Golongan VIIA (Halogen)
Golongan
VIIA terdiri atas unsur fluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br), iodin (I), dan
astatin (At). Golongan ini disebut halogen karena mudah membentuk garam.
Halogen merupakan unsur nonlogam yang reaktif. Hal itu disebabkan elektron
valensinya 7 sehingga halogen mudah menangkap satu elektron membentuk ion
bermuatan – 1. Sifat reaktif ini menyebabkan atom halogen tidak pernah berdiri
sendiri, tetapi selalu berikatan dengan atom lain. Jika berikatan dengan
sesamanya, halogen membentuk molekul diatomik, yaitu F2, Cl2,
Br2, dan I2.
Tabel 2.8 Konfigurasi Elektron
Unsur-Unsur Halogen
|
Lambang
Unsur |
Nomor
Atom |
Jumlah
Elektron Maksimum |
|
F Cl Br I At |
9 17 35 53 85 |
2
7 2
8 7 2
8 18 7 2
8 18 18 7 2
8 18 32
18 7 |
Sifat Fisis
1.
Struktur Halogen
§ Semua unsur halogen bersifat sebagai molekul diatomic
(X2) atau tidaka dapat berdiri sendiri, contohnya halogen di alam
yaitu fluor terdapat sebagai F2, bukan F saja.
§ Halogen terdapat sebagai senyawa sehingga
tidak terdapat bebas di alam.
§ Rata-rata halogen terdapat di air laut.
2.
Wujud Halogen
§ Fluorin
(F) dan klorin (Cl) berbentuk gas pada suhu kamar.
§ Bromin
berwujud zat cair yang mudah menguap pada suhu kamar.
§ Iodin berupa
zat padat yang mudah menyublim pada suhu kamar.
3.
Warna Dan Aroma Halogen
§ Fluorin
(F) berwarna kuning muda.
§ Klorin
(Cl) berwarna hijau.
§ Bromin
(Br) berwarna merah tua
§ Larutan
bromin berwarna coklat merah
§ Iodin
padat (I) berwarna hitam
§ Larutan
iodin berwarna cokelat
§ Uap
iodin berwarna ungu
§ Larutan
iodin dalam pelarut tak beroksigen (contoh CCl4) berwarna merah
ungu.
§ Semua
halogen berbau ransang dan menusuk, serta bersifat racun.
4.
Kelarutan Halogen
Halogen
merupakan unsur nonpolar, sehingga paling mudah larut dalam senyawa nonpolar
seperti CCl4. Namun, kelarutan halogen berkurang dalam air, tapi
diikuti reaksi. Reaksi dengan air yang dahsyat hanya terjadi pada fluorin:
2F2
+ H2O → HF + O2 ; menghasilkan asam
fluorida (HF).
Comments
Post a Comment