MINYAK BUMI

 

 

Alam menyediakan berbagai sumber daya bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan manusia sehari-hari. Dalam kehidupan manusia, masing-masing sumber daya mempunyai peran yang berbeda-beda. Sumber daya yang tersedia mulai dari air, tanah, hingga tumbuhan berbuah untuk konsumsi makanan sehari-hari. Minyak bumi menjadi salah satu sumber daya mineral yang tak kalah penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Sumber daya yang satu ini berasal dari berbagai macam sisa-sisa organisme laut, seperti tumbuhan dan hewan mengendap di dasar laut. Butuh waktu yang sangat lama untuk proses pembentukan minyak bumi. Minyak bumi sebagai salah satu sumber daya penting memiliki beragam manfaat, mulai dari bahan baku industri, bahan bakar kendaraan, bahan pembuat perabotan rumah tangga, hingga sebagai bahan produk kecantikan dan kesehatan. Beberapa manfaat di antaranya memang terdengar asing. 

Minyak bumi masih menjadi sumber energi andalan untuk saat ini. Bahan bakar kendaraan dan mesin industri masih bergantung pada minyak bumi. Minyak bumi merupakan komoditas hasil tambang yang sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia, terutama sebagai sumber energi. Solar dan minyak tanah merupakan fraksi-fraksi minyak bumi yang banyak dipakai setiap hari. Solar merupakan bahan bakar diesel. Minyak tanah digunakan untuk bahan bakar kompor. Bahan bakar mulai dari elpiji, bensin, solar, hingga kerosin; serta material seperti lilin parafin dan aspal; dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk pembuatan plastik, karet sintetis, deterjen, obat-obatan, dan lainnya dihasilkan dari minyak bumi.

 

 

A.  Mengenal Minyak Bumi

Secara umum, ada dua jenis Sumber Daya Alam berdasarkan sifatnya. Dua jenis sumber daya alam itu, yaitu:

a. Sumber Daya Alam yang dapat diperbarui: air, tanah, udara, padi, kelapa, sawit, nuklir.

b. Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbarui: minyak bumi, batubara, gas alam, emas.

Minyak Bumi (crude oil) adalah sumber daya yang terbentuk secara alami dari dekomposisi fosil-fosil organisme laut. Organisme laut tersebut adalah berbagai macam tumbuhan dan hewan laut yang telah mati dan terkubur dalam laut, dalam waktu ribuan bahkan jutaan tahun, fosil tersebut akan terdekomposisi secara alami dan membentuk minyak bumi. Salah satu hasil kekayaan alam paling besar ini memiliki nama lain Emas Hitam. Hal ini merujuk pada komposisi teksturnya yang berupa cairan kental berwarna coklat gelap atau bahkan terkadang kehijauan. Cairan kental nan gelap tersebut mudah terbakar dan terlindung berada lapisan atas kerak bumi.  

 

 

B.  Proses Pembentukan Minyak Bumi

Bumi yang kita kenal hijau dan biru, telah banyak menyediakan berbagai kebutuhan manusia untuk bertahan hidup. Mulai dari kebutuhan akan makanan, minuman, bahan bakar, sampai pakaian segala bahan nya telah tersedia di Bumi. Salah satu sumber daya alam yang telah banyak digunakan dalam peradaban manusia adalah minyak bumi atau crude oil. Perannya sebagai sumber daya alam utama telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat dunia. 

Minyak bumi terbentuk dari pelapukan sisa-sisa organisme, seperti tumbuhan, hewan, dan jasad-jasad renik yang tertimbun dalam dasar lautan bersama lumpur selama jutaan tahun. Lumpur tersebut kemudian berubah menjadi batuan sedimen dan sisa-sisa organisme mengalami peruraian menjadi minyak dan gas di bawah tekanan dan suhu tinggi. Oleh karena berasal dari sisa-sisa organisme, minyak bumi dan gas alam sering juga disebut sebagai bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil tergolong sumber daya alam yang tak terbarukan sebagaimana proses pembentukannya yang sangat lama. Dalam proses pembentukan dan perubahan komposisi fosil tersebut, proses ini memerlukan waktu yang lama. Lebih dari ribuan bahkan jutaan tahun. Berikut rincian tahapan terbentuknya sumber daya alam ini:

 

1. Jasad Organisme Laut Terkubur Dalam Tanah Laut Dan Lapisan Terluar Kerak Bumi

Dalam proses ini jutaan tahun lalu, organisme laut telah hidup dan tercipta, mereka menjalankan rantai ekosistem, hidup dan mati. Proses ini berjalan selama ribuan tahun, jasad organisme laut terbaring dalam dasar laut, mereka terkubur secara alami. Dan inilah yang kemudian menjadi bahan pembentukan minyak bumi (crude oil). Organisme laut yang menyumbang bahan paling banyak untuk membentuk minyak bumi adalah fosil dari alga dan plankton yang terkubur dalam tanah.

