zat-zat yang berbahaya. Selain bagian tubuh dalam yang memperbaiki masalah, bagian luar tubuh seperti kulit akan memperbaikinya. Maka dari itu, harus dilepaskan sambil diantarkan untuk dipakai yang menutup tubuh seperti jaket, celana panjang dan topeng.

            Penggunaan bensin bertimbal (mengandung TEL: tetra ethyl lead) menyebabkan tercemarnya udara oleh partikel timbal yang dihasilkan pada saat proses pembakaran. Jika terhirup makhluk hidup (manusia) dapat menyebabkan gangguan tulang belakang dan gangguan kerja enzim. Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan pencemaran udara. Gas buangan yang dihasilkan adalah CO (karbon monoksida). Gas CO sangat berbahaya karena mampu menggantikan ikatan oksigen pada hemoglobin. Daya ikat hemoglobin terhadap CO dua kali lebih besar daripada terhadap oksigen.

 5. Lahan Tanah Menipis

            Seperti yang kita ketahui dalam bidang pertambangan pasti akan membutuhkan lahan luas. Batu bara yang diolah menjadi bahan bakar biasanya didapat dari tanah yang suburkan. Hal ini menyebabkan tanah yang digunakan dalam bidang ini tidak akan dapat digunakan lagi dalam bidang pertanian atau penanaman pohon-pohon dalam jangka waktu tertentu. Ini disebabkan karena tanah yang dibuat sebagai pertambangan ini telah kehilangan kesuburannya dan untuk membuat tanah tersebut menjadi subur lagi membutuhkan waktu yang lama.

Tanah merupakan bagian penting dalam kehidupan ini karena sangat menunjang kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di muka bumi ini. Tanah merupakan tempat tinggal bagi banyak spesies makhluk hidup baik itu manusia, tumbuhan dan hewan. Mungkin bisa anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada tanah? Maka pastinya tidak akan terjadi kehidupan bukan? Oleh karena itu adalah hal yang sangat penting untuk tetap menjaga kelestarian tanah dan jangan sampai mencemarinya dengan berbagai hal yang merusak tanah. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak industri pabrik membuat banyak limbah kimia yang dibuang begitu saja ke dalam air dan tanah tanpa memandang bagaimana dampak yang akan timbul dari kegiatan tersebut.

 

5.1. Pengertian Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah merupakan keadaan dimana adanya berbagai bahan substansi kimia yang masuk ke dalam lapisan tanah sehingga mengubah struktur dan lingkungan di dalam tanah. Sumber utama dari adanya pencemaran tanah ini adalah adanya kebocoran limbah kimia yang biasanya ada di pabrik baik itu bahan kimia organik maupun yang kimia tulen. Biasanya di dalam pabrik tempat pembuangan limbah kimia ini terdapat di dalam bunker yang terdapat di dalam tanah sehingga sangat rawan terjadi kebocoran. Jika bunker tersebut sudah bocor maka selanjutnya yang terjadi adalah masuknya berbagai zat kimia tersebut ke dalam tanah dan merusak struktur tanah itu sendiri.

 

5.2. Penyebab Pencemaran Tanah

Sebagian besar pencemaran tanah dikarenakan adanya kebocoran bahan kimia baik itu yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja baik dalam skala besar ataupun skala kecil. Penggunaan pestisida pada lahan pertanian, masuknya bahan kimia yang terdapat di dalam air ke dalam permukaan tanah, adanya kecelakaan kendaraan pengangkut minyak yang masuk ke dalam tanah juga mampu menimbulkan pencemaran tanah.  Ketika bahan kimia sudah ada di dalam tanah maka bahan kimia tersebut dapat larut ke dalam air, terbawa air hujan dan juga mampu menguap ke dalam udara sehingga efeknya akan menjadi efek domino dimana yang berbahaya bukan hanya pada tanah saja melainkan juga di dalam air dan udara.

Limbah sebagai penyebab pencemaran tanah merupakan hasil buangan baik dari limbah industri domestik maupun rumah tangga. Limbah ini seringkali juga disebut sebagai sampah dan kehadirannya tidak dipedulikan lagi oleh orang dan lingkungan. Secara kandungan zat di dalamnya limbah tergolong dari dua jenis yaitu bahan kimia organik dan anorganik. Adanya penumpukan limbah ini di dalam tanah akan mampu membuat dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya. Karena bahayanya inilah oleh karena itu sangatlah penting untuk membuat penanggulangan terhadap bahayanya.

Limbah industri yang mampu menyebabkan pencemaran tanah biasanya berasal dari pabrik, manufaktur, industri kecil, industri besar dan industri perumahan. Limbah yang dihasilkan ini bisa berupa limbah cair dan juga limbah padat. Adapun penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut ini:


5.2.1. Limbah Padat

 Limbah industri yang padat merupakan limbah buangan dari hasil industri pabrik berupa padatan, bubur, atau lumpur yang berasal dari hasil pengolahan pabrik tersebut. Misalnya saja limbah dari pabrik gula, kertas, rayon, pulp, pengawet buah, ikan, daging, plywood dan lainnya.

