4. Mengganggu Kesehatan
Asap yang
diperlukan dari kendaraan atau pabrik industri akan menyebabkan gangguan kesehatan
karena mengandung zat-zat yang berbahaya. Selain bagian tubuh dalam yang
memperbaiki masalah, bagian luar tubuh seperti kulit akan memperbaikinya. Maka
dari itu, harus dilepaskan sambil diantarkan untuk dipakai yang menutup tubuh
seperti jaket, celana panjang dan topeng.
Penggunaan
bensin bertimbal (mengandung TEL: tetra
ethyl lead) menyebabkan tercemarnya udara oleh partikel timbal yang
dihasilkan pada saat proses pembakaran. Jika terhirup makhluk hidup (manusia)
dapat menyebabkan gangguan tulang belakang dan gangguan kerja enzim. Pembakaran
yang tidak sempurna menyebabkan pencemaran udara. Gas buangan yang dihasilkan
adalah CO (karbon monoksida). Gas CO sangat berbahaya karena mampu menggantikan
ikatan oksigen pada hemoglobin. Daya ikat hemoglobin terhadap CO dua kali lebih
besar daripada terhadap oksigen.
5. Lahan Tanah Menipis
Seperti
yang kita ketahui dalam bidang pertambangan pasti akan membutuhkan lahan luas.
Batu bara yang diolah menjadi bahan bakar biasanya didapat dari tanah yang
suburban. Hal ini menyebabkan tanah yang digunakan dalam bidang ini tidak akan
dapat digunakan lagi dalam bidang pertanian atau penanaman pohon-pohon dalam
jangka waktu tertentu. Ini disebabkan karena tanah yang dibuat sebagai
pertambangan ini telah kehilangan kesuburannya dan untuk membuat tanah tersebut
menjadi subur lagi membutuhkan waktu yang lama.
Tanah
merupakan bagian penting dalam kehidupan ini karena sangat menunjang kehidupan
manusia serta makhluk hidup lainnya di muka bumi ini. Tanah
merupakan tempat tinggal bagi banyak spesies makhluk hidup baik itu manusia,
tumbuhan dan hewan. Mungkin bisa anda bayangkan jika di dunia ini tidak ada
tanah? Maka pastinya tidak akan terjadi kehidupan bukan? Oleh karena itu adalah
hal yang sangat penting untuk tetap menjaga kelestarian tanah dan jangan sampai
mencemarinya dengan berbagai hal yang merusak tanah. Seiring dengan berjalannya
waktu, semakin banyak industri pabrik membuat banyak limbah kimia yang dibuang
begitu saja ke dalam air dan tanah tanpa memandang bagaimana dampak yang akan
timbul dari kegiatan tersebut.
5.1. Pengertian Pencemaran Tanah
Pencemaran
tanah merupakan keadaan dimana adanya berbagai bahan substansi kimia yang masuk
ke dalam lapisan tanah sehingga mengubah struktur dan
lingkungan di dalam tanah. Sumber utama dari adanya pencemaran tanah ini adalah
adanya kebocoran limbah kimia yang biasanya ada di pabrik baik itu bahan kimia
organik maupun yang kimia tulen. Biasanya di dalam pabrik tempat pembuangan
limbah kimia ini terdapat di dalam bunker yang terdapat di dalam tanah sehingga
sangat rawan terjadi kebocoran. Jika bunker tersebut sudah bocor maka
selanjutnya yang terjadi adalah masuknya berbagai zat kimia tersebut ke dalam
tanah dan merusak struktur tanah itu sendiri.
5.2. Penyebab Pencemaran Tanah
Sebagian besar
pencemaran tanah dikarenakan adanya kebocoran bahan kimia baik itu yang
dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja baik dalam skala besar ataupun
skala kecil. Penggunaan pestisida pada lahan pertanian, masuknya bahan kimia
yang terdapat di dalam air ke dalam permukaan tanah, adanya kecelakaan
kendaraan pengangkut minyak yang masuk ke dalam tanah juga mampu menimbulkan
pencemaran tanah. Ketika bahan kimia
sudah ada di dalam tanah maka bahan kimia tersebut dapat larut ke dalam air,
terbawa air hujan dan juga mampu menguap ke dalam udara sehingga efeknya akan
menjadi efek domino dimana yang berbahaya bukan hanya pada tanah saja melainkan
juga di dalam air dan udara.
