SIFAT
KOLIGATIF LARUTAN
Setiap
larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut. Sifat larutan tidak sama dengan
za terlarut dan pelarut. Misalnya, rasa, warna, pH,
dan kekentalan yang bergantung pada konsentrasi dan jenis zat terlarut. Apakah
kamu pernah mengunjungi akuarium ikan air tawar di Taman Mini Indonesia Indah
atau akuarium ikan air laut di Sea World Indonesia?
Apakah kamu pernah memperhatikan kelangsungan hidupnya pada kondisi lingkungan
yang berbeda dengan habitat aslinya? Mengapa ikan air tawar tidak bisa hidup
dalam air laut, atau sebaliknya? Ikan yang hidup di perairan tawar dan yang
hidup di lautan, berbeda dalam hal mempertahankan keseimbangan tekanan osmotik
tubuhnya.
Air laut
mengandung banyak ion-ion terlarut, misalnya Na+, Mg2+,
dan Cl-. Ikan yang hidup di air laut harus mempertahankan tekanan
osmotik selnya supaya sama dengan tekanan osmotik air laut. Oleh karena itu,
ikan air laut banyak minum, mengeluarkan sedikit urine, dan menyekreasikan
kelebihan garam melalui membran insang. Hal ini dikarenakan air tawar sedikit
mengandung ion-ion terlarut sehingga tekanan osmotiknya lebih rendah dibanding
air tawar. Proses pengaturan osmosis di dalam tubuh ikan disebut osmoregulasi.
Dalam
bab ini, akan dipelajari sifat koligatif larutan elekrolit dan nonelektrolit.
Sifat koligatif digunakan untuk menentukan massa molekul relatif zat dan banyak
dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajari sifat koligatif larutan
diharpakan Anda mampu menjelaskan kejadian-kejadian berikut.
1.
Mengapa air es yang
dicampur garam lebih dingin daripada es batu?
2.
Manakah yang lebih
cepat mendidih, merebus air di puncak gunung atau di pantai?
3.
Manakah yang lebih
cepat masak, merebus ketela dengan air atau dengan air garam?
4.
Mengapa belut akan
mati jika diberi garam?
Comments
Post a Comment