5.2.2. Limbah Cair

 Sedangkan limbah cair adalah hasil pembuangan dari industri yang berbentuk cair. Contoh limbah cair ini adalah seperti sisa dari pengolahan limbah industri kimia dan logam. Limbah dalam bentuk cair ini sangat berbahaya terutama jika mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi menganggu kesehatan manusia.

 

5.2.3. Limbah Anorganik

            Limbah anorganik ini merupakan jenis limbah yang tidak mampu mengalami penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme lainnya seperti jamur dan bakteri. Contoh dari limbah anorganik ini misalnya adalah limbah kantong plastik, kaleng bekas, botol minuman, bekas botol air mineral dan lainnya. Limbah anorganik ini memerlukan tindakan pembuangan yang harus diatur sedemikian rupa supaya tidak membuat kerugian pada tanah dan juga makhluk hidup lainnya karena tanah menjadi tercemar oleh adanya limbah ini.

 

5.2.4. Limbah Organik 

                Untuk jenis limbah organik merupakan limbah yang lebih ramah dibandingkan dengan limbah anorganik. Hal ini terjadi karena limbah organik mampu diuraikan kembali oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga tidak begitu berbahaya bagi tanah itu sendiri. Jenis limbah ini misalnya saja tinja atau feses, oli, cat, sampah rumah tangga yang dari tumbuhan. Meskipun limbah atau sampah organik  ini tidak begitu berbahaya namun perlu diingat bahwa jika terlalu banyak sampah organik di dalam tanah maka penguraiannya pun akan semakin lama dan hal ini membuat pertumbuhan berbagai tanaman di dalamnya menjadi lebih lambat dan hal ini tidak baik begitu lingkungan.

 5.2.5. Limbah Industri

            Limbah industri ini bisa berasal dari limbah industri kecil dari perumahan atau limbah industri besar berskala pabrik. Limbah ini bisa juga berasal dari dunia usaha hotel, rumah makan, pasar, perdagangan, tempat wisata, instansi pemerintah dan swasta, dan lainnya. Limbah yang dihasilkan bisa berupa limbah padat maupun cair dan organik maupun anorganik.

 5.2.6. Limbah Pertanian

            Limbah dari hasil pertanian ini juga mampu menyebabkan pencemaran tanah. Misalnya saja adalah dengan penggunaan pupuk atau pestisida pada pertanian sehingga menyebabkan tanah menjadi tercemar. Jika penggunaan pestisida dan pupuk ini sudah melebihi batas wajarnya maka akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan termasuk rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman yang tidak optimal lagi.

 

5.3. Dampak Pencemaran Tanah

Setelah mengetahui penyebab dari pencemaran tanah kemudian anda juga perlu untuk mengetahui apa saja dampak dari pencemaran tanah. Ada beberapa bentuk dari dampak pencemaran tanah, diantaranya adalah berikut ini:

 

5.3.1. Dampak Pada Kesehatan

Adanya pencemaran tanah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Seberapa besar dampak ini pada kesehatan sebenarnya juga sangat tergantung pada jenis polutan serta seberapa sering dan banyak polutan yang terpapar ke dalam tubuh. Semakin banyak dan sering polutan masuk ke dalam tubuh maka dampak penyakit yang akan dialami juga akan semakin besar dan juga sebaliknya. Adapun berbagai jenis resiko polutan dan penyakitnya adalah sebagai berikut ini:

§  Kromium, yang merupakan zat kimia yang digunakan dalam berbagai pestisida dan juga herbisida ini mampu membuat munculnya dampak karsinogenik pada semua populasi bukan hanya untuk spesies manusia saja namun juga makhluk hidup lainnya.

§  Zat timbale, ini sangat berbahaya jika terlalu banyak terpapar ke dalam tubuh karena dapat mengakibatkan peningkatan resiko terkena penyakit ginjal dan kerusakan otak.

§  Benzena, jika tubuh terus menerus mengalami paparan benzena dalam jumlah banyak dan intensitas yang sering maka bisa meningkatkan terkena penyakit leukemia atau kanker darah. Tentu saja penyakit ini sangat berbahaya bahkan mematikan.

§  Merkuri, tubuh yang terlalu sering mendapatkan paparan dari zat ini akan sangat mudah mengalami gangguan pada organ ginjalnya bahkan ada beberapa penyakit juga yang tidak bisa diobati karena zat ini.

