B. Pergeseran Arah Kesetimbangan
Suatu reaksi
kesetimbangan dapat kita geser kearah yang dikehendaki, dengan cara melakukan
tiga macam aksi atau tindakan:
1. Mengubah
konsentrasi salah satu zat
2. Mengubah
suhu
3. Mengubah
tekanan atau volume gas.
Jika kita ingin memperbanyak hasil reaksi, kita harus
menggeser reaksi kesetimbangan kearah
kanan. Sebaliknya, jika kita ingin mengurangi
hasil reaksi, kita harus menggeser reaksi ke
arah kiri.
Untuk mengetahui akibat
dari masing-masing aksi atau tindakan di atas, kita menggunakan suatu asas yang
dirumuskan oleh Henry-Louis
Le Chatelier (1850 – 1936) dari Perancis dalam bukunya Recherches sur les Equilibres Chimiques
(Penelitian mengenai kesetimbangan Kimia) tahun 1888. Asas tersebut kini
dikenal sebagai Asas Le Chatelier.
Jika terhadap suatu kesetimbangan
dilakukan aksi tertentu, maka kesetimbangan itu akan bergeser untuk
menghilangkan pengaruh aksi tersebut (membentuk kesetimbangan yang baru).
↔
Maka Asas Le Chatelier dapat disederhanakan sebagai berikut.
Jika diberi, dia memberi Jika diambil, dia mengambil.
1. Perubahan Konsentrasi
Mari kita perhatikan pembentukan gas
amonia dari unsur-unsurnya:
Jika gas N2ditambah (konsentrasi gas N2
diperbesar), maka reaksi akan bergeser dari
arah N2 yaitu ke kanan, sehingga mengakibatkan gas NH3
lebih banyak terbentuk.
Jika gas H2dikurangi
atau dipisahkan dari campuran (konsentrasi gas H2 diperkecil), maka reaksi
akan bergeser kearah H2,
yaitu ke kiri, sehingga mengakibatkan berkurangnya gas NH3.
Jika salah satu konsentrasi
zat diperbesar reaksi akan bergeser dari
arah zat tersebut. Jika salah satu konsentrasi
zat diperkecil, reaksi akan
bergeser kearah zat tersebut.
Kaidah
ini perlu diperhatikan pada bidang industri kimia, yang banyak melibatkan
reaksi-reaksi kesetimbangan. Agar hasil reaksi terbentuk sebanyak mungkin, zat
ruas kiri (pereaksi) harus ditambahkan terus-menerus ke dalam campuran, dan
pada saat yang sama zat ruas kanan (hasil reaksi) harus segera dipisahkan dari
campuran.
Dalam
kehidupan sehari-hari, Asas Le Chatelier dapat menjelaskan proses kerusakan
gigi. Lapisan email gigi mengandung zat perekat hidroksiapatit, Ca5(PO4)3OH. Pada
mulut kita terdapat reaksi kesetimbangan:
Jika
mulut kita terlalu banyak mengandung asam (H+), misalnya terlalu
sering menikmati empek-empek yang berkuah cuka (asam asetat) atau terlalu doyan
mengunyah permen yang dapat terurai menjadi asam, maka ion H+ akan
mengikat OH- menjadi air, serta mengikat PO43-
menjadi HPO42- dan H2PO4-.
Berkurangnya OH- dan PO43- mengakibatkan
reaksi kesetimbangan di atas bergeser ke kanan, sehingga lapisan Ca5(PO4)3OH
pada gigi sebagian akan larut dan menyebabkan kerusakan gigi. Malapetaka ini
dapat dikurangi dengan bantuan ion fluorida (F-) dalam pasta gigi,
yang dapat menggantikan OH- pada hidroksiapatit. Lapisan yang
terbentuk pada gigi, Ca5(PO4)3F atau fluoroapatit, lebih tahan terhadap
serangan asam.
2. Perubahan Suhu
Perhatikanlah reaksi
pembentukan ammonia yang kini dilengkapi dengan harga ∆H.
