Berikut ini ada 5 cara mengatasi dampak pembakaran minyak bumi, yaitu:

 

1.    Memproduksi Bensin Bebas Timbal (Pb)

 


Gambar 2.2 Bensin bebas timbal

            TEL ditambahkan pada bensin untuk meningkatkan kualitas bensin. Namun demikian, penggunaan TEL ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan manusia karena gas buangan kendaraan bermotor menghasilkan partikel-partikel timbal.

            Sehingga akhir-akhir ini penggunaan TEL diganti dengan MBTE (Metil Tertier Butil Eter), yang mempunyai fungsi sama dengan TEL untuk meningkatkan bilangan oktan, tetapi tidak melepaskan timbal di udara.

 

2. Memproduksi Bioetanol Sebagai Pengganti Bensin

            Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari tumbuhan. Bioetanol dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, baik murni maupun dicampur dengan bensin. Bensin yang dicampur dengan etanol dikenal sebagai gasohol.

 

 

Gambar 2.3 Proses produksi bioetanol


 

3. Memproduksi Biodiesel Sebagai Pegganti Solar

 

 


 

 

Gambar 2.4 Proses produksi biodiesel

 

            Bahan bakar biodiesel berasal  dari minyak tumbuhan atau hewan yang direaksikan dengan metanol melalui proses transesterifikasi sehingga diperoleh minyak metil ester (ME) yang disebut dengan biodiesel

            Biodiesel sangat mudah digunakan dan dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa perlu memodifikasi mesin. Selain itu, biodiesel juga dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel dengan bilangan oktan yang lebih tinggi.

            Solar yang dicampur dengan biodiesel akan memiliki nilai oktan yang tinggi hingga mencapai 64. Sedangkan solar yang tidak diberi campuran biodiesel memiliki nilai oktan sebesar 48, kemudian pertamina DEX (Diesel Environment Extra) hanya mempunyai nilai oktan sebesar 53.

            Selain itu, biodiesel juga berfungsi sebagai pelumas sekaligus membersihkan injector, serta dapat mengurangi emisi karbon dioksida, partikulat berbahaya, dan sulfur oksida.

  

4. Mengembangkan Mobil Listrik

 



Gambar 2.5 Mobil listrik

            Mobil listrik adalah jenis mobil yang menggunakan energi listrik sebagai sumber tenaga. Mobil listrik di Indonesia dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan merek Marlip (Marmut Listrik LIPI). Marlip secara mekanis digerakan dengan energi listrik.

            Dalam setiap unit mobil dilengkapi dengan komponen penyimpanan energi yang menyerupai sebuah baterei. Komponen itu diperlukan agar kendaraan dapat dijalankan hingga jarak tertentu dari sumber listriknya. Sumber tenaga yang digunakan sebanyak 3 (tiga) buah dengan tegangan 200Ah/12V. Karena tidak menggunakan bahan bakar minyak, otomotis mobil listrik tersebut tidak menimbulkan pencemaran udara.         

 

5. Mengembangkan Mobil Hibrida

 


 

Gambar 2.6 Salah satu bentuk mobil hibrida

 

            Energi yang digunakan untuk menggerakan mobil hibrida berasal dari gabungan mesin pembakaran internal (sumber energi BBM) dan listrik (sumber energi baterei). Dengan penggunaan energi gabungan tersebut, penggunaan  BBM menjadi relatif lebih hemat. Baterei dapat diisi ulang pada saat kendaraan berhenti.

            Kelebihan lainnya, emisi keluaran mesin pembakaran internal digunakan untuk menggerakan generator penghasil listrik yang kemudian energi listrik tersebut disimpan dalam baterei. Jadi, selain lebih hemat dalam mengkonsumsi bahan bakar minyak, mobil hibrida juga ramah lingkungan dibandingkan mobil konvesional. 

Comments

Popular posts from this blog