Penggunaan minyak bumi dan gas alam saat ini sangatlah meningkat, baik diolah kembali menjadi bahan bakar untuk kendaraan ataupun perindustrian. Tetapi penggunaan minyak bumi berlebihan juga tidak baik. Adapun dampak dari penggunaan minyak bumi antara lain sebagai berikut :
1. Pemanasan Global
Penggunaan minyak bumi untuk kendaraan ataupun perindustrian yang mengeluarkan karbon dioksida dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Selain hal tersebut karbon dioksida yang dihasilkan juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global yang nantinya juga akan mempengaruhi lapisan ozon. Pemanasan global dari tahun ke tahun semakin parah, hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya masyarakat dalam penggunaan kendaraan bermotor. Pemanasan global sebenarnya dapat diminimalisir dengan cara penghijauan di beberapa tempat seperti perkotaan, disekitar pabrik, dan ditempat-tempat lain yang menghasilkan karbon dioksida.
Salah satu zat yang bisa menyebabkan pemanasan global adalah freon. Freon adalah suatu zat yang dipakai pada mesin pendingin seperti AC dan kulkas agar dapat mendinginkan. Zat ini berbentuk gas dan biasanya berwarna putih. Kita mungkin pernah melihat saat petugas AC menambahkan freon apabila AC kurang dingin. Freon disebut juga CFC (Cloro Fluoro Carbon). Zat ini juga banyak ditemukan dalam minyak wangi, semprot, pilok, dan sebagianya.
1.1. Pengaruh Freon Pada Pemanasan Global
Zat freon atau CFC berperan dalam pemanasan global atau yang biasa disebut dengan global warning. Lalu bagaimana freon mempengaruhi pemanasan global?
Freon dapat mempengaruhi pemanasan global karena pada saat zat ini dilepaskan di udara maka akan merubah lapisan ozon dan bahkan menipiskan lapisan ozon yang mana lapisan ozon ini berguna untuk melindungi bumi dan makhluk hidup dari paparan radiasi ultra violet B (UV-B) dan juga menyerap radiasi ultra violet dari matahari yang tinggi agar tidak sampai ke bumi.
Paparan radiasi ultra violet ini terutama radiasi ultraviolet B atau UV-B dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Antara lain katarak, kanker kulit, dan penurunan kekebalan tubuh.
Freon dapat membuat lapisan ozon semakin tipis dikarenakan zat ini saat dilepaskan di udara dapat bereaksi dengan ozon. Ozon dibentuk oleh oksigen, rumus ozon adalah O3 namun karena bereaksi dengan freon maka lapisan ozon tersebut menjadi O2 atau oksigen sehingga akibat pelepasan freon ini menggurangi lapisan ozon di atmosfer bahkan hingga terdapat lubang ozon. Lubang inilah yang akhirnya membuat pemanasan global.
1.2. Pengaruh Freon Pada Tubuh
Freon atau CFC dapat menimbulkan gejala keracunan bagi manusia akibat menghirup udara dari gas tersebut. Efek yang biasa di timbulkan adalah pembengkakan tenggorokan, sulit bernafas, sakit tenggorokan parah, kehilangan penglihatan, membakar mata, hidung, bibir dan lidah, luka bakar pada kerongkongan, muntah darah, darah dalam tinja, nyeri perut yang parah, irama jantung abnormal dan peredaran darah.
Selain itu juga akibat dari menghirup gas ini dapat menyebabkan irama jantung abnormal. Irama jantung abnormal adalah irama jantung dimana iramanya tidak seperti normal. Mungkin saja terlalu cepat detak jantung tersebut atau bahkan terlalu lemah. Sehingga dapat menimbulkan kematian.
