Energi Ionisasi   

            Energi ionisasi untuk unsur-unsur segolongan berhubungan erat dengan jari-jari atom. Jari-jari atom pada golongan alkali dari Li ke Cs jari-jarinya semakin besar, sesuai dengan pertambahan jumlah kulitnya. Semakin banyak jumlah kulitnya, maka semakin besar jari-jari atomnya. Semakin besar jari-jari atom, maka gaya tarik inti terhadap elektron yang terletak pada kulit terluar semakin kecil. Gaya tarik yang makin lemah menyebabkan unsur-unsur segolongan, dari atas ke bawah energi ionisasinya semakin kecil. Dengan melepaskan satu elektron pada kulit terluar, Li menjadi Li+, Na menjadi Na+ , K menjadi K+ dan yang lainnya.

 

Sifat Kimia

            Logam alkali merupakan unsur logam yang sangat reaktif dibanding logam golongan lain. Hal ini disebabkan pada kulit terluarnya hanya terdapat satu elektron dan energi ionisasi yang lebih kecil dibanding unsur golongan lain. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, kereaktifan logam alkali makin bertambah seiring bertambahnya nomor atom.

 

Reaksi Dengan Air

            Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dan air adalah gas hidrogen dan logam hidroksida. Logam hidroksida yang dihasilkan merupakan suatu basa kuat. Makin kuat sifat logamnya basa yang dihasilkan makin kuat pula, dengan demikian basa paling kuat yaitu dihasilkan oleh sesium. Reaksi antara logam alkali dan air adalah sebagai berikut:

 

             2M(s) + 2H2O(l) 2MOH(aq) + H2(g)    (M = logam alkali)

 

            Reaksi antara logam alkali dengan air merupakan reaksi yang eksotermis. Li bereaksi dengan tenang dan sangat lambat, natrium dan kalium bereaksi dengan keras dan cepat, sedangkan rubidium dan sesium bereaksi dengan keras dan dapat menimbulkan ledakan.

 

Reaksi Dengan Udara

            Logam alkali pada udara terbuka dapat bereaksi dengan uap air dan oksigen. Untuk menghindari hal ini, biasanya litium, natrium, dan kalium disimpan dalam minyak atau minyak tanah untuk menghindari terjadinya kontak dengan udara.

            Litium merupakan satu-satunya unsur alkali yang bereaksi dengan nitrogen membentuk Li3N. Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda jauh dan struktur yang dihasilkan sangat kompak dengan energi kisi yang besar.

            Produk yang diperoleh dari reaksi logam alkali dengan oksigen yakni berupa oksida logam. Berikut reaksi yang terjadi antara alkali dengan oksigen.

        4M + O2     2L2O                         (L = logam alkali)   

  

                Pada pembakaran logam alkali, oksida yang terbentuk bermacam-macam tergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Bila jumlah oksigen berlebih, natrium membentuk  peroksida, sedangkan kalium, rubidium, dan sesium selain peroksida dapat pula membentuk superoksida. Persamaan reaksinya

 

           Na(s) + O2(g  Na2O2(s)

           L(s) + O2(g)    LO2(s) (L = kalium, rubidium dan sesium)

 

Reaksi Dengan Hidrogen

            Dengan pemanasan logam alkali dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk senyawa hidrida. Senyawa hidrida yaitu senyawa logam alkali yang atom hidrogen memiliki bilangan oksidasi  -1.

 

           2L(s) + H2(g)     2LH(s) (L = logam alkali)

 

Reaksi Dengan Halogen

            Unsur-unsur halogen merupakan suatu oksidator sedangkan logam alkali merupakan reduktor kuat. Oleh sebab itu reaksi yang terjadi antara logam alkali dengan halogen merupakan reaksi yang kuat. Produk yang diperoleh dari reaksi ini berupa garam halida.

    

2L + X2    2LX                    (L = logam alkali, X = halogen)

 

Reaksi Dengan Senyawa

            Logam-logam alkali dapat bereaksi dengan amoniak bila dipanaskan dan akan terbakar dalam aliran hidrogen klorida.

 

 2L + 2HCl LCl + H2

2L + 2NH3    LNH2 + H2L = logam alkali 

Comments

Popular posts from this blog