2 Nafta
Nafta digunakan sebagai
zat aditif pada bensin dan sebagai bahan baku pada proses pembuatan etilena dan
senyawa-senyawa aromatik. Nafta dikenal sebagai bensin berat yang apabila
dicampur minyak gas ringan dapat dipakai sebagai bahan bakar jet. Sebagai bahan baku, nafta harus diolah pada tahap kedua.
Biasanya, nafta digunakan sebagai bahan baku pembuat plastik, pelarut, karet,
dan industri petrokimia lainnya. Nafta juga digunakan sebagai bahan baku
produksi komponen bensin oktan tinggi seperti pertamax.
3. Kerosin
Gambar 2.8 Minyak
Tanah Dituangkan kedalam Drum
Pernahkah anda mendengar istilah kerosin? Kerosin dalam bahasa Indonesia
telah dikenal luas sebagai Minyak Tanah. Dalam bahasa Jawa sendiri, kerosin banyak dikenal
sebagai lenga
mambu atau lenga gas. Minyak tanah telah menjadi bagian kehidupan
manusia jauh sebelum listrik ditemukan. Kerosin adalah produk bahan bakar
minyak yang dekat dengan kehidupan manusia sejak era-era pertengahan abad 19.
Berbeda dengan bahan bakar minyak lainya. Kerosin jauh lebih dekat dengan
kehidupan sehari-hari manusia. Pada pertengahan abad 19, kerosin banyak
digunakan sebagai bahan bakar lampu penerangan rumah, jalan, sampai minyak
sebagai penyala kompor minyak dengan sumbu. Dalam kehidupan
sehari-hari dikenal dengan nama minyak tanah. Kerosin banyak digunakan sebagai
penerangan dan bahan bakar kompor dalam
rumah tangga. Penggunaan lainnya sebagai bahan bakar mesin pesawat terbang
jenis tertentu dengan nama avtur (aviation
turbine).
A.
Apa itu Minyak Tanah?
Minyak tanah adalah nama lain dari kerosin. Selain
kerosin, istilah populer lainnya juga disebut parafin. Minyak tanah adalah cairan hidrokarbon yang tak
berwarna dan mudah terbakar destilasi
fraksional dari minyak bumi dengan
suhu 150 °C dan 275 °C. (rantai
karbon dari C12 sampai C15). Kerosin adalah produk destilasi berupa minyak tanpa warna, sejernih air putih
pada umumnya. (rantai
karbon dari C12 sampai C15). Pada
suatu waktu dia banyak digunakan dalam lampu minyak tanah tetapi sekarang utamanya
digunakan sebagai bahan bakar mesin jet (lebih
teknikal Avtur, Jet-A, Jet-B, JP-4 atau JP-8).
Sebuah bentuk dari minyak tanah dikenal sebagai RP-1 dibakar dengan oksigen cair sebagai bahan bakar roket.
Nama kerosene diturunkan dari bahasa Yunani keros (κερωσ, malam).
Biasanya, minyak tanah didistilasi
langsung dari minyak mentah membutuhkan perawatan khusus, dalam sebuah
unit Merox atau hidrotreater, untuk mengurangi kadar belerang dan pengaratannya. Minyak
tanah dapat juga diproduksi oleh hidrocracker, yang digunakan untuk memperbaiki kualitas bagian
dari minyak mentah yang akan bagus untuk bahan bakar
minyak.
Penggunaannya sebagai bahan bakar
untuk memasak terbatas di negara berkembang, setelah
melalui proses penyulingan seperlunya dan masih tidak murni dan bahkan memilki
pengotor (debris).
Pada zaman
dahulu, minyak tanah dekat dengan manusia sebagai bahan bakar lampu minyak dan
kompor minyak. Namun, pada saat ini pemanfaatan kerosin telah berkembang dan
digunakan sebagai bahan bakar mesin jet, atau yang di kemudian dikenal sebagai
avtur.
B.
Keunggulan Minyak Tanah
Kejernihan minyak tanah dan tingkat
bakar yang mudah dengan harga yang murah, membuat kerosin begitu dekat sebagai
bahan bakar penerangan dan kompor gas untuk memasak masakan di masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut terkait kegunaan kerosin, berikut penjelasan dari pemanfaatan-nya:
1.
Bahan
Bakar
Kerosin tidak
lepas dari kegunaanya sebagai bahan bakar. Berikut kegunaan minyak tanah
sebagai bahan bakar adalah:
a.
Penerangan
Gambar 2.9 Minyak
Tanah Digunakan Sebagai Penerang Sebelum Di Temukan Listrik
Seperti yang telah disebutkan di
bagian atas, kerosin pada era pertengahan abad 19 dijadikan sebagai bahan bakar
lampu minyak sebagai penerangan sebelum ditemukannya listrik pada saat
itu.
b.
