Sifat Kimia
§ Unsur fluor merupakan unsur paling reaktif
karena memiliki jari-jari yang kecil.
§ Halogen memiliki kulit terluar sebanyak 7
elektron.
§ Halogen merupakan unsur nonpolar paling
reaktif karena memerlukan 1 tambahan elektron untuk mencapai kestabilan atom.
Kereaktifannya menurun dari F ke I.
§ Energi ionisasi dan afinitas elektron halogen
sangat tinggi, itulah sebabnya halogen bersifat reaktif.
§ Memiliki energi disosiasi ikatan yaitu
mengubah molekul halogen menjadi atom-atomnya. Sifat ini menurun hingga unsur
iodin, tapi fluor ke klorin turun drastis namun klorin hingga iodin naik.
§ Halogen memiliki sifat nonpolar, makanya gaya
London bekerja pada unsur ini sehingga titik leleh dan didihnya meningkat dari
F ke I.
§ Keelektronegatifan halogen sangat tinggi dan
berada pada unsur fluor (F), menurun hingga iodin (I).
Reaksi-Reaksi Halogen
1.
Reaksi Dengan Logam
Reaksi ini menghasilkan garam dengan sebutan halida logam (logam +
halida atau logam +halogen). Contohnya:
Na(s) + ½ Cl2(g) → NaCl(s)
2Al(s) + 3Br2(g) → Al2Br3(s)
2. Reaksi Dengan Hidrogen
Reaksi
ini membentuk asam kuat, namun kekuatan asam bertambah dari F ke I. Contohnya:
H2
+ Br2 → 2HBr
3. Reaksi Dengan Nonlogam Dan Metaloid
Kecuali karbon, bereaksi membentuk senyawa halida. Contohnya:
Si
+ 2F2 → SiF4
2B + 3F2 → B2F6
P4
+ 6Cl2 (klor terbatas) → 4PCl3
P4 + 10Cl2
(klor berlebih) → 4PCl5
4.
Reaksi Dengan Air
Reaksi ini membentuk asam dan membebaskan oksigen, serta
menghasilkan reaksi autoredoks. Contohnya:
F2 + H2O → 2HF
+ 1/2O2 (asam)
Cl2 + H2O → HCl
+ HClO (autoredoks)
5.
Reaksi Dengan Basa
Reaksi ini menghasilkan garam
bersifat basa netral, dan terjadi reaksi redoks auto redoks. Contohnya:
Cl2 + 2NaOH → NaCl + NaClO + H2O
(autoredoks)
Br2 + 2OH → Br
- + BrO - + H2O (suhu rendah)
3I2 + 6OH → 5I + IO3 + 3H2O
(suhu tinggi)
6.
Reaksi Antarhalogen
Reaksi ini memiliki rumus reaksi:
X2 + nY2 → 2XYn;
n adalah bilangan ganjil: 1,3,5, dan 7. Contohnya
3F2 + Cl2 → 2ClF3
7F2 + I2 → 2IF7
Comments
Post a Comment