Dari harga ∆H kita mengetahui bahwa reaksi
pembentukan amonia (reaksi maju) bersifat ekosterm,
dan sudah tentu reaksi penguraian ammonia (reaksi balik) bersifat endoterm.
Jika suhu dinaikkan
(kalor ditambahkan pada campuran reaksi), maka kalor itu akan diberikan kepada reaksi yang memerlukan kalor (endoterm). Artinya, reaksi di atas
bergeser ke kiri, sehingga jumlah NH3 berkurang.
Jikasuhu diturunkan
(kalor dikurangi), maka yang akan berlangsung adalah reaksi yang menghasilkan kalor (eksoterm),
untuk mengimbangi kalor yang berkurang tadi. Artinya, reaksi di atas bergeser
ke kanan, sehingga jumlah NH3 bertambah.
Jika
suhu dinaikkan, reaksi akan
bergeser kea rah reaksi endoterm. Jika
suhu diturunkan, reaksi akan
bergeser kea rah reaksi eksoterm.
Di
laboratorium kita dapat mengamati eksperimen reaksi penguraian gas N2O4
yang tidak berwarna menjadi gas NO2 yang berwarna coklat.
Campuran
gas N2O4 dan gas NO2 yang berada dalam
kesetimbangan memperlihatkan warna coklat muda. Jika campuran kita panaskan,
warna berubah menjadi coklat tua, sebab reaksi bergeser ke kanan (gas NO2 bertambah).
Jika campuran didinginkan, warna coklat akan memudar, sebab reaksi bergeser ke
kiri (gas NO2 berkurang).
3. Perubahan Konsentrasi
Sekarang, marilah kita perhatikan kembali
reaksi pembentukan gas ammonia:
Jika
tekanan diperbesar (volume diperkecil), maka reaksi akan
bergeser ke arah yang dapat mengurangi tekanan yang bertambah itu, yaitu ke
arah jumlah mol yang lebih kecil. Atinya,
reaksi di atas bergeser ke kanan, sehingga jumlah NH3 bertambah.
Jika
tekanan diperkecil (volume diperbesar), maka reaksi akan
bergeser kearah jumlah mol yang lebih
besar.Artinya, reaksi di atas bergeser ke kiri, sehingga jumlah NH3
berkurang.
Jika
tekanan diperbesar (volume diperkecil), reaksi akan
bergeser ke arah jumlah mol gas yang
lebih kecil. Jika
tekanan diperkecil (volume diperbesar), reaksi akan
bergeser ke arah jumlah mol gas yang
lebih besar.
Contoh
Soal 5.1
Pada reaksi kesetimbangan
Tindakan apa sajakah yang dapat dilakukan
agar gas CO2 terbentuk sebanyak mungkin?
Jawab:
Agar gas CO2 terbentuk
sebanyak mungkin, kita harus menggeser reaksi ke kanan. Berdasarkan Asas Le
Chatelier, kita dapat melakukan tindakan sebagai berikut.
a.
Konsentrasi gas C2H2
dan O2 selalu diperbesar, dengan cara mengalirkan kedua gas ini
terus – menerus ke dalam campuran.
b.
Konsentrasi gas CO2 dan uap
air selalu diperkecil dengan cara memisahkan kedua gas ini dari campuran.
c.
Karena reaksi ke kanan bersifat eksoterm,
maka suhu harus diperkecil.
d.
Karena jumlah mol gas di ruas kanan lebih
kecil, maka tekanan harus diperbesar.
Contoh
Soal 5.2
Pada reaksi kesetimbangan
Ke arah mana reaksi akan bergeser apabila
tindakan di bawah ini dilakukan?
a.
Gas CO ditambahkan ke dalam campuran.
b.
Gas CO2 ditambahkan ke dalam
campuran.
c.
Suhu dinaikkan.
d.
Tekanan diperbesar.
Jawab:
a.
Penambahan CO akan menggeser reaksi ke
kanan.
b.
Penambahan CO2 akan menggeser
reaksi ke kiri.
c.
Peningkatan suhu akan menggeser reaksi
kea rah yang endoterm, yaitu ke kanan.
Comments
Post a Comment