2. Pencemaran Air
Proses pembentukan minyak bumi sering terjadi di daerah sekitar pantai. Sedangkan pendistribusiannya dilakukan dengan ditampung dengan kapal khusus untuk menampung minyak bumi. Akan tetapi ada beberapa kejadian yang menyebabkan kapal yang menampung minyak bumi tersebut mengalami kebocoran bahkan sampai terjadi ledakan yang tidak terduga, hal ini tentunya akan menyebabkan minyak yang ditampung di kapal tersebut menjadi tumpah ke laut dan akan mengganggu ekosistem air laut. Selain mengganggu ekosistem air laut juga mencemari perairan disekitarnya yang dapat menyebabkan keanekaragaman hayati laut menjadi banyak yang mati. Maka dari itu perlu diperhatikan lagi akan keselamatan ketika membawanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Selain diliputi oleh udara yang banyak mengandung oksigen (sehingga makhluk hidup dapat bernafas), alasan lainnya mengapa planet Bumi bisa dihuni oleh makhluk hidup adalah kandungan airnya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya air merupakan komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup. Tidak kalah pentingnya dengan udara, apabila makhluk hidup kekurangan air maka makhluk hidup tersebut tidak akan bertahan hidup lama.
Sebagai salah satu sumber daya alam, yakni sumber daya alam yang dapat diperbaharui, maka air ini mempunyai banyak sekali fungsi atau kegunaan. Air memiliki fungsi yang sangat banyak, karena air merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, maka air mempunyai banyak fungsi. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari air:
• Membantu tumbuhan melakukan fotosintesis
• Menyuburkan tanah
• Memenuhi kebutuhan cairan pada tubuh makhluk hidup
• Sebagai sarana membersihkan badan, pakaian, dan peralatan lainnya
• Menjaga kesehatan tubuh dengan cara memberikan supplay mineral yang cukup
• Menjaga kecantikan kulit pada manusia
• Melarutkan berbagai macam penyakit
• Sebagai rumah bagi semua macam binatang dan tumbuhan air
• Sebagai penyeimbang suhu dibumi
Air yang mempunyai banyak fungsi ini tentu saja adalah air bersih. Banyak sumber air bersih alami yang dapat kita temukan di permukaan Bumi. Sumber air bersih yang dapat kita temukan di Bumi diantaranya adalah macam-macam laut, sungai, macam-macam danau, rawa, mata air dan lain sebagainya. Sumber air yang demikian adalah yang terbentuk secara alami. Selain sumber alami, kita juga dapat menemukan sumber air yang sengaja dibuat oleh manusia. Beberapa sumber air yang dibuat oleh manusia di antaranya berupa sumur, waduk, bendungan, dan lain sebagainya.
Banyak sumber air bersih yang akan kita dapatkan, namun diantara sumber air bersih tersebut, tidak jarang kita menemukan berbagai sumber air yang tercemar. Air yang tercemar adalah air yang tidak mempunyai fungsi seperti air yang semestinya. Selain itu air ini jelas menurun kualitasnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya pencemaran pada air, diantaranya:
• Jumlah penduduk yang berada di suatu tempat
• Jumlah sumber daya alam yang digunakan oleh masing-masing individu
• Jumlah polutan yang dapat dikeluarkan oleh tiap-tiap sumber daya alam
• Teknologi yang sedang digunakan
2.1. Tahapan Pencemaran Air
Menurut WHO, pencemaran air dibagi menjadi 4 tahap. Tahap-tahap pencemaran air oleh WHO antara lain adalah sebagai berikut:
1. Pencemaran tingkat pertama. Pencemaran ini adalah pencemaran yang ringan, tidak menimbulkan kerugian bagi manusia baik jika dilihat dari kadar zat pencemarnya maupun dilihat dari waktu kontaknya dengan lingkungan.
2. Pencemaran tingkat kedua. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang sudah menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan juga pada alat vegetatif lainnya, serta menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem lainnya.
3. Pencemaran tingkat ketiga. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang sudah sampai menimbulkan reaksi yang fatal pada tubuh dan juga menyebabkan sakit yang bersifat kronis.
