a.    Ikatan Ion

Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita dapat menyaksikan sekelompok orang yang mempunyai kelebihan materi dan sekelompok lain yang kekurangan materi. Pada umumnya, orang yang memiliki kelebihan materi akan menyumbangkan sebagian materinya kepada orang yang membutuhkan. Demikian halnya yang terjadi dalam unsur-unsur kimia, yang digambarkan dengan ikatan ion.

Menurut teori Lewis dan Kossel, ikatan ion terbentuk apabila suatu atom menerima atau melepaskan satu/lebih elektron dari/kepada atom lain. Ikatan ion terjadi antara atom yang melepaskan elektron (logam) dan atom yang menerima elekron (nonlogam) agar memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia terdekat.

Dalam pembentukan ikatan ion, jumlah elektron yang dilepaskan harus sama dengan jumlah elektron yang diterima. Ion-ion yang berlawanan muatan tersebut menyebabkan timbulnya gaya tarik-menarik atau gaya elektrostatis yang kuat sehingga terjadi ikatan ion yang disebut senyawa ion.

 

 

1.    Pembentukan Ion Positif

Ion positif terbentuk karena suatu atom melepaskan elektron. Atom yang cenderung melepaskan elektronnya adalah atom logam. Oleh karena itu,unsur logam juga disebut unsur elektropositif. Unsur logam golongan utama cenderung melepaskan elektron valensinya agar memiliki konfigurasi seperti gas mulia. Jadi, unsur golongan IA cenderung melepaskan 1 elektron, unsur golongan IIA cenderung melepaskan 2 elektron, dan unsur golongan IIIA cenderung melepaskan 3 elektron.

 

Contoh:

a.    Unsur golongan IA cenderung melepaskan 1 elektron

11Na: 2 8 1 → 11Na+: 2 8 + e-

b.    Unsur golongan IIA cenderung melepaskan 2 elektron

12Mg: 2 8 2 → 12Mg2+: 2 8 + 2 e-

c.    Unsur golongan IIIA cenderung melepaskan 3 elektron

13Al: 2 8 3 → 13Al3+: 2 8 + 3 e-

 

 

Titik dan silang kadang-kadang digunakan untuk membedakan antara elektron-elektron yang dimiliki oleh dua atom yang berikatan. Namun, pada kenyataannya elektron-elektron adalah sama untuk tiap atom.

 

 

 

 

 

 


2.    Pembentukan Ion Negatif

Ion negatif terbentuk karena suatu atom menangkap elektron. Atom yang cenderung menangkap elektron adalah nonlogam. Oleh karena itu, unsur nonlogan disebut unsur elektronegatif. Unsur nonlogam golongan utama cenderung menangkap elektron sesuai dengan kekurangannya agar memiliki konfigurasi seperti gas mulia. Jadi, unsur golongan VIIA cenderung menangkap 1 elektron, unsur golongan VIA cenderung menangkap 2 elektron, dan unsur golongan VA cenderung menangkap 3 elektron.

 

Contoh:

a.    Unsur golongan VIIA cenderung menangkap 1 elektron

      9F: 2 7 + e-9F-: 2 8

 

b.    Unsur golongan VIA cenderung menangkap 2 elektron

      8O: 2 6 + 2 e-8O2-: 2 8

 

c.    Unsur golongan VA cenderung menangkap 3elektron

      7N: 2 5 + 3 e-7N3-: 2  8

 

3.      Pembentukan Ikatan Ion

            Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk karena adanya serah terima elektron. Hal itu dapat terjadi karena adanya gaya elektrostatis antara ion positif dan ion negatif. Oleh karena itu, ikatan ion terjadi antara ion logam (elektropositif) dan nonlogam (elektronegatif). Ikatan ion juga disebut ikatan elektrovalen atau heteropolar. Misalnya, ikatan yang ada dalam garam dapur (NaCl). Garam dapur dibentuk dari atom natrium dan atom klorin. Natrium akan mempunyai konfigurasiseperti gas mulia jika melepaskan satu elektron, sedangkan klorin akan mempunyai konfigurasi seperti gas mulia jika menangkap satu elektron. Oleh karena itu, interaksi kedua atom membentuk ion positif dan ion negatif. Selanjutnya, ion Na+ dan Cl- membentuk NaCl. Lambang Lewis pembentukan NaCl adalah sebagai berikut.