 

2. Proses Dekomposisi Selama Jutaan Tahun

Setelah organisme laut terkubur secara alami, maka akan terjadilah dekomposisi yang ter-subsidence secara perlahan. Dalam proses dekomposisi ini, endapan sedimen juga membantu percepatan pembusukan materi organik yang telah tertimbun. 

 

3. Pengendapan Hasil Dekomposisi

Hasil awal dari dekomposisi tersebut akan terus mengendap dan terdorong oleh volume endapan yang semakin bertambah seiring berjalanya waktu. Bertambah beratnya sedimen dan material yang menimbun di atasnya, mampu mendorong hasil dekomposisi awal tersebut lebih dalam mendekati perut bumi. Semakin tertimbun lebih dalam maka fossil organisme-organisme tersebut akan mengalami tekanan dan mendapat perubahan suhu yang semakin tinggi atau semakin panas. Proses inilah yang kemudian menghadirkan perubahan senyawa kimia dari material dekomposisi organik tersebut. 

 

4. Endapan Menghasilkan Bintik Atau Biji Senyawa Minyak Dan Gas

Perubahan material dalam endapan sedimen yang terus terkubur dalam-dalam menuju perut bumi inilah yang kemudian menyusun campuran bahan hidrokarbon dengan komposisi kompleks. 

 

5. Senyawa Tersebut Terakumulasi Di Batuan Kedap

Alamiahnya, sedimen yang mengendapkan bahan minyak bumi atau crude oil, adalah sedimen berpori baik. Endapan minyak dan gas mulai terkumpul dan terbentuk dari peleburan akibat panasnya suhu dari perut bumi di pori-pori sedimen tersebut. Oleh karena tekanan gravitasi, minyak yang terkumpul dalam pori-pori sedimen akan terus bergerak secara perlahan. Akibat perbedaan densitas, maka gerakan tersebut akan memisahkan unsur-unsur minyak, gas, dan air yang terkandung dalam sedimen. Akumulasi dari pemisahan minyak dan gas di pori-pori sedimen selanjutnya akan terangkat lagi menuju ke permukaan karena memiliki massa yang lebih ringan daripada air. 

 

 

 

6. Jadilah Deposit Minyak Bumi Dalam Laut

Naiknya minyak dan gas tersebut akan menyerupai rembesan yang kemudian secara alamiah akan terperangkap dalam batuan reservoir, terumbu karang, sampai antiklin. Dari perangkapan inilah akhirnya deposit itu akan menumpuk dalam laut dan akhirnya dapat diambil penambang. Senyawa kimia yang membentuk bumi dari proses yang panjang tersebut meliputi unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, sulfur, halogenida, dan logam. 

 

C.  Komposisi Minyak Bumi

Minyak bumi adalah campuran kompleks yang sebagian besarnya (sekitar 90 hingga 97 %) terdiri dari senyawa hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana, sedangkan sisanya adalah sikloalkana, alkena, alkuna, dan senyawa aromatik. Komponen kecil lainnya selain hidrokarbon adalah senyawa-senyawa karbon yang mengandung oksigen (O), belerang (S), ataupun nitrogen (N).

Gas alam sebagian besar terdiri dari alkana suku rendah (C1 – C4) dengan metana sebagai komponen utamanya. Selain alkana, juga terdapat gas lain seperti CO2, O2, N2, H2S, ataupun gas mulia seperti helium dalam jumlah yang sangat sedikit.

 

D.  Proses Pengolahan Minyak Bumi

Untuk memperoleh minyak bumi, perlu dilakukan proses pengeboran. Minyak bumi yang ditemukan biasanya akan bercampur dengan gas alam. Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas alam berbentuk cairan kental hitam dan berbau disebut minyak mentah (crude oil). Minyak mentah ini masih belum bisa dimanfaatkan secara langsung, oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian (refining) dengan distilasi bertingkat. Prinsip distilasi ini adalah pemisahan komponen-komponen campuran berdasarkan perbedaan titik didih sehingga diperoleh kelompok-kelompok komponen dalam rentang titik didih tertentu yang disebut fraksi-fraksi.



