c. Tata Nama Alkana
Oleh
karena jumlah senyawa karbon yang sangat banyak, penamaan senyawa karbon perlu
sistem tertentu, dan hal ini telah diatur oleh komisi tata nama dari himpunan
kimia sedunia atau IUPAC (International
Union of Pure and Applied Chemistry). Nama yang diturunkan dengan aturan
ini disebut nama sistematis atau nama IUPAC. Nama yang sudah biasa digunakan
dalam kehidupan sehari-hari, atau nama yang digunakan dalam dunia perdagangan,
tetap digunakan dan disebut nama biasa atau nama trivial.
Nama
IUPAC dari sepuluh suku pertama alkana diberikan pada Tabel 1.3. Akan tetapi,
nama-nama tersebut hanya untuk alkana rantai lurus. Oleh sebab itu, pemberian
nama hidrokarbon bercabang kita perlu mengenal gugus alkil, yaitu alkana yang
kekurangan satu atom H-nya sehingga rumusnya menjadi CnH2n + 1.
Golongan alkil diberi nama menurut nama alkana dengan mengganti akhiran –ana pada alkana dengan akhiran il. Misalnya, gugus –CH3
disebut metil, gugus –C2H5
disebut etil, dan gugus –C3H7
gugus propil, dan seterusnya.
Nama
metana (CH4) mengikuti nama metil alkohol (CH3OH). Metil
berasal dari kata Yunani methy
(anggur) dan hyle (kayu) yang berarti
anggur kayu. Metil alkohol dapat dibuat dengan cara memanaskan kayu dalam vakum
dan atsmofer inert.
Nama
etana (C2H6) berasal dari kata Yunani aithein (menyala atau berkobar) karena
etana sangat mudah terbakar. Nama propana (CH3CH2CH3)
diambil dari
nama asam propionat (CH3CH2COOH). Asam propionat berasal
dari kata propion
yang merupakan gabungan dari kata proto
(pertama) dan pion (lemak). Asam propionat
merupakan asam yang diperoleh dari lemak. Nama butana (CH3(CH2)2CH3)
diambil dari nama asam butirat, yaitu penyebab tengik pada mentega (berasal dari
kata butyrum, kata latin yang berarti
mentega). Empat alkana pertama (metana sampai butana) namanya diturunkan dari
nama trivial (umum).
|
Tata nama senyawa kimia banyak yang
diambil dari kata Yunani atau Latin. Mengapa demikian? Carilah informasi
tentang hal itu di buku atau internet |
|
Lacak Informasi Informasi |
Nama
alkana yang lebih tinggi daripada butana diturunkan dari kata Latin atau
Yunani. Misalnya, pentana berasal dari penta
yang berarti lima. Jika membentuk rantai melingkar, nama senyawa diawali dengan
kata siklo di depan senyawanya, misalnya siklopentana, sikloheksana, dan
siklookatana.
satu struktur. Misalnya, butana
dapat ditulis sebagai berikut.
CH3
│
CH3
─ CH2 ─ CH2 ─ CH3 CH3 ─ CH ─ CH3
n-butana Isobutana
|
Isomer adalah senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus struktur atau rumus bangun
berbeda. |
(sama) dan meros (bagian).
Untuk
membedakan kedua senyawa di atas, senyawa yang berantai lurus
disebut normal butana atau n-butana, sedangkan senyawa yang
berantai cabang
disebut isobutana. Isomer yang
telah disebutkan di atas juga disebut isomer struk-
tural. Disebut demikian karena
perbedaan senyawa terletak pada struktur atom kar-
bonnya. Makin panjang rantai
karbon, makin banyak kemungkinan rumus struktur-
nya.
Walaupun
rumus molekulnya sama, tiap isomer memiliki sifat yang berbeda. Misalnya, n-butana mempunyai titik didih -0,5 ̊C,
sedangkan isobutana mempunyai titik didih –117 ̊C. Untuk pentana, ada tiga
kemungkinan rumus struktur, yaitu n-pentana,
isopentana, dan neopentana.