§  Sikoldenia, zat ini memicu timbulnya infeksi dan gangguan pada fungsi organ hati

§  Karmabat, yang mampu membuat gangguan pada saraf otot sehingga tubuh akan mengalami kesulitan dalam bergerak,

§  Klorin, zat cair yang mengandung klorin ini sangat berbahaya bagi tubuh karena mengganggu fungsi kinerja dari organ hati dan ginjal serta menyebabkan gangguan pada saraf pusat di dalam otak.

§  Selain dampak pada kesehatan yang telah disebutkan di atas, dampak pada kesehatan lainnya yang akan dirasakan oleh para penderitanya antara lain adalah gangguan pada penglihatan, pendengaran, ruam pada kulit, pusing, letih, lelah, dan gejala penyakit lainnya. Apabila terjadi dosis yang sangat besar pada paparan pencemaran ke dalam tubuh bahkan bisa berakibat fatal pada kematian.

 

5.3.2. Dampak Pada Ekosistem

Dampak lainnya yang timbul dari adanya pencemaran tanah ini adalah dampak pada ekosistem yang telah ada. Tanah merupakan bahan yang sangat sensitif dan sangat mudah mengalami perubahan kandungan kimiawi dan struktur di dalamnya meskipun itu hanya sedikit saja jumlah dari zat kimia yang masuk ke dalam tanah. Perubahan kandungan kimia di dalam tanah ini akan mengakibatkan perubahan metabolisme pada organisme yang hidup di dalam tanah. Akibat dari hal ini tidaklah sepele yaitu bisa memicu adanya putusnya rantai makanan.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Jadi rantai makanan primer jika sudah terkontaminasi oleh pencemaran juga akan mempengaruhi rantai makanan yang ada di atasnya sehingga ini bisa memusnahkan rantai makanan. Misalnya saja pengaruh zat DDT pada tanah yang di atasnya ditumbuhi oleh tanaman yang menjadi makanan burung maka telur dari burung tersebut akan menjadi rawan pecah.

Selain itu dengan adanya pencemaran tanah ini juga dapat menimbulkan zat kimia masuk ke dalam air tanah sehingga membuat berbagai jenis tumbuhan akan sulit tumbuh di atasnya. Kesuburan tanah pun akan menghilang dan ini akan sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini.

 

5.3.3. Dampak Pada Pertanian

Dampak pencemaran tanah pada pertanian akan dapat terlihat jelas terutama pada perubahan metabolisme tanaman dan akhirnya dapat terlihat langsung dari adanya penurunan hasil pertanian itu sendiri. Pencemaran tanah ini juga akan mengakibatkan tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal sehingga tanah juga menjadi rawan mengalami erosi tanah karena tidak ada penahannya lagi. Jika tanah mengalami pencemaran dalam jangka waktu yang lama maka bisa menyebabkan tanah tercemar secara permanen sehingga tidak bisa digunakan lagi sebagai lahan pertanian.

Untuk itu sebaiknya para petani untuk tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida dalam jumlah yang berlebihan pada tanamannya karena ternyata bukan hanya membunuh hama namun juga membuat pencemaran di dalam tanah.

 

5.4. Penanganan Pencemaran Tanah

Dampak dari adanya pencemaran tanah ini sangat berbahaya bukan hanya bagi manusia saja namun juga bagi makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu setelah tanah mengalami pencemaran hal pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan fungsi tanah dan membuatnya sehat kembali. Ada dua cara yang bisa dilakukan sebagai cara penanganan pencemaran pada tanah, seperti berikut ini:


5.4.1. Remidiasi

Remidiasi ini dilakukan untuk membersihkan tanah yang tercemar. Saat ini telah diketahui dua cara untuk membersihkan tanah yaitu melalui in-situ dan juga ex-situ. Remidiasi dengan in-situ dilakukan dengan cara membersihkan lahan kemudian dilakukan injeksi dan juga melakukan bioremidiasi.

Cara ini lebih banyak dilakukan oleh orang karena biayanya yang murah dan jangka waktu penaganannya pun tidak terlalu lama. Sedangkan untuk remidiasi ex-situ dilakukan dengan cara menggali tanah yang mengalami pencemaran dan kemudian tanah tersebut dipindahkan ke daerah lain untuk diamankan.

Biasanya tanah ini akan masuk ke dalam tangki atau bunker khusus kemudian ditambahkan berbagai zat yang mampu menghilangkan zat pencemar di dalamnya. Setelah tanah menjadi aman dan bersih kemudian bisa diletakkan lagi pada tempat sebelumnya. Namun cara ex-situ ini jarang dilakukan karena memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal serta proses yang cukup rumit.

 

5.4.2. Bioremidiasi

Cara penanganan pencemaran tanah lainnya adalah dengan melakukan bioremidiasi. Sesuai dengan namanya, bioremidiasi dilakukan dengan menggunakan komponen biologi atau organisme lainnya untuk mengobati tanah. Caranya adalah dengan memberikan beberapa mikroorganisme khusus yang mampu menguraikan berbagai zat pencemar di dalam tanah seperti jamur dan juga bakteri. Bioremidiasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena dilakukan dengan cara yang alami.