  11Na = 2, 8, 1

    17Cl = 2, 8, 7

 


                                                 Dan     

 

            Agar konfigurasi elektron ion natrium sama dengan konfigurasi gas mulia (Ne) maka natrium melepaskan satu elektronnya sehingga terbentuk ion yang bermuatan positif (Na+).

Na(2,    8,    1)       Na+  (2,    8)  +    1e-

 

 

 

 


            Elektron yang dilepaskan oleh Na ditangkap oleh klorin sehingga terbentuk ion yang bermuatan negatif (Cl-). Sekarang ion klorin memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan konfigurasi elektron gas argon atau memiliki delapan elektron pada kulit terluarnya (mengikuti kaidah oktet).

  Cl (2, 8,  7)     Cl-  (2,  8,   8)

 

 


            Contoh pembentukan senyawa ion lainnya adalah pada pembentukan senyawa MgCl2. Atom magnesium melepas dua elektron sehingga terbentuk ion Mg2+.  Dua elektron tersebut diterima oleh dua buah atom klorin sehingga membentuk dua buah ion Cl-.

    Mg(2, 8,  2)       Mg2+ (2,  8)  +  2e-

Cl (2,  8,  7)  +  1e-        Cl-  (2,  8,  8)

Cl (2,    8,    7)  +  1e-       Cl-  (2,    8,    8)

 

 

 

 

 

 


            Sifat fisis senyawa ion adalah sebagai berikut.

a.    Wujud zat pada suhu kamar

     Senyawa ion beupa padatan pada suhu kamar.

b.    Tingkat kekerasan 

Senyawa ion bersifat keras, tetapi tidak rapuh.

c.    Kelarutan

Senyawa ion larut dalam air, tetapi umumnya tidak larut dalam pelarut organik.

d.   Titik didih dan titik leleh

Senyawa ion mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.

e.    Daya hantar listrik

Senyawa ion yang sering kita gunakandalam kehidupan sehari-hari adalah kristal NaCl (garam dapur). Senyawa ion dalam fase padat tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi dalam fase cair (lelehan atau larutan) dapat menghantarkan arus listrik.

 

 

Latihan 3.2

1.    Gambarkan dan jelaskan proses pembentukan ikatan ion unsur-unsur berikut dengan menggunakan lambang Lewis.

a.       12Mg dengan 16S

b.      11Na dengan 8O

 

2.    Unsur dengan konfigurasi elektron: 2,  8,  8,  2, jika akan mengikat unsur lain untk membentuk senyawa, bagaimanakah langkah terbaik untuk membentuk senyawanya?

 

3.    Empat unsur A,  B,  C,  D masing-asing mempunyai nomor atom 16, 17, 18, 19. Sebutkan pasangan yang dapat membentuk ikatan ion.

 

4.    Jelaskan terjadinya ikatan ion pada senyawa berikut.

a.       Al2O3 (nomor atom Al: 13 dan O: 8)

b.      CaF2 (nomor atom Ca:20 dan F:9)

 

 

a.    Cara Menulis Rumus Senyawa Ion

Untuk dapat menulis rumus senyawa ion, aturan di bawah ini perlu diikuti.

1.    Dalam senyawa ion, ion positif selalu dituliskan pada urutan pertama.

2.    Tanda yang menunjukkan jumlah muatan ion ditulis pada bagian atas dengan angka kecil.

3.    Jumlah muatan posistif harus sama dengan jumlah muatan negatif sehingga senyawa bersifat netral. Contohnya pada pembentukan senyawa aluminium oksida. Agar memiliki konfigurasi gas mulia, aluminium yang terletak dalam golongan IIIA harus melepaskan tiga elektron terluarnya. Dengan demikian, Al membentuk ion Al3+. Di lain pihak, oksigen membentuk ion O2- atau kekurangan 2 elektron. Untuk menghasilkan 2 ion Al3+ harus mengikat 3 ion O2-. Dengan demikian, jumlah muatan positif (2 x (3+) = 6+) sama dengan muatan negatif (3 x (2-) = 6-).Berdasarkan banyaknya ion yang terlibat, rumus aluminium oksida dituliskan sebagai Al2O3.

