Kegunaan Logam Alkali Dan Beberapa Senyawa Alkali
Natrium
merupakan salah satu logam alkali yang dimanfaatkan untuk pembuatan lampu.
Lampu ini dikenal dengan nama lampu natrium. Lampu natrium umumnya digunakan sebagai
lampu penerangan dijalan-jalan raya. Lampu natrium ditandai dengan warna kuning
cemerlang yang mampu menembus kabut. Dibanding logam murninya, senyawa-senyawa
yang dibentuk dari logam alkali lebih banyak dimanfaatkan.
Beberapa Senyawa Alkali Dan Kegunaannya
1.
Senyawa Hidrogen
Hidrogen adalah unsur paling sederhana dengan massa
terkecil. Unsur ini paling banyak dijumpai di alam semesta dan perannya sangat
penting dalam industri. Hidrogen adalah gas yang tidak mempunyai warna dan juga
tidak memiliki bau. Dalam sistem periodik, hidrogen merupakan unsur yang paling
ringan. Gas hidrogen terdiri atas molekul-molekul diatomik (dua atom) H2.
Dalam molekul
hidrogen, setiap atom menyumbangkan satu elektron pada ikatan kovalen yang
menyatukan molekul. Hidrogen sangat mudah terbakar. Hidrogen terbakar dengan
oksigen dan membentuk air. Hidrogen ditemukan dalam aneka senyawa. Senyawa tersebut
merupakan asam-asaman hidroksida dan hidrokarbon.
Hidogen juga
adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa
unsur alam semesta. Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan
plasma. Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di
bumi, dan biasanya dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon
seperti metana. Hidrogen juga dapat dihasilkan dari air melalui proses
elektrolisis, namun proses ini secara komersial lebih mahal daripada produksi
hidrogen dari gas alam.
Sejarah
Penemuan Dan Penggunaan Hidrogen
Gas
hidrogen, H2, pertama kali dihasilkan secara artifisial oleh T.Von Hohenheim (dikenal juga sebagai Paracelus, 1493 – 1541) melalui pencampuran logam
dengan asam kuat. Dia tidak menyadari bahwa gas mudah terbakar yang dihasilkan
oleh reaksi kimia ini adalah unsur kimia yang baru.
Robert Boyle menemukan
kembali dan mendeskripsikan reaksi antara besi dan asam yang menghasilkan gas
hidrogen. Pada tahun 1766, Henry Cavendish adalah orang yang pertama mengenali gas
hidrogen sebagai zat diskret dengan mengidentifikasikan gas tersebut dari
reaksi logam-asam sebagai “udara yang mudah terbakar”. Pada tahun 1871 dia
lebih lanjut menemukan bahwa gas ini menghasilkan air ketika dibakar.
Hidrogen
pertama kali dicairkan oleh James Dewar pada tahun 1898 dengan menggunakan
penemuannya, guci hampa. Dia kemudian menghasilkan hidrogen padat setahun
kemudian.
Deuterium ditemukan pada Desember 1931
oleh Harold Urey, dan tritium dibuat pada
tahun 1934 oleh Ernest Rutherford, Mark Oliphant, dan Paul Harteck. Air berat, yang mengandung deuterium
menggantikan hidrogen biasa, ditemukan oleh Urey dan kawan-kawan pada tahun 1932. Salah satu
dari penggunaan pertama H2 adalah untuk sinar sorot.
Balon
pertama yang diisikan dengan hidrogen diciptakan oleh Jacques Charles pada tahun 1783. Hidrogen memberikan tenaga
dorong untuk perjalanan udara yang aman dan pada tahun 1852 Henri Giffard menciptakan
kapal udara yang diangkat oleh hidrogen. Bangsawan Jerman Ferdinand Von Zeppelin mempromosikan
idenya tentang kapal udara yang diangkat dengan hidrogen dan kemudian dinamakan
Zeppelin dengan penerbangan perdana pada tahun 1900. Penerbangan yang terjadwal
dimulai pada tahun 1910 dan sampai pecahnya perang dunia II, Zeppelin telah
membawa 35.000 penumpang tanpa insiden yang serius.
Penerbangan
tanpa henti melewati samudra atlantik pertama kali dilakukan kapal udara
Britania R 34 pada tahun 1919. Pelayanan penerbangan udara dipulihkan pada
tahun 1920 dan penemuan cadangan helium di Amerika Serikat memberikan peluang
ditingkatkannya keamanan penerbangan, namun pemerintah Amerika Serikat menolak
menjual gas tersebut untuk digunakan dalam penerbangan. Oleh karenanya, gas H2
digunakan di pesawat Hindenburg, yang pada akhirnya meledak di langit New
Jersey pada tanggal 6 Mei 1937. Insiden ini ditayangkan secara langsung di
radio dan direkam. Banyak yang menduga terbakarnya hidrogen yang bocor sebagai
akibat insiden tersebut, namun investigasi lebih lanjut membuktikan sebab
insiden tersebut karena terbakarnya salut pabrik oleh keelektrikan statis.
