
MATERI DAN PERUBAHANNYA
A.
Pengertian Materi
Materi didefinisikan sebagai
segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi tersebut amat
banyak ragamnya. Setiap materi mempunyai sifat khas yang membedakanya dari
materi lainnya. Namun demikian, antara berbagai macam materi terdapat juga
berbagai kesamaanya. Seperti air, batu, pasir, tanah, oksigen, kayu, besi,
emas, plastik, dan sebagainya.
Setiap materi mempunyai sifat-sifat khas yang membedakannya dari materi lainnya. Namun demikian, antara berbagai macam materi terdapat juga berbagai persamaan, sehingga kita dapat membuat pengelompokan. Misalnya, pengelompokan berdasarkan wujud (padat, cair, dan gas), komposisi kimia, daya hantar listrik, dan sebagainya.
v
Sejarah
Sebelum
abad ke-20, istilah "materi" hanya termasuk "materi biasa"
yang terdiri dari atom-atom, dan belum termasuk fenomena-fenomena energi
lainnya seperti cahaya dan suara.
Konsep ini bisa digeneralisasikan dari atom-atom hingga objek manapun yang
memiliki massa sampai mencapai ke tahap istirahatnya (Energi diam),
tetapi ini diragukan karena massa dari sebuah objek dapat timbul
(mungkin yang tak bermassa) dari faktor gerakan dan interaksi energi. Jadi,
dalam ilmu fisika sampai hari ini, materi
tidak mempunyai arti yang universal, atau tidak juga konsep yang fundamentil.
Materi juga digunakan dengan bebas sebagai istilah umum untuk substansi yang
melengkapi benda
fisik yang
bisa diobservasi.
Benda
sehari-hari yang sering ditemui terdiri dari atom-atom.
Materi atom ini terbentuk karena adanya interaksi dari partikel subatom sebuah inti atom dari beberapa proton dan neutron,
serta awan dari garis edar elektron-elektron.
Secara khusus, sains menganggap gabungan dari partikel-partikel ini merupakan
materi karena mereka memiliki massa
diam dan volume.
Sebaliknya, partikel tak bermassa, seperti foton, tidak dianggap sebagai materi karena mereka tidak mempunyai
massa diam atau pun volume. Bagaimanapun juga, tidak semua partikel dengan
massa diam mempunyai volume klasik, semenjak partikel mendasar seperti kuark dan lepton (terkadang
disamakan dengan materi) dianggap sebagai 'acuan partikel' dengan ukuran dan
volume yang tidak efektif. Meskipun demikian, kuark dan lepton menyusun
"materi biasa", dan interaksi mereka memberikan kontribusi untuk
volume efektif dari gabungan dari partikel-partikel yang menyusun "materi
biasa".
v Penggolongan Materi
Berikut ini akan
dibahas pengelompokan materi berdasarkan komposisi kimianya.
1. Zat Tunggal Berupa Zat Murni Dan Campuran.

Gambar 1.1 Air laut sebagai salah contoh materi
Materi
dapat digolongkan ke dalam zat tunggal (zat murni) atau campuran. Zat tunggal
terdiri dari sejenis materi, sedangkan campuran terdiri dari dua atau lebih
jenis materi. Sebagai contoh, bandingkanlah dengan air laut. Air adalah zat
tunggal, sedangkan air laut adalah campuran. Air laut terdiri dari air dan
berbagai zat yang tercampur di dalamnya, misalnya garam.
2. Zat Tunggal Berupa Unsur Dan Senyawa.

Gambar 1.2 Beberapa unsur
senyawa dan campuran
Zat
tunggal dapat berupa unsur dan senyawa. Unsur adalah
zat tunggal yang tidak dapat diuraikan secara kimia, sedangkan senyawa dapat
diuraikan menjadi dua macam zat atau lebih zat yang lebih sederhana.
Air merupakan suatu zat tunggal.
Namun demikian, air dapat diuraikan, misalnya dengan arus listrik, menjadi dua
jenis zat tunggal yang baru, yaitu gas hidrogen dan gas oksigen. Berbeda halnya
dengan air, hidrogen dan oksigen tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain
yang lebih sederhana. Zat seperti hidrogen dan oksigen, yaitu zat tunggal yang
secara kimia tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana, disebut
unsur, sedangkan zat seperti air, yaitu zat tunggal yang
dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana, disebut
senyawa.
a. Unsur
Unsur adalah
zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana.
Contohnya, yaitu besi, emas, aluminium, karbon, nitrogen, dan oksigen. Jenis
unsur tidaklah terlalu banyak. Di alam hanya terdapat 90 jenis unsur. Namun
demikian, berkat kemajuan ilmu pengetahuan, para ahli telah berhasil membuat
beberapa unsur baru. Sampai saat buku ini ditulis telah dikenal tidak kurang
dari 114 jenis unsur dan mungkin masih akan bertambah lagi.
Nama Unsur (latin dan lambang).
·
Karbon, nama Latin Carbonium, Lambang C
·
Kalsium, nama Latin Calsium, Lambang Ca
- Klorin , nama Latin Clorine, Lambang Cl
- Tembaga, nama Latin Cuprum, Lambang Cu
- Kalium, nama Latin Kalium, Lambang K
- Perak, nama Latin Argentum,
Lambang Ag
b. Lambang Unsur
Untuk meringkaskan penulisan, maka
setiap unsur diberi lambang yang disebut lambang unsur atau lambang atom.
Sejarah mencatat berbagai cara/lambang untuk menandai atom unsur. Adapun cara
pemberian lambang atom yang digunakan sekarang dikemukakan oleh Jons Jakob
Berzelius (1779-1848). Menurut cara ini, setiap unsur
dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama Latin unsur yang
bersangkutan dan ditulis dengan huruf besar.
Unsur yang mempunyai huruf awal
sama, lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari nama unsur
itu yang ditulis dengan huruf kecil.
Perhatikanlah
beberapa contoh berikut.