CH3 CH3
│ │
CH3 ─ CH2 ─ CH2 ─ CH2 ─ CH3 CH3 ─ CH ─ CH2 ─ CH3 CH3
─ C ─ CH3
│
n- pentana Isopentana CH3
Neopentana
Ketiga
senyawa pentana itu memiliki sifat yang berbeda, misalnya n- pentana memiliki titik didih 36,1 áµ’C, isopentana memiliki titik
didih 27,9 áµ’C, dan neopentana memiliki titik didih 9,5 áµ’C. Namun, pemberian
nama dengan cara seperti di atas akan mengalami kesulitan untuk atom C derajat
tinggi. Misalnya, heksana (C6H14) memiliki lima isomer
dan dekana (C10H22) memiliki 75 isomer. Untuk mengatasi
hal itu, perhimpunan kimiawan internasional (IUPAC) mengadakan pertemuan pada
tahun 1892 di Jenewa untuk merumuskan aturan penamaan senyawa kimia. Tata nama
yang dirumuskan itu dikenal dengan nama tata nama IUPAC. Nama yang diturunkan
dengan tata nama IUPAC disebut nama sistematik atau nama IUPAC. Nama senyawa
yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau nama dagang disebut nama
trivial atau nama umum.
|
IUPAC
merupakan himpunan resmi kimiawan di seluruh dunia. Siapakah orang
Indonesia yang menjadi anggota IUPAC? Carilah informasi di buku dan
internet. |
|
Lacak
Informasi |
|
Tata nama IUPAC disebut juga tata nama sistematik. Ada juga tata nama yang tidak sistemtik. Tata nama yang tidak
sistematikdisebut tata nama trivial. |
1. Tentukan
rantai utama, yaitu rantai yang mempunyai jumlah C ter-
Panjang.
2. Berikan
nomor rantai utama tersebut, dimulai dari ujung yang
lebih
dekat dengan posisi cabang sehingga nomor awalan akan
serendah
mungkin.
3. Tentukan
nama dan posisi cabang rantai,
cabang rantai diberi na-
ma
sebagai turunan alkana rantai lurus, yaitu dengan menyebut-
kan
nama alkilnya. Gugus alkil yaitu gugus yang kehilangan satu buah atom
hidrogen, sehingga rumus umum gugus alkil adalah CnH2n+1. Secara umum, nama gugus alkil sama
dengan alkana dengan mengganti akhiran ana
menjadi il. Contoh gugugs alkil
disajikan dalam Tabel 1.5.
Tabel 1.5 Nama Gugus Alkil
|
Rumus Gugus Alkil |
Nama Gugus Alkil |
Rumus Gugus Alkil |
Nama Gugus Alkil |
|
CH3 – C2H5 – C3H7 – C4H9 – C5H11 – |
Metil Etil Propil Butil Pentil |
C6H13 – C7H15 – C8H17 – C9H19 – C10H21 – |
Heksil Heptil Oktil Nonil Dekil |
4.
Jika jenis alkil yang
sejenis lebih dari satu cabang, nama cabang disebut sekali saja dengan diberi
awalan yang menyatakan jumlah cabang, misalnya 2 = di; 3 = tri; 4 = tetra, 5 =
penta, dan seterusnya.
5. Jika
jenis alkil bercabangnya berbeda-beda, disebut alkilnya saja sesuai urutan
abjad. Misalnya etil harus ditulis lebih dahulu daripada metil.
6.
Gabungkan nomor dan
nama cabang ke dalam nama rantai induknya sehingga secara singkat aturan
pemberian nama tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.
|
Nomor Cabang + Nama Cabang + Nama Rantai
Utama |
Untuk memahami
aturan-aturan di atas, perhatikanlah beberapa contoh berikut
|
5 4 3 2 1 CH3 ─ CH2 ─ CH2
─ CH ─ CH3
2-metilpentana │ cabang induk CH3 cabang posisi cabang Catatan 1)
Rantai terpanjang dalam molekul tersebut adalah C-5
(pentana) 2)
Penomoran dimulai dari ujung kanan sehingga cabang
mendapat nomor terkecil, yaitu pada atom karbon nomor 2. Jika penomoran
dimulai dari ujung kiri, maka posisi cabang berada pada atom nomor 4. |
|
Contoh 1 : |
|
Contoh 3: |
|
3 4 5 6 CH3
─ CH2─ CH ─ CH2 ─ CH2 ─
CH3 3-etil-2,2-dimetilheksana 2│
cabang-cabang induk CH3
─ C ─ CH3 1│
CH3 Catatan: 1)
Senyawa terserbut mempunyai dua rantai terpanjang
dengan C – 6: satu (yang diraster/digaris bawahi) mempunyai 3 cabang,
sedangkan yang satu lagi (yang mendatar) mempunyai 2 cabang. Dalam hal
seperti itu, rantai induk adalah rantai karbon terpanjang yang mempunyai
cabang ter banyak. 2)
Cabang etil ditulis mendahului cabang metil. |
|
Contoh 2 : |
|
3
4 5 6 CH3 ─ CH ─ CH2 ─ CH2 ─ CH3 2,2,3 -
trimetilheksana 2│
cabang-cabang
induk CH3 ─ C ─ CH3 1 │ CH3 Catatan 1)
Rantai terpanjang dalam molekul tersebut adalah C – 6 2)
Tiga cabang metil disebut sekali saja dengan awalan
tri. 3)
Pada atom karbon nomor 2, terdapat dua cabangmetil,
maka angka 2 ditulis dua kali. |
Berdasarkan
aturan-aturan dan beberapa contoh di atas, penamaan alkana bercabang dapat
dilakukan mengikuti tiga langkah sebagai berikut.