 

5.5. Pencegahan Pencemaran Tanah

Pencegahan terhadap pencemaran sangat penting dilakukan supaya tidak terjadi pencemara tanah yang sangat membahayakan kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Tindakan pencegahan pencemaran tanah ini dilakukan sesuai dengan jenis dari polutan dan seberapa besar kadarnya di dalam tanah. Untuk melakukan tindakan pencegahan pencemaran tanah ini bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

§  Membedakan sampah organik dan anorganik, ini sangat penting dilakukan dengan cara memilah sampah mana yang termasuk dalam sampah organik dan anorganik. Untuk sampah yang organik maka bisa dibuang ke dalam tanah saja karena secara alami akan ada mikoorganisme pengurai yang mampu menguraikan jenis sampah ini serta beberapa jenis sampah organik juga bisa dijadikan sebagai pupuk alami. Untuk jenis sampah anorganik bisa dibakar sampai benar-benar habis karena sangat susah untuk diuraikan di dalam tanah. Untuk jenis sampah yang besar bisa juga dipotong-potong menjadi ukuran yang kecil kemudian di kubur di dalam tanah. Namun sebaiknya lakukan hal ini jauh dari wilayah pemukiman tanah karena bisa membuat paparan pencemaran ini kepada warga sekitar.

§  Pada jenis limbah kimia cair maupun padat dapat dilakukan pengolahan terlebih dahulu supaya kadar kimia di dalamnya sudah aman bagi tanah. Biasanya ini sudah diatur dalam undang-undang dalam tiap negara mengenai masalah pembuangan limbah kimia ini. Para pabrik industri juga biasanya telah memiliki mekanisme pemurnian limbah kimia sendiri supaya aman dibuang di dalam tanah maupun air.

§  Untuk para petani yang menggunakan pupuk dan juga pestisida untuk membasmi hama sebaiknya menggunakannya dalam kadar yang semestinya dan tidak berlebihan. Hal ini sangat penting dilakukan karena bisa menyebabkan pencemaran tanah yang buruk. Untuk mengantisipasi hal ini pemerintah bisa melakukan penyuluhan kepada petani supaya menggunakan kadar pestisida yang sesuai dan aman.

§  Untuk para ibu rumah tangga juga sebaiknya tidak membuang deterjen sembarangan.

§  Memberikan pendidikan kepada anak sejak dini mengenai bahaya membuang sampah sembarangan dan akibat dari adanya pencemaran tanah supaya mereka sejak dini bisa memiliki rasa cinta pada lingkungan.

§  Biasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan karena dengan ini akan membuat tanah menjadi lebih aman dan tidak mudah tercemar.

§  Untuk mengendalikan para pelaku industri yang sangat beresiko membuang limbah kimia langsung ke dalam tanah sebaiknya untuk pemerintah membuat peraturan yang ketat dengan hukuman yang berat dan denda yang sesuai supaya para pelaku bisnis industri ini tidak semena-mena pada lingkungannya dan membuat efek jera kepada mereka ini.

§  Pelajarilah bagaimana cara mengelola limbah kimia yang baik dan benar supaya anda benar-benar tidak membuang limbah pada tanah secara langsung dimana limbah tersebut masih sangat berbahaya bagi tanah.

 

5.6. Tanah Tercemar Dan Tidak Tercemar

5.6.1. Tanah Tercemar

Jumlah jenis - jenis tanah yang mengalami pencemaran di dunia ini semakin bertambah dan hal ini tidak lain karena kaitannya dengan majunya dunia industri sehingga makin banyak pabrik dan berbagai polusi di dunia. Pertambahan jumlah penduduk yang sangat pesat juga memiliki peran penting bagi peningkatan jumlah pencemaran tanah ini.

Di Indonesia sendiri pun jumlah tanah yang sudah tercemar sudah sangat luas dan juga mengandung berbagai zat kimia di dalamnya sehingga julukan Indonesia kaya akan tanah yang subur sekarang ini sudah menjadi gersang dan kering karena adanya pencemaran tanah.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari tanah yang mengalami pencemaran antara lain adalah:

§  Tanah yang sudah hilang kesuburannya

§  pH tanah yang sudah tidak seimbang lagi bisa dibawah 6 atau pada golongan tanah asam serta terlalu tinggi pH di atas 8 sehingga tanah tersebut menjadi basa

§  Tanah mengeluarkan bau busuk

§  Tanah kering

§  Tanah yang mengandung berbagai kandungan logam berat di dalamnya

§  Tanah yang mengandung berbagai sampah anorganik di dalamnya

 

5.6.2.Tanah Tidak Tercemar

Pada tanah yang tidak mengalami pencemaran adalah tanah yang masih ada unsur-unsur tanah didalamya dalam kadar yang wajar. Di dalam tanah ini juga tidak mengandung zat yang dapat merusak unsur hara tanah tersebut serta yang paling utama adalah tidak mengandung logam berat di dalamnya. Tanah ini merupakan tanah yang sangat baik dan aman bagi kehidupan manusia. Dengan tanah yang tidak tercemar ini juga bisa menjadi lahan pertanian yang sangat bagus.

