Golongan Dan Periode

Penggolongan unsur dan periode awalnya di ajukan oleh Dmitri Mandeleev yang memberikan gagasan pada sistem periodik yang kemudian dikembangkan lagi oleh Henry G. Moseley. Henry G. Moseley menyumbangkan nomor atom dan sempurnalah tabel periodik moderen yang kita pakai sekarang ini.

 



 






 

 

Gambar 2.11 Tabel Periodik Moderen

 

 

1. Periode

Periode adalah lajur-lajur horizontal dalam sistem periodik (pengulangan). Artinya periode akan ke bawah dalam pengurutannya, sesuai dengan jumlah periodiknya. Jumlah unsur pada sistem periodik moderen tidaklah sama setiap urutannnya melainkan bertambah. Dalam sistem periodik moderen memiliki 7 periode.

Ø Periode 1 = 2 unsur

Ø Periode 2 = 8 unsur

Ø Periode 3 = 8 unsur

Ø Periode 4 = 18 unsur

Ø Periode 5 = 18 unsur

Ø Periode 6 = 32 insur

Ø Periode 7 = 32 unsur

Periode 1 samapi 3 disebut periode pendek, sedangkan periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang.

 

 

 

 

2. Golongan

            Golongan adalah kolom-kolom vertikal dalam sistem periodik. Artinya, sistem periodik dibedakan dengan mendatar pada tabel periodik. Golongan yang berbeda memiliki sifat yang berbeda, tetapi gologan yang sama memiliki sifat yang sama. Jadi, dalam kimia penentuan sifat berdasarkan golongan.

Pada umumnya golongan memiliki jumlah unsur yang sama karena dalam tabel periodik memiliki jumlah 7 periode. Tetapi untuk golongan unsur transisi dalam memiliki jumlah unsur yang banyak seperti lantanida dan aktinida.

Ada dua bagian dari unsur yang termasuk sifat berbeda dalam bagian golongan, yaitu golongan A dan golongan B. Golongan B disebut juga unsur transisi. Dalam pembuatan tabel periodik, golongan IIIA harus mencari sifat yang sama dengannya begitu pula untuk unsur golongan IIA karena golongan IIA dan IIIA memiliki sifat yang sangat berbeda.

Untuk golongan A sebagian memiliki nama, yaitu;

Ø Golongan IA            : Logam Alkali (kecuali hidrogen)

Ø Golongan IIA          : Logam Alkali Tanah

Ø Golongan VIIA       : Halogen

Ø Golongan VIIIA      : Gas Mulia

Letak untuk golongan pada sistem periodik ada di bawah ini

IA --- IIA --- IIIB --- IVB ---VB --- VIB ---VIIB --- IIXB --- IIXB --- IIXB --- IIB ---IIIB --- IIIA --- IVA --- VA ---VIA ---VIIA --- VIIIA

            Golongan yang ditebalin tersebut termasuk golongan transisi. Urutan semua tidak teratur terutama untuk golongan transisi. Golongan IIXB memiliki 3 golongan.

 

 

v Golongan Transisi Dalam

Selain itu ada golongan dalam golongan transisi yaitu golongan transisi dalam. Golongan transisi dalam ada dua antara lain, lantanida dan aktinida.

Lantanida adalah unsur yang hampir mirip dengan lantanum sehingga namanya disebut lantanida. Lantanida memiliki nomor atom 57 – 70 yang terdiri atas 14 unsur. 14 unsur tersebut memiliki sifat yang hampir sama dengan lantanum (Lihat Golongan IIB, periode 6).

Aktinida adalah unsur yang hampir sama dengan aktinium (Lihat Golongan IIIB, periode 7). Aktinida memiliki nomor atom 89 – 102 yang terdiri atas 14 unsur. 14 unsur tersebut memiliki sifat yang hampir sama dengan aktinium.

 

 

v Hubungan Konfigurasi Elektron Dengan Sistem Periodik

Sistem periodik moderen yang dikembangkan oleh Henry G. Moseley telah memberikan sumbangan terhadap penentuan golongan berdasarkan nomor atom. Moseley membuat itu berdasarkan sumbangan terdahulu oleh Mendeleev, yaitu berdasarkan massa atom relatif dan pembentukan golongan dan periode.

Dari tabel periodik didapatkan bahwa pada nomor atom 1 memiliki elektron valensi 1 dan golongannya 1, sedangkan pada nomor atom 6 memiliki elektron valensi 4 dan golongannya 4. Dapat disimpulkan bahwa elektron valensi ditentukan berdasarkan golongannya. Sedangkan jumlah kulit ditentukan berdasarkan nomor periodenya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa

Ø Nomor periode sama dengan jumlah kulit

Ø Nomor golongan sama dengan elektron valensi

Comments

Popular posts from this blog