Dampak Pembakaran Bahan Bakar Dan Cara Mengatasinya

              Pembakaran bahan bakar dapat menyebabkan pencemaran, terutama pencemaran udara. Apa saja bahan pencemar yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar?

Saat berpergian menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki di kota, kalian merasa sesak dan kesal karena begitu banyak asap berbau nggak enak? Tahu nggak kalian asap-asap itu munculnya dari mana? Bener banget, kebanyakan asap itu keluar dari kendaraan-kendaraan bermotor, seperti angkutan umum, mobil pribadi, motor, dan kendaraan bermotor lainnya.




Gambar 2.1 Asap mengebul dari kendaraan bermotor

Sumber: http://www.cidadessustentaveis.org.br

 

Perlu kalian ketahui bahwa pembakaran bahan bakar minyak akan menghasilkan gas-gas sisa pembakaran. Kandungan utama bahan bakar minyak adalah hidrokarbon, serta sedikit senyawa belerang, nitrogen dan oksigen. Pembakaran sempurna hidrokarbon dalam minyak bumi menghasilkan karbon dioksida dan uap air. Sementara itu pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan partikel padat yang dikenal dengan asap dan berisi butiran-butiran halus dari karbon (jelaga), karbon monoksida, karbon dioksida, dan uap air.

Bensin merupakan salah satu hasil pengolahan minyak bumi yang kandungan utamanya adalah oktana (C8H18).



Jika kita perhatikan reaksi pembakaran sempurna (reaksi 1) dan tidak sempurna (reaksi 2 dan 3), dapat disimpulkan bahwa pembakaran dapat berlangsung sempurna atau tidaknya, ditentukan oleh perbandingan jumlah (volume) bensin (C8H18) dengan volume gas oksigen (O2). Semakin terbatas jumlah oksigen, semakin tidak sempurna pembakaran yang terjadi, dan semakin banyak jelaga (C) yang dihasilkan.

Gas karbon dioksida (CO2) merupakan gas rumah kaca yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, sedangkan gas karbon monoksida akan berikatan dengan hemoglobin sehingga mengganggu fungsi hemoglobin dalam mengikat oksigen. Akibatnya, pada kadar tertentu dapat menyebabkan kematian. Sementara itu, jelaga merupakan serbuk halus dari karbon (C) yang jika terhirup dapat merusak alat pernafasan.

Selain gas karbon dioksida dan karbon monoksida, dampak pembakaran bahan bakar dalam mesin kendaraan bermotor dapat menghasilkan gas belerang dioksida (SO2) karena di dalam minyak bumi terdapat senyawa belerang, serta gas oksida nitrogen (NOx) karena untuk membakar bahan bakar (bensin) dalam mesin digunakan udara sebagai sumber oksigen dan udara mengandung gas nitrogen.

Belerang dari minyak bumi dapat teroksidasi menjadi gas belerang dioksida (SO2)

S(s) + O2(g) → SO2(g)

Ketika di udara gas SO2 ini dapat teroksidasi mejadi gas SO3.

                                                    2 SO2(g) + O2(g)  → 2SO3(g)

Gas SO3 ini sangat mudah bereaksi dengan air menghasilkan asam sulfat, sehingga gas SO3 ini dapat menyebabkan hujan asam.

                                                   SO3(g) + H2O(l)    H2SO4(aq)

Pada suhu tinggi, di dalam mesin kendaraan bermotor dapat terjadi reaksi antara nitrogen dan oksigen.

N2(g) + O2(g)  → NOx(g)

Gas oksida nitrogen dalam kadar tinggi dapat menyebabkan iritasi pada mata sehingga menyebabkan mata perih dan merah. Selain itu, dampak pembakaran bahan bakar yang menghasilkan gas oksida nitrogen merupakan salah satu gas penyebab terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang berdampak pada pemanasan global (peningkatan suhu bumi).

              Penggunaan minyak bumi dan gas alam saat ini sangatlah meningkat, baik diolah kembali menjadi bahan bakar untuk kendaraan ataupun perindustrian. Tetapi penggunaan minyak bumi berlebihan juga tidak baik. Adapun dampak dari penggunaan minyak bumi antara lain sebagai berikut :

 

 

1. Pemanasan Global

              Penggunaan minyak bumi untuk kendaraan ataupun perindustrian yang mengeluarkan karbon dioksida dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Selain hal tersebut karbon dioksida yang dihasilkan juga dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global yang nantinya juga akan mempengaruhi lapisan ozon. Pemanasan global dari tahun ke tahun semakin parah, hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya masyarakat dalam penggunaan kendaraan bermotor. Pemanasan global sebenarnya dapat diminimalisir dengan cara penghijauan di beberapa tempat seperti perkotaan, disekitar pabrik, dan ditempat-tempat lain yang menghasilkan karbon dioksida.

              Salah satu zat yang bisa menyebabkan pemanasan global adalah freon. Freon adalah suatu  zat yang dipakai pada mesin pendingin seperti AC dan kulkas agar dapat mendinginkan. Zat ini berbentuk gas dan biasanya berwarna putih. Kita mungkin pernah melihat saat petugas AC menambahkan freon apabila AC kurang dingin. Freon disebut juga CFC (Cloro Fluoro Carbon). Zat ini juga banyak ditemukan dalam minyak wangi, semprot, pilok, dan sebagianya.

 

 

1.1. Pengaruh Freon Pada Pemanasan Global

              Zat freon atau CFC berperan dalam pemanasan global atau yang biasa disebut dengan global warning. Lalu bagaimana freon mempengaruhi pemanasan global?

              Freon dapat mempengaruhi pemanasan global karena pada saat zat ini dilepaskan di udara maka akan merubah lapisan ozon dan bahkan menipiskan lapisan ozon yang mana lapisan ozon ini berguna untuk melindungi bumi dan makhluk hidup dari paparan radiasi ultra violet B (UV-B) dan juga menyerap radiasi ultra violet dari matahari yang tinggi agar tidak sampai ke bumi.

              Paparan radiasi ultra violet ini terutama radiasi  ultraviolet B atau UV-B dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Antara lain katarak, kanker kulit, dan penurunan kekebalan tubuh.

              Freon dapat membuat lapisan ozon semakin tipis dikarenakan zat ini saat dilepaskan di udara dapat bereaksi dengan ozon. Ozon dibentuk oleh oksigen, rumus ozon adalah O3 namun karena bereaksi dengan freon maka lapisan ozon tersebut menjadi O2 atau oksigen sehingga akibat pelepasan freon ini menggurangi lapisan ozon di atmosfer bahkan hingga terdapat lubang ozon. Lubang inilah yang akhirnya membuat pemanasan global. 

                

1.2. Pengaruh Freon Pada Tubuh

              Freon atau CFC dapat menimbulkan gejala keracunan bagi manusia akibat menghirup udara dari gas tersebut. Efek yang biasa di timbulkan adalah pembengkakan tenggorokan, sulit bernafas, sakit tenggorokan parah, kehilangan penglihatan, membakar mata, hidung, bibir dan lidah, luka bakar pada kerongkongan, muntah darah, darah dalam tinja, nyeri perut yang parah, irama jantung abnormal dan peredaran darah.

              Selain itu juga akibat dari menghirup gas ini dapat menyebabkan irama jantung abnormal. Irama jantung abnormal adalah irama jantung dimana iramanya tidak seperti normal. Mungkin saja terlalu cepat detak jantung tersebut atau bahkan terlalu lemah. Sehingga dapat menimbulkan kematian. 

Comments

Popular posts from this blog