4. Pencemaran tingkat keempat. Pencemaran ini adalah jenis pencemaran yang paling parah. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang telah menimbulkan dan juga menyebabkan kematian makhluk hidup di suatu lingkungan yang diakibatkan karena kadar zat pencemarnya terlalu tinggi.
2.2. Indikator Pencemaran
Untuk mengetahui air yang tercemar atau tidak terkadang kita masih sangat sulit untuk membedakannya. Secara sederhana, untuk mengetahui air yang tercemar kita dapat melihat dari warna, bau, dan rasa dari air tersebut. Air yang murni dan bersih adalah air yang tidak berwarna, berbau, dan berasa. Maka dari itulah untuk mengetahui apakah suatu air tercemar atau tidak, maka bisa dilihat melalui indikator pencemaran air. Beberapa indikator pencemaran air atau ciri-ciri dari air yang tercemar adalah sebagai berikut:
• Terjadi perubahan pada suhu air. Air yang mempunyai suhu panas apabila dibuang ke area lingkungan secara langsung maka akan dapat merusak lingkungan tersebut.
• Memiliki pH yang tidak normal. pH normal yang dimiliki air yakni antara 6,5 – 7,5. Apabila air mempunyai pH diatas atau dibawah pH tersebut maka bisa dikatakan bahwa air tersebut telah terkontaminasi oleh polutan.
• Terjadi perubahan pada warna, bau, dan juga rasa. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa air yang murni dan sehat atau bersih adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Sehingga apabila kita menemukan air yang berwarna, berbau, dan berasa ini ada kemungkinan air tersebut telah tercemar.
• Adanya endapan, koloidal, dan bahan terlarut. Bahan-bahan yang demikian apabila terdapat dan bercampur dengan air maka dapat menghalangi masuknya sinar matahari. Ketika sinar matahari sulit masuk maka mikroorganisme yang ada di air tersebut tidak bisa melakukan fotosintesis. Akibatnya air kekurangan kandungan oksigen.
• Timbulnya banyak mikroorganisme. Salah satu tanda air yang tercemar adalah timbulnya banyak mikroorganisme. Mikroorganisme sendiri mempunyai peran utama dalam proses degradasi bahan-bahan buangan limbah. Ketika bahan buangan ini meningkat, maka secara otomotis mikroorganisme akan ikut berkembang biak. Perkembangbiakan mikroorganisme ini kemungkinan besar tidak tertutup, sehingga memungkinkan mikroba patogen yang merugikan juga akan ikut berkembang.
• Meningkatnya radioaktivitas pada air. Salah satu tanda air yang tercemar lainnya adalah meningkatnya radioaktivitas dari air tersebut. Radioaktivitas sendiri merupakan proses timbulnya zat-zat radioaktif. Zat-zat radioaktif ini dapat kita temui di berbagai kegiatan. Apabila produksi zat radioaktif di dalam air meningkat, maka hal ini akan menyebabkan kerusakan biologis pada air tersebut apabila tidak segera dilakukan proses penanganan yang tepat.
2.3. Dampak Pencemaran Air
Pencemaran air akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan dan juga kelangsungan hidup dari makhluk hidup itu sendiri. Berikut ini akan dijelaskan mengenai dampak dari pencemaran air.
2.3.1. Menurunkan Jumlah Oksigen
Air yang tercemar mengandung berbagai macam larutan yang akan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air tersebut. Hal ini akan berakibat tumbuh-tumbuhan air kesulitan melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis pada tumbuhan akan menyebabkan tumbuhan tersebut memproduksi oksigen. Apabila tumbuhan terhalang melakukan fotosintesis, hal ini akan menyebabkan air mendapatkan oksigen yang hanya sedikit.
2.3.2. Mematikan Binatang-Binatang Yang Ada Di Air
Masih dalam kaitan dampak pencemaran air yang menurunkan jumlah oksigen, dampak ini akan diikuti oleh matinya binatang-binatang air. Hal ini karena binatang air bernafas menggunakan oksigen. Ketika jumlah oksigen yang tersedia di dalam air menurun, otomotis binatang akan kesulitan untuk bernafas. Hal ini akan berakibat matinya binatang-binatang air karena tidak memperoleh oksigen untuk bernafas.
