3. Pencemaran Udara

            Dalam setiap harinya kita pasti menemukan banyak orang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua ataupun roda empat. Asap yang dikeluarkan dari kendaraan tersebut yang nanti akan membuat udara menjadi tercemar dan menjadi udara yang tidak sehat. Agar pencemaran udara tidak begitu parah, maka sebaiknya perlu adanya penanaman pohon didaerah yang sering dilalui, akan tetapi juga memperhatikan tinggi dan besarnya pohon agar tidak tumbang ketika terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.

 

 

3.1.   Faktor-Faktor Pencemaran Udara Dan Dampaknya

Polusi udara merupakan kondisi yang sangat akrab dengan keberadaan asap dan juga limbah. Limbah-limbah tersebut nantinya akan menguap dan pada akhirnya mengotori udara. Sebenarnya, sebagian besar alasan terjadinya polusi udara adalah karena adanya aktivitas dari manusia itu sendiri.

Semakin moderen zaman, kita akan semakin menemukan banyak aktivitas manusia yang akan menimbulkan polusi udara. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya polusi udara yaitu:

 

3.1.1. Lalu Lintas

            Di zaman yang semakin moderen, kebutuhan akan kendaraan bermotor seakan menjadi kebutuhan primer. Hampir setiap keluarga pasti mempunyai kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Kendaraan memang selalu menjadi pendukung utama aktivitas mobilitas masyarakat. Dengan kendaraan bermotor masyarakat akan lebih leluasa dalam melakukan aktivitas, termasuk aktivitas perekonomian. Semakin banyak seseorang bermobilitas, maka akan semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan hasil yang banyak. Dari pemikiran sederhana inilah masyarakat Indonesia menjadikan sepeda motor sebagai kebutuhan primer. Kendaraan bermotor dalam operasinya pastilah memerlukan bahan bakar, yakni dari jenis minyak bumi.

            Dalam teorinya, minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan mengandung senyawa hidrokarbon yang kemudian dibakar menghasilkan senyawa karbon dioksida dan air. Namun kenyataan memperlihatkan bahwa mesin tidak dapat sempurna dalam membakar hidrokarbon. Akibatnya kenalpot kendaraan mengeluarkan zat-zat yang berbahaya. Zat-zat yang berbahaya ini bahkan sering kita lihat sebagai kepulan asap yang berwarna hitam dan kecoklatan. Asap-asap inilah yang akan mengotori udara kita, sehingga menjadikan pencemaran udara.

 

3.1.2. Pembangkit Listrik

            “Dengan listrik, hidup menjadi lebih baik”sering kita mendengar slogan tersebut. Memang benar sekali, listrik membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Bagaimana tidak? Dengan listrik kita bisa mempunyai penerangan yang sangat memadai pada malam hari. Dengan listrik pula, kita bisa mengoperasikan berbagai macam mesin yang akan meringankan pekerjaan kita.

            Listrik benar-benar menjadi sebuah anugerah yang tiada tara. Adanya listrik ini karena disebabkan adanya pembangkit listrik. Sebagian pembangkit listrik konvensional masih menggunakan bahan batu bara, gas dan minyak. Dari proses pembangkit listrik menghasilkan listrik ini terkadang pembakarannya tidaklah sempurna, sehingga akan menghasilkan gas yang berbahaya. Gas-gas berbahaya ini misalnya adalah sulfur dioksida, nitrogen oksida, karbon dioksida dan partikulat. Gas-gas ini pada akhirnya akan menyebabkan adanya pencemaran udara yang mengotori udara dan menimbulkan banyak sekali efek-efek negatif.  

 

3.1.3 Letusan Gunung Berapi

            Penyebab terjadinya polusi udara yang ketiga adalah letusan gunung berapi. Peristiwa letusan gunung berapi ini juga disebut sebagai erupsi. Erupsi yang dilakukan oleh gunung berapi diakibatkan oleh faktor-faktor alam. Faktor-faktor alam tersebut dapat terjadi karena sebab yang alamiah juga. Oleh karena itulah letusan gunung berapi dikategorikan sebagai bencana alam. Dengan demikian faktor yang menyebabkan polusi udara tidak hanya dari manusia saja.

            Keberadaan gunung berapi bukanlah sesuatu yang sulit untuk ditemui di Indonesia. Indonesia mempunyai jalur gunung berapi sehingga gunung berapi di Indonesia ada banyak sekali. Gunung berapi di Indonesia banyak sekali yang masih aktif. Masing-masing gunung api tersebut mempunyi siklus untuk melakukan erupsi. Maka di Indonesia seringkali terjadi erupsi gunung berapi. Gunung berapi ketika erupsi mengeluarkan berbagai zat yang berbahaya. Gas-gas yang dikeluarkan gunung berapi ini akan membumbung ke angkasa dan bercampur dengan udara yang kita hirup oleh karena itulah erupsi gunung berapi menjadi penyebab polusi atau pencemaran udara.