Memasak
Gambar 2.10 Minyak Tanah Digunakan Sebagai Bahan
Untuk Memasak
Setelah
manusia berhenti menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak, manusia
menggunakan kemudian menggunakan minyak mentah sebagai pemantik upaya untuk
memanaskan alat masak dan memasak. Hal ini merupakan adaptasi dari penggunaan
minyak mentah sebagai bahan bakar lampu penerangan pada saat itu. Namun, lambat
laun penggunaan kerosin sebagai bahan bakar memasak telah tergantikan. Saat
ini, masyarakat menggunakan gas elpiji sebagai bahan bakar memasak.
Lebih lanjut,
menurut sebuah penelitian, kerosin sebagai bahan bakar memasak ternyata
merupakan hal yang seharusnya dihindari. Dikarenakan hasil pembakaran dari
kerosin menghasilkan gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrat oksida
(NOx), dan sulfur dioksida (SO2). Penelitian soal emisi kerosin tersebut
menyebutkan bahwa emisi gas dari
pembakaran minyak tanah dapat merusak fungsi paru-paru sampai meningkatkan resiko penyakit
menular seperti TBC, asma, dan kanker kritis.
c.
Bahan Bakar Kendaraan
Setelah
dilarang dan tidak digunakan lagi sebagai bahan bakar lampu penerangan dan
kompor minyak, kerosin saat ini telah berkembang menjadi avtur yang digunakan
sebagai bahan bakar pesawat sampai jet.
Gambar 2.11 Seorang Pekerja Sedang Mengisi Minyak Kerosin Dalam Bentuk Avtur Kedalam Tangki Pesawat Terbang
d.
Kegunaan
Lainnya
Di Indonesia, minyak tanah digunakan untuk mengusir koloni serangga sosial,
seperti semut, atau mengusir kecoa. Selain itu, beberapa pembasmi serangga bermerek juga
menggunakan minyak tanah sebagai komponennya.
2.
Bahan
Kimia
Dalam
kristalografi sinar-X, kerosin dapat digunakan untuk menyimpan kristal. Ketika
kristal terhidrasi tertinggal di udara, dehidrasi dapat terjadi secara
perlahan. Hal ini membuat warna kristal menjadi kusam. Minyak tanah dapat
menjauhkan udara dari kristal.
Ini juga dapat
digunakan untuk mencegah pelarutan kembali udara dalam cairan mendidih, dan
untuk menyimpan logam alkali seperti kalium, natrium, dan rubidium (dengan
pengecualian lithium, yang kurang padat daripada kerosin, menyebabkannya
mengapung).
C.
Harga Minyak Tanah
Menurut data dari Pertamina, harga minyak saat ini berkisar pada
harga 11,220 sampai 11,770 per liter. Rentang perbedaan harga disesuaikan
dengan daerah provinsi. Untuk daerah Indonesia bagian barat. Seperti
pulau Sumatra dan Jawa harga minyak tanah non-subsidi saat ini rata-rata
dibandrol dengan kisaran harga 11,220 sampai 11,330 per liter. Sedangkan untuk
daerah pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, sampai Papua harga minyak
non-subsidi saat ini rata-rata dibandrol dengan kisaran harga 11,330 sampai
11,770 per liter.
D.
Kesimpulan
§
Minyak
tanah adalah cairan hidrokarbon hasil fraksional destilasi dari minyak bumi
dengan suhu 150 °C dan 275 °C. Kerosin adalah produk destilasi berupa minyak
tanpa warna, sejernih air putih pada umumnya.
§
Pada
kehidupan sehari-hari, zaman dahulu kerosin sering digunakan sebagai bahan
bakar lampu penerangan sampai bahan bakar kompor sebagai alat memasak. Namun,
pada saat ini kegunaan kerosin telah dialih fungsikan sebagai bahan bakar pesawat
sampai jet.
§
Di
pulau Sumatra dan Jawa harga minyak tanah non-subsidi saat ini rata-rata
dibandrol dengan kisaran harga 11,220 sampai 11,330 per liter. Sedangkan untuk
daerah pulau Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, sampai Papua harga minyak
non-subsidi saat ini rata-rata dibandrol dengan kisaran harga 11,330 sampai
11,770 per liter.
PT. Megah
Anugerah Energi sebagai distributor resmi pertamina berkomitmen dalam membantu
Pertamina menyalurkan kebutuhan bahan bakar alternatif, pengganti kerosin untuk
mesin kendaraan dan mesin-mesin industri di seluruh Indonesia. Bahan bakar yang
menjadi visi distribusi kami adalah biosolar B30 dan Marine Fuel Oil.
