7. Hujan Asam Pada proses pembakaran minyak bumi tentunya akan melepaskan gas yang berupa CO2, NO2, dan SO2 (sulfur), dari ketiga gas tersebut akan menyebabkan terjadinya hujan asam. Nitrogen oksida yang melepaskan gas nitrogen yang dikeluarkan di udara akan mengumpal menjadi asam nitrat yang menyebabkan dikeluarkannya asam. Sedangkan gas sulfur oksida yang melepaskan sulfur ke udara bebas akan membentuk awan yang memiliki asam kuat maka beberapa jam kedepan akan terjadi hujan asam. Hujan asam ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat menyebabkan besi mudah berkarat, bangunan menjadi cepat rusak dan dapat memulihkan kulit akan menimbulkan iritasi.  Proses Terjadinya Hujan Asam Hujan asam merupakan jenis-jenis hujan yang memiliki pH di bawah 5,6. Hujan sendiri secara alami bersifat asam, hal ini disebabkan oleh karbon dioksida di udara yang larut dalam air hujan sebagai asam lemah. Hujan asam ini di akibatkan oleh adanya belerang yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil seperti bensin. Selain itu nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen akan membentuk sulfur dioksida. Zat tersebut kemudian membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersaman dengan air hujan. Jenis-jenis air hujan yang asam dapat meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan, ini berbahaya bagi kehidupan ikan dan juga tanaman. Berikut adalah penjelasan mengenai proses terjadinya hujan asam: 1. Hujan asam sendiri mengalami peningkatan sejak terjadinya revolusi industri. 2. Penggunaan cerobong asap yang tinggi memang bertujuan untuk mengurangi polusi di bawah namun berkontribusi pada penyebaran hujan asam. 3. Hujan asam terjadi di daerah yang jauh lokasi dari sumber penyebabnya. Pegunungan lebih sering mengalaminya karena curah hujan yang lebih tinggi di kawasan tersebut. 4. Pengaruh hujan asam sendiri dapat terjadi dari menurunnya jumlah ikan di danau-danau. Pada tumbuhan, lapisan dinding daun dapat rusak. 5. Nutrisi menjadi menghilang sehingga tanaman menjadi tidak tahan terhadap dingin, serangan jamur dan serangga. 6. Selain itu pertumbuhan pada akar menjadi lebih lambat. Bagi manusia, hujan asam juga berdampak pada kesehatan. Tercemarnya air berdampak pada kesehatan seperti timbulnya wabah diare dan penyakit Alzheimer. Pembentukan hujan asam secara sederhana dapat dituliskan: S(s) + O2(g) → SO2(g) 2SO2(g) + O2(g) → 2SO3(g) SO3(g) + H2O(l) → H2SO4(aq) Pencegahan pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak bumi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut ini ada 5 cara mengatasi dampak pembakaran minyak bumi, yaitu: 1. Memproduksi Bensin Bebas Timbal (Pb) Gambar 2.2 Bensin bebas timbal TEL ditambahkan pada bensin untuk meningkatkan kualitas bensin. Namun demikian, penggunaan TEL ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan manusia karena gas buangan kendaraan bermotor menghasilkan partikel-partikel timbal. Sehingga akhir-akhir ini penggunaan TEL diganti dengan MBTE (Metil Tertier Butil Eter), yang mempunyai fungsi sama dengan TEL untuk meningkatkan bilangan oktan, tetapi tidak melepaskan timbal di udara. 2. Memproduksi Bioetanol Sebagai Pengganti Bensin Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari tumbuhan. Bioetanol dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, baik murni maupun dicampur dengan bensin. Bensin yang dicampur dengan etanol dikenal sebagai gasohol. Gambar 2.3 Proses produksi bioetanol 3. Memproduksi Biodiesel Sebagai Pegganti Solar Gambar 2.4 Proses produksi biodiesel Bahan bakar biodiesel berasal dari minyak tumbuhan atau hewan yang direaksikan dengan metanol melalui proses transesterifikasi sehingga diperoleh minyak metil ester (ME) yang disebut dengan biodiesel Biodiesel sangat mudah digunakan dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa perlu memodifikasi mesin. Selain itu, biodiesel juga dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel dengan bilangan oktan yang lebih tinggi. Solar yang dicampur dengan biodiesel akan memiliki nilai oktan yang tinggi hingga mencapai 64. Sedangkan solar yang tidak diberi campuran biodiesel memiliki nilai oktan sebesar 48, kemudian pertamina DEX (Diesel Environment Extra) hanya mempunyai nilai oktan sebesar 53. Selain itu, biodiesel juga berfungsi sebagai pelumas sekaligus membersihkan injector, serta dapat mengurangi emisi karbon dioksida, partikulat berbahaya, dan sulfur oksida. 4. Mengembangkan Mobil Listrik Gambar 2.5 Mobil listrik Mobil listrik adalah jenis mobil yang menggunakan energi listrik sebagai sumber tenaga. Mobil listrik di Indonesia dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan merek Marlip (Marmut Listrik LIPI). Marlip secara mekanis digerakan dengan energi listrik. Dalam setiap unit mobil dilengkapi dengan komponen penyimpanan energi yang menyerupai sebuah baterei. Komponen itu diperlukan agar kendaraan dapat dijalankan hingga jarak tertentu dari sumber listriknya. Sumber tenaga yang digunakan sebanyak 3 (tiga) buah dengan tegangan 200Ah/12V. Karena tidak menggunakan bahan bakar minyak, otomotis mobil listrik tersebut tidak menimbulkan pencemaran udara. 5. Mengembangkan Mobil Hibrida Gambar 2.6 Salah satu bentuk mobil hibrida Energi yang digunakan untuk menggerakan mobil hibrida berasal dari gabungan mesin pembakaran internal (sumber energi BBM) dan listrik (sumber energi baterei). Dengan penggunaan energi gabungan tersebut, penggunaan BBM menjadi relatif lebih hemat. Baterei dapat diisi ulang pada saat kendaraan berhenti. Kelebihan lainnya, emisi keluaran mesin pembakaran internal digunakan untuk menggerakan generator penghasil listrik yang kemudian energi listrik tersebut disimpan dalam baterei. Jadi, selain lebih hemat dalam mengkonsumsi bahan bakar minyak, mobil hibrida juga ramah lingkungan dibandingkan mobil konvesional.

Comments

Popular posts from this blog