Berikut ini adalah ciri-ciri dari tanah yang tidak tercemar:

§  Tanahnya subur

§  pH tanah normal tidak terlalu asam dan basa atau yang berada pada antara pH 6 dan 8 saja tidak kurang dan tidak lebih.

§  Tanah tidak mengeluarkan bau busuk

§  Tanah tidak kering, gempal dan gembur yang normal

§  Paling utama adalah tidak mengandung berbagai logam berat

§  Tanah tidak mengandung sampah anorganik yang tidak mampu diuraikan oleh mikroorganisme tanah yang alami

 

6. Pengaruh Iklim

            Udara yang telah tercemar oleh gas-gas berbahaya akan mempengaruhi dunia. Dimana gas-gas tersebut akan terkumpul di lapisan atmosfer yang lama kelamaan akan mengendap di sana. Hal ini pasti akan membuat lapisan ozon menjadi tidak stabil dan mengubah perubahan iklim seperti musim hujan yang sangat lama dan musim panas yang sangat ekstrem.Hingga saat ini panas bumi semakin meningkat karena kejadian ini dan yang ditakutkan di masa depan adalah kompilasi panas bumi mencapai 50 derajat selsius sehingga kekeringan lebih banyak terjadi di mana-mana dan tentu saja hal ini akan menyebabkan banyak akibat dehidrasi.

            Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), selama abad 20, Indonesia mengalami peningkatan suhu rata-rata udara di permukaan tanah 0,5 ℃. Jika dibandingkan periode tahun 1961 hingga 1990, rata-rata suhu di Indonesia diproyeksikan meningkat 0,8 sampai 1,0 ℃ antara tahun 2020 hingga 2050.

            Kondisi ini merupakan dampak dari perubahan iklim yang terjadi di Bumi. Selain suhu yang meningkat, masih ada lagi dampak perubahan iklim pada hidup kita, yaitu:

 

1. Harga Pangan Meningkat

            Untuk beberapa dekade mendatang, para pakar memprediksi hasil tanaman pangan mulai dari jagung hingga gandum, beras hingga kapas, akan menurun hingga 30 persen. Hasil yang menurun ini berujung pada peningkatan harga pangan. Sebab, akan ada proses, penyimpanan, dan transportasi pangan yang membutuhkan air dan energi lebih.

 

2. Siklus Yang Tidak Sehat

            Meningkatnya suhu ditambah dengan populasi global akan mencuatkan permintaan energi. Ini akhirnya berujung pada produksi emisi yang menyebabkan perubahan iklim dan ironisnya, memicu lebih banyak lagi emisi. Sedangkan curah hujan, diproyeksikan akan menurun sebanyak 40 persen di beberapa lokasi.

 

3. Rusaknya Infrastruktur

            Perubahan iklim memicu lebih banyak cuaca ekstrem yang menghasilkan bencana. Seperti yang terjadi di DKI Jakarta pada Januari hingga Februari 2013. Hujan dalam intensitas tinggi menyebabkan banjir  besar, Kamis (17/1). Ibu Kota Indonesia ini lumpuh ketika nyaris semua titik  jalannya terendam banjir, termasuk pusat pemerintahan di Jakarat Pusat. Jalan dan bus transportasi umum yang merupakan infrastruktur penting bagi warga Jakarta tidak lagi berfungsi.

4. Berkurangnya Sumber Air

            Membludaknya jumlah penduduk menyebabkan tingginya permintaan air. Ini menimbulkan penyedotan besar-besaran terhadap sumber air yang ada. Khusus untuk Jakarta, naiknya muka air laut dapat membuat batas antara air tanah dan air laut semakin jauh ke daratan. Sehingga mencemari lebih banyak sumber air minum.

 

5. Meningkatnya Penyakit Pernafasan

            Perubahan iklim juga menyebabkan polusi udara yang akhirnya menurunkan fungsi dari paru-paru. Di kota besar seperti New York City, Amerika Serikat, kasus asma akan meningkat sebanyak sepuluh persen. Sistem pernafasan merupakan salah satu proses yang paling penting dalam kehidupan. Dengan bernafas tubuh akan memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi  yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup.

