Kegunaan Halogen
Manfaat halogen, halogen merupakan senyawa yang reaktif.
Halogen dalam sistem periodik unsur menempati golongan 17 (VIIA). Halogen
beranggotakan fluor, klor, brom, iod dan astatin. Masing-masing unsur tersebut
mempunyai manfaat yang besar. Adapun penggunaan dalam kehidupan sehari-hari
yaitu:
1.
Penggunaan
Fluor
Fluor ditemukan oleh Karl
Scheele pada tahun 1771. Fluor berasal
dari kata “flow” (aliran). Fluor berbentuk gas pada suhu kamar. Sifatnya sangat
beracun. Ada banyak kegunaan dari fluor seperti untuk membuat pendingin dan
detergen. Fluor juga digunakan terutama untuk memproduksi uranium heksafluorida
dan juga digunakan untuk membuat senyawa fluor lainnya.
Sebelumnya, fluor untuk memproduksi CFC yang digunakan
dalam semprotan aerosol, pembersih dan polimer. Kegunaan fluor yang lain adalah
untuk bahan bakar roket. Ion fluorida digunakan dalam pasta gigi berlubang. Di
beberapa negara, fluor ditambahkan ke pasokan air kota untuk mengurangi
pembusukan gigi. Senyawa terfluorinasi dapat digunakan untuk membuat plastik
dan juga untuk sketsa kaca. Senyawa terfluorinasi tidak hanya digunakan untuk mengsketsa
dekoratif tetapi juga untuk menandai bola kaca tipis untuk diukir.
Kegunaan senyawa fluorin, antara lain:
a. CCl2F2 (freon – 12), digunakan
sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC.
b.
Na2SiF6,
bila dicampur dengan pasta gigi akan berfungsi untuk menguatkan gigi.
c.
NaF, dapat digunakan dalam proses
pengolahan isotop uranium, yaitu bahan bakar reaksi nuklir dan digunakan untuk
mengawetkan kayu dari gangguan serangga.
d.
Teflon, bahan plastik tahan panas.
e.
Asam fluorida, digunakan untuk
mengukir (mensketsa) kaca karena dapat bereaksi dengan kaca.
f.
SF6, suatu gas yang
digunakan sebagai insulator.
g. Kriolit (Na3AlF6), bahan yang
digunakan sebagai pelarut dalam pengolahan logam Al secara elektrolisis.
2.
Penggunaan
Klor
Klorin pertama sekali ditemukan oleh seorang ahli kimia
Swedia bernama Wilhelm Scheele pada
tahun 1774. Klor berbentuk gas pada suhu kamar, memiliki bau tajam dan berwarna
hijau kekuningan. Penggunaan yang paling penting dari klorin adalah sebagai
pemutih kertas dan kain. Klorin adalah salah satu bahan kimia yang paling
sering diproduksi di Amerika Serikat. Penggunaan yang paling umum dari klorin
adalah dalam air minum dan kolam renang karena dapat membunuh bakteri
berbahaya. Penggunaan klorin meliputi produksi produk sehari-hari seperti
insektisida, pelarut, pewarna makanan, plastik, pewarna, tekstil, produk minyak
bumi, produk kertas, dan lain-lain. Kegunaan senyawa klorin, antara lain:
a. Cl2, digunakan sebagai disinfektan untuk
membunuh kuman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit dan dapat menarik timah
dari kaleng bekas, membentuk SnCl4 kemudian direduksi menjadi timah
murni.
b. NaCl, digunakan sebagai bahan dapur.
c. KCl, digunakan untuk pupuk.
d. NH4Cl, digunakan sebagai desinfektan pada air.
e. NaClO, dapat mengoksidasi zat warna (pemutih), sehingga
dapat digunakan sebagai bleching agent, yaitu pengoksidasi zat warna.
f. Kaporit (Ca(OCl)2), digunakan sebagai
desinfektan pada air.
g. ZnCl2, sabagai bahan pematri atau solder.
h. PVC, digunakan pada industri plastik untuk pipa pralon.
i. Kloroform (CHCl3), digunakan sebagai pelarut
dan obat bius pada pembedahan.
j. HCl, digunakan untuk membersihkan permukaan logam serta
untuk mengekstraksi logam-logam tertentu dari bijihnya.
k. Kalium klorat, bahan pembuat mercon dan korek api.