Limbah sebagai
penyebab pencemaran tanah merupakan hasil buangan baik dari limbah industri
domestik maupun rumah tangga. Limbah ini seringkali juga disebut sebagai sampah
dan kehadirannya tidak dipedulikan lagi oleh orang dan lingkungan. Secara
kandungan zat di dalamnya limbah tergolong dari dua jenis yaitu bahan kimia
organik dan anorganik. Adanya penumpukan limbah ini di dalam tanah akan mampu
membuat dampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia serta makhluk
hidup lainnya. Karena bahayanya inilah oleh karena itu sangatlah penting untuk
membuat penanggulangan terhadap bahayanya.
Limbah
industri yang mampu menyebabkan pencemaran tanah biasanya berasal dari pabrik,
manufaktur, industri kecil, industri besar dan industri perumahan. Limbah yang
dihasilkan ini bisa berupa limbah cair dan juga limbah padat. Adapun penjelasan
lebih detailnya adalah sebagai berikut ini:
5.2.1. Limbah Padat
Limbah industri yang padat merupakan limbah
buangan dari hasil industri pabrik berupa padatan, bubur, atau lumpur yang
berasal dari hasil pengolahan pabrik tersebut. Misalnya saja limbah dari pabrik
gula, kertas, rayon, pulp, pengawet buah, ikan, daging, plywood dan lainnya.
5.2.2. Limbah Cair
Sedangkan limbah cair adalah hasil pembuangan
dari industri yang berbentuk cair. Contoh limbah cair ini adalah seperti sisa
dari pengolahan limbah industri kimia dan logam. Limbah dalam bentuk cair ini
sangat berbahaya terutama jika mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi
menganggu kesehatan manusia.
5.2.3. Limbah Anorganik
Limbah anorganik ini merupakan jenis limbah
yang tidak mampu mengalami penguraian yang dilakukan oleh mikroorganisme
lainnya seperti jamur dan bakteri. Contoh dari limbah anorganik ini misalnya
adalah limbah kantong plastik, kaleng bekas, botol minuman, bekas botol
air mineral dan lainnya. Limbah anorganik ini memerlukan tindakan
pembuangan yang harus diatur sedemikian rupa supaya tidak membuat kerugian pada
tanah dan juga makhluk hidup lainnya karena tanah menjadi tercemar oleh adanya
limbah ini.
5.2.4. Limbah Organik
Untuk jenis limbah organik
merupakan limbah yang lebih ramah dibandingkan dengan limbah anorganik. Hal ini
terjadi karena limbah organik mampu diuraikan kembali oleh mikroorganisme
di dalam tanah sehingga tidak begitu berbahaya bagi tanah itu sendiri. Jenis
limbah ini misalnya saja tinja atau feses, oli, cat, sampah rumah tangga yang
dari tumbuhan. Meskipun limbah atau sampah organik ini tidak begitu berbahaya namun perlu diingat
bahwa jika terlalu banyak sampah organik di
dalam tanah maka penguraiannya pun akan semakin lama dan hal ini membuat
pertumbuhan berbagai tanaman di dalamnya menjadi lebih lambat dan hal ini tidak
baik begitu lingkungan.
5.2.5. Limbah Industri
Limbah industri ini bisa berasal dari limbah
industri kecil dari perumahan atau limbah industri
besar berskala pabrik. Limbah ini bisa juga berasal dari dunia usaha hotel,
rumah makan, pasar, perdagangan, tempat wisata, instansi pemerintah dan swasta,
dan lainnya. Limbah yang dihasilkan bisa berupa limbah
padat maupun cair dan organik maupun anorganik.
5.2.6. Limbah Pertanian
Limbah dari hasil pertanian ini juga mampu
menyebabkan pencemaran tanah. Misalnya saja adalah dengan penggunaan pupuk atau pestisida pada
pertanian sehingga menyebabkan tanah menjadi tercemar. Jika penggunaan
pestisida dan pupuk ini sudah melebihi batas wajarnya maka akan menyebabkan hal
yang tidak diinginkan termasuk rusaknya hasil tanaman dan juga hasil tanaman
yang tidak optimal lagi.
5.3. Dampak Pencemaran Tanah
Setelah
mengetahui penyebab dari pencemaran tanah kemudian anda juga perlu untuk
mengetahui apa saja dampak dari pencemaran tanah. Ada beberapa bentuk dari
dampak pencemaran tanah, diantaranya adalah berikut ini:
5.3.1. Dampak Pada Kesehatan
Adanya pencemaran
tanah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Seberapa besar dampak ini pada
kesehatan sebenarnya juga sangat tergantung pada jenis polutan serta seberapa
sering dan banyak polutan yang terpapar ke dalam tubuh. Semakin banyak dan
sering polutan masuk ke dalam tubuh maka dampak penyakit yang akan dialami juga
akan semakin besar dan juga sebaliknya. Adapun berbagai jenis resiko polutan
dan penyakitnya adalah sebagai berikut ini:
·
Kromium,
yang merupakan zat kimia yang digunakan dalam berbagai pestisida dan juga
herbisida ini mampu membuat munculnya dampak karsinogenik pada semua populasi
bukan hanya untuk spesies manusia saja namun juga makhluk hidup lainnya.