Gambar 2.1 Tabung Proses Pengolahan Minyak Bumi

 

E.  Fraksi Minyak Bumi

Minyak bumi mentah belum dapat digunakan sebelum dimurnikan terlebih dahulu. Permurnian minyak bumi dilakukan dengan cara distilasi, yaitu cara pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing komponen dalam campuran.

Minyak mentah dipanaskan sampai 350°C dan dipompakan ke dalam kolom distilasi. Sebagian dari minyak menguap dan bergerak melalui sungkup-sungkup. Di sini sebagian dari uap (yaitu fraksi dengan titik didih tinggi) mencair dan mengalir melalui pelat, sehingga terpisah dari fraksi yang lain. Uap yang tidak mencair (sebab titik didih lebih rendah) melanjutkan perjalanannya ke bagian kolom yang lebih atas dan mengalami pencairan sebagian (sesuai dengan trayek titik didihnya) pada pelat-pelat di sebelah atas. Demikianlah seterusnya, sehingga akhirnya diperoleh fraksi gas-gas. (lihat Tabel 2.1)

 

Tabel 2.1 Fraksi Minyak Bumi

Fraksi Minyak Bumi

Jumlah Atom C

Trayek Titik Didih

    Gas alam (LNG)

    Elpiji (LPG)

    Petroleum eter

    Bensin

    Nafta

Kerosin (minyak tanah)

    Solar

    Minyak pelumas

    Vaselin dan lilin

    Aspal

          C1 – C2

          C3 – C4

          C5 – C6

          C7 – C8

          C9 – C10

          C11 – C13

          C14 – C16

          C17 – C20

          C21 – C24

          C36 dst

-160°C sampai -88°C

       - 40°C sampai 0°C

         20°C sampai 70°C

         70°C sampai 140°C

140°C sampai 180°C

180°C sampai 250°C

250°C sampai 350°C

                 di atas 350 °C

Petroleum eter, bensin, nafta, kerosin, dan solar termasuk kelompok  distilat (cairan hasil distilasi), sedangkan minyak pelumas, vaselin, lilin, dan aspal termasuk residu (padatan sisa distilasi).

Sifat-sifat fraksi bergantung pada komposisi minyak mentah dan tipe produk jadi yang diinginkan. Fraksi-fraksi yang diperoleh dalam distilasi ini merupakan campuran senyawa-senyawa hidrokarbon yang mendidih pada trayek-trayek suhu tertentu. Proses distilasi berlangsung pada kolom atau menara distilasi. Pada kolom distilasi terdapat pelat-pelat pada jarak tertentu yang mempunyai sejumlah bubblecaps. Pelat-pelat ini digunakan untuk mempermudah pemisahan berbagai fraksi dengan trayek suhu yang berbeda-beda.

Ketika minyak mentah (minyak bumi) yang dipanaskan mencapai suhu 400°C, banyak komponen campuran menjadi gas. Gas tersebut kemudian dipompa ke kolom. Minyak yang telah menguap kemudian bergerak ke atas melalui bubble caps. Pada bubble caps, minyak yang telah berbentuk uap mencair, sedangkan uap minyak yang tidak mencair naik ke kolom dan kembali mengalami pencairan sebagian pada pelat-pelat di atasnya. Semakin tinggi perjalanan gas di kolom, semakin rendah titik didihnya.

 

Berikut ini tabel 2.2 fraksi hidrokarbon dari minyak bumi dan manfaat minyak bumi untuk setiap fraksinya.

 

 

Tabel 2.2 Fraksi Hidrokarbon dari Minyak Bumi Dan Manfaat Minyak Bumi Untuk Setiap Fraksinya

Fraksi Minyak Bumi

Jumlah Atom C

Titik Didih (oC)

Manfaat Minyak Bumi

Gas

C1-C4

< 20

Bahan bakar gas (LPG) dan bahan baku sintesis senyawa organik

Eter petroleum

C5-C7

30 – 90

Pelarut dan cairan pembersih

Bensin (Gasolin)

C5-C10

40 – 180

Bahan bakar kendaraan bermotor

Nafta

C6-C10

70 – 180

Bahan baku sintesis senyawa organik

Kerosin

C11-C14

180 – 250

Bahan bakar jet dan bahan bakar kompor paraffin

Minyak solar dan diesel

C15-C17

250 – 300

Bahan bakar kendaraan bermesin diesel dan bahan bakar tungku di industry

Minyak pelumas

C18-C20

300 – 350

Oil dan pelumas

Lilin

C20+

> 350

Petroleum jelly dan lilin paraffin untuk membuat lilin, kertas berlapis lilin, lilin batik, dan bahan pengkilan seperti semir

