ASAM DAN BASA
Sifat
larutan dapat dibedakan berdasarkan sifat asam basanya, yaitu larutan bersifat
asam, larutan bersifat basa, dan larutan bersifat netral. Buah-buahan umumnya
mempunyai sifat asam misalnya jeruk mengandung asam sitrat, sedangkan
anggur mengandung asam tartrat sifat asam pada buah tersebut
ditunjukkan dengan rasa masamnya. Selain itu juga cuka dapur mempunyai sifat
masam, karena di dalamnya terkandung asam
asetat. Banyak zat pembangun tubuh kita yang terbentuk dari asam lemak serta protein yang terbentuk
dari asam amino. Dalam lambung
terdapat asam klorida yang berperan
pada pencernaan makanan serta dalam darah terkandung asam korbonat dan asam fosfat
yang berperan pada pengangkutan makanan tersebut. Buah jeruk nipis pun
mempunyai rasa masam karena mengandung asam
sitrat.
Seperti
halnya asam, kelompok zat yang disebut basa
merupakan elektrolit yang tidak kalah pentingnya. Beberapa basa dapat dijumpai
pada kehidupan sehari-hari. Cairan pengapur tembok disebut “air kapur” adalah
larutan kalsium hidroksida. Para ibu
rumah tangga banyak menggunakan larutan amonium
hidroksida untuk membersihkan marmer atau kaca jendela. Para penderita
penyakit maag selalu meminum obat
yang berupa larutan magnesium hidroksida
atau larutan aluminium hidroksida.
Basa mempunyai rasa pahit dan licin bila dipegang.
Istilah
asam berasal dari bahasa Latin,
yaitu acetum yang berarti cuka. Cuka merupakan
nama trivial dari asam asetat. Telah lama diketahui bahwa larutan asam memiliki
rasa masam dan bersifat korosif, yaitu dapat merusak berbagai benda, antara
lain logam dan marmer. Adapun basa
(alkali) berasal dari bahasa Arab alquili yang berarti abu. Larutan basa
memiliki rasa pahit dan bersifat kaustik,
yaitu licin seperti sabun.
Larutan
asam dan basa dapat diketahui dengan menggunakan indikator. Indikator yang biasa dipakai pada percobaan sederhana
adalah kertas lakmus. Larutan basa akan ditunjukkan oleh perubahan warna kertas
lakmus merah menjadi biru, sedangkan kertas lakmus biru akan berubah menjadi
merah ketika dicelupkan dalam larutan asam. Larutan yang tidak bersifat asam
maupun basa berarti tergolong larutan netral.
Tabel
6.1 Kertas
Lakmus Merah dan Lakmus Biru dalam Larutan Asam, Basa, dan Netral
|
Jenis
Kertas Lakmus |
Dalam
Larutan |
||
|
Asam |
Basa |
Netral |
|
|
Merah Biru |
Merah Merah |
Biru Biru |
Merah Biru |
Dengan
demikian, kertas lakmus merah dapat digunakan untuk indikator larutan basa dan
kertas lakmus biru digunakan untuk indikator asam.
|
Terapan
Kimia |
|
Lakmus Lakmus adalah warna alami yang terdapat
dalam lumut. Warna itulah yang dibuat menjadi larutan kertas lakmus. Jika
kertas dibasahi larutan tersebut dan kemudian dikeringkan, dihasilkan
kertas lakmus merah atau biru. Sumber : Fatt, Chankim (1), 2003 : 127 |
|
Wawasan Kewirausahaan |
|
Membuat Sabun Ada
dua jenis sabun, yaitu sabun lemak dan nonlemak. Sabun lemak biasanya
dijual dalam bentuk zat padat batangan, sedangkan sabun nonlemak dalam
bentuk serbuk dan cream. Di bawah ini disajikan cara membuat sabun lemak. Bahan-bahan 1.
Minyak kelapa (200 gram) 2.
Soda kaustik (NaOH)(112 gram) 3.
Air (20 gram) 4.
Parfum Alat-alat 1.
Gelas 2.
Batang pengaduk 3.
Kompor 4.
Cetakan Cara membuat 1.
Minyak kelapa dimasukkan dalam gelas dan dipanaskan
hingga suhu 75 °C. 2.
Larutan soda kaustik dituang ke dalam minyak panas
sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai habis. 3.
