5. Residu
Residu adalah senyawa
hidrokarbon dengan jumlah atom karbon lebih dari 20. Fraksi ini pada suhu kamar
berupa padatan, misalnya lilin dan aspal. Jenis residu hasil distilasi
bergantung pada jenis minyak tanahnya. Ada minyak mentah yang menghasilkan
paraffin padat sebagai residunya.
Gambar 2.14 Pabrik Pengolahan Minyak Bumi
Menghasilkan Produk Dan Residu
Secara umum,
pengolahan bahan baku dengan teknologi proses akan menghasilkan produk dan
residu. Begitu juga dengan pengolahan minyak bumi yang menghasilkan residu minyak bumi.
Residu secara
luas dapat berarti senyawa kimia hasil limbah yang merupakan sisa dari proses
bahan baku menjadi berbagai produk. Residu dalam hasil olahan minyak bumi
sedikit berbeda dengan residu yang berasal dari senyawa kimia organik. Suharto
dalam bukunya yang berjudul Bioteknologi dalam Bahan Bakar Non
Fosil mengatakan bahwa residu yang tidak melalui pengolahan lanjut
tidak memiliki nilai ekonomi, nilai sosial, dan nilai lingkungan. Residu itu
pada akhirnya akan menjadi limbah (waste).
Lalu, apa
sebenarnya residu dalam hasil olahan minyak bumi itu? Bagaimana nilai residu
itu? Apa saja kegunaan residu itu? Agar Anda lebih memahami dan mengetahui
tentang residu dalam hasil olahan minyak bumi, mari simak penjelasan di bawah
ini.
A.
Apa Itu Residu Dalam Hasil
Olahan Minyak Bumi?
Dalam proses
pengolahan minyak bumi, residu (hasil pengolahan) adalah fraksi kelima atau
fraksi paling bawah yang berisi hidrokarbon rantai panjang dengan titik didih paling tinggi. Residu minyak bumi
adalah produk samping atau produk sisa kilang minyak yang murah dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
Jenis minyak
dan jenis proses pemurnian (refinery) mempengaruhi komposisi residu.
Setiap minyak mentah akan menghasilkan jumlah residu dan sifat residu yang
berbeda. Titik didih residu berkisar >510 derajat celcius atau >950
derajat fahrenheit.
Pada kilang
minyak, minyak mentah (crude oil) dimasukkan ke dalam kolom
distilasi atmosferik sehingga akan menghasilkan beberapa fraksi minyak bumi
dengan rentang titik didih yang berbeda. Totalnya ada lima fraksi dengan urutan
titik didih paling rendah sampai yang paling tinggi.
Fraksi atas
dapat bermanfaat sebagai bahan bakar, sedangkan fraksi bawah yang berupa residu
harus melalui pengolahan lebih lanjut pada tahap kedua agar menjadi berbagai
senyawa karbon lainnya, aspal dan lilin. Biasanya, residu dijual dengan harga
yang sangat murah.
Residu
mengandung komponen naftenik, aromatik, dan hidrokarbon tak jenuh. Dalam
pengolahan petroleum, residu berbentuk cair. Pada suhu kamar, yakni antara 20
sampai dengan 30 derajat celcius, umumnya residu itu berbentuk padat.
Dengan
pengolahan lebih lanjut, residu petroleum masih dapat berguna dalam industri
Petrokimia. Residu dapat menjadi beberapa jenis bahan baku yang bermanfaat
dalam kehidupan manusia. Pada bagian selanjutnya, kami akan mengulas beberapa
bentuk hasil pemanfaatan dari residu olahan minyak bumi.
B.
Penggunaan Residu Minyak Bumi
Setelah pengolahan
lanjutan, residu dalam pengolahan minyak bumi pada nyatanya masih dapat
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan manusia, ada empat
jenis residu hasil pengolahan minyak bumi yang berguna, yaitu aspal, oli
(pelumas), dan malam (petroleum wax).
Berikut uraian
mengenai aspal, oli (pelumas), dan malam (petroleum wax) agar Anda lebih lanjut
mengetahui mengenai keempat residu yang berguna dalam kehidupan manusia ini.