Proses pernafasan juga membantu tubuh membuang zat limbah yang disebutkarbondioksida. Ada empat penyakit pernafasan yaitu:

 

§   Asma

Asma merupakan jenis penyakit jangka panjang yang menyerang saluran pernafasan. Kondisi ini terjadi karena adanya peradangan dan penyempitan saluran nafas dan menimbulkan sesak atau sulit bernafas. Gejala penyakit ini bisa muncul karena beberapa hal, seperti debu, bulu binatang, asap rokok, gas, bau tajam, stres, udara yang dingin, hingga kelelahan.

 

§   Bronkitis

Infeksi yang terjadi pada bronkus alias saluran pernafasan utama paru-paru menyebabkan terjadinya bronkitis. Penyakit ini juga akan memicu gangguan pernafasan akibat iritasi dan peradangan yang terjadi pada saluran pernafasan.

Selain sesak nafas, gejala umum dari penyakit ini adalah batuk berdahak, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, hingga sakit kepala. Penyakit ini harus diwaspadai jika diikuti dengan gangguan lain, misalnya asma atau PPOK. Sebab, gejala yang muncul bisa lebih berat, misalnya kulit tampak  kebiruan atau pucat karena pasokan oksigen dalam darah tidak lagi memadai.

 

§   Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan sekelompok penyakit paru yang terjadi akibat radang. Kondisi ini menyebabkan struktur saluran nafas dan memicu gangguan pernafasan. Berita buruknya, PPOK merupakan jenis penyakit progresif, yaitu penyakit yang akan semakin buruk seiring berjalan waktu.

Kebiasaan merokok menjadi salah satu pemicu utama dari penyakit ini. Meski begitu, penyakit ini tetap bisa menyerang orang yang tidak aktif merokok. Selain perokok, faktor lain yang bisa menyebabkan penyakit ini adalah terpapar asap rokok, polusi udara, asap kimia, dan debu dalam jangka yang panjang. Selain itu, faktor genetik juga bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami penyakit ini.

 

§   Alergi

Ada jenis alergi yang memicu reaksi sesak nafas. Hal itu terjadi karena adanya pembengkakan jalan nafas. Saat tubuh merespon alergan alias zat pemicu alergi, ada kemungkinan hal ini akan terjadi. Gejala yang muncul sebagai reaksi alergi adalah gatal di kulit dan mukosa mata, batuk-batuk, nadi cepat, penurunan kesadaraan, hingga tangan dan kaki terasa dingin.

 

6. Bencana Hidrologi

            Bencana alam, hasil dari perubahan iklim, meningkatkan badai dan cuaca ekstrem. Hanya beberapa kota di dunia yang mempunyai sistem penanggulangan yang cukup baik untuk bencana-bencana tersebut. Beberapa contoh dari bencana alam hidrologi adalah:

 

§   Banjir

Di Indonesia, banjir banyak disebabkan oleh hujan yang berlangsung dalam jangka waktu lama, bisa berjam-jam bahkan berhari-hari. Sehingga air yang ditampung (tidak hanya di sungai saja namun juga tempat penampungan air lain seperti danau atau rawa-rawa) menjadi bertambah hingga tidak mampu untuk ditampung. Akibatnya air tersebut akan keluar bahkan menyebar hingga ke beberapa daerah yang berada dekat dengan sumber penampungan air, terutama bagi yang tinggal dekat dengan aliran sungai.

Salah satunya adalah banjir bandang. Banjir bandang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi di dataran permukaan rendah. Sehingga air yang berada di daerah tersebut sudah mencapai titik jenuh hingga tidak dapat diserap lagi oleh air. Akibatnya air dalam tanah keluar dan datang secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat, namun kerugian yang dihasilkan sangatlah besar.

 

§   Tanah Longsor

Tanah longsor sering disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Tanah longsor biasa terjadi di daerah dataran tinggi terutama lereng bukit atau gunung dan saat bersaman hujan deras juga terjadi. Jika hujan terus berlangsung terus menerus, tanah di sekitar lereng akan menjadi lunak dan tergerus oleh limpahan aliran air hujan. Akibatnya tanah tidak mampu lagi bertahan dari air hujan ditambah adanya gaya gravitasi tanah menjadi turun atau longsor.

 

§   Tsunami

Salah satu bencana alam yang patut diwaspadai bagi negara yang berada di sekitar pertemuan lempeng bumi yaitu tsunami. Tsunami terjadi akibat adanya pergerakan lempeng bumi yang berada di dasar laut. Akibatnya pergerakan lempeng tersebut terjadilah gempa bumi hingga air laut yang berada di atasnya ikut bergerak hingga gerakan air tersebut mencapai daratan. Peristiwa tersebut pernah terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 dan menewaskan ribuan korban jiwa. Tsunami juga disebabkan oleh adanya letusan gunung berapi seperti yang terjadi di Selat Sunda pada tanggal 22 Desember 2018. Saat itu Gunung Anak Krakatau sedang erupsi dan beberapa bagian gunung longsor  masuk ke laut akibatnya muncullah gelombang hingga berubah menjadi tsunami saat mendekati daratan. 