Sementara itu, dipanaskan air hingga suhu 80 °C.
Kemudian, tuangkan ke dalam campuran minyak dan soda kaustik. 4.
Pemanasan sabun terus dilakukan sambil diaduk-aduk
hingga homogen. 5.
Setelah homogen, tuangkan sabun ke dalam cetakan. Agar
harum, sebelum dimasukkan ke dalam cetakkan diberi parfum. 6.
Biarkan selama 24 jam. |
A.
Perkembangan Konsep Asam Dan Basa
Di depan, telah
diketahui ciri-ciri dari bahan-bahan yang termasuk asam dan basa. Dengan
demikian, dikenal dengan beberapa konsep perkembangan asam dan basa.
1.
Asam Menurut Lavoisier
Pada tahun 1777,
Lavoisier menyatakan bahwa asam merupakan zat yang mengandung oksigen. Oleh
karena itu, Lavoisier memberikan nama oksigen yang berarti pembentuk asam. Oksigen
bertanggung jawab atas sifat-sifat asam.
2.
Asam Menurut Humphry Davy
Pada tahun 1810,
Humphry Davy menemukan bahwa hidrogen klorida yang tidak mengandung oksigen
bersifat asam. Dengan demikian, Davy menyimpulkan bahwa yang bertanggung jawab
atas sifat asam adalah hidrogen, bukan oksigen.
3.
Asam Menurut Arrhenius
Pada
tahun 1884, Arrhenius mengemukakan teori asam–basa dengan cukup memuaskan.
Menurut Arrhenius,asammerupakan
zat yang dalam air melepaskan ion H+, sedangkan basa
merupakan zat yang dalam air melepaskan ion OH-. Jadi, menurut
Arrhenius, pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan pembawa sifat
basa adalah ion OH-. Jika asam Arrhenius dirumuskan dengan HxA,
di dalam air asam itu akan mengalami ionisasi sebagai berikut.
|
Ion H+ merupakan penyusunan aktif dari H3O+ |
Contoh:
Asam klorida (HCl), asam sulfat (H2SO4),
dan asam fosfat (H3PO4) di dalam air akan terionisasi sebagai berikut.
Jumlah
ionH+ yang dilepaskan oleh tiap molekul disebut valensi
asam,sedangkan ion negatif yang melepaskan ionH+ disebut sisa asam. Contoh asam dan persamaan
reaksi ionisasinya disajikan dalam Tabel6.2
Tabel
6.2 Nama
Asam Dan Persamaan Reaksi Ionisasinya
|
Nama
Asam |
Rumus
Asam |
Persamaan
Reaksi Ionisai |
|
Asam fluorida Asam klorida Asam iodida Asam nitrat Asam sulfat Asam sianida Asam sulfida Asam sulfit Asam fosfit Asam fosfat Asam nitrit Asam korbonat Asam format Asam asetat Asam benzoat Asam oksalat |
HF HCl HI HNO3 H2SO4 HCN H2S H2SO3 H3PO3 H3PO4 HNO2 H2CO3 HCOOH CH3COOH
C6H5COOH
H2C2O4 |
|
|
Berpikir Kritis |
|
Dinding lambung kita
memproduksi asam klorida. Asam ini merupakan asam kuat yang dapat
melarutkan logam. Mengapa lambung kita memproduksi asam klorida? Bagaimana
dinding lambung kita tidak terluka oleh asam ini? Walaupun demikian, pada
beberapa orang, asam ini melukai dinding lambung sehingga mengalami sakit
asam lambung (maag). Berdasarkan
keterangan di atas, diskusikan dengan teman Anda fungsi asam klorida bagi
pencernaan dan penyebab sakit asam lambung (maag) |
Banyaknya
ion H+ yang dilepaskan oleh larutan asam dalam air dapat berjumlah
satu, dua, atau lebih. Asam yang menghasilkan satu ion H+ disebut
asam monoprotik atau bervalensi satu. Asam yang menghasilkan duaion H+
disebut asam diprotik atau asam bervalensi dua.
|
Asam format disebut juga asam semut dan asam asetat disebut asam
cuka (cuka makan) |
ion H+.
