E. Konfigurasi Elektron Dan
Diagram Orbital
1. Konfigurasi Elektron
Pada tahun 1900, Max
Planck (1858-1847) mengemukakan bahwa
gelombang cahaya memiliki sifat partikel, dan transfer suatu radiasi
elektromagnetik berlangsung dalam paket atau satuan energi yang disebut kuantum
(kata tanya dalam bahasa Latin yang artinya “berapa?”). teori Planck ini dibuktikan
oleh Albert Einstein (1879-1955) tahun 1905,
yang menerangkan bahwa gelombang cahaya tersusun dari foton-foton.
Kemudian pada tahun 1923, Louis De Broglie (1892-1987), menjelaskan bahwa suatu partikel, misalnya elektron, ternyata
memiliki sifat gelombang! Berdasarkan prinsip dualisme partikel gelombang ini, Erwin
Schrodinger (1887 – 1967) dan Werner
Heisenberg
(1901-1976) pada tahun 1926 mengemukakan bahwa posisi atau lokasi suatu
elektron dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti. Sebagai analogi, pada
sebuah kipas angin (fan) yang sedang berputar terlihat bahwa daun-daun kipas
itu memenuhi seluruh bidang. Kita tidak dapat memastikan lokasi sekeping daun
kipas itu pada saat tertentu, tetapi kita dengan mudah dapat memastikan tempat
mungkin ia temukan.
Model atom moderen menerangkan bahwa elektron-elektron
dalam atom menempati suatu ruang atau “awan” yang disebut orbital, yaitu ruang
tempat elektron paling mungkin ditemukan. Pada tahun 1928, Wolfgang
Pauli (1900-1958) mengemukakan bahwa setiap
orbital mampu menampung maksimum dua
elektron. Untuk mengimbangi gaya tolak-menolak di antara mereka, dua
elektron dalam satu orbital selalu berotasi
dalam arah yang berlawanan.
Beberapa orbital bergabung membentuk kelompok yang
disebut subkulit. Jika orbital kita analogikan sebagai “kamar elektron”, maka subkulit
dipandang sebagai “rumah elektron”. Kemudian beberapa subkulit bergabung
membentuk kulit atau “desa elektron”.
Satu kulit tersusun dari subkulit-subkulit. Satu subkulit tersusun dari orbital-orbital Satu orbital menampung maksimum dua elektron.
Sebagaimana halnya
rumah-rumah di suatu desa mempunyai jumlah kamar yang bermacam-macam,
subkulit-subkulit pun mengandung jumlah orbital yang berbeda-beda. Pada Tabel
2.1 kita dapat mengenal jenis-jenis subkulit (“tipe-tipe rumah”) yang terdapat
dalam atom.
Tabel 2.1 Hubungan Subkulit, Orbital, dan Jumlah Elektron
|
Jenis Subkulit |
Jumlah Orbital |
Elektron Maksimum |
|
Subkulit s Subkulit p Subkulit d Subkulit f Subkulit g Subkulit h Subkulit i |
1 orbital 3 orbital 5 orbital 7 orbital 9 orbital 11 orbital 13 orbital |
2 elektron 6 elektron 10 elektron 14 elektron 18 elektron 22 elektron 26 elektron |
Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan:
1. Sampai saat ini,
elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit s, p, d, dan f.
Subkulit-subkulit g, h, dan i belum berisi elektron.
2. Setiapkulitmengandung subkulit sebanyak nomor kulit, dan dimulai dari subkulit
yang paling sedikit orbitalnya. Kulit ke – 1 hanya mengandung subkulit s; kulit ke -2 mengandung s dan p; subkulit ke – 3 mengandung subkulit s, p, dan d; dan
seterusnya.
Tabel 2.2 Pembagian Kulit-kulit Dalam Atom
|
Nomor Kulit |
Jumlah Subkulit |
Jumlah Orbital |
Elektron Maksimum |
|
Kulit ke – 1 (K) Kulit ke – 2 (L) Kulit ke – 3 (M) Kulit ke – 4 (N) Kulit ke – 5 (O) Kulit ke – 6 (P) Kulit ke – 7 (Q) |
S s, p s, p, d s, p,
d, f s, p,
d, f, g s ,p,
d, f, g, h s, p,
d, f, g,
h, i |
1 orbital 4 orbital 9 orbital 16 orbital 25 orbital 36 orbital 49 orbital |
2
elektron 8
elektron 18
elektron 32
elektron 50
elektron 72
elektron 98
elektron |
|
Kulit ke –n |
n sebuah kulit |
n2 orbital |
2n2
elektron |
Elektron-elektron dalam suatu atom
berusaha untuk menempati subkulit-subkulit yang berenergi rendah. Jika subkulit
yang berenergi rendah sudah penuh, barulah elektron mengisi subkulit yang
energinya lebih tinggi. Inilah yang disebut Prinsip Aufbau (kata bahasa
Jerman yang artinya “meningkat”).
Urutan pengisian elektron-elektron
ke dalam subkulit dapat kita ketahui dengan pertolongan diagram berikut.
1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p
Comments
Post a Comment