Gambar 2.12 Asap Pembakaran Di Pabrik Yang
Menyebabkan Emisi Pemanasan Global
3. Minyak
Solar
Minyak solar banyak digunakan sebagai bahan bakar industri,
yaitu sebagai bahan bakar mesin diesel. Sebagai minyak gas, minyak solar banyak
digunakan dalam pembuatan gas kota, yang didistribusikan ke rumah-rumah untuk
bahan bakar dapur. Kendaraan dengan penggerak mesin membutuhkan bahan bakar minyak seperti
solar, bensin, dan avtur. Bahan bakar tersebut berasal dari minyak bumi, sebuah
sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Melihat hal tersebut, beragam bahan
bakar dan energi alternatif diciptakan oleh manusia, salah satunya biosolar. Perbedaan utama antara solar
dan bio solar terletak pada bahan pembuatan serta kandungan-nya.
Bakar bakar solar berasal
dari fosil, maka biosolar berasal dari tanaman atau bahan nabati. Menggunakan
tanaman yang mudah ditemukan dan dibudidayakan, sangat wajar jika banyak pihak
meyakini biosolar merupakan solusi tepat untuk menggantikan peran bahan bakar
fosil di masa mendatang.
Gambar 2.13 Bentuk Mesin Diesel Pada Kendaraan
Lantas apa itu biosolar? Apa saja
perbedaan solar dan biosolar? Dan bagaimana energi alternatif ini bisa berperan
sebagai energi alternatif, akan dibahas secara seksama
A.
Apa Itu Biosolar?
Dalam
bahasa Inggris Biosolar berarti Biodiesel.
Pengertian Bio solar adalah bahan bakar minyak alternatif yang tercipta dari tumbuhan. Para ilmuwan energi percaya
bahwa biosolar merupakan energi alternatif terbaik sebagai sumber energi
transportasi utama dunia di kemudian hari.
Bio solar merupakan kandidat terbaik untuk menggantikan bahan bakar minyak bumi yang berasal dari fosil. Tidak seperti minyak sayur, yang sama-sama berasal dari tumbuhan, biosolar melalui proses pengolahan dengan cara yang berbeda. Dari cara pengolahan dan bahan yang berbeda inilah bahan bakar ini memiliki sifat pembakaran yang mirip dengan solar (diesel) sehingga dapat kita yakini bahwa biosolar dapat menggantikanya dalam banyak kasus.
B.
Bahan Pembuatan Biosolar
Dari
penjabaran pengertian biosolar di atas, kita
dapat memahami bahwa biosolar terbuat dari tumbuhan atau bahan nabati. Lebih
spesifik, bahan nabati terkait adalah
berupa buah atau biji tanaman. Berikut merupakan daftar buah atau biji tanaman
yang dapat diolah sebagai biosolar, antara lain:
·
Biji
kapuk atau biji pohon randu
·
Kacang
tanah
·
Nyamplung
·
Buah
kemiri
·
Biji
jarak pagar.
Tanaman-tanaman tersebut adalah contoh dari tanaman yang dapat dengan mudah kita tanam dan tumbuh di sekitar kita. Oleh sebab itu, dengan memperhatikan kemungkinan ketersediaanya, biosolar termasuk dalam kategori sebagai energi alternatif terbarukan untuk menggantikan penggunaan solar. Selain bahan nabati atau tumbuhan yang sudah ada di atas, minyak kelapa sawit juga saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat dalam penerapanya sebagai energi alternatif untuk bahan bakar pesawat atau Avtur.
C.
Perbedaan Solar Dan Biosolar
1. Kandungan Energi
Terbuat dengan ragam bahan yang sangat berbeda, mengakibatkan kandungan energi dari keduanya memiliki perbedaan. Karena tercipta dari tumbuhan, bio solar memiliki kandungan energi yang lebih kecil daripada solar. Dengan perbandingan 11% bisa dipastikan bahwa kandungan energi dalam solar lebih banyak. Namun, tetap saja usaha untuk menciptakan olahan biosolar terbaik masih terus dikembangkan untuk meningkatkan kandungan energinya.
2. Kadar Sulfur
Belerang atau sulfur adalah unsur non-logam berbentuk zat padat kristalin kuning yang tidak berasa. Sulfur merupakan unsur penting untuk menciptakan pembakaran. Sulfur banyak digunakan sebagai campuran dalam penggunaan bubuk mesiu dan korek api. Dalam biosolar kandungan kadar sulfur jauh lebih rendah dari kadar sulfur pada solar. Hal ini membuktikan sekaligus menyebabkan bio solar memiliki kandungan energi eksplosif yang lebih rendah dari solar. Namun, karena kandungan sulfurnya lebih rendah, biosolar cenderung lebih ramah lingkungan karena kadar sulfur yang rendah menghasilkan sedikit karbondioksida. Berbeda dengan solar yang memiliki kadar sulfur yang tinggi, maka solar menghasilkan banyak karbondioksida. Oleh, sebab itu solar tergolong sebagai salah satu penyebab polusi udara.