Oleh karena itu, senyawa seperti etanol (C2H5OH), glukosa
(C6H12O6),
atau gula pasir (C12H22O11), meskipun
mengandung
atom hidrogen, tidaklah bersifat asam,
sebab mereka tidak dapat
melepaskan ion H+ tatkala
dilarutkan ke dalam air.
Beberapa
oksida bukan logam mempunyai sifat
asam, sebab
mereka dapat bereaksi dengan air
menghasilkan ion H+. Oksida semacam ini disebut oksida asam.
Atmosfer
kita secara alami selalu mengandung oksida asam. Letusan gunung berapi akan
membuang gas SO2 dan SO3 ke udara, sedangkan pembakaran
hutan dan pernafasan manusia atau hewan akan melepaskan gas CO2.
Ketika terjadi petir, energi listrik yang timbul menyebabkan reaksi N2
dan gas O2 di udara untuk membentuk gas N2O3
dan N2O5. Oksida asam ini bereaksi dengan air hujan
menghasilkan asam. Itulah sebabnya air hujan agak besifat asam.
Di
zaman modern ini, pemakaian bahan bakar minyak bumi menyebabkan jumlah oksida
asam di udara meningkat pesat, terutama gas CO2, SO2, dan
SO3, sehingga menimbulkan berbagai pencemaran lingkungan seperti
hujan asam dan meningkatnya suhu permukaan bumi. Untuk menanggulangi masalah
ini, pemahaman terhadap sifat asam mutlak diperlukan.
Adapun basa
Arrhenius merupakan hidroksida logam, M(OH)x, yang didalam air
membebaskan ion hidroksida (OH-) sesuai dengan persamaan reaksi
berikut.
Contoh:
Natrium hidroksida (NaOH), magnesium
hidroksida (Mg(OH)2),
dan aluminium hidroksida(Al(OH)3)
di dalam air akan terionisasi.
Jumlah
ion OH- yang dilepaskan oleh tiap molekul disebut valensi basa. Contoh basa dan persamaan
reaksi ionisasinya disajikan dalam Tabel 6.3.
Tabel
6.3 Nama
Basa Dan Persamaan Reaksi Ionisasinya
|
Nama
Basa |
Rumus
Basa |
Persamaan
Reaksi Ionisasi |
|
Litium hidroksida Natrium hidroksida Kalium hidroksida Rubidium hiodroksida Magnesium hidroksida Kalsium hidroksida Strontium hidroksida Aluminium hidroksida Tembaga (I) hidroksida Tembaga (II) hidroksida Besi (II) hidroksida Besi (III) hidroksida |
LiOH NaOH KOH RbOH Mg(OH)2 Ca(OH)2 Sr(OH)2 Al(OH)3 CuOH Cu(OH)2 Fe(OH)2 Fe(OH)3 |
|
Tidak
semua basa memiliki gugus –OH . misalnya, NH3 bersifat basa karena
dalam larutannya (dalam air) akan menghasilkan ion OH-. Sebaliknya,
senyawa yang memiliki gugus –OH belum tentu bersifat basa. Misalnya, CH3COOH
dan C6H5OH tidak bersifat basa, tetapi bersifat asam.
Beberapa
oksida logam mempunyai sifat basa,
dan disebut oksida basa, sebab mereka
dapat bereaksi dengan air menghasilkan ion OH-.
4.
Asam Menurut Bronsted – Lowry
|
Nama proton sering kali digunakan dengan makna ion hidrogen |
kul air menarik ion H+
(proton) dari HCl. Keadaan itu tidak terjadi pa-
da pelarut eter karena HCl tidak
terionisasi dalam eter karena tidak la-
rut. Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa ionisasi HCl dalam air
terjadi karena pemindahan sebuah proton
dari molekul HCl ke molekul
air membentuk ion H3O+
(ion hidronium).
|
Diskusikan |
Menurut Bronsted danLowry, asam
merupakan
|
Kegunaan Basa Basa terdapat dalam bahan pembersih yang kita gunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Sabun adalah contoh bahan yang mengandung basa.
Diskusikan dengan teman Anda kegunaan basa yang lain. |
dangkan basa merupakan penerima proton
(akseptor
proton). Hal itu berarti teori asam-basa
Bronsted-
Lowry diajukan berdasarkan reaksi
pemindahan pro-
ton. Jadi, pada reaksi di atas, H2O
merupakan basa
karena menerima proton dari HCl.
