2. Gaya Van der Waals Gaya Van der Waals sama dengan gaya London, tetapi terjadi pada molekul yang mengalami dipol permanen. Nama gaya ini diambil dari nama ahli Fisika Belanda Johanes Van der Waals (1837 – 1923) yang telah mempelajari gaya intermolekul. Gaya Van der Waals terjadi pada molekul ionik dan kovalen polar. Pol (kutub) yang sama tolak-menolak, sedangkan pol yang tidak sama akan tarik-menarik. Gambar 3.16 Gaya Van der Waals Antara dua molekul polar terjadi interaksi dipol-dipol permanen. Akibatnya, senyawa polar larut dalam pelarut polar, misalnya asetat larut dalam air. Dipol pada molekul polar bersifat permanen. Dipol itu dapat menginduksi (mengimbas) awan elektron molekul nonpolar sehingga terbentuk dipol terinduksi. Adanya dipol terinduksi menyebabkan molekul nonpolar dapat larut dalam pelarut polar walaupun sedikit, misalnya oksigen dapat larut dalam air. Paling sedikit terdapat tiga gaya antarmolekul yang berperan dalam terjadinya gaya Van der Waals, yaitu gaya orientasi, gaya imbas, dan gaya dispersi. a. Gaya Orientasi Gaya orientasi terjadi pada molekul-molekul yang mempunyai momen dipol permanen atau molekul polar. Antaraksi antara kutub positif dari satu molekul dengan kutub negatif dari molekul yang lain akan menimbulkan gaya tarik-menarik yang relatif lemah. Gaya ini memberi sumbangan yang relatif kecil terhadap gaya Van der Waals, secara keseluruhan. Kekuatan gaya orientasi ini akan semakin besar bila molekul-molekul tersebut mengalami penataan dengan ujung positif suatu molekul mengarah ke ujung negatif dari molekul yang lain. Misalnya, pada molekul-molekul HCl. b. Gaya Imbas Gaya imbas terjadi bila terdapat molekul dengan dipol permanen, berinteraksi dengan molekul dengan dipol sesaat. Adanya molekul-molekul polar dengan dipol permanen akan menyebabkan imbasan dari kutub molekul polar kepada molekul nonpolar, sehingga elektron-elektron dari molekul nonpolar tersebut mengumpul pada salah satu sisi molekul (terdorong atau tertarik), yang menimbulkan terjadinya dipol sesaat pada molekul nonpolar tersebut. Terjadinya dipol sesaat akan berakibat adanya gaya tarik-menarik antardipol tersebut yang menghasilkan gaya imbas. Gaya imbas juga memberikan andil yang kecil terhadap keseluruhan gaya Van der Waals.

Comments

Popular posts from this blog