3.
Penggunaan
Brom
Brom ditemukan pada tahun 1826 oleh ilmuwan Perancis
bernama Antoine J. Balard dan Carl J. Lowig dari Jerman. Brom adalah cairan
berwarna kemerahan yang memiliki bau yang kuat. Brom berbentuk cair pada suhu
kamar dan menghasilkan uap bebas. Brom memiliki afinitas terhadap hidrogen,
yang membuatnya menjadi dekomposer yang baik. Brom juga digunakan untuk
mensterilkan air karena dapat membunuh bakteri. Bentuk anorganik brom digunakan
dalam film fotografi. Selain itu, bromin juga digunakan dalam fumigants, pemadam
api, pewarna dan obat-obatan. Kegunaan senyawa bromin antara lain:
a. NaBr, sebagai obat penenang syaraf.
b. AgBr, untuk film fotografi. AgBr dilarutkan dalam film
gelatin, kemudian film dicuci dengan larutan Na2S2O3
untuk menghilangkan kelebihan AgBr, sehingga perak akan tertinggal pada film
sebagai bayangan hitam.
c. CH3Br, sebagai bahan campuran zat pemadam
kebakaran.
d. C2H4Br2, ditambahkan pada
bensinagar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap karena diubah menjadi PbBr2.
4.
Penggunaan
Iod
Iod merupakan unsur yang sangat penting dan memiliki
banyak kegunaan. Senyawa-senayawa iod pada dasarnya digunakan dalam pengobatan,
fotografi, dan pewarna. Iod juga dapat untuk mengidentifikasi amilum.
Penggunaan lain yang sangat penting dari yodium adalah karena bersifat cukup
radioopaque, sehingga dapat digunakan sebagai pengontras X-ray dan untuk
injeksi intravena. Selain itu yodium membentuk banyak senyawa seperti kalium
iodida dan sebagai natrium iodida yang berguna dalam reaksi Finklestein.
Kegunaan senyawa iodin, antara lain:
a. I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik
luka agar tidak terkena infeksi.
b. KIO3, sebagai tambahan yodium dalam garam
dapur.
c. I2, digunakan untuk mengetes amilum dalam
industri tepung.
d. NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan
untuk mengurangi kekuragan yodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.
e. Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk
mengobati borok.
f. Perak iodida (AgI), digunakan dalam film fotografi.
5.
Penggunaan
Astatin
Astatin diroduksi oleh Dale R. Carson, K.R. Mac Kenzie dan
Emilio Segre dengan menembaki sebuah isotop bismut, bismut 209, dengan partikel
alfa yang telah dipercepat dalam suatu alat yang disebut siklotron. Hal ini
menciptakan astatin -211 dan dua neutron bebas. pekerjaan ini dilakukan di
University of California pada tahun 1940.
Sejumlah kecil astatin ada di alam sebagai akibat dari
peluruhan uranium dan thorium, meskipun jumlah total astatin di kerak bumi pada
waktu tertentukurang dari 30 gram. Karena kelangkaan tersebut, astatin
diproduksi bila diperlukan. Sebanyak 0,05 mikrogram (0,00000005 gram) astatin
telah dihasilkan sampai saat ini.
Isotop paling stabil Astatin, astatin 210, memiliki waktu
paruh 8,1 jam. Meluruh menjadi Bismut -206 melalui peluruhan alfa atau ke
polonium -210 melalui penangkapan elektron. Karena jumlah kecil diproduksi dan
pendek paruhnya, saat ini tidak ada menggunakan astatin untuk penelitian ilmiah
dasar.
Sementara senyawa ini terutama menarik secara teoritis, sedang diteliti untuk digunakan dalam kedokteran nuklir yang potensial. Astatin diharapkan membentuk ikatan ionik dengan logam seperti natrium, seperti halogen lain, tetapi dapat dipindahkan dari garam dengan lebih mudah. Astatin juga dapat bereaksi dengan hidrogen untuk membentuk hidrogen astatin (Hat), yang bila dilarutkan dalam air akan membentuk asam hidroastatik. Beberapa contoh senyawa astatin adalah natrium astatin (NaAt), magnesium astatida (MgAt2) dan karbon tetraastatida (CAt4).
Comments
Post a Comment