Minyak bakar

C20+

> 350

Bahan bakar kapal, pemanas industri (boiler plant), dan pembangkit listrik

Bitumen

C40+

> 350

Material aspal jalan dan atap bangunan

 

Tiap rantai jenis hidrokarbon dalam minyak bumi (crude oil) memiliki titik didih yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai fraksi, yang dalam pemanfaatanya memiliki ragam manfaat yang berbeda. Berikut penjelasan ragam fraksi:

 

1. Gas (Titik Didih -160 Sampai Dengan -30 Derajat Selsius)

Pemisahan gas dan minyak bumi merupakan tahapan sangat awal dalam fase penyulingan. Sebelum dipanaskan lebih lanjut gas dapat dengan mudah menguap. Salah satu contoh dari pemanfaatan fraksi gas inilah kegunaanya sebagai bahan bakar kompor gas LPG. 



Gambar 2.2 Tabung Gas

Gas pipa merupakan gas bumi yang langsung dialirkan dari dari lapangan gas setelah proses pemurnian untuk digunakan sebagai bahan bakar maupun bahan baku industri. LNG (liquefied natural gas) adalah gas metana dengan komposisi 90%  metana (CH4) yang dicairkan pada tekanan atmosferik dan suhu -163 derajat celcius. Sebelum proses pencairan, gas harus menjalani proses pemurnian terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan senyawa yang tidak diharapkan seperi CO2, H2S, Hg, H2O dan hidrokarbon berat.

Proses tersebut akan mengurangi volume gas menjadi lebih kecil 600 kali. Penyusutan ini membuat LNG mudah ditransportasikan dan dalam jumlah yang lebih banyak. LNG ditransportasikan melalui kapal-kapal ke terminal-terminal LNG dan disimpan di tangki dengan tekanan atmosferik. Kemudian LNG dikonversi kembali menjadi gas dan disalurkan melalui sistem transmisi.

            LPG (liquefied petroleum gas) atau gas bumi yang dicairkan dengan komponen utama propana (C3H8) dan butana (C4H10). Menurut jenisnya, LPG dikelompokkan menjadi LPG propana, LPG butana dan LPG campuran (mix) yang merupakan campuran dari kedua jenis LPG tersebut. LPG dapat dari penyulingan minyak mentah atau dari kondensasi gas bumi dalam kilang pengolahan gas bumi.

            Pencairan gas bumi menjadi LPG dimaksudkan untuk memecahkan masalah pengangkutan ke konsumen karena volume LPG jauh lebih kecil dari volume gasnya. Untuk mempertahankan gasa LPG agar tetap cair pada suhu kamar, LPG harus disimpan dalam tangki bertekanan (pressurized tank). Beberapa jenis proses yang dapat digunakan untuk mengolah gas bumi sehingga diperoleh produk LPG, antara lain proses absorpsi dan kriogenik.

            CNG (compressed natural gas) adalah gas bumi yang dipampatkan pada tekanan tinggi sehingga volumenya menjadi sekitar 1/250 dari volume gas bumi pada keadaan standar. Tujuan pemampatan gas bumi adalah agar dapat diperoleh lebih banyak gas yang dapat ditransportasikan per satuan volume vessel. Tekanan pemampatan CNG bisa mencapai 250 bar pada suhu atmosferik. Komposisi gas bumi yang akan dikirim ke konsumen melalui CNG harus sudah memenuhi spesifikasi gas komersial seperti batasan maksimum kandungan air, CO2 dan hidrokarbon berat. Selain itu, penyimpanan gas pada tekanan yang sangat tinggi mensyaratkan batasan yang ketat terhadap kandungan air dan hidrokarbon berat untuk mencegah terjadinya kondensasi dan pembentukan hidrat.

 

2. Petroleum Eter (Titik Didih 30 Sampai Dengan 90 Derajat Selsius)

Petroleum eter merupakan hasil olahan dengan tingkat titik didih yang paling rendah dalam urutan kedua. Oleh sebab itu, petroleum eter masuk dalam kategori hasil olah minyak bumi (crude oil) yang mudah terbakar dan bisa dibeli dengan harga murah. Petroleum eter sering berguna sebagai bahan pengganti pentana dalam pelarut nonpolar.

