1. Bensin (Titik Didih 70 Sampai
Dengan 140 Derajat Selsius)
Pada titik
didih ini mampu menghasilkan bensin yang memiliki campuran kimia unsur
isomer-isomer heptana dan oktana. Hasil olahannya berupa bensin yang
berguna sebagai bahan bakar utama kendaraan / transportasi bermotor saat ini. Bensin
banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Bensin diperoleh dari
distilasi minyak bumi yang mengandung alkana rantai lurus. Komponen utama penyusun bensin
terdiri dari n-heptana dan isooktana. Salah satu faktor penentu kualitas bensin
ialah banyaknya kandungan isooktana yang bisa dilihat dari bilangan oktannya.
(Foto: Wondero Polis)
Gambar 2.3 Cairan Bensin
Setiap orang terutama pemilik kendaraan bermotor pastinya sudah
tak asing lagi dengan bahan bakar bensin. Keberadaannya sangat dibutuhkan agar
kendaraan bermesin pembakaran internal bisa digunakan. Dalam prosesnya, bensin
akan bercampur dengan udara kemudian dibakar di dalam mesin. Proses tersebut
kemudian menghasilkan energi mekanis yang pada akhirnya berfungsi menggerakkan
kendaraan baik maju ataupun mundur.
Melihat banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di jalan
raya, kebutuhan masyarakat terhadap bensin boleh dibilang sangat besar. Makanya
wajar saat terjadi kenaikan harga atau muncul peraturan baru terkait bensin
langsung menjadi sorotan publik. Contohnya dapat dilihat pada situasi yang
berkembang baru-baru ini. Konsumen pembeli Pertalite yang notabene merupakan
bensin paling murah di Indonesia harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu di
aplikasi MyPertamina.
Seperti halnya komponen utama penyusun bensin, arti bilangan
oktan, ataupun sejarah bensin di Indonesia.
A.
Sejarah Bensin di Indonesia
Foto: Google)
Gambar 2.4 Salah Satu
SPBU Lama Di Indonesia
Bicara sejarah bensin di Indonesia maka tak akan bisa lepas dari
Pertamina. Perusahaan plat merah yang bertugas untuk memproduksi dan menjual
bensin kepada masyarakat. Pada saat ini Pertamina mempunyai 3 jenis bensin,
yaitu:
§ Pertalite,
§ Pertamax, dan
§ Pertamax Turbo.
Selain itu, Pertamina juga memiliki bahan bakar solar untuk
kendaraan bermesin diesel yang terdiri dari:
§ Dexlite dan
§ Pertamina Dex.
Pertamax pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 untuk
menggantikan Premix dan Super TT yang dinilai kurang ramah lingkungan. Sementara itu, Pertalite baru lahir pada
tahun 2015. Kehadiran bensin jenis ini ibarat menjembatani jeda yang cukup jauh
antara Pertamax dan Premium baik dari segi harga atau bilangan oktannya. Bensin
jenis Premium keberadaanya sudah menghilang sejak tahun 2020. Kemudian untuk
bensin Pertamax Turbo, Pertamina pertama kali meluncurkannya tahun 2016.
Pada awalnya Pertamax Turbo dibuat sebagai bahan bakar resmi balap
Lamborghini Supertrofeo European Series, tapi Pertamina memutuskan untuk
menjualnya secara umum juga.
Pada saat ini sebenarnya masyarakat memiliki banyak pilihan merek
bahan bakar. Hal tersebut seiring kehadiran perusahaan-perusahaan luar negeri,
seperti Shell, AKR/BP, Vivo, Total, atau Petronas. Namun demikian,
bensin-bensin milik Pertamina memang memiliki daya tarik tersendiri karena
harganya lebih murah.
B.
Komponen Utama Penyusun Bensin
(Foto: Freepik)
Gambar 2.5 Pengisian Bahan Bakar Mobil
Sebelum bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, bensin telah
melewati serangkaian proses pengolahan. Menurut ensiklopedia bebas Wikipedia,
dijelaskan bahwa bensin terbuat dari minyak mentah. Cairan berwarna hitam yang
dipompa dari dalam perut bumi. Cairan ini juga biasa disebut sebagai minyak
bumi dan di dalamnya mengandung hidrokarbon. Dalam sebuah makalah yang Carmudi
temui, dijelaskan bahwa bensin terdiri dari 2 komponen utama yaitu n-heptana (C7H16)
dan isooktana (C8H18).
Komponen tersebut yang pada akhirnya menentukan kualitas bensin.
Utamanya untuk kandungan isooktana. Makin tinggi kandungan isooktana maka suatu
jenis bensin akan memiliki bilangan oktan yang makin tinggi pula. Hal tersebut
merupakan salah satu syarat untuk menghasilkan pembakaran yang baik. Terutama
pada kendaraan-kendaraan keluaran baru yang memiliki mesin modern.
Selain dua komponen utama tersebut, bensin juga memiliki beberapa
aditif yang memiliki fungsi macam-macam. Misalnya, alkil fenol sebagai
antioksidan atau asam karboksilat sebagai anti korosi. Menariknya lagi, bensin
juga disebut memiliki zat pewarna untuk membedakannya antara satu jenis dengan
yang lainnya.
