Ikatan Logam Unsur logam merupakan unsur yang bersifat khusus. Pada umumnya unsur logam berwujud padat pada suhu kamar. Hal itu disebabkan antarlogam terdapat gaya yang dapat menyatukan antaratom logam. Unsur logam merupakan penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. a. Proses Terbentuknya Ikatan Logam Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi akibat penggunaan bersama elektron-elektron valensi antaratom logam. Ikatan ion tidak mungkin terdapat di antara atom–atom logam karena tidak terjadi perpindahan elektron dari satu atom logam ke atom yang sejenis. Ikatan kovalen juga tidak mungkin terbentuk karena dalam kristal logam, ternyata sebuah atom dikelilingi oleh 8 atau 12 atom yang lain, sedangkan elektron valensi dari logam-logam adalah 1, 2, 3, atau 4. Ikatan logam dapat dijelaskan dengan Teori Awan Elektron yang dikemukakan oleh Drude dan Lorentz pada awal abad ke-20. Menurut teori ini, setiap atom di dalam kristal logam melepaskan elektron valensinya sehingga terbentuk awan elektron dan kation yang bermuatan positif dan tersusun rapat dalam awan elektron tersebut. Ion logam yang bermuatan positif berada pada jarak tertentu satu dengan lainnya dalam kristalnya. Elektron valensi tidak terikat pada salah satu ion logam atau pasangan ion logam sehingga elektron valensi tersebut bebas bergerak ke seluruh bagian dari kristal logam. Menurut Teori Awan Elektron, kristal logam terdiri atas kumpulan ion logam bermuatan positif di dalam larutan elektron yang mudah bergerak. Ikatan logam terdapat di antara ion logam dan elektron yang mudah bergerak. Teori awan elektron dapat digunakan untuk menjelaskan sifat fisis logam. Atom-atom logam memiliki sedikit elektron pada kulit valensinya. Elektron pada kulit valensi tersebut sangat mudah dilepaskan oleh atom. Lepasnya elektron akan membuat atom yang ditinggalkannya menjadi bermuatan positif. Elektron yang dilepaskan akan bergerak bebas di sektar atom bermuatan positif tadi. Kumpulan elektron yang dilepaskan itu dinamakan lautan elektron. Elektron yang dilepaskan dari atom akan mengalami delokalisasi, yaitu keadaan elektron yang tidak menetap pada satu posisi dan selalu berpindah dari satu atom ke atom lain. Delokalisasi elektron sering juga disebut konduksi elektron. Delokalisasi elektron ini membuat logam bersifat keras dan dapat dibengkokan, misalnya logam tembaga dan aluminium.

Comments

Popular posts from this blog