Setelah
melepaskan satu proton, asam mem-
bentuk spesi yang disebut basa konjugasi. Spesi
itu disebut basa karena dapat menarik
kembali proton dan membentuk kembali asam semula. Secara umum, pernyataan itu
dapat ditulis sebagai berikut.
Contoh:
-
Hal
yang sama juga terjadi pada basa. Setelah menangkap satu proton, suatu basa
membentuk suatu spesi yang disebutasam konjugasi.
Spesi itu merupakan suatu asam karena dapat melepas satu proton dan membentuk
kembali basa semula. Secara umum, pernyataan itu dapat ditulis sebagai berikut.
Contoh:
|
Asam hanya berselisih satu proton saja dari konjugat basanya,
sedangkan semua atom lainnya sama. |
sinya diberi tanda Asam–2 dan Basa–2.
Contoh:
Penerapan
teori asam–basa Bronsted–Lowry lebih luas daripada teori asam–basa Arrhenius.
Hal itu disebabkan teori asam–basa Bronsted–Lowry dapat diterapkan tidak
terbatas pada pelarut air, tetapi dalam pelarut bukan air bahkan dalam reaksi
tanpa pelarut. Selain itu, teori asam–basa Bronsted–Lowry
dapat terjadi tidak hanya berupa molekul, tetapi dapat berupa kation atau
anion.Teori asam–basa Bronsted–Lowry dapat menjelaskan sifat asam dari NH4Cl.
Latihan
6.1
1. Apakah
pengertian asam dan basa Bronsted – Lowry? Berikan contohnya.
2. Tentukan
pasangan asam – basa konjugasi dalam persamaan reaksi berikut.
a.
b.
c.
3. Tentukan
asam–1 dan basa–1 serta asam–2 dan basa–2 pada persamaan reaksi berikut.
a.
b.
c.
5.
Asam Menurut G.N. Lewis
Pada tahun 1923 G.N. Lewisseorang ahli kimia dari
Amerika Serikat, memperkenalkan teori asam–basa yang tidak melibatkan transfer
proton, tetapi melibatkan penyerahan dan penerimaan pasangan elektron bebas.
a.
Pengertian Asam – Basa Lewis
|
Asam Lewis : akseptor pasangan elektron. Basa Lewis : donor pasangan elektron. |
Basa Lewis merupakan
zat yang dapat memberikan sepasang elek-
tron. Contoh basa Lewis adalah NH3
dan OH- yang mempunyai sepasang
elektron bebas yang dapat disumbangkan
ke H+ atau asam Lewis lainnya.
Di
kelas X, telah dipelajari ikatan koordinasi, yaitu jenis ikatan ki-
mia yang menggunakan pasangan elektron
dari salah satu atom yang beri-
katan. Jika teori ikatan koordinasi
digabungkan dengan teori asam–basa
Lewis, pembentukan ikatan koordinasi
merupakan reaksi asam–basa
Lewis.
b.
Keunggulan Asam Basa Lewis
Beberapa
keunggulan asam basa Lewis yaitu sebagai berikut.
a.
Sama dengan teori Bronsted dan Lowry,
dapat menjelaskan sifat asam, basa dalam pelarut lain atau pun tidak mempunyai
pelarut.
b.
Teori asam basa Lewis dapat menjelaskan
sifat asam basa molekul atau ion yang mempunyai pasangan elektron bebas atau
yang dapat menerima pasangan elektron bebas. Contohnya pada pembentukan senyawa
komplek.
c.
Dapat menerangkan sifat basa dari
zat-zat organik seperti DNA dan RNA yang mengandung atom nitrogen yang memiliki
pasangan elektron bebas.
Latihan
6.2
1. Apakah
pengertian dari asam basa Lewis? Berikan masing-masing contohnya.
2. Apakah
perbedaan antara pengertian asam–basa menurut Lewis, Bronsted–Lowry, dan
Arrhenius?
3. Apakah
kaitan antara teori asam – basa Lewis dan ikatan koordinasi?
4. Tentukan
asam Lewis dan basa Lewis pada persamaan reaksi berikut.
a.
b.
c.
5. Tentukan
zat berikut sebagai asam Lewis atau basa Lewis:
a.
CO2 d. NH3
b.
H2O e. OH-
c.
SO2 f. BCl3
Comments
Post a Comment