 

 

b.   Senyawa Ion Poliatomik

Ion poliatomik disusun oleh lebih dari satu atom. Sama halnya dengan senyawa ion yang lain, rumus senyawa ion poliatomikdidasarkan atas jumlah muatan posistif dan negatif dari atom-atom penyusunnya. Lihat urutan pada Tabel 3.2 di bawah ini.

 

Tabel 3.2 Beberapa Ion Poliatomik Yang Umum

Rumus

Nama Ion

                    NH4+

Amonium

                    OH-

                    CN-

NO2-

NO3-

                     ClO-

 ClO2-

 ClO3-

 ClO4-

 BrO3-

IO3-

   MnO4

Hidroksida

                Sianida

                Nitrit

                Nitrat

Hipoklorit

                Klorit

                Klorat

                Perklorat

                Bromat

                Iodat

   Permanganat

                     CO32-

                     SO32-

                     SO42-

                     S2O32-

                    CrO42-

 Cr2O72-

                 Karbonat

                 Sulfit

                 Sulfat

                 Tiosulfat

                 Kromat

                 Dikromat

                    PO33-

                    PO43-

                 Fosfit

                 Fosfat

 

Beberapa hal yang patut diperhatikan sebagai berikut.

1)   Kebanyakan ion poliatom bermuatan negatif. Hanya ion amonium (NH4+) yang bermuatan positif.

2)   Hanya OH- dan CN- ion poliatom yang berakhiran –ida. Pada umumnya ion poliatom negatif berakhiran –it atau –at. Ada beberapa ion yang berawalan hipo, per, di atau tio.

3) Hampir semua ion poliatom negatif mengandung atom oksigen. Ion yang berakhiran –it mengandung atom oksigen lebih sedikit daripada ion yang berakhiran –at.

            Senyawa yang terbentuk karena ikatan ion disebut senyawa ion. Sebagian besar senyawa ion pada temparatur kamar berfase padat dan memiliki struktur tertentu. Misalnya, NaCl mempunyai struktur Kristal berbentuk kubus. Pada struktur itu, tiap ion Na+ dikelilingi oleh enam ion Cl-. Sebaliknya, tiap ion Cl- juga dikelilingi oleh enam ion Na+. Dengan demikian, perbandingan ion Na+dan Cl- adalah 1:1. Hal itu bukan berarti tiap ion Na+ mengikat satu ion Cl-. Akan tetapi, kedua ion membentuk struktur kristal.

            Senyawa ion dibentuk dari unsur logam dan nonlogam. Hal itu terjadi karena antara unsur logam dan nonlogam memiliki perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar. Perbedaan itu memungkinkan terjadinya serah terima elektron. Akan tetapi, tidak setiap senyawa logam bersifat ion. Beberapa sifat senyawa ion adalah merupakan zat padat yang memiliki titik didih dan titik leleh yang relatif tinggi, rapuh sehingga mudah hancur jika dipukul, larut dalam air, serta lelehan dan larutannya dapat menghancurkan arus listrik.

 

 

 

 

 

Fokus : Terapan

Manfaat Senyawa Ion

            Senyawa ion memiliki banyak manfaat bagi kehidupan Anda. Sabun dan detergen yang Anda gunakan dibuat dari natrium hidroksida (NaOH) atau kalium hidroksida (KOH) dengan lemak dan minyak. Aluminium klorohidrat, Al(OH)2Cl, dalam deodorant membuat Anda percaya diri.

            Anda sikat gigi dengan pasta gigi mengandung natrium fluorid. Di dalam perut Anda dihasilkan asam klorida (HCl) yang membantu proses pencernaan. Tablet antasida yang mungkin Anda makan mengandung aluminium hidroksida [Al(OH)3], magnesium karbonat (MgCO3), atau magnesium hidroksida [Mg(OH)2].

            Ketika pergi kesekolah, mobil atau motor yang Anda kendarai memiliki baterai yang berisi timbal (IV) oksida (PbO2) dan asam sulfat (H2SO4). Karat yang terdapat pada mobil/motor merupakan besi(III) oksida (Fe2O3). Anda berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah. Lampu tersebut berisi seng oksida (ZnO).

