B. Sifat-Sifat Materi

            Sifat-sifat materi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam berupa ilmu yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi yang lain, serta energi yang menyertai perubahan materi yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kimia. Jadi, dengan mempelajari IPA kimia berarti kita mempelajari tentang materi.

            Materi merupakan sesuatu yang mempunyai tempat, massa, berat dan sifat sehingga dapat ditangkap oleh panca indra, atau dapat dilihat, diraba, dirasa, digenggam, dan bau. Ada kalanya materi dapat dikatakan sebagai zat.

            Suatu zat dapat dikenali karena adanya ciri khas atau sifat-sifat dari zat itu yang membedakan dengan zat lain. Sebagai contoh, misalnya kita menemukan serbuk halus berwarna putih di dapur maka untuk mengetahui itu garam atau gula kita bisa langsung mencicipinya. Apabila rasanya manis, maka dapat dipastikan itu gula, dan bila rasanya asin berarti adalah garam. Adanya sifat-sifat tertentu dari zat sangat membantu manusia untuk menentukan jenis zat tersebut.

            Sifat-sifat zat dapat dikelompokkan menjadi dua macam sebagai berikut:

a)   Sifat-Sifat Ekstensif

Sifat ekstensif adalah sifat yang bergantung pada bentuk, ukuran, dan jumlah zat. Sifat ekstensif terdiri atas berat dan volume.

 

 i.     Berat

Semakin banyak suatu zat maka akan semakin besar pula beratnya. Sebagai contoh sepeda motor akan lebih berat daripada sepeda karena sepeda motor tersusun oleh lebih banyak zat dibandingkan dengan sepeda.

 

ii. Volume

            Semakin besar jumlah zatnya, semakin banyak volume yang ditempatinya, kecuali untuk gas. Apabila kita menimbang beras dan gula pasir dengan berat yang sama, apakah jumlah keduanya sama? Tentu tidak bukan? Jumlah gula pasir akan lebih banyak daripada beras, ini menunjukkan volume gula pasir lebih besar daripada volume.

 

 

b) Sifat-Sifat Intensif

            Sifat intensif adalah sifat yang tidak bergantung pada jumlah atau ukuran zat tersebut.  Sifat intensif ini dapat dibagi menjadi dua yaitu sifat fisika dan sifat kimia.

 

i. Sifat Fisika

            Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa zat baru. Sifat ini dapat direvisi tanpa mengubah zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara lain ialah wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan ,kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan. Berikut ini pembahasan tentang sifat-sifat fisika tersebut:            

 

§  Wujud Zat

Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat diubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa yang diketahui, yaitu: menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.

 

§  Warna

Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat dilihat secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri khusus yang membedakan antara satu zat dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain-lain.

 

§  Kelarutan

Kelarutan suatu  zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.

 

§  Daya Hantar Listrik

Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat dilihat dari gejala yang ditimbulkannya. Misalnya, tembaga dengan sumber tegangan dan lampu. Akibat yang dapat diperbaiki adalah lampu yang menyala.

 

§  Kemagnetan

Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh megnet. Misal, terdapat campuran antara serbuk besi dan pasir.

 

§  Titik Didih

Titik didih merupakan kompilasi suhu dimana suatu zat mangalami pendidihan (mendidih). Contoh titk didih air pada tekanan udar normal (76 cmHg) adalah 100 ℃, sedangkan bensin kurang lebih 80℃.

 

§  Titik Leleh

Titik leleh merupakan suhu dimana suatu zat/materi mulai melebur.

 

 

 

ii. Sifat Kimia

            Sifat kimia adalah perubahan yang terjadi pada suatu benda yang membentuk zat baru. Sifat baru yang terkait dengan terbentuknya zat jenis baru. Contoh sifat kimia antara lain mudah terbakar, mudah membusuk, mudah meledak, bergolak, dan berkarat (korosif). Berikut ini pembahasan tentang sifat-sifat kimia:

 

§  Mudah Terbakar

Sifat mudah terbakar merupakan sifat kimia suatu zat yang berhubungan dengan kemampuan menghasilkan api (terbakar). Tidak semua zat memiliki sifat mudah terbakar. Air merupakan zat yang tidak bisa terbakar. Sementara itu, bensin, minyak tanah, alkohol, kayu kering, dan kertas merupakan contoh benda yang mudah terbakar.

 

§  Mudah Busuk

Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanaan atau minuman, dapat terjadi makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari-hari diperbarui dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.

 

§  Berkarat

Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti: besi dan seng memiliki sifat berkarat.

 

§  Mudah Meledak

Interaksi zat dengan oksigen di alam ada mempunyai sifat mudah meledak, seperti magnesium, uranium dan natrium.

 

§  Racun

Ada beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga juga tikus.

Comments

Popular posts from this blog