 

A.  Mengenal Petroleum Eter

Petroleum eter adalah bagian dari hidrokarbon cair yang mudah menguap, mudah terbakar, dan tidak berwarna. Terkadang orang-orang menyebutnya sebagai benzin, benzine, petroleum benzine, canadol, light ligroin, dan skellysolve. Rumus kimia-nya adalah C6H14  dengan titik didih sebesar 30 hingga 70° C. Ia terdiri dari hidrokarbon alifatik yang mengubah menguap serta pentana dan isoheksana. 

Fraksi minyak bumi yang berupa petroleum eter umumnya digunakan untuk pelarut atau bahan untuk pembersih. Walaupun berfungsi sebagai pelarut, densitasnya lebih rendah dari massa jenis air sehingga sulit larut dalam air dan cenderung mengapung. Proses pembuatannya melalui penyulingan minyak bumi. Beberapa bagian dari distilat yang merupakan perantara antara nafta yang lebih ringan dengan minyak tanah yang lebih berat. Massa jenis molekul ini berkisar antara 0,6 hingga 0,8, namun semua tergantung pada komposisinya. Campuran molekul ini dapat terdegradasi secara cepat pada media manapun. Di udara, mereka bereaksi dengan radikal hidroksil melalui proses fotokimia dengan perkiraan waktu 3-8 hari. Di tanah, mereka memiliki mobilitas tinggi sehingga penguapan diperkirakan akan berlangsung dengan signifikan.  Waktu volatilisasi pada air akan berbeda tergantung tempatnya. Di sungai, karena terdapat arus maka hanya membutuhkan kurang lebih 1 jam. Sementara, di danau bisa mencapai 4 hari. Sementara, campuran petroleum eter tidak larut dalam air dan hidrolisis diperkirakan tidak signifikan.

 

B.  Perbedaan Eter Dan Petroleum Eter

Benzine adalah campuran alkana, seperti pentana, heksana, dan heptana. Sementara, benzena adalah petroleum eter (C6H14) yang terdiri dari siklik dan hidrokarbon aromatik. Demikian juga petroleum eter adalah molekul. Ia tidak bisa disamakan dengan senyawa organik yang disebut eter.

Oleh karena itu, perbedaan utama antara eter dan petroleum eter adalah bahwa eter terdiri dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen dengan ikatan –O- eter, sedangkan petroleum eter adalah campuran senyawa hidrokarbon. 

Di sisi lain, keduanya sangat berbeda dari segi produksinya. Petroleum eter adalah produk dari proses pemurnian minyak bumi, sementara eter diproduksi melalui dehidrasi alkohol antarmolekul.

Menurut Differencebetween.com, ketika mempertimbangkan kelarutan dalam air, beberapa molekul eter dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air dan larut dalam air. Sedangkan, senyawa hidrokarbon ini tidak bisa membentuk ikatan hidrogen dan tidak larut dalam air.

 

C.  Manfaat Petroleum Eter Dan Kegunaannya

Setelah memahami bagaimana gambaran umum dari molekul yang satu ini, para siswa juga perlu mengerti pemanfaatannya di kehidupan sehari-hari dan bagi industri. Berikut penjelasannya:

 

§  Obat-Obatan

Petroleum eter banyak digunakan oleh perusahaan farmasi dan dalam proses manufaktur. Ia diproduksi menjadi obat inhalansia yang terdiri dari hidrokarbon ringan. 

Ekstraksi bagian udara dari ageratum conyzoides dalam molekul ini memainkan peran penting untuk isolasi stigmasterol dan beta sitosterol.

 

§  Zat Pembersih

Untuk membersihkan lensa mikroskop atau permukaan optis, tentu memerlukan bahan yang tidak sembarangan. Salah satunya dengan mencampurkan bahan petroleum eter dan 2-propanol. Hanya perlu mengusapkannya dengan tisu pembersih lensa, kertas yang menyerap carian, atau kapas medis.

 

§  Pelarut Non-Polar

Molekul ini memiliki kegunaan sebagai pelarut non-polar untuk lemak, minyak, varnish, dan karet. Biayanya cenderung lebih rendah daripada pelarut organik lainnya. 

Molekul ini umumnya melarutkan lebih banyak lipid non-polar daripada dietil eter dan memiliki potensi yang lebih kecil untuk pembentukan peroksida.

 

D.  Efek Samping 

Walaupun memiliki kegunaan yang bermanfaat bagi industri, manusia juga tetap akan terancam jika terpapar oleh molekul ini. Ia dapat menyebabkan rasa kantuk dan pusing jika terhirup.  Dalam dosis yang lebih tinggi, ia dapat mengganggu konsentrasi sehingga menyebabkan depresi sistem saraf pusat, dan kehilangan kesadaran. 