 

Sumber:  Gendell, 1993:251Setiap ilmu memiliki manfaat bagi kehidupan, termasuk ilmu kimia. Pelajarilah setiap pelajaran (ilmu) dengan baik karena suatu saat Anda akan mendapatkan manfaatnya.

 

 

 

 

 

 


           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Soal 3.2

Tuliskan rumus kimia dari:

a.    Barium oksida

b.    Kalsium fluorida

c.    Kobalt(III) sulfida

d.   Magnesium nitrida

 

 

Jawab

a.    Ba2+ + O2-       BaO (muatan ion sudah sama, sehingga satu Ba2+ dan satu O2-).

b.    Ca2+ + 2F-          CaF2 (muatan ion belum sama, sehingga dilakukan perkalian silang dan didapat hasil satu Ca2+ dan dua F-).

c.    2Co3+ + 3S2-        Co2S3(muatan ion belum sama, sehingga dilakukan perkalian silang dan didapat hasil dua Co3+ dan tigaS2-).

d.   3Mg2+ + 2N3-      Mg3N2 (muatan ion belum sama, sehingga dilakukan perkalian silang dan didapat hasil tiga Mg2+ dan dua N3-).

 

 

Contoh Soal 3.3

Berilah nama senyawa berikut ini.

a.    Na2S

b.    AlCl3

c.    Cu2O

d.   AgBr

 

 

 

Jawab

a.    Natrium sulfida

b.    Aluminium klorida

c.    Tembaga(I) oksida

d.   Perak bromida

Contoh Soal 3.4

Tuliskan rumus kimia dari:

a.    Natrium hidroksida

b.    Kalsium karbonat

c.    Kalium sulfat

d.   Timbal(II) nitrat

e.    Barium fosfit

 

 

Jawab

a.    Na+ + OH-    NaOH (muatan ion sudah sama, sehingga satu Na+ dan satu OH-).

b.    Ca2+ + CO32-       CaCO3 (muatan ion sudah sama, sehingga satu Ca2+ dan satu CO32-).

c.    2K+ + SO42-      K2SO4(muatan ion belum sama, sehingga dilakukan perkalian silang dan didapat hasil dua K+ dan satu SO42-).

d.   Pb2+ + 2NO3-     Pb(NO3)2 (muatan ion belum sama, sehingga dilakukan perkalian silang dan didapat hasil satu Pb2+ dan dua NO3-).

e.    3Ba2+ + 2PO33-     Ba3(PO3)2 (muatan ion belum sama, sehingga dilakukan perkalian silang dan didapat hasil tiga Ba2+ dan dua PO33-).

 

 

Contoh Soal 3.5

Berilah nama senyawa berikut ini.

a.    Al2(SO4)3

b.    Ca(ClO)2

c.    AgNO3

d.   Fe(OH)3

e.    K3PO4

 

 

 

Jawab

a.    Aluminium sulfat

b.    Kalsium hipoklorit

c.    Perak nitrat

d.   Besi(III) hidroksida

e.    Kalium fosfat

 

 

 

Latihan 3.3

1.    Tuliskan rumus kimia dari:

a.    Perak oksida

b.    Magnesium sulfida

c.    Aluminium bromida

d.   Natrium nitrida

e.    Besi(II) klorida

 

2.    Berilah nama senyawa berikut.

a.    AlBr3

b.    CuO

c.    MgCl2

d.   FeCl2

e.    Fe2S3

 

3.    Tuliskan rumus kimia dari:

a.         Kalium hidroksida

b.        Tembaga(II) sianida

c.         Kalsium fosfat

d.        Barium sulfat

e.         Amonium klorit

 

4.    Berilah nama senyawa berikut.

a.         Na2CO3

b.        PbCrO4

c.         (NH4)2CrO7

d.        Cu(CN)2

e.         Fe2(SO4)3



 Referensi

            Susilowati, E. 2007.SAINS KIMIA Prinsip Dan TerapannyaUntuk Kelas X SMA dan MA. Solo : Penerbit PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

     -            Anshory, I.2003. KIMIA SMU Kelas I. Jakarta. Penerbit : Erlangga


Comments

Popular posts from this blog