C.
Perubahan Materi
Adanya
perubahan fisika dan kimia dapat dikenali dari keadaan awal materi yang berbeda
dengan keadaan akhir materi setelah mengalami perubahan. Perbedaan ini
ditunjukkan oleh sifat maupun komposisinya. Hal ini menandakan bahwa
sifat-sifat setiap materi perlu dipelajari sebelum dan sesudah terjadi
perubahan.
Keadaan
materi dapat dikenali berdasarkan sifat fisis maupun sifat kimianya. Sifat
fisis suatu materi dapat diketahui dari kemampuan melakukan perubahan atau
reaksi kimia, misalnya bensin lebih mudah terbakar daripada minyak tanah.
a)
Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah
perubahan suatu materi yang tidak disertai dengan pembentukan zat yang jenisnya
baru. Contoh, pencampuran gula ke dalam air membentuk larutan gula. Secara
fisik gula berubah dari bentuk padat menjadi bentuk yang terlarut dalam air,
tetapi sifat-sifat gula masih tampak dalam larutan itu, misalnya rasa manis
masih ada, baik dalam wujud padat maupun bentuk terlarut dalam air. Perubahan
ini tidak mengubah baik sifat maupun struktur air. Perubahan yang terjadi hanya
fisisnya saja, dari cair menjadi padat (es), atau dari cair menjadi gas. Peristiwa
perubahan wujud zat, antara lain: menguap, mengembun, mencair, membeku,
menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika.
Terdapat
beberapa ciri-ciri pada perubahan fisika, yaitu:
1.
Tidak terbentuk zat jenis baru
2.
Zat yang berubah dapat kembali ke bentuk
semula
3.
Hanya diikuti perubahan sifat fisika saja
Perubahan
fisika yang lainnya adalah perubahan bentuk, perubahan ukuran, dan perubahan
warna. Pada perubahan ini, memungkinkan kita mendapatkan kembali materi semula,
namun tidak semuanya dalam bentuk yang utuh. Misalnya, gelas yang pecah. Pada
gelas tersebut terjadi perubahan fisika meskipun wujudnya bukan gelas lagi.
Hanya wujud fisiknya saja yang berubah, dan tidak terjadi perubahan sifat,
gelas yang pecah masih memiliki sifat dasarnya (gelas kaca memiliki sifat
seperti kaca begitu pula dengan gelas kaca yang pecah).
b)
Perubahan Kimia
Perubahan kimia adalah perubahan suatu
materi yang menghasilkan jenis dan sifat materi berbeda (baru) dari zat semula
dinamakan (perubahan kimia dinamakan juga reaksi kimia atau reaksi). Contoh
perubahan kimia adalah pembakaran kayu, jika kayu dibakar akan menghasilkan
arang. Jika dibandingkan antara kayu dan arang kayu, keduanya memiliki jenis
dan sifat yang berbeda, karena itu pembakaran kayu bukan perubahan fisika, tetapi
perubahan kimia.
Dalam
perubahan kimia dihasilkan jenis materi yang berbeda dengan materi semula,
sehingga terdapat dua istilah yang digunakan dalam reaksi kimia, yaitu zat
semula dinamakan reaktan atau pereaksi, dan zat yang terbentuk dinamakna hasil
reaksi atau produk reaksi. Pada pembakaran kayu, kayu dinamakan pereaksi dan
arang kayu dinamakan hasil reaksi. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak reaksi kimia yang terjadi secara alamiah
atau yang dibuat manusia.
Terdapat
beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu:
1.
Terbentuknya zat jenis baru
2.
Zat yang berubah tidak dapat kembali ke
bentuk semula,
3.
Diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui
reaksi kimia
Selama
terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah
reaksi. Seperti halnya perubahan fisika, perubahan kimia juga dapat kita amati
di alam dan lingkungan sekitar kita. Berdasarkan faktor penyebabnya perubahan
kimia dapat dibedakan menjadi lima kelompok, yaitu:
1.
Proses pembakaran, contohnya kayu yang
dibakar, bom meledak, dan lilin yang dibakar.
2.
Proses peragian, contohnya perubahan susu menjadi
keju, singkong menjadi tape dan kedelai menjadi tempe.
3.
Proses kerusakan, contohnya pelapukan kayu,
pembusukan sampah dan perkaratan besi.
4.
Proses biologis mahkluk hidup, contohnya
proses fotosintesis, proses pencernaan makanan dan proses pernafasan.
5.
Proses pertumbuhan dan perkembangan mahkluk
hidup, contohnya tumbuhnya seorang bayi menjadi dewasa.
Ciri-ciri
yang mengindikasikan adanya perubahan kimia adalah adanya perubahan warna,
perubahan bau, pembentukan gas, timbulnya cahaya, pembentukan endapan baru, dan
perubahan pH.
Dari
pemaparan diatas, dapat kita ketahui bahwa perubahan sumbu lilin menjadi arang
termsuk ke dalam perubahan kimia karena terbentuk zat baru dan perubahannya di
ikuti perubahan sifat-sifat kimia dari zat tersebut. Sedangkan perubahan yang
terjadi pada batang lilin yang mencair merupakan perubahan fisika yang notabene
tidak terbentuk zat baru.
Perubahan
materi ini dapat diketahui dari perbedaan keadaan awal dan keadaan akhir materi
setelah mengalami perubahan. Keadaan yang dimaksud meliputi sifat-sifat maupun
strukturnya. Materi dapat dikenali berdasarkan sifat-sifat fisika maupun
kimianya. Yang termasuk sifat-sifat fisika antara lain wujud, warna, titik
leleh, titik didih, dan kelarutan. Sifat-sifat kimia materi didasarkan pada
kemampuannya dalam melakukan perubahan atau reaksi kimia.
Comments
Post a Comment