4.
Senyawa Kalium
Sejarah Kalium
Pada tahun
1806, ahli kimia Inggris Sir Humphry Davy menemukan bahwa ikatan kimia
merupakan listrik di alam dan ia bisa menggunakan listrik untuk menguraikan zat
ke menjadi unsur-unsur penyusunnya. (kita mengenalnya elektrolisis)
Pada tahun
1807 ia berhasil mengisolasi kalium/potasium untuk pertama kalinya di Royal Institution,
London. Ia mengelektrolisis kalium hidroksida kering yang kemudian sedikit
dibasahi dengan udara lembab di laboratoriumnya. Elektrolisis tersebut
dilakukan dengan menggunakan tiga baterei besar yang telah dibuatnya sendiri.
Ketika ia mengalirkan listrik dari baterei ke kalium hidroksida, ia mendapatkan
tetesan/lelehan “yang memiliki kilap logam yang tinggi” pada elektroda
bermuatan negatif.
Edmund Davy,
yang menjadi asisten pada percobaan tersebut, menjelaskan bahwa reaksi Sir
Humphry Davy yang menghasilkan logam tersebut, adalah “momen Eureke”-nya:
“...
when the minute globules of potassium burst throught the crust of
potash, and take fire as they entered the atmosphere, he could not contain his
joy – he actually danced about the room in ecstatic delight; some little time
was required for him to compose himself sufficiently to countinue the
experiment.”
Kalium/potasium adalah logam
pertama yang diisolasi /diperoleh dengan elektrolisis.
Davy
merasa heran karena logam baru tersebut memiliki kepadatan (densitas) yang
rendah. Hal ini teramati pada terapungnya logam tersebut di atas minyak, tidak
seperti logam kebanyakan. Ia memasukkan sepotong logam tersebut ke dalam air
dan teramati bahwa air terurai dengan reaksi yang sangat hebat, timbul ledakan
dengan nyala api yang terang. Ia juga berani mereaksikan logam tersebut dengan
asam klorida yang mana menghasilkan nyala api berwarna merah terang.
Nama
kalium/potasium (dalam bahasa Inggris ‘potassium’) berasal dari kata bahasa Inggris
‘potash’ yang memiliki arti alkali yang diekstraksi dari air yang bercampur
dengan abu dari kayu atau pohon yang terbakar (a pot of ash of burned wood or
tree leaves).
Simbol
kalium yang berasal dari ‘kalium’
nama elemen di Jerman dan Skandinava. Hanya beberapa hari setelah mengisolasi kalium, Davy berhasil pula mengisolasi
natrium untuk pertama kalinya menggunakan metode yang sama.
Fakta Menarik
Tentang Kalium
§ Kalium dan tetangganya di sistem periodik unsur
yaitu natrium sama-sama berwujud padat pada suhu kamar. Namun tidak dengan
paduan (alloy) keduanya. Alloy NaK yang mengandung 40 sampai 90 persen kalium berwujud cairan pada suhu kamar.
Di pasaran, yang tersedia adalah alloy dengan 78% K, 22% Na yang tetap berwujud
cair sampai pada suhu -12,6 ℃ (9,3 ᵒF).
§ Semua
sel hidup membutuhkan kalium/potasium untuk menjaga keseimbangan cairannya,
oleh karena itu kita dan semua makhluk hidup di Bumi ini membutuhkan kalium
untuk hidup. Di dalam daging, tanaman dan semua produk susu mengandung kalium.
Buah dan sayuran adalah sumber kalium yang terbaik.
§ Beberapa neurotoksin bekerja dengan cara
mengganggu penggunaan kalium/potasium yang dilakukan oleh sel-sel biologis
kita. Hal ini dapat mengakibatkan sakit parah, atau bahkan kematian.
Neurotoksin ini diantaranya agitoxin, charybdotoksin dan margatoxin (sengatan
kalajengking), apamin (sengatan lebah), dan dendrotoxin (gigitan ular mamba).
Sifat Kalium
atau Karakteristiknya
Bahaya:
Pada orang yang sehat (fungsi ginjal normal),
asupan kalium/potasium yang berlebihan dari makanan tidak akan menjadi masalah,
karena kelebihan kalium/potasium akan diekresikan dalam urin. Berbeda halnya
dengan orang yang fungsi ginjalnya terganggu, asupan kalium/potasium yang
diperbolehkan adalah maksimal 4,7 g (120 mmol) / hari karena jika kelebihan
bisa membahayakan jantung. Jika kalium/potasium masuk melalui sistem pencernaan
dan kemudian masuk ke pembuluh darah, jantung bisa berhenti berdetak.
