1.    Ikatan Kovalen Rangkap

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, ikatan kovalen terbentuk karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron. Penggunaan sepasang elektron menghasilkan ikatan kovalen tunggal. Jika yang digunakan untuk berikatan lebih dari satu pasang elektron, ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen rangkap. Ada dua jenis ikatan kovalen rangkap, yaitu ikatan kovalen rangkap dua dan ikatan rangkap tiga.

 

 

a)   Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Perhatikan terjadinya molekul O2 berikut. Molekul O2 terjadi dari dua atom oksigen dengan ikatan kovalen rangkap,

 


                                          

Gambar 3.5 Pembentukan O2

           

Atom O mempunyai 6 elektron di kulit terluar. Untuk dapat mempunyai susunan oktet, atom itu harus menerima dua elektron dari atom lain. Masing-masing atom O akan mempunyai susunan oktet apabila terjadi ikatan rangkap pada molekul O2. Hal itu disebabkan oleh adanya dua pasang elektron yang digunakan bersama.

 

 

b)   Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

     Perhatikan terjadinya molekul N2 berikut.


 

Gambar 3.6 Ikatan Kovalen Pada N2

                Satu atom N mempunyai 5 elektron pada kulit terluar. Untuk mempunyai susunan oktet, atom N harus menerima 3 elektron dari atom lain. Masing-masing atom N akan mempunyai susunan oktet dengan membentuk ikatan kovalen rangkap tiga pada molekul N2. Hal itu disebabkan adanya tiga pasang elektron yang digunakan bersama. Contoh yang lain adalah C2H2 (gas karbit).

            Penentuan jenis ikatan yang terjadi dapat dilakukan dengan cara menuliskan struktur Lewisnya. Untuk memudahkan penggambaran struktur Lewis, lakukan langkah-langkah berikut.

1)   Jumlahkan elektron valensi dari semua atom yang berikatan. Jika berupa ion positif, kurangilah jumlah elektron valensi dengan muatannya. Jika berupa ion negatif, tambahkan jumlah elektron valensi dengan muatannya.

2)   Gunakan sepasang elektron untuk menggambarkan pembentukan ikatan antara dua atom.

3)   Lengkapilah jumlah atom yang terikat pada atom pusat sehingga memenuhi konfigurasi gas mulia (hukum oktet: memiliki elektron valensi 8, khusus untuk hidrogen hukum duplet: memiliki elektron valensi 2).

4)   Tuliskan sisi elektron pada atom pusat.

5)   Jika atom pusat belum memenuhi hukum oktet, lakukan pengaturan ulang dengan pembentukan ikatan rangkap 2 atau ikatan rangkap 3.

Setelah mempelajari ikatan ion dan ikatan kovalen, tahukah perbedaan diantara keduanya? Untuk mengetahuinya, perhatikan tabel berikut.

 

 

Tabel 3.5 Perbedaan Ikatan Ion Dan Ikatan Kovalen

Ikatan Kovalen

Ikatan Ion

·           Atom yang paling stabil ketika mereka memiliki kulit elektron penuh

 

·           Untuk mencapai hal ini, mereka harus berbagi elektron.

 

 

 

·           Ikatan kovalen bisa tunggal, ganda, atau tiga, tergantung pada jumlah pasangan elektron bersama.

·      Beberapa atom memiliki daya tarik yang sangat kuat atau sangat lemah untuk elektron.

·      Atom-atom dengan daya tarik yang sangat kuat dapat “mencuri” elektron dari atom dengan daya tarik yang sangat lemah.

 

 

·      Senyawa terbentuk dengan cara ini disebut garam.

Comments

Popular posts from this blog