 

§   Genangan Air

Berbeda dengan banjir, genangan air diakibatkan oleh adanya penyumbatan atau masalah pada saluran drainase. Sehingga saat musim hujan tiba atau curah hujan tinggi, air hujan tidak dapat dialirkan dengan baik melalui saluran yang telah ada. Akibatnya air menjadi tergenang di beberapa tempat seperti jalanan bahkan bisa sampai ke perumahan warga. Perbedaan lain dengan banjir yaitu genangan air akan lebih cepat surut atau kurang dari 1 x 24 jam, jika lebih dari itu dapat menjadi tanda bahwa banjir akan terjadi.

 

§   Letusan Limnik

Letusan limnik terjadi akibat meletusnya gas karbondioksida secara mendadak dari dasar danau hingga akhirnya membentuk  awan gas yang dapat membahayakan makhluk hidup di sekitar danau. Gas karbondioksida tersebut berasal dari aktivitas vulkanik ataupun dekomposisi materi organik yang ada di dasar danau. Semakin dalam danau maka semakin tinggi tekanan di dasar danau dan semakin banyak pula karbondioksida yang larut di air. jika air danau sudah jenuh oleh gas karbondioksida, ditambah adanya gempa bumi, aktivitas vulkanik atau ledakan membuat air yang jenuh tersebut bergerak naik ke atas. Di atas tekanan sangat rendah dan tidak dapat menahan gas karbondioksida sehingga muncullah gelembung-gelembung di permukaan danau secara bersamaan gas karbondioksida ikut meledak.

 

7. Hujan Asam

            Pada proses pembakaran minyak bumi tentunya akan melepaskan gas yang berupa CO2, NO2, dan SO2 (sulfur), dari ketiga gas tersebut akan menyebabkan terjadinya hujan asam. Nitrogen oksida yang melepaskan gas nitrogen yang dikeluarkan di udara akan mengumpal menjadi asam nitrat yang menyebabkan dikeluarkannya asam. Sedangkan gas sulfur oksida yang melepaskan sulfur ke udara bebas akan membentuk awan yang memiliki asam kuat maka beberapa jam kedepan akan terjadi hujan asam.

            Hujan asam ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat menyebabkan besi mudah berkarat, bangunan menjadi cepat rusak dan dapat memulihkan kulit akan menimbulkan iritasi.

 

v  Proses Terjadinya Hujan Asam

Hujan asam merupakan jenis-jenis hujan yang memiliki pH di bawah 5,6. Hujan sendiri secara alami bersifat asam, hal ini disebabkan oleh karbondioksida di udara  yang larut dalam air hujan sebagai asam lemah. Hujan asam ini di akibatkan oleh adanya belerang yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil seperti bensin. Selain itu nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen akan membentuk sulfur dioksida.

Zat tersebut kemudian membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersaman dengan air hujan. Jenis-jenis air hujan yang asam dapat meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan, ini berbahaya bagi kehidupan ikan dan juga tanaman.

Berikut adalah penjelasan mengenai proses terjadinya hujan asam:

1.    Hujan asam sendiri mengalami peningkatan sejak terjadinya revolusi industri.

2.    Penggunaan cerobong asap yang tinggi memang bertujuan untuk mengurangi polusidi bawah namun berkontribusi pada penyebaran hujan asam.

3.    Hujan asam terjadi di daerah yang jauh lokasi dari sumber penyebabnya. Pegunungan lebih sering mengalaminya karena curah hujan yang lebih tinggi di kawasan tersebut.

4.    Pengaruh hujan asam sendiri dapat terjadidari menurunnya jumlah ikan di danau-danau. Pada tumbuhan, lapisan dinding daun dapat rusak.

5.    Nutrisi menjadi menghilang sehingga tanaman menjadi tidak tahan terhadap dingin, serangan jamur dan serangga.

6.    Selain itu pertumbuhan pada akar menjadi lebih lambat. Bagi manusia, hujan asam juga berdampak pada kesehatan. Tercemarnya air berdampak pada kesehatan seperti timbulnya wabah diare dan penyakit Alzheimer.

 

Pembentukan hujanasam secara sederhana dapat dituliskan:

S(s) + O2(g)  → SO2(g)

 

2SO2(g) + O2(g)  → 2SO3(g)

 

SO3(g) + H2O(l) H2SO4(aq)

            Pencegahan pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak bumi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut ini ada 5 cara mengatasi dampak pembakaran minyak bumi, yaitu:

 

1.    Memproduksi Bensin Bebas Timbal (Pb)

 

Gambar 2.19 Bensin Bebas Timbal

            TEL ditambahkan pada bensin untuk meningkatkan kualitas bensin. Namun demikian, penggunaan TEL ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan manusia karena gas buangan kendaraan bermotor menghasilkan partikel-partikel timbal.

