A. UNSUR
Jika
kita membuka sebuah kamus, kita menjumpai puluhan ribu kata yang masing-masing
memiliki pengertian yang spesifik. Namun semua kata itu tersusun dan terbentuk dari huruf-huruf yang hanya 26 jenis (A sampai Z).
Alam
semesta mengandung ratusan ribu bahkan jutaan macam materi. Ternyata seluruh
materi tersusun dan terbentuk dari zat-zat dasar yang disebut unsur (elemen). Suatu unsur
merupakan zat paling sederhana dari materi. Ia
tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat yang lebih sederhana.
Unsur-unsur
penyusun materi alam semesta ada 92 jenis.
Sembilan di antaranya telah dikenal manusia sejak zaman purba, yaitu belerang,
besi, emas, karbon (arang), perak, raksa, tembaga, timah, dan timbal (timah
hitam). Sejak tahun 1940 sampai sekarang (tahun 2000) para ilmuwan sudah dapat
mensintesis 22 jenis unsur buatan (yang tidak ada di alam), sehingga pada awal
milenium ketiga kita mengenal 114 jenis unsur. Unsur ke- 114 disintesis pada bulan Januari
1999 di Lawrence Livermore National Laboratory, California, Amerika Serikat. Di
masa mendatang mungkin akan bermunculan unsur-unsur buatan yang baru. Berikut
ini adalah nama unsur-unsur yang sering kita jumpai dan berguna dalam
kehidupan.
Tabel Unsur-unsur yang Sering Kita Jumpai
|
Unsur-unsur Logam |
Unsur-unsur Bukan Logam |
|
aluminium kalsium perak antimon kobal raksa barium kromium zink (seng) besi magnesium tembaga bismut mangan timah emas natrium timbal kalium nikel |
argon
fosforus klorin arsen helium neon belerang
hidrogen nitrogen boron
iodin oksigen bromin
karbon silikon fluorin |
Salah
satu perbedaan logam dan bukan logam adalah, logam kelihatan mengkilap serta dapat menghantarkan
panas dan listrik. Adapun bukan logam tidak mengkilap dan tidak dapat menghantarkan
panas dan listrik.
1.
Lambang Unsur
Jons Jacob Berzelius (1779-1848) berasal dari Swedia, pada tahun
1813 mengusulkan agar setiap unsur diberi lambang berupa huruf awal dari nama unsur dalam bahasa Latin. Usul Berzelius ini
segera disepakati oleh para ilmuwan. Sebagai contoh, hidrogen dan oksigen
masing-masing mempunyai lambang H dan O. Jika beberapa unsur memiliki nama
dengan huruf awal yang sama, maka lambang unsur dinyatakan dengan dua huruf.
Misalnya, tembaga (cuprum) mempunyai
lambang Cu, sedangkan kalsium (calcium)
mempunyai lambang Ca.
Perhatikan aturan di bawah
ini.
1. Lambang unsur yang terdiri atas satu huruf harus memakai huruf besar. 2. Lambang unsur yang terdiri atas dua huruf harus memakai huruf besar pada huruf pertama dan huruf kecil pada huruf kedua.
Comments
Post a Comment