Gejala konsumsi mungkin termasuk mual, muntah, serta gejala pusing, kantuk dan depresi sistem saraf pusat. Apabila hal ini terjadi, maka petroleum eter dapat tersedot ke paru-paru, dan mengakibatkan risiko pneumonitis kimia.

 

E.   Kesimpulan

Petroleum eter atau C6 H14 merupakan salah satu fraksi dari minyak bumi. Molekul ini berbentuk cairan tanpa warna yang berasal dari penyulingan. Tentunya, ia berbeda dengan zat kimia lain seperti eter ataupun benzena.

Kegunaannya mudah kita temukan pada laboratorium maupun industri sebagai bahan pelarut atau pembersih. Walaupun begitu, paparannya juga berefek buruk bagi manusia. Sehingga, kita harus waspada ketika berhadapan cairan ini.

 

F.   Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia

Posisi geografis Indonesia yang merupakan didominasi oleh lautan, berada di zona tropis khatulistiwa menciptakan Indonesia sebagai salah satu produsen minyak bumi terbesar di dunia dengan urutan ke 21. Indonesia sendiri dipercaya memiliki 60 cekungan endapan minyak bumi dimana di bagian wilayah barat Indonesia merupakan cekungan dengan kategori (mature field). Atau dalam kata lain cekungan sumber tersebut berada di wilayah barat, Yakni Sumatera dan Jawa, sudah tereksploitasi dan hampir terkuras habis. tercatat terdapat 36 titik cekungan di wilayah barat. Sedangkan, di wilayah timur Indonesia, terdapat 29 cekungan yang dinilai potensial dengan kandungan hidrokarbon untuk dijelajahi. 

Berikut merupakan daftar wilayah persebaran daerah penghasil minyak di Indonesia:

 

1. Wilayah Barat

  • Pulau Sumatera:

§  Aceh (Lhokseumawe, Peureulak)

§  Sumatera Utara (Tanjung Pura)

§  Riau (Sungai Pakning & Dumai)

§  Sumatera Selatan (Plaju, Sungai Gerong, Muara Enim)

 

  • Pulau Jawa:

§  Jatim/Jawa Timur (Wonokromo, Delta Sungai Brantas)

§  Jabar/Jawa Barat (Majalengka & Jatibarang)

 

2. Wilayah Timur

  • Pulau Kalimantan:

§  Kalbar/Kalimantan Barat (Balikpapan & Pulau Tarakan)

§  Kaltim/Kalimantan Timur (Pulau Bunyu)

§  Kalsel/Kalimantan Selatan (Amuntai, Tanjung, dan Rantau)

 

  • Maluku:

§  Pulau Seram

 

§  Papua:

§  Papua Barat (Klamono, Sorong)

§  Teluk Bituni (Babo)

 

 

G.  Kesimpulan

Mengingat kategori minyak bumi sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui serta eksploitasi yang telah dilakukan, kami PT. Megah Anugerah Energi menjadi distributor hasil olahan bahan bakar alternatif yakni Biosolar B30 dalam ikut serta mengurangi penggunaan -nya. Oleh sebab itu, untuk penawaran produk dan harga serta pemesanan lebih lanjut, kunjungi laman produk kami.



Referensi:

- Minyak Bumi: Pengertian, Proses, Pengelolaan Fraksi Dan Manfaatnya. Tersedia di                                  htttps://solar industri.com. Tanggal akses 24 - 09 - 2022. Jam 12:00 WIB.


-  Minyak Bumi: Asal Usul, Proses Pembentukan Dan Manfaatnya. tersedia di                                               https://www.gramedia.com. Tanggal akses 24 - 09 - 2022. Jam 12:15 WIB


Minyak Bumi: Pengertian, Proses, Pengelolaan Fraksi Minyak Bumi.Tersedia di                                      https://www.studiobelajar.com. Tanggal Akses 17 - 09 - 2022. jam 12:00 WIB. 


- Mengenal Jenis-jenis Gas Bumi. Tersedia di https://migas.esdm.go.id. tanggal akses 24 - 09 -                  2022 jam 12:00 WIB.


- Petroleum Eter. Struktur, Kegunaan, Dan Efek Samping. Tersedia di https://solarindustri.com.                  Tanggal Akses 6 - 10 - 2022. Jam 12 : 10 WIB    


Comments

Popular posts from this blog