3.2. Penyebab Gunung Meletus Dan Akibatnya Gunung berapi secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem saluran fluida yang terdiri atas batuan cair bersuhu tinggi yang memiliki struktur memanjang dari kedalam lapisan atmosfer kurang lebih 10 km hingga permukaan bumi. Gunung berapi juga memiliki kumpulan endapan material yang keluar saat terjadinya letusan. Material tersebut meliputi abu dan batuan dengan berbagai ukuran. 3.3. Kondisi Gunung Berapi Selama masa hidupnya, gunung berapi memiliki kondisi atau keadaan yang terus berubah dari waktu kewaktu, terkadang masuk kondisi tidur yang mana suatu gunung berapi namun tidak menunjukkan aktivitas sama sekali selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun di satu kondisi gunung akan kembali aktif dan meletus dengan dahsyat seperti yang terjadi pada gunung Sinabung, Sumatera Utara yang terakhir kali meletus pada tahun 1600an dan pada tahun 2010 kembali aktif serta akhirnya meletus pada tahun 2013 hingga sekarang aktivitas letuasannya masih berlangsung. Sementara itu untuk letusan gunung berapi merupakan suatu aktivitas vulkanik yang sering disebut dengan istilah erupsi. Ketika meletus, sebuah gunung berapi dapat melontarkan berbagai material hingga puluhan kilometer jauhnya, tidak hanya itu, awan panas dan gas beracun juga kerap kali menjadi ancaman serius bagi penduduk yang bertempat tinggal tak jauh dari letusan. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan berbagai kerusakan dengan total kerugian yang besar karena menghancurkan areal pemukiman dan pertanian penduduk, belum lagi dampak lainnya seperti pencemaran udara oleh gas beracun serta memicu penyebab banjir lahar dingin yang dapat merusak infrastruktur umum. Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab gunung berapi meletus: 3.3.1. Peningkatan Kegempaan Vulkanik Ditandai dengan terjadi aktivitas yang tidak biasa pada gunung berapi, misalnya frekuensi gempa bumi meningkat yang mana dalam sehari bisa terjadi puluhan kali gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf. Selain itu terjadi peningkatan aktivitas Seismik dan kejadian vulkanis lainnya hal ini disebabkan oleh pergerakan magma, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi. Jika tanda diatas muncul dan terus berlangsung dalam beberapa waktu yang telah ditentukan maka status gunung berapi dapat ditingkatkan ke level waspada. Pada level ini harus dilakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar, melakukan penilaian bahaya dan potensi untuk naik ke level selanjutnya dan kembali mengecek sarana serta pelaksanaan shift pemantauan yang harus terus dilakukan. 3.3.2. Suhu Kawah Meningkat Secara Signifikan Sebagai tanda bahwa magma naik dan mencapai lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung akan mempengaruhi suhu kawah secara keseluruhan. Pada gunung dengan status normal, volume magma tidak terlalu banyak terkumpul di daerah kawah sehingga menyebabkan suhu di sekitar normal. Naiknya magma tersebut bisa disebabkan oleh pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung seperti gerakan lempeng sehingga meningkatkan tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya membuat magma terdorong ke atas hingga berada tepat di bawah kawah. Pada kondisi seperti ini, banyak hewan-hewan di sekitar gunung berimigrasi dan terlihat gelisah. Selain itu meningkatnya suhu kawah juga membuat air tanah di sekitar gunung menjadi kering. 3.3.3. Terjadinya Deformasi Badan Gunung Ini disebabkan oleh peningkatan gelombang magnet dan listrik sehingga menyebabkan perubahan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma yang volumenya mengecil atau bisa juga saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma menjadi tersumbat akibat deformasi batuan penyusun gunung. 