TERMOKIMIA
Cabang ilmu kimia yang
mempelajari perubahan energi dalam proses atau reaksi kimia disebut termokimia.
Untuk mempelajari
termokimia, ada beberapa konsep dasar yang terlebih dahulu harus dipahami.
Pertama, sejumlah zat (campuran zat) yang terdapat di dalam suatu wadah disebut
sistem. Kedua, bagian luar
sistem itu disebut lingkungan. Antara sistem dan lingkungan dapat terjadi
pertukaran kalor.
Contoh:
Misalkan kita sedang mempelajari reaksi
antara natrium hidroksida dan asam klorida dengan jalan mencampurkan suatu
larutan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida dalam suatu
erlenmeyer. Campuran larutan-larutan itu kita sebut sistem. Segala sesuatu
di luar sistem, termasuk Erlenmeyer tempat larutan itu kita sebut
lingkungan. (tolong dicari gambar sistem dan lingkungan mengenai larutan NaOH dan HCl).
Pada tahun
1850-an para ilmuwan mulai mengakui panas (kalor) sebagai salah satu bentuk
energi. Hal ini berkat beberapa eksperimen dari James Prescott Joule
(1818 – 1889), seorang murid John Dalton di Inggris. Dari berbagai
eksperimennya, Joule merumuskan Azas Kekalan
Energi.
Energi tidak diciptakan ataupun
dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk energi yang satu menjadi
energi yang lain
Nama Joule diabadikan
dalam satuan energi menurut System International d’Unites (SI). Satu joule
adalah kerja yang dilakukan jika gaya satu newton bergerak sepanjang satu
meter.
Joule = newton x meter = kg . m . s-2 x m = kg . m2 . s-2
Jika percepatan gravitasi adalah 10
m.s-2, maka
energi yang diperlukan untuk mengangkat benda bermassa 1 kg setinggi 1 meter
adalah 10 joule.
Hubungan satuan joule dengan satuan-satuan energi yang
lain sebagai berikut.
1 kalori = 4,184 joule 1 liter = 101,2 joule 1 kilowatt hour (kWh) = 3,6 x 10 6 joule 1 elektron volt (eV) = 1,6 x 10-19 joule
A. Reaksi
Eksoterm Dan Reaksi Endoterm
Reaksi eksoterm ialah reaksi
yang membebaskan panas. Reaksi eksoterm jika entalpi standar zat-zat yang
bereaksi lebih besar dari entalpi standar zat-zat hasil reaksi. Sehingga pada
perubahan kimia sebagian energi dibebaskan.
Reaksi endoterm ialah
reaksi yang memerlukan panas. Reaksi endoterm terjadi jika entalpi standar
zat-zat yang bereaksi lebih kecil dari entalpi zat-zat hasil reaksi. Jadi,
untuk perubahan tersebut zat-zat yang bereaksi memerlukan sejumlah energi agar
berubah menjadi zat-zat hasil reaksi.
Reaksi endoterm dapat diamati dengan turunnya suhu sistem, atau diperlukannya
energi selama reaksi berlangsung (agar reaksi berlangsung zat harus dipanaskan
terus sampai seluruh reaktan berubah menjadi zat hasil).
Bila sistem menerima
kalor, maka q bertanda positif, dan
bila sistem melepaskan kalor, maka q
bertanda negatif. Jika pada suatu proses kalor berpindah dari lingkungan ke sistem,
maka proses itu disebut endoterm. Jika pada suatu
proses kalor berpindah dari sistem kelingkungan, maka proses itu disebut proses
eksoterm.
Comments
Post a Comment