3. Kekuatan Proses Oksidasi
Proses oksidasi adalah lepasnya elektron dalam sebuah molekul
karena pengikatanya dengan oksigen. Dalam pengolahan bahan bakar, oksidasi
berperan dalam menciptakan sumber energi untuk melakukan pembakaran.
Dikarenakan biosolar memilki kadar sulfur yang jauh lebih rendah, maka proses
oksidasi dalam biosolar pun cenderung lemah. Tidak hanya itu, proses oksidasi
yang lemah juga cenderung dapat mengakibatkan penyumbatan pada bagian-bagian
mesin.
Sebagai energi alternatif, biosolar
tidak sepenuhnya sempurna sebagai bahan bakar utama. Oleh sebab itu ia disebut
sebagai sumber energi alternatif ataupun cadangan/pengganti. Dibalik kelebihan
dan kekurangan yang dimiliki oleh biosolar, sumber energi alternatif ini
memiliki potensi yang cukup kuat untuk terus dikembangkan. Dalam beberapa tahun
kedepan, kebutuhan manusia akan minyak bumi semakin bertambah sedangkan
ketersediaan minyak bumi semakin menipis. Oleh sebab itu pengembangan dan
penggunaan biosolar dinilai sangat penting bagi kehidupan manusia di masa yang
akan datang.
D.
Mengenal Biosolar B30
Sebelum bercampur dengan solar, minyak kelapa sawit bereaksi terlebih dahulu dengan metanol (NH4OH) dan etanol (C2H5OH) dengan katalisator NaOH (Natrium hidroksida) atau KOH (Kalium hidroksida) untuk menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME). FAME adalah proses transesterifikasi lipid dengan tujuan untuk mengubah minyak dasar menjadi ester sekaligus membuang asam lemak bebas. Menurut WCO (World Customs Organization), FAME merupakan campuran mono-alkil dari produksi biodiesel senyawa ester rantai panjang asam lemak yang berasal dari tumbuhan atau hewan.
Selain terbarukan, FAME juga biodegradable sehingga ramah
lingkungan. Selain itu, jelaga hasil pembakarannya lebih rendah dari pada solar
dan juga angka cetane yang lebih tinggi dari pada petroleum solar. Biosolar B30 juga memiliki kandungan energi yang
hampir sama dengan energi solar (diesel).
“Program
ini akan diberlakukan mulai Januari 2020 sesuai Peraturan Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas
Peraturan Menteri ESDM nomor 32 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan
Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.”
E.
Tujuan Pemakaian Bio solar
B30
Dengan
adanya aturan pemerintah terkait produksi dan penggunaan Bio solar B30 ini,
maka tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian sumber
daya energi yang ada di Indonesia,
sekaligus juga bertujuan untuk mengangkat nilai jual industri kelapa sawit.
Tidak hanya itu, dengan menggunakan bahan nabati, Bio solar B30 menghasilkan pembuangan yang relatif lebih bersih sehingga dapat mengurangi emisi karbon. Sebagai tambahan, unsur FAME yang bersifat detergency mampu membersihkan mesin-mesin kendaraan dengan lebih baik daripada bahan bakar BBM.
F.
Jenis-Jenis Lain Bio-solar
B30
Selain Biosolar B30 yang wacananya akan segera produksi, terdapat jenis-jenis biosolar lain yang juga melalui proses pengembangan sebagai pilihan sumber energi alternatif, antara lain:
§
Bio Solar B20
Campuran bahan nabati dengan bahan solar dengan komposisi 20% nabati – 80% solar
§
Bio Solar B50
Campuran bahan
nabati dengan bahan solar dengan komposisi 50% nabati – 50% solar
Daftar Rujukan
- https://solarindustri.com
Pengertian, Kegunaan, Dan Harga Minyak Tanah
Tanggal akses 19 - 9- 2022
- https://id.wikipedia.org>wiki>Minyak Tanah
Minyak Tanah. Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia
Tanggal akses 19 - 9 - 2022
- https://solarindustri.com>Blog
Pengertian, Bahan, Dan Jenis Biosolar B 30
Tanggal akses 21 - 9 - 2022
- https://solarindustri.com>Blog
Perbedaan Solar Dan Biosolar Secara Umum
Tanggal akses 21 - 9 - 2022
-
Comments
Post a Comment