2.3.3. Meningkatnya Kecepatan Reaksi Kimia
Air yang tercemar adalah air yang telah mengandung aneka bahan polutan. Banyak jenis polutan yang merupakan bahan-bahan kimia. Ketika air banyak mengandung bahan kimia, hal ini akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia yang terjadi di dalam air.
2.3.4. Mengganggu Kehidupan Binatang Dan Tumbuhan
Air yang tercemar jelas akan mengganggu kehidupan semua makhluk hidup, baik yang berada di darat maupun di air, baik berupa manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan. Air yang tercemar akan diminum oleh makhluk hidup yang tinggal di daratan. Hal ini akan menyebabkan berbagai polutan masuk ke dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit. Dan untuk binatang serta tumbuhan air, jelas akan terganggu karena air merupakan habitat dari tumbuhan dan binatang air tersebut.
2.3.5. Mengganggu Kesuburan Tanah
Air yang tercemar jelas akan mengganggu kesuburan tanah. Hal ini karena air akan meresap ke tanah yang ada di sebelah kanan atau kiri. Hal ini berakibat tanah tersebut ikut mengandung berbagai zat polutan. Jika tanah telah tercemar zat polutan, otomatis tanah tersebut tidaklah subur.
2.3.6. Mengganggu Produktivitas Tumbuhan
Masih serangkaian dengan dampak pencemaran air yang mengganggu kesuburan tanah, hal ini akan otomatis mengganggu produktivitas tumbuhan hidup di atas tanah. Ketika tanah yang mereka tempati tidak subur lagi, dan justru terkontaminasi zat polutan, maka tumbuhan tidak akan produktif lagi. Justru hal ini akan memberikan dampak berupa matinya tumbuh-tumbuhan yang berada disekitar yang tercemar tersebut.
3. Pencemaran Udara
Dalam setiap harinya kita pasti menemukan banyak orang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua ataupun roda empat. Asap yang dikeluarkan dari kendaraan tersebut yang nanti akan membuat udara menjadi tercemar dan menjadi udara yang tidak sehat. Agar pencemaran udara tidak begitu parah, maka sebaiknya perlu adanya penanaman pohon didaerah yang sering dilalui, akan tetapi juga memperhatikan tinggi dan besarnya pohon agar tidak tumbang ketika terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.
3.1. Faktor-Faktor Pencemaran Udara Dan Dampaknya
Polusi udara merupakan kondisi yang sangat akrab dengan keberadaan asap dan juga limbah. Limbah-limbah tersebut nantinya akan menguap dan pada akhirnya mengotori udara. Sebenarnya, sebagian besar alasan terjadinya polusi udara adalah karena adanya aktivitas dari manusia itu sendiri.
Semakin moderen zaman, kita akan semakin menemukan banyak aktivitas manusia yang akan menimbulkan polusi udara. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya polusi udara yaitu:
3.1.1. Lalu Lintas
Di zaman yang semakin moderen, kebutuhan akan kendaraan bermotor seakan menjadi kebutuhan primer. Hampir setiap keluarga pasti mempunyai kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Kendaraan memang selalu menjadi pendukung utama aktivitas mobilitas masyarakat. Dengan kendaraan bermotor masyarakat akan lebih leluasa dalam melakukan aktivitas, termasuk aktivitas perekonomian. Semakin banyak seseorang bermobilitas, maka akan semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan hasil yang banyak. Dari pemikiran sederhana inilah masyarakat Indonesia menjadikan sepeda motor sebagai kebutuhan primer. Kendaraan bermotor dalam operasinya pastilah memerlukan bahan bakar, yakni dari jenis minyak bumi.
