4.
Contoh Sifat Dan Perubahan Materi
Contoh
perubahan materi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
§
Air. Pada suhu kamar, air berwujud cair (suhu
± 25 ℃), tetapi jika dipanaskan, air akan berubah fase menjadi uap. Ketika
berada dipuncak (di udara dingin), uap
air dapat mengembun dan jika didinginkan hingga 0 ℃ (dalam kulkas), air dapat berubah menjadi
es (peristiwa membeku).
§
Kayu dan kertas. Kayu dan kertas akan berubah
menjadi abu melalui proses pembakaran.
§
Besi. Besi akan berkarat jika didiamkan di
udara terbuka dalam waktu yang lama.
§
Kawat. Kawat pijar dalam bola lampu akan
menyala jika dialiri listrik.
§
Nasi dan susu. Nasi dan susu akan menjadi basi
jika dibiarkan di udara terbuka.
Perubahan
materi dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu fisika dan kimia.
a.
Perubahan Fisika
Perubahan fisika merupakan perubahan
yang tidak menghasilkan materi baru, yang berubah hanya bentuk dan wujud
materi. Contoh:
§ Es menjadi air, dapat kembali menjadi es.
§ Pelarutan garam, jika diuapkan, akan kembali menjadi
garam.
b. Perubahan Kimia
Perubahan kimia atau reaksi kimia merupakan perubahan materi yang menghasilkan materi baru. Perubahan
kimia sulit dikembangkan ke keadaan semula. Contoh:
§ Nasi menjadi basi
§ Kayu terbakar menjadi abu
Perubahan
kimia pada materi dapat diketahui dengan tolak ukur seperti perubahan suhu,
pembentukan gas atau pembentukan endapan.
5.
Energi Yang Menyertai Materi
Setiap
materi memiliki energi. Energi yang dimiliki materi terdiri atas energi kinetik
dan energi potensial. Sebagai contoh, proses asimilasi tumbuhan terjadi pada
siang hari dengan bantuan sinar matahari. Energi matahari diubah menjadi energi
kimia yang disimpan dalam karbohidrat hasil reaksi. Hasil reaksi tersebut
terjadi perubahan zat yang disertai dengan perubahan energi. Namun, tidak semua
energi menyertai perubahan zat.
Comments
Post a Comment