3.3.4. Lempeng-Lempeng Bumi Yang Saling Berdekatan Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik dan meningkatkan aktivitas geologi gunung. Seperti yang dijelaskan sebelumnya lempeng merupakan bagian dari kerak bumi yang terus bergerak setiap saat, dan daerah pegunungan merupakan zona dimana kedua lempeng saling bertemu, desakan lempeng bisa juga menjadi penyebab perubahan struktur dalam gunung berapi. 3.3.5. Akibat Tekanan Yang Sangat Tinggi Jika sepanjang perjalanan magma menyusuri saluran kawah terdapat sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal letusan gunung berapi. Semakin besar tekanan dan volume magma-nya maka semakin kuat ledakan yang akan terjadi. 4. Mengganggu Kesehatan Asap yang diperlukan dari kendaraan atau pabrik industri akan menyebabkan gangguan kesehatan karena mengandung zat-zat yang berbahaya. Selain bagian tubuh dalam yang memperbaiki masalah, bagian luar tubuh seperti kulit akan memperbaikinya. Maka dari itu, harus dilepaskan sambil diantarkan untuk dipakai yang menutup tubuh seperti jaket, celana panjang dan topeng. Penggunaan bensin bertimbal (mengandung TEL: tetra ethyl lead) menyebabkan tercemarnya udara oleh partikel timbal yang dihasilkan pada saat proses pembakaran. Jika terhirup makhluk hidup (manusia) dapat menyebabkan gangguan tulang belakang dan gangguan kerja enzim. Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan pencemaran udara. Gas buangan yang dihasilkan adalah CO (karbon monoksida). Gas CO sangat berbahaya karena mampu menggantikan ikatan oksigen pada hemoglobin. Daya ikat hemoglobin terhadap CO dua kali lebih besar daripada terhadap oksigen. 5. Lahan Tanah Menipis Seperti yang kita ketahui dalam bidang pertambangan pasti akan membutuhkan lahan luas. Batu bara yang diolah menjadi bahan bakar biasanya didapat dari tanah yang suburban. Hal ini menyebabkan tanah yang digunakan dalam bidang ini tidak akan dapat digunakan lagi dalam bidang pertanian atau penanaman pohon-pohon dalam jangka waktu tertentu. Ini disebabkan karena tanah yang dibuat sebagai pertambangan ini telah kehilangan kesuburannya dan untuk membuat tanah tersebut menjadi subur lagi membutuhkan waktu yang lama. Tanah merupakan bagian penting dalam kehidupan ini karena sangat menunjang kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya di muka bumi ini. Tanah merupakan tempat tinggal bagi banyak spesies makhluk hidup baik itu manusia, tumbuhan dan hewan. Mungkin bisa anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada tanah? Maka pastinya tidak akan terjadi kehidupan bukan? Oleh karena itu adalah hal yang sangat penting untuk tetap menjaga kelestarian tanah dan jangan sampai mencemarinya dengan berbagai hal yang merusak tanah. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak industri pabrik membuat banyak limbah kimia yang dibuang begitu saja ke dalam air dan tanah tanpa memandang bagaimana dampak yang akan timbul dari kegiatan tersebut. 5.1. Pengertian Pencemaran Tanah Pencemaran tanah merupakan keadaan dimana adanya berbagai bahan substansi kimia yang masuk ke dalam lapisan tanah sehingga mengubah struktur dan lingkungan di dalam tanah. Sumber utama dari adanya pencemaran tanah ini adalah adanya kebocoran limbah kimia yang biasanya ada di pabrik baik itu bahan kimia organik maupun yang kimia tulen. Biasanya di dalam pabrik tempat pembuangan limbah kimia ini terdapat di dalam bunker yang terdapat di dalam tanah sehingga sangat rawan terjadi kebocoran. Jika bunker tersebut sudah bocor maka selanjutnya yang terjadi adalah masuknya berbagai zat kimia tersebut ke dalam tanah dan merusak struktur tanah itu sendiri. 