IKATAN
KIMIA
A. Struktur Lewis
1.
Konfigurasi Elektron Gas Mulia
Anda
tentu telah mengetahui bahwa rumus kimia oksigen dinyatakan sebagai O2
dan rumus kimia air sebagai H2O. Rumus kimia oksigen terdiri dari
dua atom oksigen, sendangkan rumus kimia air menyatakan bahwa setiap molekul
air terdiri dari 1 atom oksigen yang berikatan dengan dua atom hidrogen. Hal
itu tentu mengundang pertanyaan. Mengapa atom-atom oksigen membentuk ikatan?
Mengapa pula harus dua-dua atom oksigen yang bergabung dalam satu molekul, dan
bukan 4 sehingga rumusnya menjadi O4? Pertanyaan yang serupa juga
tentang molekul air. Mengapa 1 atom oksigen yang bergabung dengan 2 atom hidrogen?
Mengapa bukan satu atom H dengan satu atom oksigen sehingga rumus kimia
senyawanya HO? Apakah hakikat gaya-gaya yang mengukuhkan atom-atom dalam suatu
senyawa?
Konfigrasi elektron stabil dimiliki oleh golongan gas
mulia. Tiap unsur selalu berusaha untuk memiliki konfigurasi elektron seperti
konfigurasi elektron gas mulia. Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai
kestabilan dapat diketahui berdasarkan besar energi ionisasi dan afinitas
elektron yang dimilikinya. Unsur yang memiliki energi ionisasi rendah mudah
melepaskan elektron untuk stabil. Unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi
mudah menangkap elektron untuk stabil.
Sifat
terpenting yang dimiliki oleh hampir semua jenis atom adalah kemampuan bergabung dengan atom lain
untuk membentuk senyawa. Kita mengetahui bahwa atom hidrogen bergabung dengan
atom oksigen untuk membentuk air (H2O), dan atom natrium bergabung
dengan atom klorin untuk membentuk garam dapur (NaCl). Dalam setiap senyawa,
atom-atom terjalin secara terpadu oleh suatu bentuk ikatan antar atom yang
disebut ikatan kimia.
Konsep
ikatan kimia pertama kali dikemukakan oleh Gilbert
Newton Lewis (1875 - 1946) dari Amerika Serikat
dan Albrecht Kossel (1853 – 1927) dari
Jerman pada tahun 1916. Adapun konsep tersebut sebagai berikut.
1.
Kenyataan bahwa gas-gas
mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) sukar membentuk senyawa merupakan bukti
bahwa gas-gas mulia memiliki susunan elektron
yang stabil.
2.
Setiap atom
bercita-cita untuk memiliki susunan elektron yang stabil seperti gas mulia.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, ada atom yang melepaskan elektron, dan ada pula atom yang menangkap elektron.
3.
Jika suatu atom
melepaskan elektron, berarti atom itu memberikan elektron kepada atom lain.
Sebaliknya, jika suatu atom menangkap elektron, berarti atom itu menerima
elektron dari atom lain. Jadi, susunan elektron yang stabil hanya dapat dicapai
dengan cara berikatan dengan atom lain.
Menurut
mereka, unsur gas mulia sangat stabil karena keunikan konfigurasi elektronnya.
Selain helium, kulit atom terluar gas mulia memiliki delapan elektron (oktet). Adapun helium memiliki dua elektron
(duplet) di kulit atomnya. Karena
kestabilannya, konfigurasi gas mulia menjadi rujukan semua atom untuk mencapai
kestabilan. Berdasarkan penjelasan itu, Lewis mengemukakan gagasan, yaitu
konfigurasi elektron dari atom-atom yang berikatan berubah sedemikian rupa
sehingga konfigurasi elektronnya menyerupai konfigurasi elektron gas mulia.
Tabel
3.1 Konfigurasi Elektron Gas Mulia
|
Unsur |
Nomor Atom |
Jumlah Elektron Pada Kulit Atom |
Elektron Valensi |
|
He Ne Ar Kr Xe Rn |
2 10 18 36 54 86 |
2 2 8 2 8 8 2 8 18 8 2 8 18 18 8 2 8 18 32 18 8 |
2 8 8 8 8 8 |
Comments
Post a Comment