KESETIMBANGAN
KIMIA (MATERI KIMIA KELAS XI)
Pada bab IV, Anda telah mempelajari
laju reaksi, yaitu laju perubahan kuantitas reaktan menjadi produk. Pada
umumnya, reaksi kimia hanya berlangsung satu arah, misalnya reaksi perkaratan
logam. Logam yang telah berkarat tidak akan dapat berubah menjadi logam semula.
Sebagian reaksi kimia dapat berlangsung dua arah, yaitu produk yang telah
terbentuk dapat bereaksi membentuk zat-zat asli. Reaksi kimia yang dapat
berlangsung dalam dua arah disebut reaksi dapat balik (reversibel).
A.
Kesetimbangan Dinamis
Jika kita mencampurkan larutan HCl dan larutan NaOH dalam perbandingan
mol yang sesuai, maka HCl dan NaOH segera habis bereaksi membentuk NaCl dan
air, berdasarkan reaksi
Sebaliknya, jika kita mencampurkan NaCl dan air (seperti dilakukan para
ibu di dapur), ternyata kita tidak memperoleh HCl dan NaOH. Hal ini berarti
bahwa kebalikan dari reaksi di atas tidak terjadi. Dengan perkataan lain,
reaksi di atas hanya berlangsung satu arah, yaitu kekanan saja. Reaksi semacam ini
disebut reaksi berkesudahan (reaksi irrevesibel), yaitu
reaksi yang zat ruas kanannya tidak dapat
bereaksi kembali untuk membentuk zat ruas kiri.
Sekarang, marilah kita campurkan gas hidrogen dan gas iodin. Kedua gas
ini bereaksi untuk membentuk gas HI.
Ternyata sebagian gas HI segera terurai kembali menjadi gas H2
dan gas I2.
Pada akhir reaksi kita memperoleh campuran
gas HI, H2, dan I2. Reaksi semacam ini disebut reaksi kesetimbangan (reaksi reversibel), yaitu
reaksi yang zat ruas kanannya dapat
bereaksi kembali untuk membentuk zat ruas kiri. Reaksi kesetimbangan
berlangsung dua arah dan dinyatakan oleh dua panah yang berlawanan arah.
Reaksi ke kanan disebut reaksi
maju dan reaksi ke kiri disebut reaksi
balik. Reaksi maju lama-kelamaan makin lambat sebab jumlah pereaksi makin
berkurang. Pada saat yang sama, reaksi balik makin cepat dengan makin
bertambahnya jumlah hasil reaksi. Akhirnya, pada suatu saat, reaksi maju dan
reaksi balik memiliki laju yang sama, dan tercapailah keadaan yang disebut kesetimbangan (keadaan setimbang).
Keadaan setimbang ini tidaklah statis, melainkan dinamis. Artinya, pada saat kesetimbangan reaksi tidak berhenti, melainkan terus berlangsung dalam dua arah
dengan laju sama. Oleh karena laju pembentukan zat ruas kanan persis sama
dengan laju pembentukan zat ruas kiri, maka pada
keadaan setimbang jumlah masing-masing zat tidak lagi berubah, sehingga
reaksi itu dapat dianggap selesai.
Kesetimbangan dinamis meliputi kesetimbangan homogen dan kesetimbangan
heterogen. Kesetimbangan homogen adalah keadaan setimbang yang terjadi pada zat-zat yang berfase sama,
misalnya fase gas atau fase larutan. Reaksi pembentukan asam iodida di atas
merupakan contoh kesetimbangan homogen karena semua zat yang terlibat berfase
sama, yaitu gas. Sementara itu, pada kesetimbangan
heterogen, fase-fase zat yang berada dalam
keadaan setimbang tidak sama. Contoh kesetimbangan heterogen adalah reaksi
antara uap air dan besi panas membentuk besi (III) oksida dan hidrogen.
Pada
reaksi di atas, fase zat yang terlibat dalam reaksi berbeda, yaitu padat dan
gas.
Comments
Post a Comment