1. Bensin
Bensin banyak digunakan
sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Bensin diperoleh dari distilasi minyak
bumi yang mengandung alkana rantai lurus. Komponen utama penyusun bensin terdiri dari n-heptana dan
isooktana. Salah satu faktor penentu kualitas bensin ialah banyaknya kandungan
isooktana yang bisa dilihat dari bilangan oktannya.
(Foto: Wondero Polis)
Gambar 2.2 Cairan Bensin
Setiap orang terutama pemilik
kendaraan bermotor pastinya sudah tak asing lagi dengan bahan bakar bensin. Keberadaannya
sangat dibutuhkan agar kendaraan bermesin pembakaran internal bisa digunakan.
Dalam prosesnya, bensin akan bercampur dengan udara kemudian dibakar di dalam
mesin. Proses tersebut kemudian menghasilkan energi mekanis yang pada akhirnya
berfungsi menggerakkan kendaraan baik maju ataupun mundur.
Melihat banyaknya jumlah
kendaraan bermotor yang beredar di jalan raya, kebutuhan masyarakat terhadap
bensin boleh dibilang sangat besar. Makanya wajar saat terjadi kenaikan harga
atau muncul peraturan baru terkait bensin langsung menjadi sorotan publik.
Contohnya dapat dilihat pada situasi yang berkembang baru-baru ini.
Konsumen pembeli Pertalite yang notabene merupakan bensin paling
murah di Indonesia harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu di aplikasi
MyPertamina.
Seperti halnya komponen utama
penyusun bensin, arti bilangan oktan, ataupun sejarah bensin di Indonesia.
A.
Sejarah Bensin di Indonesia
(Foto: Google)
Gambar 2.3 Salah Satu
SPBU Lama Di Indonesia
Bicara sejarah bensin di
Indonesia maka tak akan bisa lepas dari Pertamina. Perusahaan plat merah yang
bertugas untuk memproduksi dan menjual bensin kepada masyarakat. Pada saat ini
Pertamina punya 3 jenis bensin, yaitu:
§ Pertalite,
§ Pertamax, dan
§ Pertamax Turbo.
Selain itu, Pertamina juga
memiliki bahan bakar solar untuk kendaraan bermesin diesel yang terdiri dari:
§ Dexlite dan
§ Pertamina Dex.
Pertamax pertama kali
diperkenalkan pada tahun 1999 untuk menggantikan Premix dan Super TT yang
dinilai kurang ramah lingkungan. Sementara
itu, Pertalite baru lahir pada tahun 2015. Kehadiran bensin jenis ini ibarat
menjembatani jeda yang cukup jauh antara Pertamax dan Premium baik dari segi
harga atau bilangan oktannya. Bensin jenis Premium keberadaanya sudah
menghilang sejak tahun 2020. Kemudian untuk bensin Pertamax Turbo, Pertamina pertama kali meluncurkannya tahun 2016.
Pada awalnya Pertamax Turbo
dibuat sebagai bahan bakar resmi balap Lamborghini Supertrofeo European Series,
tapi Pertamina memutuskan untuk menjualnya secara umum juga.
Pada saat ini sebenarnya masyarakat memiliki banyak pilihan merek
bahan bakar. Hal tersebut seiring kehadiran perusahaan-perusahaan luar negeri,
seperti Shell, AKR/BP, Vivo, Total, atau Petronas. Namun demikian,
bensin-bensin milik Pertamina memang memiliki daya tarik tersendiri karena
harganya lebih murah.
B.
Komponen Utama Penyusun Bensin
(Foto: Freepik)
Gambar 2.4 Pengisian
Bahan Bakar Mobil
Sebelum bisa digunakan sebagai
bahan bakar kendaraan, bensin telah melewati serangkaian proses pengolahan. Menurut
ensiklopedia bebas Wikipedia, dijelaskan bahwa bensin terbuat dari minyak
mentah. Cairan berwarna hitam yang dipompa dari dalam perut bumi. Cairan ini
juga biasa disebut sebagai minyak bumi dan di dalamnya mengandung hidrokarbon. Dalam
sebuah makalah yang Carmudi temui, dijelaskan bahwa bensin terdiri dari 2
komponen utama yaitu n-heptana (C7H16) dan isooktana (C8H18).
Komponen tersebut yang pada
akhirnya menentukan kualitas bensin. Utamanya untuk kandungan isooktana. Makin
tinggi kandungan isooktana maka suatu jenis bensin akan memiliki bilangan oktan
yang makin tinggi pula. Hal tersebut merupakan salah satu syarat untuk
menghasilkan pembakaran yang baik. Terutama pada kendaraan-kendaraan keluaran
baru yang memiliki mesin modern.
Selain dua komponen utama
tersebut, bensin juga memiliki beberapa aditif yang memiliki fungsi
macam-macam. Misalnya, alkil fenol sebagai antioksidan atau asam karboksilat
sebagai anti korosi. Menariknya lagi, bensin juga disebut memiliki zat pewarna
untuk membedakannya antara satu jenis dengan yang lainnya.