 

 

3.2. Penyebab Gunung Meletus Dan Akibatnya

Gunung berapi secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem saluran fluida yang terdiri atas batuan cair bersuhu tinggi yang memiliki struktur memanjang dari kedalam lapisan atmosfer kurang lebih 10 km hingga permukaan bumi. Gunung berapi juga memiliki kumpulan endapan material yang keluar saat terjadinya letusan. Material tersebut meliputi abu dan batuan dengan berbagai ukuran.

 

 

3.3. Kondisi Gunung Berapi

Selama masa hidupnya, gunung berapi memiliki kondisi atau keadaan yang terus berubah dari waktu kewaktu, terkadang masuk kondisi tidur yang mana suatu gunung berapi namun tidak menunjukkan aktivitas sama sekali selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun di satu kondisi gunung akan kembali aktif dan meletus dengan dahsyat seperti yang terjadi pada gunung Sinabung, Sumatera Utara yang terakhir kali meletus pada tahun 1600an dan pada tahun 2010 kembali aktif serta akhirnya meletus pada tahun 2013 hingga sekarang aktivitas letuasannya masih berlangsung. Sementara itu untuk letusan gunung berapi merupakan suatu aktivitas vulkanik yang sering disebut dengan istilah erupsi.

Ketika meletus, sebuah gunung berapi dapat melontarkan berbagai material hingga puluhan kilometer jauhnya, tidak hanya itu, awan panas dan gas beracun juga kerap kali menjadi ancaman serius bagi penduduk yang bertempat tinggal tak jauh dari letusan. Letusan gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan berbagai kerusakan dengan total kerugian yang besar karena menghancurkan areal pemukiman dan pertanian penduduk, belum lagi dampak lainnya seperti pencemaran udara oleh gas beracun serta memicu penyebab banjir lahar dingin yang dapat merusak infrastruktur umum.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyebab gunung berapi meletus:

 

3.3.1. Peningkatan Kegempaan Vulkanik

            Ditandai dengan terjadi aktivitas yang tidak biasa pada gunung berapi, misalnya frekuensi gempa bumi meningkat yang mana dalam sehari bisa terjadi puluhan kali gempa tremor yang tercatat di alat Seismograf. Selain itu terjadi peningkatan aktivitas Seismik dan kejadian vulkanis lainnya hal ini disebabkan oleh pergerakan magma, hidrotermal yang berlangsung di dalam perut bumi.

            Jika tanda diatas muncul dan terus berlangsung dalam beberapa waktu yang telah ditentukan maka status gunung berapi dapat ditingkatkan ke level waspada. Pada level ini harus dilakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar, melakukan penilaian bahaya dan potensi untuk naik ke level selanjutnya dan kembali mengecek sarana serta pelaksanaan shift pemantauan yang harus terus dilakukan.

 

3.3.2. Suhu Kawah Meningkat Secara Signifikan

            Sebagai tanda bahwa magma naik dan mencapai lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung  akan mempengaruhi suhu kawah secara keseluruhan. Pada gunung dengan status normal, volume magma tidak terlalu banyak terkumpul di daerah kawah sehingga menyebabkan suhu di sekitar normal.

            Naiknya magma tersebut bisa disebabkan oleh pergerakan tektonik pada lapisan bumi dibawah gunung seperti gerakan lempeng sehingga meningkatkan tekanan pada dapur magma dan pada akhirnya membuat magma terdorong ke atas hingga berada tepat di bawah kawah. Pada kondisi seperti ini, banyak hewan-hewan di sekitar gunung berimigrasi dan terlihat gelisah. Selain itu meningkatnya suhu kawah juga membuat air tanah di sekitar gunung menjadi kering. 

 

3.3.3. Terjadinya Deformasi Badan Gunung

            Ini disebabkan oleh peningkatan gelombang magnet dan listrik sehingga menyebabkan perubahan struktur lapisan batuan gunung yang dapat mempengaruhi bagian dalam seperti dapur magma yang volumenya mengecil atau bisa juga saluran yang menghubungkan kawah dengan dapur magma menjadi tersumbat akibat deformasi batuan penyusun gunung.

 

3.3.4. Lempeng-Lempeng Bumi Yang Saling Berdekatan

            Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik dan meningkatkan aktivitas geologi gunung. Seperti yang dijelaskan sebelumnya lempeng merupakan bagian dari kerak bumi yang terus bergerak setiap saat, dan daerah pegunungan merupakan zona dimana kedua lempeng saling bertemu, desakan lempeng bisa juga menjadi penyebab perubahan struktur dalam gunung berapi.

 

3.3.5. Akibat Tekanan Yang Sangat Tinggi

            Jika sepanjang perjalanan magma menyusuri saluran kawah terdapat sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal letusan gunung berapi. Semakin besar tekanan dan volume magma-nya maka semakin kuat ledakan yang akan terjadi.

Comments

Popular posts from this blog