1. Aspal
Salah satu
residu minyak bumi yang paling banyak berguna dalam kehidupan sehari-hari
adalah aspal. Ketika minyak bumi pertama kali masuk ke dalam menara distilasi
dan dipanaskan pada suhu lebih dari 500 derajat celcius, minyak bumi akan
membentuk aspal.
Fraksi minyak bumi yang memiliki titik
didih di bawah 500 derajat celcius akan menguap ke atas menara distilasi dan
mengalami pemanasan kembali. Sebaliknya, fraksi yang memiliki titik didih di
atas 500 derajat celcius akan berkumpul menjadi residu.
Residu itulah
yang kemudian mengalami pemrosesan lanjutan menjadi aspal. Aspal berguna
sebagai penghalus jalan. Selain berguna sebagai bahan pengeras jalan raya,
aspal juga berguna untuk melapisi kebocoran atap, pipa, dan batu baterai.
Aspal
merupakan bitumen setengah padatan berwarna hitam pekat. Bitumen itu terdiri
atas partikel kolbim aspalten yang terdispersi dalam resin dan konstituen
minyak. Aspalten akan pisah dari resin dan konstituen minyak melalui cara
pelarutan dalam nafta.
Dalam
pelarutan itu, hanya resin dan konstituen minyak yang larut. Aspalten tidak
larut dalam nafta dan mengendap sebagai serbuk yang berwarna hitam. Serbuk
hitam itulah yang disebut dengan aspal.
2. Oli (Minyak Pelumas)
Minyak pelumas
atau oli adalah bagian minyak mentah yang memiliki titik didih tinggi, tetapi
di bawah aspal, sekitar 400 derajat ke atas. Oli adalah residu minyak bumi yang
digunakan pada logam-logam mesin kendaraan agar tidak cepat aus.
Minyak pelumas
terdiri atas senyawa hidrokarbon seperti alkana, sikloalkana, aromatik, dan
sejumlah senyawa oksigen yang mengandung oksigen dan belerang. Fraksi minyak
pelumas dapat dipisahkan dari residu lainnya dengan cara distilasi hampa.
Minyak pelumas
berfungsi sebagai lapisan minyak antara dua permukaan yang saling bergesekan.
Misalnya, pada mesin kendaraan bermotor. Dalam mesin itu, keberadaan minyak
pelumas berguna untuk mengurangi panas hasil gesekan antara kedua permukaan
mesin.
3. Malam (Petroleum Wax)
Malam
(petroleum wax) merupakan residu proses perengkahan atau juga dari minyak
mentah (crude oi). Kandungan jumlah atom C malam sekitar 20 sampai dengan 75
buah.
Malam dapat dibagi menjadi dua, yaitu
§
malam
parafin (paraffin wax) dan
§
malam
kristal mikro (microcrystalline wax).
Malam parafin
diperoleh dari distilasi parafin ringan, sedangkan malam kristal mikro dari
distilasi parafin fraksi berat. Dua-duanya berbentuk padat.
Malam dalam industri dapat berguna
sebagai bahan pelapis kemasan, lilin, semir, perekat bahan korek api, dan bahan
kosmetik. Selain itu, malam juga berguna untuk kain batik, isolasi listrik, dan
sebagai komponen dalam tinta cetak.
C.
Kesimpulan
Residu dalam
pengolahan petroleum atau crude oil merupakan fraksi kelima
yang berisi hidrokarbon rantai panjang dengan titik didih paling tinggi. Residu
dalam pengolahan minyak bumi adalah produk samping atau produk sisa kilang
minyak yang murah dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan proses
pengolahan lanjut, residu yang awalnya bernilai jual rendah dan tidak banyak
berguna dapat menjadi hal yang bermanfaat. Dalam kehidupan manusia, ada tiga
jenis residu hasil pengolahan minyak bumi yang berguna, yaitu aspal, oli
(pelumas), dan malam (petroleum wax).
Ketiga jenis residu hasil pengolahan minyak bumi memiliki cirinya masing-masing. Selain itu, baik aspal, oli (pelumas), dan malam (petroleum wax) memiliki kegunaan dan fungsinya sendiri yang berbeda satu sama lain.
Daftar Rujukan
- https://solarindustri.com>Blog
Residu Minyak Bumi: Pengertian, Fungsi, Dan Manfaatnya
Tanggal akses 21 - 09 -2022
Comments
Post a Comment