Dalam teorinya, minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan mengandung senyawa hidrokarbon yang kemudian dibakar menghasilkan senyawa karbon dioksida dan air. Namun kenyataan memperlihatkan bahwa mesin tidak dapat sempurna dalam membakar hidrokarbon. Akibatnya kenalpot kendaraan mengeluarkan zat-zat yang berbahaya. Zat-zat yang berbahaya ini bahkan sering kita lihat sebagai kepulan asap yang berwarna hitam dan kecoklatan. Asap-asap inilah yang akan mengotori udara kita, sehingga menjadikan pencemaran udara.
3.1.2. Pembangkit Listrik
“Dengan listrik, hidup menjadi lebih baik”sering kita mendengar slogan tersebut. Memang benar sekali, listrik membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Bagaimana tidak? Dengan listrik kita bisa mempunyai penerangan yang sangat memadai pada malam hari. Dengan listrik pula, kita bisa mengoperasikan berbagai macam mesin yang akan meringankan pekerjaan kita.
Listrik benar-benar menjadi sebuah anugerah yang tiada tara. Adanya listrik ini karena disebabkan adanya pembangkit listrik. Sebagian pembangkit listrik konvensional masih menggunakan bahan batu bara, gas dan minyak. Dari proses pembangkit listrik menghasilkan listrik ini terkadang pembakarannya tidaklah sempurna, sehingga akan menghasilkan gas yang berbahaya. Gas-gas berbahaya ini misalnya adalah sulfur dioksida, nitrogen oksida, karbon dioksida dan partikulat. Gas-gas ini pada akhirnya akan menyebabkan adanya pencemaran udara yang mengotori udara dan menimbulkan banyak sekali efek-efek negatif.
3.1.3 Letusan Gunung Berapi
Penyebab terjadinya polusi udara yang ketiga adalah letusan gunung berapi. Peristiwa letusan gunung berapi ini juga disebut sebagai erupsi. Erupsi yang dilakukan oleh gunung berapi diakibatkan oleh faktor-faktor alam. Faktor-faktor alam tersebut dapat terjadi karena sebab yang alamiah juga. Oleh karena itulah letusan gunung berapi dikategorikan sebagai bencana alam. Dengan demikian faktor yang menyebabkan polusi udara tidak hanya dari manusia saja.
Keberadaan gunung berapi bukanlah sesuatu yang sulit untuk ditemui di Indonesia. Indonesia mempunyai jalur gunung berapi sehingga gunung berapi di Indonesia ada banyak sekali. Gunung berapi di Indonesia banyak sekali yang masih aktif. Masing-masing gunung api tersebut mempunyi siklus untuk melakukan erupsi. Maka di Indonesia seringkali terjadi erupsi gunung berapi. Gunung berapi ketika erupsi mengeluarkan berbagai zat yang berbahaya. Gas-gas yang dikeluarkan gunung berapi ini akan membumbung ke angkasa dan bercampur dengan udara yang kita hirup oleh karena itulah erupsi gunung berapi menjadi penyebab polusi atau pencemaran udara.
III. Persamaan Reaksi Persamaan reaksi kimia adalah pernyataan yang ditulis dengan rumus kimia yang memberikan informasi identitas dan kuantitas zat-zat yang terlibat dalam suatu perubahan kimia ataupun fisika. Semua zat yang terlibat dalam reaksi yang di mana jumlahnya berkurang setelah reaksi, disebut pereaksi (reaktan) , ditempatkan di sebelah kiri tanda panah yang mengarah ke kanan. Pada sebelah kanan tanda panah terdapat hasil reaksi (produk), yakni semua zat yang dihasilkan dari reaksi. Dalam rumus kimia, terdapat indeks, yaitu angka yang ditulis dalam format subscript (berukuran kecil dengan posisi agak ke bawah) pada sebelah kanan simbol unsur atau kelompok atom unsur (gugus), yang menyatakan jumlah atom unsur atau kelompok atom unsur. Contoh: Br 2 menunjukkan terdapat 2 atom Br yang saling berikatan; dan Fe(NO 3 ) 3 menunjukkan terda...
Comments
Post a Comment