1. Memilih rantai induk,
yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.
2. Penomoran,
dimulai dari salah satu ujung, sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
3. Penulisan nama,
dimulai dengan nama cabang (cabang-cabang) sesuai urutan abjad, kemudian
diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabangdinyatakan dengan awalan angka.
Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,), antar angka dengan
huruf dipisahkan tanda jeda ( - ).
Contoh
Soal
1.3
1. Apakah
yang dimaksud dengan senyawa alkana?
Penyelesaian
Senyawa alkana adalah hidrokarbon
alifatik yang berikatan tunggal (jenuh) dengan rumus umum CnH2n + 2, n = jumlah
atom C.
2. Tuliskan
empat buah contoh senyawa alkana!
Penyelesaian
Contoh
senyawa alkana adalah sebagai berikut.
CH4 = metana
C2H6 = etana
C3H8 = propana
C4H10 = butana
3. Tentukan
nama sistematik senyawa di bawah ini!
a. CH3
─ CH2 ─ CH3
b. CH3
─ CH2 ─ CH ─ CH3
│
CH3
c. CH3
│
CH3
─ CH ─ CH2 ─ CH ─ CH3
│
CH3
d. CH3
─ CH2 ─ CH ─ CH2 ─ CH ─ CH3
│ │
C2H5 CH3
Penyelesaian
a. n-
propana
b. 2-metilbutana
c. 2,4-dimetilpentana
d. 4-etil-2-metilheksana
4.
Buatlah struktur
molekul senyawa berikut!
a.
2-metilpropana
b.
2,3-dimetilbutana
c. 4-etil-2-metilheksana
d.
4-etil-2,3-dimetilheptana
Penyelesaian
a.
CH3
│
CH3 ─
CH ─ CH3 2-metilpropana
b.
CH3
│
CH3 ─
CH ─ CH ─ CH3
│ 2,3-dimetilbutana
CH3
c.
CH3 ─
CH2 ─ CH ─ CH2 ─ CH ─ CH3
│ │ 4-etil-2-metilheksana
C2H5 CH3
d.
CH3
│
CH3 ─
CH ─ CH ─ CH ─ CH2 ─ CH2 ─ CH3
│ │ 4-etil-2,3-dimetilheptana
C2H5 CH3
d. Kegunaan Alkana
Kegunaan alkana dalam kehidupan sehari-hari antara lain
sebagai berikut
1.
Bahan bakar, misalnya elpiji,
kerosin, dan solar.
a.
LPG
(Liquid Petroleum Gas) dan LNG (Liquid Natural Gas)
LPG dan LNG meruakan campuran senyawa alkana yang terdiri atas CH4
hingga C4H10. LPG dihasilkan dari pemurnian minyak bumi,
sedangkan LNG dihasilkan dari pencairan gas alam. Kegunaan LPG sebagai bahan
bakar, misalnya untuk kompor gas. LNG banyak digunakan sebagai bahan bakar
industri.
b.
Bensin
Bensin merupakan campuran senyawa golongan alkana yang terdiri atas C5H12
hingga C12H26. Kegunaannya sebagai bahan bakar, misalnya
untuk kendaraan bermotor.
c.
Kerosin
Kerosin atau lebih dikenal sebagai minyak tanah merupakan campuran senyawa
golongan alkana yang terdiri dari C12H26 hingga C16H34.