5.2. Penyebab Pencemaran Tanah Sebagian besar pencemaran tanah dikarenakan adanya kebocoran bahan kimia baik itu yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja baik dalam skala besar ataupun skala kecil. Penggunaan pestisida pada lahan pertanian, masuknya bahan kimia yang terdapat di dalam air ke dalam permukaan tanah, adanya kecelakaan kendaraan pengangkut minyak yang masuk ke dalam tanah juga mampu menimbulkan pencemaran tanah. Ketika bahan kimia sudah ada di dalam tanah maka bahan kimia tersebut dapat larut ke dalam air, terbawa air hujan dan juga mampu menguap ke dalam udara sehingga efeknya akan menjadi efek domino dimana yang berbahaya bukan hanya pada tanah saja melainkan juga di dalam air dan udara. Limbah sebagai penyebab pencemaran tanah merupakan hasil buangan baik dari limbah industri domestik maupun rumah tangga. Limbah ini seringkali juga disebut sebagai sampah dan kehadirannya tidak dipedulikan lagi oleh orang dan lingkungan. Secara kandungan zat di dalamnya limbah tergolong dari dua jenis yaitu bahan kimia organik dan anorganik. Adanya penumpukan limbah ini di dalam tanah akan mampu membuat dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya. Karena bahayanya inilah oleh karena itu sangatlah penting untuk membuat penanggulangan terhadap bahayanya. Limbah industri yang mampu menyebabkan pencemaran tanah biasanya berasal dari pabrik, manufaktur, industri kecil, industri besar dan industri perumahan. Limbah yang dihasilkan ini bisa berupa limbah cair dan juga limbah padat. Adapun penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut ini: 5.2.1. Limbah Padat Limbah industri yang padat merupakan limbah buangan dari hasil industri pabrik berupa padatan, bubur, atau lumpur yang berasal dari hasil pengolahan pabrik tersebut. Misalnya saja limbah dari pabrik gula, kertas, rayon, pulp, pengawet buah, ikan, daging, plywood dan lainnya. 5.2.2. Limbah Cair Sedangkan limbah cair adalah hasil pembuangan dari industri yang berbentuk cair. Contoh limbah cair ini adalah seperti sisa dari pengolahan limbah industri kimia dan logam. Limbah dalam bentuk cair ini sangat berbahaya terutama jika mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi menganggu kesehatan manusia. 5.2.3. Limbah Anorganik Limbah anorganik ini merupakan jenis limbah yang tidak mampu mengalami penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme lainnya seperti jamur dan bakteri. Contoh dari limbah anorganik ini misalnya adalah limbah kantong plastik, kaleng bekas, botol minuman, bekas botol air mineral dan lainnya. Limbah anorganik ini memerlukan tindakan pembuangan yang harus diatur sedemikian rupa supaya tidak membuat kerugian pada tanah dan juga makhluk hidup lainnya karena tanah menjadi tercemar oleh adanya limbah ini. 5.2.4. Limbah Organik Untuk jenis limbah organik merupakan limbah yang lebih ramah dibandingkan dengan limbah anorganik. Hal ini terjadi karena limbah organik mampu diuraikan kembali oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga tidak begitu berbahaya bagi tanah itu sendiri. Jenis limbah ini misalnya saja tinja atau feses, oli, cat, sampah rumah tangga yang dari tumbuhan. Meskipun limbah atau sampah organik ini tidak begitu berbahaya namun perlu diingat bahwa jika terlalu banyak sampah organik di dalam tanah maka penguraiannya pun akan semakin lama dan hal ini membuat pertumbuhan berbagai tanaman di dalamnya menjadi lebih lambat dan hal ini tidak baik begitu lingkungan. 5.2.5. Limbah Industri Limbah industri ini bisa berasal dari limbah industri kecil dari perumahan atau limbah industri besar berskala pabrik. Limbah ini bisa juga berasal dari dunia usaha hotel, rumah makan, pasar, perdagangan, tempat wisata, instansi pemerintah dan swasta, dan lainnya. Limbah yang dihasilkan bisa berupa limbah padat maupun cair dan organik maupun anorganik. 5.2.6. Limbah Pertanian Limbah dari hasil pertanian ini juga mampu menyebabkan pencemaran tanah. Misalnya saja adalah dengan penggunaan pupuk atau pestisida pada pertanian sehingga menyebabkan tanah menjadi tercemar. Jika penggunaan pestisida dan pupuk ini sudah melebihi batas wajarnya maka akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan termasuk rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman yang tidak optimal lagi.

Comments

Popular posts from this blog