C. Bilangan Oktan Bensin
(Foto: Google)
Gambar 2.5 Berbagai Bilangan Oktan Pada SPBU
Bilangan oktan dapat didefinisikan sebagai nilai perbandingan
antara isooktana terhadap n-heptana yang mempunyai fungsi anti-knocking yang
sama pada bahan bakar.
Angka
oktan yang biasanya tertulis pada nama suatu jenis bahan bakar menunjukkan
persentase volume isooktana dan sisanya merupakan persentase n-heptana.
Contohnya, angka 90 yang terdapat pada bensin Pertalite. Angka
tersebut memberikan informasi bahwa volume isooktana pada bensin Pertalite
adalah 90 persen.
Sementara
itu, persentase volume n-heptana adalah 10 persen.
Untuk dipahami, nilai pada oktan bensin bukan mengacu pada
kandungan energi bakar. Melainkan mengacu pada kecenderungan bahan bakar untuk
dapat dibakar.
D. Jenis Bilangan Oktan
Berikut
ini adalah 2 jenis bilangan oktan, yaitu:
§ RON (Research Octane Number): Bilangan oktan yang diperoleh
melalui suatu pengujian bahan bakar terhadap mesin uji coba dengan variabel
rasio kondisi terkontrol.
§ MON (Motor Octane Number): Bilangan oktan yang diperoleh saat kondisi
bahan bakar dibebani.
Pengujian
antara keduanya menggunakan mesin yang serupa. Perbedaannya terdapat pada
penempatan waktu pembakaran, kecepatan mesin, dan campuran bahan bakar.
E.
Daftar Bensin di Indonesia
(Foto: BP)
Gambar 2.6 Daftar
Bensin Yang ada Di SPBU
Berikut ini adalah beberapa contoh bensin yang beredar di
Indonesia beserta angka oktannya.
a. Pertamina
§ Premium memiliki oktan 88
§ Pertalite memiliki oktan 90
§ Pertamax memiliki oktan 92
§ Pertamax Plus memiliki oktan 95
§ Pertamax Turbo memiliki oktan 98
§ Pertamax Racing memiliki oktan 100
b. Shell
§ Super memiliki oktan 92
§ V-Power memiliki oktan 95
§ V-Power Nitro+ memiliki oktan 98
c. Vivo
§ Revvo 89 memiliki oktan 89
§ Revvo 92 memiliki oktan 92
§ Revvo 95 memiliki oktan 95
d.
AKR-BP
§ BP 90 memiliki oktan 90
§ BP 92 memiliki oktan 92
§ BP 95 memiliki oktan 95
F.
Rekomendasi Bensin Atas Rasio Kompresi Mesin
Dapat dilihat bahwa bensin yang beredar di pasaran memiliki angka
oktan bermacam-macam. Di lain sisi, pemilik kendaraan perlu memilih jenis
bensin yang tepat. Hal tersebut dapat dilakukan mengacu pada rasio kompresi
mesin kendaraannya. Sebagai panduan bisa simak tabel di bawah ini:
§ Kompresi mesin 1:9—1:10 direkomendasikan bensin oktan 90
§ Kompresi mesin 1:10—1:11 direkomendasikan bensin oktan 92
§ Kompresi mesin 1:11—1:13 direkomendasikan bensin oktan 98
Penggunaan jenis bensin yang kurang tepat dapat menimbulkan
beberapa masalah. Contohnya, konsumsi bahan bakar yang boros dan munculnya
banyak kerak di dalam mesin karena pembakaran tidak sempurna.
(Foto: Toyota)
Gambar 2.7 Mobil
Menggunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
G.
Pencemaran Dari Pembakaran Bensin
Dalam kondisi ideal, bensin yang digunakan kendaraan bermotor
hanya menghasilkan CO2 dan H2O saja sebagai sisa
pembakarannya. Namun, pembakaran di dalam mesin kendaraan tidak selamanya
berlangsung secara sempurna. Hal ini yang menyebabkan munculnya gas-gas
berbahaya pada sisa pembakaran, contohnya:
§
Karbon monoksida atau CO yang
merupakan gas beracun
§
Nitrogen oksida atau NOx yang
merupakan sumber kemunculan asap di perkotaan terutama yang jumlah kendaraannya
banyak
§ Hidrokarbon yang tak terbakar
Belakangan ini kesadaran terhadap pencemaran lingkungan dari sisa
pembakaran mesin kendaraan makin menjadi perhatian. Oleh karena itu muncul
beberapa inisiatif untuk mengatasinya. Misalnya, memanfaatkan bahan bakar
hidrogen yang sangat ramah lingkungan karena hanya menyisakan uap air.
Selain itu, para pabrikan otomotif juga terlihat gencar mengembangkan teknologi elektrifikasi pada kendaraan-kendaraannya. Pada saat ini kebutuhan masyarakat terhadap bensin tergolong masih sangat besar. Namun, di masa depan kemungkinan akan mengalami penurunan seiring kian populernya kendaraan elektrifikasi.
Daftar rujukan
Mengenal Komponen Utama Penyusun Bensin- Carmadi
https://www.carmadi.co.id Tanggal akses: 15 - 09 - 2022
Comments
Post a Comment