            Sehingga akhir-akhir ini penggunaan TEL diganti dengan MBTE (Metil Tertier Butil Eter), yang mempunyai fungsi sama dengan TEL untuk meningkatkan bilangan oktan, tetapi tidak melepaskan timbal di udara.

 

2.Memproduksi Bioetanol Sebagai Pengganti Bensin

            Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari tumbuhan. Bioetanol dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, baik murni maupun dicampur dengan bensin. Bensin yang dicampur dengan etanol dikenal sebagai gasohol.

 

 

Gambar 2.20 Proses Produksi Bioetanol

 

3. Memproduksi Biodiesel Sebagai Pegganti Solar


Gambar 2.21 Proses Produksi Biodiesel

            Bahan bakar biodiesel berasal  dari minyak tumbuhan atau hewan yang direaksikan dengan metanol melalui proses transesterifikasi sehingga diperoleh minyak metil ester (ME) yang disebut dengan biodiesel

            Biodiesel sangat mudah digunakan dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa perlu memodifikasi mesin. Selain itu, biodiesel juga dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel dengan bilangan oktan yang lebih tinggi.

            Solar yang dicampur dengan biodiesel akan memiliki nilai oktan yang tinggi hingga mencapai 64. Sedangkan solar yang tidak diberi campuran biodiesel memiliki nilai oktan sebesar 48, kemudian pertamina DEX (Diesel Environment Extra) hanya mempunyai nilai oktan sebesar 53.

            Selain itu, biodiesel juga berfungsi sebagai pelumas sekaligus membersihkan injector, serta dapat mengurangi emisi karbondioksida, partikulat berbahaya, dan sulfur oksida.

 

4. Mengembangkan Mobil Listrik


                                                 Gambar 2.22 Mobil Listrik

            Mobil listrik adalah jenis mobil yang menggunakan energi listrik sebagai sumber tenaga. Mobil listrik di Indonesia dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan merek Marlip (Marmut Listrik LIPI). Marlip secara mekanis digerakan dengan energi listrik.

            Dalam setiap unit mobil dilengkapi dengan komponen penyimpanan energi yang menyerupai sebuah baterei. Komponen itu diperlukan agar kendaraan dapat dijalankan hingga jarak tertentu dari sumber listriknya. Sumber tenaga yang digunakan sebanyak 3 (tiga) buah dengan tegangan 200Ah/12V. Karena tidak menggunakan bahan bakar minyak, otomotis mobil listrik tersebut tidak menimbulkan pencemaran udara.         

 

5. Mengembangkan Mobil Hibrida


 

Gambar 2.23 Salah Satu Bentuk Mobil Hibrida

            Energi yang digunakan untuk menggerakan mobil hibrida berasal dari gabungan mesin pembakaran internal (sumber energi BBM) dan listrik (sumber energi baterei). Dengan penggunaan energi gabungan tersebut, penggunaan  BBM menjadi relatif lebih hemat. Baterei dapat diisi ulang pada saat kendaraan berhenti.

            Kelebihan lainnya, emisi keluaran mesin pembakaran internal digunakan untuk menggerakan generator penghasil listrik yang kemudian energi listrik tersebut disimpan dalam baterei. Jadi, selain lebih hemat dalam mengkonsumsi bahan bakar minyak, mobil hibrida juga ramah lingkungan dibandingkan mobil konvesional.

Referensi;

-Dampak Pembakaran Bahan Bakar Terhadap Lingkungan. Tersedia di https://blog.ruangguru. Tanggal dilihat tanggal 11 - 11 - 2019.     Pukul 10 : 00 WIB.

- 7 Dampak Penggunaan Minyak Bumi Dalam Kehidupan Sehari-hari. Tersedia di     https://ilmugeografi.com. Dilihat tanggal 15 - 11 - 2019. Pukul 10 : 00 WIB.

- Dampak Negatif Pembakaran Bensin Dan Cara Mengatasinya. Tersedia di https://www.chemistricks.com.    Dilihat tanggal  23 - 11 - 2019. Pukul 10 : 00 WIB.

- Enam Dampak Perubahan Iklim Pada Hidup Kita. Tersedia di https ://sains kompas.com. Dilihat     tanggal  25 - 11 - 2019. Pukul 11 : 00 WIB.

- 4 Penyakit Pernafasan Yang Perlu Diwaspadai. Tersedia di https://www.hadoloc.com. Dilihat tanggal 25 - 11 - 2019. Pukul 11 : 15 WIB.

- 5 Contoh Bencana Alam Hidrologi Yang Perlu Diketahui. Tersedia di https://ilmugeografi.com. Dilihat tanggal 25 - 11 - 2019. Pukul 11 : 45 WIB


Comments

Popular posts from this blog