Hidrogen, dengan
nomor atom (Z) = 1. Elektron tunggal atom hidrogen ini menempati subkulit yang
energinya paling rendah, yaitu subkulit 1s
(subkulit s pada kulit ke-1).
Konfigurasi elektron atom hidrogen adalah:
1H: 1s1
Helium, Z = 2. Kedua elektron atom
helium masih dapat ditampung dalam subkulit 1s.
2He
: 1s2
Litium, Z = 3. Subkulit 1s hanya mampu mengandung dua elektron.
Sisa elektron yang satu lagi mengisi subkulit 2s.
3Li
: 1s2 2s1
Berilium, Z = 4. Di sini subkulit 2s
menjadi penuh.
4Be : 1s2 2s2
Dari
boron (Z = 5) sampai neon (Z = 10), terjadi pengisian
subkulit 2p yang memiliki tiga orbital
dan mampu menampung enam elektron.
5B : 1s2 2s2 2p1
6C : 1s2 2s2 2p2
7 N : 1s2 2s2 2p3
8O :
1s2 2s2 2p4
9F :
1s2 2s2 2p5
10Ne : 1s2
2s2 2p6
Dari
natrium (Z= 11) sampai argon (Z = 18), terjadi pengisian
subkulit 3s dan 3p.
11Na :
1s2 2s2 2p6 3s1
12Mg :
1s2 2s2 2p6 3s2
13Al : 1s2 2s2 2p6 3s2
3p1
14 Si :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p2
15 P :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
16 S : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4
17 Cl : 1s2
2s2 2p6
3s2 3p5
18 Ar : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
Pada
kalium (Z = 19) dan kalsium (Z= 20), elektron mengisi
subkulit 4s. Perhatikan bahwa energi
4s lebih rendah daripada energi 3d, sehingga pengisian 4s berlangsung sebelum pengisian 3d.
19K : 1s2
2s2 2p6 3s2 3p1 4s1
20Ca : 1s2
2s2 2p6
3s2 3p1 4s2
Konfigurasi
elektron yang dirasakan cukup panjang dapat dipersingkat dengan meminjam lambang gas
mulia. Oleh karena 18 elektron yang pertama dari
kalium dan kalsium sama dengan kepunyaan argon,
maka penulisan konfigurasi elektron untuk kalium dan kalsium dapat dipersingkat
sebagai berikut.
19K : [Ar] 4s1
20Ca : [Ar] 4s2
Pada
skandium (Z = 21),
kita mulai bertemu dengan subkulid d
yang memiliki lima orbital dan dapat menampung 10 elektron. Konfigurasi elektron
skandium dapat dituliskan dengan cara, yaitu:
Berdasarkan urutan nomor kulit:
21Sc : [Ar] 3d1
4s2
Berdasarkan urutan subkulit yang diisi:
21Sc : [Ar] 4s2
3d1
Subkulit 3d berturut-turut dipenuhkan dari skandium (Z = 21) sampai seng (Z = 30).
21Sc : [Ar] 3d1
4s2
22Ti : [Ar] 3d2
4s2
23 V : [Ar] 3d3
4s2
24Cr : [Ar] 3d5
4s1
25 Mn : [Ar] 3d5
4s2
26Fe : [Ar] 3d6
4s2
27Co : [Ar] 3d7
4s2
28Ni : [Ar] 3d8
4s2
29 Cu : [Ar] 3d10
4s1
30 Zn : [Ar] 3d10
4s2
Perlu segera
dikemukakan bahwa subkulit d
cenderung berada dalam keadaan penuh (d10)
atau setengah penuh (d5).
Itulah sebabnya konfigurasi elektron kromium (Cr) dan tembaga (Cu)
berturut-turut adalah 3d5 4s1, dan 3d10 4s1, bukan
3d4 4s2, dan 3d9 4s2.
Selanjutnya kita dapat menuliskan konfigurasi elektron gallium (Z = 31) sampai kripton (Z = 36) yang mengisi subkulit 4p. Kemudian dari rubidium (z = 37) sampai xenon (Z = 54) berturut-turut terjadi pengisian subkulit-subkulit 5s, 4d, dan 5p. Hal itu diikuti oleh deret sesium (Z = 55) sampai radon (Z = 86), dengan 6s, 4f, 5d, dan 6p berturut-turut diisi oleh elektron. Akhirnya dari fransium (Z = 87) sampai atom dengan Z = 118 berlangsung pengisian 7s, 5f, 6d, dan 7p.
Comments
Post a Comment