Walaupun demikian, sejak itu keragu-raguan atas penggunaan hidrogen muncul.
(Sumber: Wikipedia)
Isotop
Isotop adalah atom-atom
dari unsur yang sama yang memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam intinya.
Hampir semua atom hidrogen terdiri dari satu elektron yang mengorbit sebuah
proton. Dari setiap satu juta atom hidrogen, 150 atom memiliki inti yang
mengandung satu neutron sekaligus satu proton. Isotop hidrogen ini disebut
deuterium (D).
Isotop
memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah elektron yang dimilikinya sama.
Deuterium berikatan dengan oksigen membentuk air berat, D2O. Cairan
ini digunakan dalam reaktor-reaktor nuklir dan dalam eksperimen-eksperimen
kimia. Isotop hidrogen ketiga disebut tritium (T), tritium dibuat dalam
reaktor-reaktor kimia dan bersifat radioaktif.
Isotop
yang paling banyak dijumpai di alam adalah protium, yang inti atomnya hanya
mempunyai proton tunggal dan tanpa neutron. Senyawa ionik hidrogen dapat
berrmuatan positif (kation) ataupun negatif (anion). Hidrogen dapat membentuk
senyawa dengan kebanyakan unsur dan dapat dijumpai dalam air dan
senyawa-senyawa organik.
Hidrogen
sangat penting dalam reaksi asam basa yang mana banyak reaksi ini melibatkan
pertukaran proton antar molekul terlarut. Oleh karena hidrogen merupakan
satu-satunya atom netral yang persamaan Schrodinger dapat diselesaikan secara
analitik, kajian pada energetika dan ikatan atom hidrogen memainkan peran yang
sangat penting dalam perkembangan mekanika kuantum.
Fakta Singkat
Hidrogen
§ Nomor atom : 1
§ Massa atom :
1.007825 g/mol
§ Elektronegativitas menurut Pauling : 2.1
§ Titik lebur :
-259,2 ℃
§ Titik didih :
-252,8 ℃
§ Radius Vanderwaals : 0,12 nm
§ Radius ionik :
0,208 (-1) nm
§ Isotop :
3
§ Energi ionisasi pertama : 1311 kJ/mol
§ Ditemukan oleh : Henry Cavendish pada 1766
Sifat Kimia dan
Fisika Hidrogen
Hidrogen
merupakan unsur pertama dalam tabel periodik. Dalam kondisi normal, hidrogen
merupakan gas yang tidak berbau dan tidak berwarna yang dibentuk oleh molekul
diatomik, H2.
Atom
hidrogen, simbol H, dibentuk oleh inti dengan satu unit muatan positif dan satu
elektron. Nomor atom hidrogen adalah 1 dan berat atom 1,00797 g/mol. Hidrogen
merupakan salah satu unsur utama dalam air dan semua bahan organik serta
tersebar luas tidak hanya di bumi tetapi juga di seluruh alam semesta.
Terdapat
tiga isotop hidrogen yaitu protium, massa 1, ditemukan di lebih dari 99.985%
unsur alami; deuterium, massa 2 ditemukan di alam sekitar 0,015%; dan tritium,
massa 3, yang muncul dalam jumlah kecil di alam, tetapi dapat diproduksi secara
artifisial oleh berbagai reaksi nuklir.
Hidrogen
memiliki berat molekul 2,01594 g. Dalam bentuk gas, hidrogen memiliki kerapatan
0,071 g/l pada 0 ℃ dan 1
atm. Kepadatan reaktif hidogen dibandingkan udara adalah 0,0695. Hidrogen
adalah zat yang paling mudah terbakar dari semua zat yang dikenal.
Atom
hidrogen adalah gen reduktif kuat, bahkan pada suhu kamar. Unsur ini bereaksi
dengan oksida dan klorida berbagai logam, seperti perak, tembaga, timbal,
bismut dan merkuri, untuk menghasilkan logam bebas.
Hidrogen
bereaksi dengan sejumlah elemen, logam dan non-logam, untuk menghasilkan
hidrida, seperti NaH, KH, H2S, dan PH3. Atom hidrogen
menghasilkan hidrogen peroksida H2O2, saat berikatan
dengan oksigen.
Kegunaan
Hidrogen
Manfaat
hidrogen ditemukan dalam berbagai bidang.
