Perubahan Materi

Menurut Einstein massa (m) dapat berubah menjadi energi (E), atau sebaliknya. Persamaan energi menurut Einstein tersebut adalah:

 

                   E = m . c2

Keterangan: E = energi

                   m = massa

                    c = cepat rambat cahaya (kecepatan cahaya)

Energi merupakan penyebab utama terjadinya perubahan materi. Tidak ada yang abadi, kecuali Tuhan Yang Maha Esa, pencipta materi tersebut. Dengan demikian materi di alam ini selalu mengalami perubahan. Perubahan terjadi karena berubahan massanya, berubah volumenya, berubah wujudnya atau berubah menjadi materi lain. Perubahan tersebut sering kali kita lihat, seperti air mendidih menjadi uap, besi berkarat, susu menjadi basi, ledakan mercon, kapur barus menyublim.

Sesungguhnya, perubahan materi melibatkan perubahan sifat dari materi itu sendiri. Perubahan sifat ini ada yang hanya melibatkan perubahan sifat fisikanya saja, dan ada juga yang melibatkan perubahan sifat kimianya. Biasanya perubahan sifat kimia suatu materi selalu melibatkan juga perubahan sifat fisiknya. Para ahli kimia mengelompokkan menjadi 2 perubahan yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia.

 

 

1.    Perubahan Fisika

Perubahan fisika merupakan perubahan materi yang tidak disertai terjadinya zat baru, tidak berubah zat asalnya, hanya terjadi perubahan wujud, perubahan bentuk atau perubahan ukuran. Pada perubahan wujud, wujud dapat dikembalikan ke wujud dan bentuk asalnya. Contoh: jika air dipanaskan akan berubah menjadi uap, sedangkan jika air didinginkan maka air akan membeku menjadi es. Es, air dan uap adalah zat yang sama hanya wujudnya saja yang berbeda.

 

 

a) Perubahan Fisika Karena Perubahan Wujud

I. Benda atau zat padat berubah menjadi benda cair, mencair atau pencairan.

Contoh:

·      Es krim yang berubah menjadi cair terkena suhu panas.

·      Permen atau coklat yang mencair terkena suhu panas.

 

II.  Benda atau zat cair berubah menjadi padat = membeku atau pembekuan.

Contoh:

·      Membuat es kebo dari air sirup dalam plastik.

·      Membuat agar – agar atau jelly.

 

III.   Benda atau zat padat berubah menjadi benda gas = menyublim atau penyubliman atau sublim.

Contoh:

·      Kapur barus yang menyublim menjadi gas berbau wangi.

·      Biang es didalam kotak es tongtong untuk mendinginkan es.

 

IV.   Benda atau zat gas berubah menjadi benda padat = menghablur atau penghabluran atau hablur atau mengkristal atau pengkristalan.

Contoh: pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk.

 

V.      Benda atau zat gas berubah menjadi benda cair = mengembun atau pengembunan.

Contoh:

Hujan di malam minggu berasal dari uap awan yang menjadi air. Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun.

 

VI.   Benda atau zat cair berubah menjadi gas = menguap atau penguapan.

Contoh:

Air comberan menguap menjadi uap terkena sinar matahari.

 

 

b) Perubahan Fisika Karena Pelarutan/Pengeringan

    Contohnya:

Nasi diubah menjadi bubur, gula diubah menjadi sirop dan sayuran menjadi layu.

 

 

d) Contoh Lain Perubahan Fisika

      Contohnya:

      Bola lampu listrik menyala cermin memantulkan sinar dan mobil dicat.

Comments

Popular posts from this blog