Selain digunakan sebagai bahan bakar kompor minyak, kerosin juga digunakan
sebagai bahan bakar pada pesawat terbang tertentu.
d.
Solar
Solar atau disebut juga minyak diesel merupakan campuran senyawa alkana
yang terdiri atas C15H32 hingga C18H38.
Solar digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel, baik mesin kendaraan bermotor
maupun mesin industri.
e.
Residu
Residu merupakan campuran senyawa golongan alkana yang memiliki atom C
lebih dari 20. Residu dapat berupa pelumas (oli), vaselin parafin, lilin, dan
aspal.
2.
Pelarut. Berbagi jenis hidrokarbon, seperti
petroleum eter dan nafta, digunakan sebagai pelarut dalam industri dan
pencucian kering (dry cleaning).
3. Sumber hidrogen. Gas alam dan gas
petroleum merupakan sumber hidrogen dalam industri, misalnya industri amonia
dan pupuk.
4. Pelumas. Pelumas adalah alkana suku
tinggi (jumlah atom karbon tiap molekulnya cukup besar, misalnya C18H38.
5. Bahan baku untuk senyawa organik lain. Minyak bumi dan gas alam
merupakan bahan baku utama untuk sintesis berbagai senyawa organik seperti alkohol, asam cuka, dan lain-lain.
6. Bahan baku industri. Berbagai produk industri
seperti plastik, detergen, karet sintetis, minyak rambut, dan obat gosok,
dibuat dari minyak bumi atau gas alam.
A.
Esai
1. Bagaimanakah
rumus umum alkana?
2. Tentukan
nama sistematis senyawa berikut!
a.
CH3 ─ (CH2)3
─ CH3
b.
CH3 ─ CH ─
CH ─ C2H5
│
│
CH3 CH3
c.
CH3
│
CH3
─ CH ─ CH ─ CH ─ CH2 ─ CH3
│ │
C2H5
C2H5
3. Tuliskan
rumus struktur dari:
a.
2-metilbutana
b.
2,2-dimetilpropana
c. 3-etil-2,3-dimetilheksana
B. Pilihan
Ganda
1. Alkana
yang tidak mengandung lima atom karbon adalah………
A. n-pentana D.
2-metilpentana
B. 2-metilbutana E.
2,2-dimetilpropana
C. Isopentana
2. Dari
senyawa hidrokarbon di bawah ini yang tergolong alkana adalah…………
A. A. C2H2 C. C2H6
E.
C3H6
B. B. C2H4
D. C3H4
3. Nama
rumus struktur alkana berikut adalah…………….
C2H5
│
CH3 ─ CH ─ CH ─ CH ─ CH3
│ │
CH3 C2H5
A. A. 3,4-dietil-2-metilpentana D. 2,4-dimetil-3-etilheksana
B. B. 2-metil-3,4-dietilpentana E. 3-etil-2-metilheptana
C. C. 3-etil-2,4-dimetilheksana
4. Senyawa
hidrokarbon berikut ini yang merupakan sikloheksana adalah……………
A. A. C6H6 D.
C6H12
B.
C6H8 E. C6H14
C. C6H10
5. Nama
yang tepat untuk senyawa:
CH3
│
CH3 ─
CH ─ CH ─ CH2 ─ CH ─ CH3
│ │
C2H5 C2H5
adalah……………
A.
2,5-dietil-3-metilheksana D. 3,4,6trimetiloktana
B. 2-etil-4,5-dimetilheptana E. 3,5,6-trimetiloktana
C. 6-etil-3,4-dimetilheptana
6. Nama
yang memenuhi aturan tata nama alkana adalah………….
A. 1,4-dimetilheptana D. 3,3,6-trimetilheptana
B.
4-etil-5-metilheptana E. 1,3-dimetilheksana
C.
3,4-dietilheksana
7. Nama
senyawa
CH2 ─ CH3
│
CH3 ─
CH ─ CH ─ CH2 ─ CH ─ CH2 ─ CH3
│ │
CH3 CH3 ─
CH ─ CH3
adalah……….
A. 3,5-diisopropilheptana
B.
3,5-dietil-2,6-dimetilheptana
C.
3,5-dietil-2,6,6-trimetilheksana
D. 3-etil-2-metil-5-isopropilheptana
8. Rumus
umum alkana adalah…
A. A. CnH2n-2 D. CnHn+2
B. B. CnHn
E.
C2nHn-2
C. CnH2n+2
Comments
Post a Comment