Struktur Atom Dan Tabel Periodik

 

 

A. Struktur Atom Bohr Dan Mekanika Kuatum

1. Atom Bohr

            Model atom yang dikemukakan oleh Bohr mampu menjelaskan terjadinya garis-garis spektrum pada atom hidrogen, tetapi gagal untuk meramalkan terjadinya spektrum yang dipancarkan atom-atom unsur lain. Bohr menyatakan bahwa elektron-elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu. Masing-masing lintasan mempunyai tingkatan energi yang berbeda-beda. Jika lintasan energi semakin jauh, maka semakin tingkat energinya.

            Elektron-elektron dapat pindah dari lintasan tingkat energi satu ke lintasan energi yang lain dengan cara menyerap atau melepaskan energi. Jika elektron pindah dari lintasan energi yang tinggi ke lintasan energi yang rendah, maka akan melepaskan energi, sebaliknya elektron memerlukan energi untuk dapat pindah dari lintasan dengan energi rendah ke lintasan dengan tingkat energi lebih tinggi.

            Masih ingatkah mengapa jika suatu senyawa tertentu memiliki warna yang berbeda-beda jika dibakar dengan nyala api? Perbedaan nyala yang dihasilkan oleh senyawa atau unsur tertentu dikarenakan terjadinya loncatan elektron yang lebih tinggi menuju lintasan energi yang lebih rendah.

            Model atom yang diajukan oleh Niels Bohr menyerupai peredaran planet dalam mengitari pusat tatasurya sehingga model atom Bohr disebut juga model atom miniatur tatasurya Niels Bohr. Masih sama seperti teori terdahulu , Niels Bohr setuju bahwa atom terdiri dari inti atom bermuatan positif dan elektron-elektron bermuatan negatif yang beredar di sekitarnya.

            Elektron beredar mengelilingii inti atom dengan tingkat-tingkat energi tertentu. Semakin dekat ke inti atom, maka akan semakin rendah tingkat energinya. Tingkat energi inilah yang membentuk lintasan atau orbit berupa lingkaran. Setiap elektron mempunyai energi tertentu yang sesuai dengan tingkat energi kulit dimana elektron tersebut berada.

            Karena setiap elektron memiliki energi tertentu yang sesuai dengan tingkat energi kulit, maka peredaran elektron dalam lintasannya tersebut tidak membebaskan atau menyerap energi sehingga bersifat stabil. Kondisi tersebut disebut juga dalam keadaan stasioner.

            Dengan demikian, berikut beberapa poin dalam teori atom Bohr:

Ø Elektron mengorbit pada tingkat energi tertentu yang disebut kulit atom.

Ø Tiap elektron mempunyai energi tertentu yang sesuai dengan tingkat energi kulit.

Ø Dalam keadaan stasioner, elektron tidak menyerap atau melepaskan energi

Ø Elektron dapat berpindah dengan cara menyerap atau melepaskan energi

Elektron hanya dapat berada pada lintasan-lintasan yang diperbolehkan dan tidak dapat berada di antara dua lintasan. Lintasan yang akan ditempati oleh elektron bergantung pada tingkat energinya. Pada keadaan normal, elektron akan menempati tingkat energi terendah atau disebut tingkat dasar (ground state).

Elektron dapat berpindah dari satu kulit ke kulit lain disertai pemancaran atau penyerapan sejumlah energi tertentu, dengan ketentuan sebagai berikut:

Ø Perpindahan ke kulit lebih luar (tingkat energi yang lebih tinggi) disertai penyerapan energi.

Ø Perpindahan ke kulit lebih dalam (tingkat energi lebih rendah) disertai pelepasan energi.

 

 

v  Kelebihan Dan Kekurangan Teori Atom Bohr

Salah satu kelebihan dari teori atom Niels bohr adalah kemampuannya untuk menjelaskan atau menyempurnakan kelemahan yang ada pada teori atom Rutherford. Teori atom Bohr mengaplikasikan teori atom kuantum dan dapat menjelaskan spektrum atom Hidrogen.

Pada teori sebelumnya, Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak tersedot dan jatuh ke inti atom. Niels Bohr mampu menjelaskan hal tersebut dan mengajukan bahwa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom sebab elektron berada pada lintasan dengan tingkat energi tertentu yang sesuai dengan energi elektron tersebut sehingga bersifat stabil.

Meski mampu menyempurnakan kelemahan teori atom Rutherford, sayangnya teori atom Bohr tidak dapat menjelaskan spektrum untuk atom yang lebih besar daripada Hidrogen. Teori atom Bohr juga tidak dapat menjelaskan efek Zeeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit jika atom ditempatkan pada medan magnet.

Kelebihan teori atom Bohr:

Ø Dapat menyempurnakan kelemahan teori atom Rutherford

Ø Dapat menjelaskan dengan jelas spektrum atom Hidrogen

Ø Menjelaskan bahwa atom terdiri dari kulit-kulit dengan energi tertentu

Kelemahan teori atom Bohr:

Ø Tidak dapat menjelaskan spektrum atom lebih besar dari hidrogen

Ø Tidak dapat menerangkan efek Zeeman 

 


                                        Gambar 2.1 Bentuk atom Niels Bohr 

Comments

Popular posts from this blog