|
Nama Unsur |
Nomor Atom (Z) |
Konfigurasi elektron |
|
Fosfor (P) |
15 |
2 8
5 |
|
Sulfur (S) |
16 |
2 8
6 |
|
Klorin
(Cl) |
17 |
2 8
7 |
|
Argon (Ar) |
18 |
2 8
8 |
|
Kalium (K) |
19 |
2 8
8 1 |
|
Kalsium
(Ca) |
20 |
2 8
8 2 |
|
Skandium
(Sc)* |
21* |
2 8
9 2* |
|
Titanium
(Ti)* |
22* |
2 8
10 2* |
|
Kromium
(Cr)* |
24* |
2 8
13 1* |
|
Tembaga
(Cu)* |
29* |
2 8
18 1* |
|
Seng (Zn)* |
30* |
2 8
18 2* |
|
Galium
(Ga) |
31 |
2 8
18 3 |
|
Timah (Sn) |
50 |
2 8
18 18 4 |
|
Bismuth
(Bi) |
83 |
2 8
18 32 18
5 |
Untuk
atom unsur golongan transisi, konfigurasi elektronnya tidak dapat ditentukan
dengan metode penentuan berdasarkan kulit elektron untuk atom unsur golongan
utama seperti di atas. Penentuan konfigurasi elektron atom unsur golongan
transisi didasarkan pada orbital atom. Setiap orbital dalam atom akan ditandai
dengan satu set nilai bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimuth (l),
dan bilangan kuantum magnetik (m) yang khusus. Lalu, setiap orbital maksimum
terisi 2 elektron, yang masing-masing memiliki bilangan kuantum spin (s)
tersendiri. Keempat bilangan kuantum tersebut digunakan untuk mendeskripsikan
energi elektron dalam sebuah atom untuk menemukan keberadaan elektron dalam
atom tersebut.
Ø Bilangan kuantum utama (n) mendeskripsikan ukuran dan tingkat
energi orbital. Nilai n yang diperbolehkan adalah bilangan bulat positif.
Ø Bilangan kuantum azimuth (l) mendeskripsikan bentuk
orbital. Nilai l yang diperbolehkan adalah bilangan bulat dari 0 hingga n-1.
Ø Bilangan kuantum magnetik (m) mendeskripsikan orientasi
orbital. Nilai m yang diperbolehkan adalah bilangan bulat dari –l hingga +l.
Ø Bilangan kuantum spin (s) mendeskripsikan arah spin
elektron dalam orbital. Nilai s yang diperbolehkan adalah +1/2 atau -1/2.
Comments
Post a Comment