Karena
sifat yang sangat reaktif, unsur kalium/potasium harus ditangani dengan sangat
hati-hati.
Karakteristik:
Kalium/potasium
merupakan logam yang berwarna putih keperakan, titik leleh rendah, cukup lunak
untuk ukuran logam sehingga mudah dipotong dengan pisau. Ketika dipotong, maka
permukaan logam tersebut dengan cepat akan teroksidasi di udara, membentuk
lapisan oksida.
Logam
ini sangat reaktif, bereaksi hebat dengan air, dimana akan menghasilkan
hidrogen gas dan kalium hidroksida.
Kalium
adalah logam yang sangat ringan (logam yang paling kurang padat kedua setelah
litium) sehingga akan terapung di atas air jika seandainya tidak reaktif.
Penggunaan
Kalium
§ Kalium oksida (KO2), digunakan
sebagai konverter CO2 pada alat bantuan pernafasan. Gas CO2
yang dihembuskan masuk kedalam alat dan bereaksi dengan KO2
menghasilkan O2.
§ Kalium klorida (KCl), pupuk, bahan pembuat
logam kalium dan KOH.
§ Kalium bromida (KBr), obat penenang saraf
(sedative), pembuat plat fotografi.
§ KClO3, bahan korek api, mercon,
zat peledak, ditambahkan pada garam dapur sebagai sumber iodium sehingga
dikenal sebagai garam beriodium.
§ K2CrO4, indikator dalam
titrasi argentomeri.
§ K2Cr2O7, zat
pengioksidasi (oksidator)
§ KMnO4, zat pengoksidasi, zat
desinfektan
§ Kalium nitrat (KNO3), bahan mesiu,
bahan pembuat HNO3.
§ K-sitrat, obat diuretik dan saluran kemih.
§ K-hidrogentartrat, bahan pembuat kue (serbuk
tartrat)
§ Sangat penting untuk pertumbuhan tanaman.
Tanaman menggunakannya untuk mensintesis protein. Sehingga kalium/potasium
sangat diperlukan pada pembuatan pupuk.
§ Kalium hidroksida merupakan basa kuat dan
bahan kimia industri yang penting. Logam ini digunakan dalam pembuatan sabun
lunak dan sebagai elektrolit dalam baterei alkalin.
§ Kalium klorida digunakan sebagai alternatif
yang sehat pada pembuatan garam.
§ Kaca dapat dikeraskan dengan cara merendam
kaca ke dalam lelehan kalium nitrat.
Kelimpahan
Kalium Dan Isotopnya
Kelimpahan di kerak bumi: 2,1% berat, 1,6%
Kelimpahan di tata surya: 4 bagian perjuta
berat, 100 bagian per miliar mol.
Harga, logam dalam keadaan murni: $ 100 per
100 g.
Isotop: kalium memiliki 20 isotop yang setengah-hidup
diketahui, dengan nomor massa 35 sampai 54, terjadi secara alami kalium adalah
campuran dari tiga isotop dan mereka ditemukan dalam persentase yang ditunjukkan: 39 K (93,6%), 40 K (0,01%),
dan 41 K (6,7%).
Pembuatan
Kalium Dan Sumbernya
Di alam kalium/potasium tidak
ditemukan dalam bentuk unsur bebas, karena melainkan dalam bentuk senyawa
karena terlalu reaktif. Kalium/potasium diperoleh secara komersial dengan
elektrolisis dari kalium hidroksida atau kalium klorida.
Data Singkat
Klasifikasi :
termasuk logam alkali
Warna :
putih keperakan
Massa atom :
39,0983
Wujud :
padat
Titik leleh :
63,4 ℃, 336,5 K
Titik didih :
765,6 ℃, 1038,7 K
Elektron :
19
Proton :
19
Neutron
pada isotop yang paling melimpah :
20
Konfigurasi
elektron :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
Densitas
pada 20℃ :
0,862 g/cm3
5. Senyawa Rubidium
Sejarah Rubidium
Rubidium ditemukan oleh ahli kimia Jerman Robert Bunsen dan Gustav Kirchhoff pada tahun 1861 ketika menganalisis sampel dari mineral lepidolite (KLi2Al (Al,Si)3O10 (F, OH)2) dengan alat yang disebut spektroskop. Sampel menghasilkan seperangkat garis spektrum merah tua yang mereka belum pernah terlihat sebelumnya. Bunsen akhirnya mampu mengisolasi sampel logam rubidium. Saat ini, sebagian besar rubidium diperoleh sebagai produk sampingan dari penyulingan lithium.
Comments
Post a Comment