C. Bilangan Oktan Bensin
(Foto: Google)
Gambar 2.6
Berbagai Bilangan Oktan Pada SPBU
Bilangan oktan dapat didefinisikan sebagai nilai perbandingan
antara isooktana terhadap n-heptana yang mempunyai fungsi anti-knocking yang
sama pada bahan bakar.
Angka
oktan yang biasanya tertulis pada nama suatu jenis bahan bakar menunjukkan
persentase volume isooktana dan sisanya merupakan persentase n-heptana.
Contohnya, angka 90 yang terdapat pada bensin Pertalite. Angka
tersebut memberikan informasi bahwa volume isooktana pada bensin Pertalite
adalah 90 persen.
Sementara
itu, persentase volume n-heptana adalah 10 persen.
Untuk dipahami, nilai pada oktan bensin bukan mengacu pada
kandungan energi bakar. Melainkan mengacu pada kecenderungan bahan bakar untuk
dapat dibakar.
D. Jenis Bilangan Oktan
Berikut
ini adalah 2 jenis bilangan oktan, yaitu:
§
RON
(Research Octane Number): Bilangan oktan yang diperoleh melalui suatu pengujian bahan bakar terhadap mesin uji coba dengan variabel
rasio kondisi terkontrol.
§
MON
(Motor Octane Number): Bilangan oktan yang diperoleh saat kondisi bahan bakar
dibebani.
Pengujian
antara keduanya menggunakan mesin yang serupa. Perbedaannya terdapat pada
penempatan waktu pembakaran, kecepatan mesin, dan campuran bahan bakar.
E.
Daftar Bensin di Indonesia
(Foto: BP)
Gambar 2.7 Daftar
Bensin Yang ada Di SPBU
Berikut ini adalah beberapa contoh bensin yang beredar di
Indonesia beserta angka oktannya.
a. Pertamina
§
Premium
memiliki oktan 88
§
Pertalite
memiliki oktan 90
§
Pertamax
memiliki oktan 92
§
Pertamax
Plus memiliki oktan 95
§
Pertamax
Turbo memiliki oktan 98
§ Pertamax Racing memiliki oktan 100
b. Shell
§
Super
memiliki oktan 92
§
V-Power
memiliki oktan 95
§
V-Power
Nitro+ memiliki oktan 98
c. Vivo
§
Revvo
89 memiliki oktan 89
§
Revvo
92 memiliki oktan 92
§
Revvo
95 memiliki oktan 95
d.
AKR-BP
§
BP
90 memiliki oktan 90
§
BP
92 memiliki oktan 92
§
BP
95 memiliki oktan 95
F.
Rekomendasi Bensin Atas Rasio Kompresi Mesin
Dapat dilihat bahwa bensin yang beredar di pasaran memiliki angka
oktan bermacam-macam. Di lain sisi, pemilik kendaraan perlu memilih jenis
bensin yang tepat. Hal tersebut dapat dilakukan mengacu pada rasio kompresi
mesin kendaraannya. Sebagai panduan bisa simak tabel di bawah ini:
§
Kompresi
mesin 1:9—1:10 direkomendasikan bensin oktan 90
§
Kompresi
mesin 1:10—1:11 direkomendasikan bensin oktan 92
§
Kompresi
mesin 1:11—1:13 direkomendasikan bensin oktan 98
Penggunaan jenis bensin yang kurang tepat dapat menimbulkan
beberapa masalah. Contohnya, konsumsi bahan bakar yang boros dan munculnya
banyak kerak di dalam mesin karena pembakaran tidak sempurna.
(Foto: Toyota)
Gambar 2.8 Mobil
Menggunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
G.
Pencemaran Dari Pembakaran Bensin
Dalam kondisi ideal, bensin yang digunakan kendaraan bermotor
hanya menghasilkan CO2 dan H2O saja sebagai sisa
pembakarannya. Namun, pembakaran di dalam mesin kendaraan tidak selamanya
berlangsung secara sempurna. Hal ini yang menyebabkan munculnya gas-gas
berbahaya pada sisa pembakaran, contohnya:
§
Karbon
monoksida atau CO yang merupakan gas beracun
§
Nitrogen
oksida atau NOx yang merupakan sumber kemunculan asap di perkotaan terutama
yang jumlah kendaraannya banyak
§
Hidrokarbon
yang tak terbakar
Belakangan ini kesadaran terhadap pencemaran lingkungan dari sisa
pembakaran mesin kendaraan makin menjadi perhatian. Oleh karena itu muncul
beberapa inisiatif untuk mengatasinya. Misalnya, memanfaatkan bahan bakar
hidrogen yang sangat ramah lingkungan karena hanya menyisakan uap air.
Selain itu, para pabrikan otomotif juga terlihat gencar mengembangkan teknologi elektrifikasi pada kendaraan-kendaraannya. Pada saat ini kebutuhan masyarakat terhadap bensin tergolong masih sangat besar. Namun, di masa depan kemungkinan akan mengalami penurunan seiring kian populernya kendaraan elektrifikasi.
Referensi
- Dampak Negatif Pembakaran Bensin Dan Cara Mengatasinya. Tersedia di https://www.chemistricks.com Tanggal akses 23 - 11 - 2019. Jam 10 ; 00 WIB
- Mengenal Komponen Utama Penyusun Bensin - Carnadi. Tersedia di https://www. carmadi. co.id. Tanggal akses 15 - 09 - 2022. Jam 11 : 40 WIB.
Comments
Post a Comment