
Cairan Minuman Isotonik
dan Minuman Olahraga
Cairan Isotonik
Dalam pekerjaan kefarmasian, cairan isotonik biasa
digunakan untuk membuat larutan infus atau obat suntik. Pemakaiannya tidak
untuk diminum melainkan dimasukkan langsung (disuntikan) ke dalam pembuluh
darah.
Cairan yang langsung dimasukkan ke dalam pembuluh darah
dipersyaratkan harus memiliki tonisitas atau kepekatan larutan yang sama dengan
darah. Sebab jika kepekatan larutan yang masuk lebih encer maka sel-sel darah
akan membengkak. Sedangkan bila kepekatan larutan yang masuk lebih pekat, maka
sel-sel darah akan mengerut.
Keseimbangan kepekatan larutan yang masuk dengan
kepekatan cairan darah disebut isotonik. Hal ini menyebabkan larutan dari luar
dapat cepat diserap tubuh. Karena itu istilah “isotonik” sering dijadikan nilai
tambah promosi untuk menarik perhatian konsumen.
Meski demikian perlu diketahui bahwa untuk cairan yang
masuk ke dalam tubuh tidak langsung ke dalam pembuluh darah, misalnya sebagai
minuman yang masuk melalui lambung, isotonisitas tidaklah diperlukan.
Larutan isotonik dibuat dengan menambahkan garam sampai
kepekatan larutan sekitar 0,9% yang disebut larutan garam fisiologis. Jadi
larutan ini mengandung elektrolit yang diperlukan tubuh sebagi pengganti
keringat. Larutan garam fisiologis diperlukan karena Natrium merupakan kation
utama dalam cairan ekstraseluler. Memegang peranan penting pada regulasi
tekanan osmotisnya, juga pada pembentukan potensial listrik yang perlu bagi
kontraksi otot dan penerusan impuls syaraf.
Kepentingannya Dalam Tubuh
Cairan tubuh berperan peran penting dalam metabolisme,
semisal mengangkut dan menyerap zat-zat gizi di dalam darah, membantu proses
pencernaan, menjaga temperatur, dan lain sebagainya. Karena fungsinya itu, maka
tidaklah heran bila tubuh manusia membutuhkan cairan rata-rata 2.500 mL setiap
hari untuk mengganti cairan yang keluar melalui pernafasan, keringat, dan
urine.
Jika cairan yang keluar tidak segera digantikan,
lama-kelamaan tubuh dapat mengalami dehidrasi. Tanda-tandanya badan lemas dan
pandangan berkunang-kunang, sehingga konsentrasi terhadap pekerjaan atau
aktivitas pun menurun.
Kerja fisik yang terlampau berat bisa menyebabkan tubuh
kehilangan banyak cairan, umumnya ditandai dengan mual, muntah, sangat lelah,
nyeri kepala, kejang otot betis, bahkan kejang otot lengan dan perut. Masalah
kehilangan cairan inilah yang dimanfaatkan produsen minuman berenergi untuk
menjual istilah “isotonik” sebagai kelebihannya.
Dikesankan seolah-olah penyerapannya lebih cepat
dibandingkan mengonsumsi air putih, sebab air putih biasa akan disimpan lebih
dulu di lambung, sedangkan minuman isotonik bisa langsung menyebar ke seluruh
tubuh. Hanya saja, kebenarannya masih diragukan, karena minuman tidak langsung
ke dalam sel darah, tetapi masuk melalui lambung lebih dulu.
Karena itu, diperkirakan tekanan osmosisnya akan berubah
ketika sampai di lambung. Bahkan ada kekhawatiran jika dikonsumsi secara
berlebihan, dapat timbul efek samping berupa edema (bengkak) yang dapat terjadi
karena retensi atau tertahannya cairan di dalam tubuh, atau tekanan darah naik
sebagai akibat bertambahnya volume plasma akibat pengikatan air oleh Natrium
(Na).
Minuman Olahraga
Minuman khusus olahraga mempunyai karakteristik
tersendiri, berbeda dengan minuman berenergi atau suplemen. Minuman olahraga
umumnya dibuat dan dikonsumsi dengan tujuan khusus yaitu menjadi sumber energi
bagi kontinuitas kerja otot selama beraktivitas, seperti mengganti air dan
mineral-mineral yang hilang sewaktu berkeringat.
Minuman khusus ini mengandung bahan yang kandungan energi
atau mineralnya tinggi dan sangat terkait dengan nilai osmotis atau tonisitas.
Karena itu, cukup dikonsumsi dengan frekuensi rendah dan hanya digunakan selama
aktivitas. Jadi, kalau sekedar melakukan olahraga secara normal untuk beberapa
jam saja, tidak diperlukan minuman khusus olahraga. Gantilah cairan yang hilang
dengan minum air putih sebanyak mungkin. Mineral-mineral yang hilang melalui
keringat atau urine, dengan mudah akan tergantikan kembali melalui makanan yang
dikonsumsi.
Yang Perlu Diketahui Konsumen
Untuk menggantikan energi yang hilang tidak dapat
dilakukan dengan mengonsumsi larutan garam, namun dengan mengonsumsi larutan
gula. Larutan garam berfungsi mengganti elektrolit yang hilang. Sehari-hari
tubuh rata-rata menyerap 6 – 12 gram garam termasuk dari usus, tetapi jumlah
yang sama juga dikeluarkan setiap hari melalui kemih dan keringat. Pemasukan
dan pengeluaran garam diatur oleh ginjal yang sehat dan bisa diperoleh dari
konsumsi makanan sehari-hari.
Waspadalah terhadap klaim-klaim yang menjanjikan, sebab
salah kaprah penggunaan justru akan menimbulkan penyakit baru. Umumnya, semua
minuman berenergi hampir sama komposisinya meskipun klaimnya berbeda seperti
minuman kesehatan, minuman suplemen, minuman isotonik, ataupun minuman
olahraga. Pada intinya promosinya sama yaitu dapat menggantikan energi yang hilang
secara cepat dan mudah.
Bagaimanapun, sesuatu yang diperoleh dengan instan
biasanya cepat atau lambat akan menimbulkan efek samping. Untuk itu, sebaiknya
beristirahatlah jika lelah dan biasakan mengonsumsi makanan alamiah yang asupan
gizinya lengkap.
(Sumber: www.≠republika.co.id)

-
Oralit - Zat terlarut larutan -
Nonelektrolit
-
Campuran heterogen - Larutan kuat - Ikatan Ion
-
Pelarut - Elektrolit kuat -
Ikatan kovalen
-
Zat terlarut - Elektrolit lemah
Referensi:
- Cahyana,
U, dkk.2007. KIMIA
Untuk Kelas X SMA dan MA. Jakarta : Penerbit Piranti Darma Kalokatama.
Comments
Post a Comment