Gambar 1.3 Nama-nama unsur dan
lambangnya
c. Logam Dan Nonlogam
Unsur dapat digolongkan ke dalam
logam atau nonlogam. Perbandingan sifat antara logam dan nonlogam. Besi,
aluminium, emas, dan raksa tergolong logam; sedangkan hidrogen, oksigen, dan
belerang tergolong nonlogam.
d. Senyawa

Gambar 1.4 Air sebagai salah
satu senyawa
Senyawa
adalah zat murni yang dapat terurai dengan reaksi kimia
biasa membentuk zat-zat lain yang lebih sederhana. Senyawa merupakan gabungan
dari dua unsur atau lebih yang terdapat dalam suatu materi, yang dihasilkan melalui
reaksi kimia. Adapun contoh dari senyawa: minyak bumi, karbohidrat, lemak,
protein, kapur, dan banyak lagi yang lainnya.
Senyawa
terbentuk oleh perikatan kimia dari dua atau lebih jenis unsur. Air, sebagai
contoh, terbentuk dari hidrogen dan oksigen. Dewasa ini tidak kurang dari 10
juta senyawa telah dikenal dan setiap hari ribuan senyawa baru dibuat atau
dikenali. Meskipun senyawa terbentuk dari perikatan kimia dari beberapa unsur,
senyawa mempunyai sifat tertentu yang berbeda dari sifat unsur penyusunnya.
v Campuran.
Suatu
materi yang tersusun atas dua atau lebih zat dengan komposisi tidak tetap dan
masih memiliki sifat-sifat zat asalnya dinamakan campuran.
Dengan kata lain, suatu jenis materi dikatakan campuran apabila materi tersebut
memiliki keragaman dalam komposisi dan sifat-sifat zat asalnya masih tampak.
Campuran dapat dikenal secara langsung disebabkan keragaman komponen
penyusunnya. Walaupun demikian, kadang-kadang komponen penyusun campuran
demikian halus, sehingga bila diamati tanpa bantuan alat mikroskop sukar
dibedakan komponen-komponen penyusunnya.

Gambar 1.5 Contoh salah satu
campuran
Campuran
dapat digolongkan ke dalam :
·
campuran serbaneka (heterogen)
·
campuran serbasama (homogen)
Suatu campuran
dikatakan homogen apabila keseluruhan materi penyusun campuran itu tidak dapat
dibedakan satu dengan lannya, tetapi sifat masing-masing komponennya masih
tampak.
Misalnya
air teh manis yang merupakan campuran dari air, teh dan gula. Dari sudut
pandang manapun kita amati, air teh manis itu tampak homogen. Baik warna, rasa,
maupun kekentalannya, sehingga dari dalam gelas tersebut, dapat dibedakan
bagian yang merupak teh, air, atau gula. Tetapi sifat dari masing-masing
komponennya masih ada, seperti rasa manis dari gula warna merah dari teh. Atau
wujud cair yang berasal dari sifat fisika air. Berbeda dengan senyawa,
sifat-sifat komponen dalam campuran tidak hilang.
e. Larutan
Larutan
adalah campuran homogen. Suatu campuran dikatakan homogen
jika antar komponennya tidak terdapat bidang batas sehingga tidak terbedakan
lagi walaupun menggunakan mikroskop ultra. Larutan terdiri atas pelarut dan zat
terlarut.
f. Suspensi
Suspensi
adalah campuran kasar dan bersifat heterogen. Antar
komponennya masih terdapat bidang batas dan seringkali dapat dibedakan tanpa
menggunakan mikroskop, contoh lain ialah campuran terigu atau kapur dengan air.
f. Koloid
Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaanya terletak antara larutan dan suspensi. Contohnya yaitu santan, air susu, air sabun, dan cat. Secara makroskopil koloid terlihat homogen, tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra akan tampak heterogen, masuk dapat dibedakan atas komponennya.
Comments
Post a Comment