6. Pengaruh Iklim
Udara
yang telah tercemar oleh gas-gas berbahaya akan mempengaruhi dunia. Dimana
gas-gas tersebut akan terkumpul di lapisan atmosfer yang lama kelamaan akan
mengendap di sana. Hal ini pasti akan membuat lapisan ozon menjadi tidak stabil
dan mengubah perubahan iklim seperti musim hujan yang sangat lama dan musim
panas yang sangat ekstrem. Hingga saat ini panas bumi semakin meningkat karena
kejadian ini dan yang ditakutkan di masa depan adalah kompilasi panas bumi
mencapai 50 derajat selsius sehingga kekeringan lebih banyak terjadi di
mana-mana dan tentu saja hal ini akan menyebabkan banyak akibat dehidrasi.
Menurut
data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), selama abad 20,
Indonesia mengalami peningkatan suhu rata-rata udara di permukaan tanah 0,5 ℃.
Jika dibandingkan periode tahun 1961 hingga 1990, rata-rata suhu di Indonesia
diproyeksikan meningkat 0,8 sampai 1,0 ℃ antara tahun 2020 hingga 2050.
Kondisi ini merupakan
dampak dari perubahan iklim yang terjadi di Bumi. Selain suhu yang meningkat,
masih ada lagi dampak perubahan iklim pada hidup kita, yaitu:
1. Harga Pangan
Meningkat
Untuk beberapa dekade
mendatang, para pakar memprediksi hasil tanaman pangan mulai dari jagung hingga
gandum, beras hingga kapas, akan menurun hingga 30 persen. Hasil yang menurun
ini berujung pada peningkatan harga pangan. Sebab, akan ada proses,
penyimpanan, dan transportasi pangan yang membutuhkan air dan energi lebih.
2. Siklus Yang
Tidak Sehat
Meningkatnya
suhu ditambah dengan populasi global akan mencuatkan permintaan energi. Ini
akhirnya berujung pada produksi emisi yang menyebabkan perubahan iklim dan
ironisnya, memicu lebih banyak lagi emisi. Sedangkan curah hujan, diproyeksikan
akan menurun sebanyak 40 persen di beberapa lokasi.
3. Rusaknya
Infrastruktur
Perubahan
iklim memicu lebih banyak cuaca ekstrem yang menghasilkan bencana. Seperti yang
terjadi di DKI Jakarta pada Januari hingga Februari 2013. Hujan dalam
intensitas tinggi menyebabkan banjir besar, Kamis (17/1). Ibu Kota Indonesia ini
lumpuh ketika nyaris semua titik
jalannya terendam banjir, termasuk pusat pemerintahan di Jakarat Pusat.
Jalan dan bus transportasi umum yang merupakan infrastruktur penting bagi warga
Jakarta tidak lagi berfungsi.
4. Berkurangnya
Sumber Air
Membludaknya
jumlah penduduk menyebabkan tingginya permintaan air. Ini menimbulkan
penyedotan besar-besaran terhadap sumber air yang ada. Khusus untuk Jakarta,
naiknya muka air laut dapat membuat batas antara air tanah dan air laut semakin
jauh ke daratan. Sehingga mencemari lebih banyak sumber air minum.
5. Meningkatnya
Penyakit Pernafasan
Perubahan
iklim juga menyebabkan polusi udara yang akhirnya menurunkan fungsi dari
paru-paru. Di kota besar seperti New York City, Amerika Serikat, kasus asma
akan meningkat sebanyak sepuluh persen. Sistem pernafasan merupakan salah satu
proses yang paling penting dalam kehidupan. Dengan bernafas tubuh akan
memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan
hidup.
Proses
pernafasan juga membantu tubuh membuang zat limbah yang disebut karbondioksida.
Ada empat penyakit pernafasan yaitu:
·
Asma
Asma merupakan jenis penyakit jangka
panjang yang menyerang saluran pernafasan. Kondisi ini terjadi karena adanya
peradangan dan penyempitan saluran nafas dan menimbulkan sesak atau sulit
bernafas. Gejala penyakit ini bisa muncul karena beberapa hal, seperti debu,
bulu binatang, asap rokok, gas, bau tajam, stres, udara yang dingin, hingga
kelelahan.
·
Bronkitis
Infeksi yang terjadi pada bronkus
alias saluran pernafasan utama paru-paru menyebabkan terjadinya bronkitis.
Penyakit ini juga akan memicu gangguan pernafasan akibat iritasi dan peradangan
yang terjadi pada saluran pernafasan.
Selain sesak nafas, gejala umum dari
penyakit ini adalah batuk berdahak, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot,
hingga sakit kepala. Penyakit ini harus diwaspadai jika diikuti dengan gangguan
lain, misalnya asma atau PPOK. Sebab, gejala yang muncul bisa lebih berat,
misalnya kulit tampak kebiruan atau
pucat karena pasokan oksigen dalam darah tidak lagi memadai.
·
Penyakit Paru
Obstruktif Kronis
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
merupakan sekelompok penyakit paru yang terjadi akibat radang. Kondisi ini
menyebabkan struktur saluran nafas dan memicu gangguan pernafasan. Berita
buruknya, PPOK merupakan jenis penyakit progresif, yaitu penyakit yang akan semakin
buruk seiring berjalan waktu.
Kebiasaan merokok menjadi salah satu
pemicu utama dari penyakit ini. Meski begitu, penyakit ini tetap bisa menyerang
orang yang tidak aktif merokok. Selain perokok, faktor lain yang bisa
menyebabkan penyakit ini adalah terpapar asap rokok, polusi udara, asap kimia,
dan debu dalam jangka yang panjang. Selain itu, faktor genetik juga bisa menjadi
salah satu penyebab seseorang mengalami penyakit ini.
·
Alergi
Ada jenis alergi yang memicu reaksi sesak nafas. Hal itu terjadi karena adanya pembengkakan jalan nafas. Saat tubuh merespon alergan alias zat pemicu alergi, ada kemungkinan hal ini akan terjadi. Gejala yang muncul sebagai reaksi alergi adalah gatal di kulit dan mukosa mata, batuk-batuk, nadi cepat, penurunan kesadaraan, hingga tangan dan kaki terasa dingin.
Comments
Post a Comment