§ Dalam kimia organik, hidrogen dipakai sebagai
pesintesis senyawa-senyawa organik seperti senyawa aldehid.
§ Dalam bidang industri, hidrogen banyak
digunakan seperti pembuatan bahan bakar fosil, pupuk, meningkatkan kejenuhan
minyak, pemurnian minyak bumi, pembuatan metanol, sebagai sel bahan bakar serta
berperan dalam proses hidrodealkilasi, hidrodesulfurasi, hidrocracking.
§ Dalam bidang fisika dan teknik, hidrogen
digunakan sebagai sheilding gas dan zat pendingin rotor.
§ Sejumlah besar hidrogen digunakan pula dalam
hidrogenasi katalitik minyak nabati tak jenuh untuk mendapatkan lemak padat.
Hidrogenasi digunakan dalam pembuatan produk kimia organik.
§ Sejumlah besar hidrogen digunakan sebagai
bahan bakar roket yang dikombinasikan dengan oksigen atau fluor.
§ Hidrogen dapat dibakar dalam mesin pembakaran
internal. Sel bahan bakar hidrogen merupakan alternatif bagi mesin
konvensional.
Efek Kesehatan
Hidrogen
§ Konsentrasi tinggi gas ini dapat memicu
lingkungan menjadi kekurangan oksigen. Individu yang berada dalam kondisi
seperti itu mungkin mengalami gejala yang meliputi sakit kepala, dering di
telinga, pusing, mual, mengantuk, pingsan, muntah dan depresi.
§ Kulit korban mungkin menjadi berwarna biru
karena kekurangan oksigen. Dalam kasus parah, kematian dapat terjadi.
§ Selain itu, hidrogen diperkirakan menyebabkan
mutagenisitas, embryotoxicity, serta teratogenik atau toksisitas reproduksi.
Dampak Hidrogen
Pada Lingkungan
§ Hidrogen merupakan pembentuk 0,15% kerak bumi
dan merupakan unsur utama dalam air.
§ Hidrogen terjadi secara alami di atmosfer.
Gas tersebut akan hilang dengan cepat di daerah yang berventilasi baik.
§ Tidak ada dampak khusus hidrogen pada
lingkungan. Hewan mungkin akan kesulitan bernafas saat berada di lingkungan
dengan konsentrasi hidrogen tinggi.
§ Sedangkan pada kehidupan air, belum ditemukan
bukti efek negatif hidrogen.
Cara Pembuatan Hidrogen
Hidrogen adalah gas yang tidak berwarna, tidak
berbau, dan tidak berasa. Hidrogen atau H2 mempunyai kandungan energi
per satuan berat tertinggi, dibandingkan dengan bahan bakar manapun.
Hidrogen
merupakan unsur yang sangat aktif secara kimia, sehingga jarang sekali
ditemukan dalam bentuk bebas. Di alam, hidrogen terdapat dalam bentuk senyawa
dengan unsur lain, seperti dengan oksigen dalam air atau dengan karbon dan
metana. Sehingga untuk dapat memanfaatkannya, hidrogen harus dipisahkan
terlebih dahulu dari senyawanya agar dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Ada
beberapa metode pembuatan gas hidrogen yang telah kita kenal. Namun semua
metode pembuatan tersebut prinsipnya sama, yaitu memisahkan hidrogen dari unsur
lain dalam senyawanya.
Tiap-tiap
metode memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tetapi secara umum
parameter yang dapat dipertimbangkan dalam memilih metode pembuatan H2
adalah biaya, emisi yang dihasilkan, kelaikan secara ekonomi, skala produksi
dan bahan baku. Sekarang mari kita bahas satu per satu metode-metodenya.
1.
Steam Reforming
Dalam proses
ini, gas alam seperti metana, propana atau etana direaksikan dengan steam (uap
air) pada suhu tinggi (700 – 1000 ℃) dengan bantuan katalis, untuk menghasilkan
hidrogen, karbondioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO). Sebuah reaksi samping juga terjadi antara karbon monoksida dengan
steam, yang menghasilkan hidrogen dan karbon dioksida. Persamaan reaksi yang
terjadi pada proses ini adalah:
CH4
+ H2O → CO + 3H2
CO + H2O → CO2 + H2
Gas hidrogen yang dihasilkan kemudian dimurnikan, dengan memisahkan karbon dioksida dengan cara penyerapan. Saat ini, steam reforming banyak digunakan untuk memproduksi gas hidrogen secara komersil di berbagai sektor industri, diantaranya industri pupuk dan hidrogen peroksida (H2O2). Akan tetapi metode produksi seperti ini sangat tergantung dari ketersediaan gas alam yang terbatas, serta menghasilkan gas CO2, sebagai gas efek rumah kaca.
Comments
Post a Comment