·
Zat
timbale, ini sangat berbahaya jika terlalu banyak terpapar ke dalam tubuh
karena dapat mengakibatkan peningkatan resiko terkena penyakit ginjal dan
kerusakan otak.
·
Benzena, jika tubuh terus menerus mengalami paparan benzena dalam jumlah banyak dan intensitas yang sering maka bisa
meningkatkan terkena penyakit leukemia atau kanker darah. Tentu saja penyakit ini sangat berbahaya bahkan mematikan.
·
Merkuri,
tubuh yang terlalu sering mendapatkan paparan dari zat ini akan sangat mudah
mengalami gangguan pada organ ginjalnya bahkan ada beberapa penyakit juga yang
tidak bisa diobati karena zat ini.
·
Sikoldenia,
zat ini memicu timbulnya infeksi dan gangguan pada fungsi organ hati
·
Karmabat,
yang mampu membuat gangguan pada saraf otot sehingga tubuh akan mengalami
kesulitan dalam bergerak,
·
Klorin,
zat cair yang mengandung klorin ini sangat berbahaya bagi tubuh karena
mengganggu fungsi kinerja dari organ hati dan ginjal serta menyebabkan gangguan
pada saraf pusat di dalam otak.
·
Selain
dampak pada kesehatan yang telah disebutkan di atas, dampak pada kesehatan
lainnya yang akan dirasakan oleh para penderitanya antara lain adalah gangguan
pada penglihatan, pendengaran, ruam pada kulit, pusing, letih, lelah, dan
gejala penyakit lainnya. Apabila terjadi dosis yang sangat besar pada
paparan pencemaran ke dalam tubuh bahkan bisa berakibat fatal pada kematian.
5.3.2. Dampak Pada Ekosistem
Dampak lainnya
yang timbul dari adanya pencemaran tanah ini adalah dampak pada ekosistem yang
telah ada. Tanah merupakan bahan yang sangat sensitif dan sangat mudah
mengalami perubahan kandungan kimiawi dan struktur di dalamnya meskipun itu
hanya sedikit saja jumlah dari zat kimia yang masuk ke dalam tanah. Perubahan
kandungan kimia di dalam tanah ini akan mengakibatkan perubahan metabolisme
pada organisme yang hidup di dalam tanah. Akibat dari hal ini tidaklah sepele
yaitu bisa memicu adanya putusnya rantai makanan.
Bagaimana hal
ini bisa terjadi? Jadi rantai makanan primer jika sudah terkontaminasi oleh
pencemaran juga akan mempengaruhi rantai makanan yang ada di atasnya sehingga
ini bisa memusnahkan rantai makanan. Misalnya saja pengaruh zat DDT pada tanah
yang di atasnya ditumbuhi oleh tanaman yang menjadi makanan burung maka telur
dari burung tersebut akan menjadi rawan pecah.
Selain itu
dengan adanya pencemaran tanah ini juga dapat menimbulkan zat kimia masuk ke
dalam air tanah sehingga membuat berbagai jenis tumbuhan akan sulit tumbuh di
atasnya. Kesuburan tanah pun akan menghilang dan ini akan sangat berbahaya bagi
kehidupan makhluk hidup di bumi ini.
5.3.3. Dampak Pada Pertanian
Dampak
pencemaran tanah pada pertanian akan dapat terlihat jelas terutama pada
perubahan metabolisme tanaman dan akhirnya dapat terlihat langsung dari adanya
penurunan hasil pertanian itu sendiri. Pencemaran tanah ini juga akan
mengakibatkan tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal sehingga tanah juga menjadi
rawan mengalami erosi tanah karena tidak ada penahannya
lagi. Jika tanah mengalami pencemaran dalam jangka waktu yang lama maka bisa
menyebabkan tanah tercemar secara permanen sehingga tidak bisa digunakan lagi
sebagai lahan pertanian.
Untuk itu
sebaiknya para petani untuk tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk dan
pestisida dalam jumlah yang berlebihan pada tanamannya karena ternyata bukan
hanya membunuh hama namun juga membuat pencemaran di dalam tanah.
Comments
Post a Comment